Lucy : Penyihir Roh Bintang
Disc © Hiro Mashima
Pair : NaLu, dan akan terus bertambah seiring jalannya cerita
Rated : T
Genre : Fantasy, Drama, dll
Warning : OOC, typo, EYD tak beraturan, imajinasi liar Author yang ga ada batasnya :v
-d'Vermouth-
A/N : Sebelum masuk cerita. Disini Author mau menjelaskan sedikit tentang settingnya. Jadi disini kejadiannya itu sebelum turnamen wizard, dan ada beberapa kejadian yang dihapuskan kaya Lucy masa depan datang pas turnamen, penyerangan Naga, dll. Intinya fanfic ini Author buat sesuai/kehendak Author sendiri.
-d'Vermouth-
( 3 Bulan Kemudian)
"Ukkh Sting no baka. meninggalkanku se-enaknya saja. Rogue juga sama saja. Huaaa tak ada yang peduli padaku" teriak seorang gadis bertudung. (bayangin aja Lucy masa depan pake tudung pas ketemu sama jellal)
"Ck berisik Lucy. Kau membuat Kami malu" tegur exceed coklat dengan gaya angkuhnya a.k.a Lector menegur gadis yang dipanggil Lucy.
"Fro rasa juga begitu" ujar exceed hijau menyetujui a.k.a Frosch.
"Urusai Neko. jangan mentang-mentang Sting dan Rogue Nakama kalian. Aku tak dibela" teriak gadis itu semakin menjadi-jadi.
"Aku tak mengerti kenapa Sting dan Rogue menolongmu waktu itu" gumam Lector. Ia tak memperhatikan raut wajah Lucy kini berubah sendu setelah mendengar penuturan Lector.
"Kau benar Lector. Aku bahkan tak mengingat siapa Aku, Yangku ingat hanya namaku Lucy seorang penyihir roh bintang, Aku sudah mencoba bertanya tentang masa laluku pada para roh bintangku tapi Mereka tak ada yang menjawab sesuai dengan harapanku. Hah.. Aku tak mengerti kenapa Kami-sama menyelamatkanku dari bencana itu, kenapa Aku tak dibiarkan mati saja. mungkin itu lebih baik" ujar Lucy, wajahnya kini tengah menatap langit, terlihat sendu dan putus asa. Terlihat diujung matanya setitik air mata yang akan keluar.
"Lu-lucy ja-jangan me-menangis, S-sting bisa me-memarahi kami" ujar Lector panik, kepalanya melihat ke Kanan dan ke Kiri, Ia berdo'a semoga Sting tak ada disekitar situ.
Lucy melirik ke Arah Lector dan tersenyum,"Aku tak menangis Lector, Kau jangan panik seperti itu. Jika Sting memarahimu, Aku akan memarahinya juga," ujar Lucy. Ia mengusap sedikit air mata yang ada di ujung matanya.
"Sedang apa kau disana pirang?!" ujar seorang pemuda berambut pirang a.k.a Sting Eucliffe.
"STING?!" Teriak Lucy,Lector, dan Frosch.
"Hn? Kalian kenapa?" tanyanya dengan memperhatikan wajah tak mengerti.
"Kau! Tega-teganya meninggalkanku dengan kedua Neko menyebalkan ini, Kalian dari mana?!" teriak Lucy kesal.
Pemuda berambut hitam yang sedari tadi terdiampun angkat bicara a.k.a Rogue Cheney,"Kami hanya membeli makan siang dan juga membeli tiket kereta menuju Kota Crocus," ujar Rogue memperhatiakan bungkus makanan dan juga 3 Lembar tiket kereta.
"Crocus? Untuk apa kita kesana?" tanya Lucy penasaran, melupakan acara marah-marahnya.
"Akan ada turnamen seluruh guild resmi dan Kami harus ikut. Kau lupa, Kami anggota Sabertooth, dan terpilih mengikuti turnamen itu" jelas Rogue, yang hanya dibalas Anggukan mengerti oleh Lucy.
"Rogue, kenapa Lucy tak masuk guild kita? Menurut Fro Lucy itu kuat, Dia bahkan mempunyai 10 Kunci emas dari 12 kunci, dan beberapa Kunci perak" Tanya Fro penasaran, Lucy dan Lactorpun mengangguk setuju tanda mereka penasaran.
"Cih. Kuat dari mananya?! Dia itu lemah, buktinya hanya ditinggal sebentar sja seperti Kucing tersesat" ejek Sting.
"Tidak! Lucy tidak boleh masuk Sabertooth" ujar Rogue sedikit menaikan suaranya,
Lucy, Lactor, dan Frosch menatap Rogue meminta penjelasan lebih,'Aku tak akan membiarkan Lucy menjadi seperti mereka yang tak mengerti arti Nakama' batin Rogue.
"Hn. pokoknya T.I.D.A.K B.O.L.E.H, dan jangan tanya agi alasannya" ujar Rogue menekankan kata 'Tidak boleh'
"Lebih baik kita berangkat sekarang." Ujar Sting mengintrupsi percakapan mereka.
Merekapun berangkat menuju stasiun yang ada di kota itu.
-d'Vermouth-
(Fairy tail - Crocus)
"Akhirnya Kita sampai di Crocus," ujar Erza tak lupa dengan barang bawaannya yang berlebihan.
"Lalu? Dimana Master?" tanya Gray, Ia melihat ke Kiri dan ke Kanan mencari keberadaan Sang Master,
"Kalian sudah sampai rupanya" ujar Sang Master dari arah belakang,
"Jadi Master. Siapa yang akan mewakili Fairy tail dalam turnamen?" tanya Erza
"Hmm. Erza, Natsu, Gray, lalu... Wendy dan Lissana" jawab Sang Master,
"Ekkhh... A-aku?!" teriak Wendy dan Lissana kaget (disini Lissana ikut berlatih selama 3 bulan bersama kelompok Natsu. Dia ngga ikut sama Kedua Kakaknya berlatih bersama)
"Memangnya member lain kemana? Gajeel, Laxus, Mira-nee?" tanya Lissana,
"Mereka semua belum kembali, Kita bentuk tim yang ada terebih dahulu" jelas makarov.
"Ha'i. Kami akan melakukan yang terbaik" ujar Wendy dan Lissana bersamaan.
"Psst.. Lihat itu, bukankah Guild terlemah fairy tail?" bisik salah satu Wizard yang tak sengaja melewati mereka.
"Kau benar. Mereka tak ada kapoknya, sudah tentu Sabertooth yang akan menang" bisik Wizard yang satunya.
Natsu yang sedari tadi tengah berbaring dijalanan akibat mabuk kendaraanpun tiba-tiba bangkit saat mendengar Guildnya di hina,"KALIAN!" teriak Natsu, ditangannya sudah berkobar api yang kapan saja siap meninju mereka.
"Natsu hentikan! Jangan membuang tenaga percuma. Kita buktikan pada Mereka di turnamen" tegur Erza tak lupa dengan aura membunuhnya yang ditujukan pada para penyihir yang tadi menghina fairy tail.
"Ha-ha'i" jawab Natsu ketakutan.
-d'Vermouth-
"Ingat Lucy. Jangan keluar se-enaknya saja dari penginapan ini, Kami harus pergi ke penginapan Sabertooth. Setiap satu Jam sekali fro dan lactor akan bergiliran melihat keadaanmu. Kami sudah menyiapkan segala kebutuhan yang sekiranya kau perlukan, jadi tak ada alasan kau keluar. Jika Kau ingin melihat turnamen jangan lupa pakai tudung, jangan sampai ada orang lain melihatmu" ujar Sting panjang lebar, membuat Lucy, Lactor, dan Frosch melongo. mencerna semua kata-kata yang disampaikan Sting,
"Kami pergi dulu. Hati-hati Lucy" ujar Rogue sambil menarik Sting, diikuti Lector dan Frosch, meninggalkan seorang diri.
-d'Vermouth-
"Tidak biasanya Kau sekhawatir itu pada Lucy, sting" ujar Rogue sesaat setelah keluar dari penginapan,
"Ntahlah. Aku hanya 'sedikit' khawatir saja, mungkin Aku takut Dia akan pergi dari sisi kita, Kau lihatkan bekas luka di tangannya, seperti bekas tato dari sebuah guild. Jika Anggota guildnya menemukannya pasti Mereka akan mengambil Lucy" jawab Sting dengan wajah sendu,
"Hey. Kau tak seperti Sting yangku kenal. Apa Kau menyukai gadis itu?" tanya Rogue sedikit bercanda,
"Mungkin Iya" jawab Sting seadanya, dan membuat Rogue menghentikan langkah kakinya, "Hey tak usah syok begitu. Akupun tau Kau menyukainya. Kita bersaing secara sehat. Oke?" ujar Sting meninju bahu sang Sahabat,
"Kita bersaing" ujar Rogue, Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju penginapan Sabertooth.
"Ternyata dugaanku benar. Mereka menyukai Lucy" bisik Lactor yang sedari tadi memperhatikan pervakapan Sting dan Rogue,
"Fro rasa juga begitu" tanggap Frosch seadanya.
-d'Vermouth-
Sepeninggalan Sting dkk.
"Sting Aneh. kadang menyebalkan, kadang perhatian, sifat yang benar-benar tak kumengerti" gumam Lucy,
(Flashback On)
Seorang gadis kini tengah berbaring di tempat tidur. Terlihat keadaannya memprihatikan, Luka dimana-mana meski sudah di balut perban namun tetap terlihat rembesan darah,
"Ukkhh.." lenguhnya kesakitan saat mencoba menggerakan salah satu tangannya,
"Jangan dipaksakan. Lukamu akan terbuka lagi jika memaksa. Kau masih beruntung selamat dari penyerangan itu" ujar Sting yang sedari tadi duduk tak jauh dari sana
"Si-siapa Kau? di-dimana ini?" tanya gadis itu yang ternyata adalah Lucy.
"Aku orang yang menyelamatkanmu. namaku Sting Eucliffe. dan ini di penginapan. Namamu siapa dan berasal dari mana? Kulihat Kau seorang penyihir Roh"
"Na-nama? Na-namaku Lu-lu... Lucy, y-ya Namaku Lucy. A-aku pe-penyihir roh bintang" Lucy menjawab dengan penuh keraguan,
"Hm? Kau tinggal dimana? dan apa kau salah satu member dari guild yang ada disini?" tanya Sting kembali.
"Tinggal? Gu-guild? A-aku..."
Belum sempat Lucy menjawab dari arah pintu masuk seekor kucing berteriak, "Tadaima.." masuk 2 ekor exceed dan seorang laki-laki berambut hitam a.k.a Lector, Frosch dan Rogue.
"Ah. Kau sudah sadar?" tanya Rogue ramah.
Lucy hanya mengangguk singkat, "Jadi? Kau tinggal dimana? dan dari Guild mana?" tanya Sting untuk kedua kalinya.
"A-aku ti-tidak tau. A-aku ti-tidak ingat" gumam Lucy lirih.
"Jadi. Kau hanya memingingat nama?" tanya Sting setengah tak percaya, dan dibalas anggukan lemah Lucy.
"Apa benar-benar tak ingat sama sekali?" tanya Rogue memastikan, Lucy hanya mengangguk, Ia merasa bersalah karna telah menyusahkan Mereka.
"Ya sudah. Yang penting pulihkan dulu dirimu. oh namaku rogue Cheney, ini Frosch dan Lactor." ujar Rogue.
"Lu-lucy" ujar Lucy pelan.
(1 Bulan kemudian)
"Terbukalah Leo!" teriak Lucy membuka gerbang Leo,
"Yo Lucy, sudah lama tak melihatmu. Aku merindukanmu" ujar Leo/Loke dengan gaya rayuan mautnya,
"Eto.. Ano.. A-aku ingin bertanya te-tentang masa laluku" ujar Lucy to the point.
Leo melepaskan genggaman tangannya dari Lucy,"Gomen Lucy, Tapi Kami para Roh juga tak mengetahui masa lalumu," gumam Leo pelan.
"Ah Aku ada kencan. Jaa nee" Leo langsung menutup gerbang sendiri.
"Masih belum mengingat apapun?" tanya Rogue dari arah belakang, membuyarkan lamunan Lucy.
"Hmm. Gomen nee Aku menyusahkan Kalian." jawab Lucy. Ia menghapus air matanya yang tiba-tiba keluar.
"Tak apa. Kami tak merasa kau menyusahkan. mungkin hanya terganggu dengan teriakanmu dan betapa cerewetnya dirimu" ujar Rogue, Ia menepuk kepala Lucy dan mengacak-ngacak rambut pirangnya.
"Mou.. jangan mengacak tatanan rambutku Rogue" ujar Lucy kesal.
"Haha.. muka kesalmu sangat Lucu Lucy" Rogue tertawa saat melihat Lucy mengembungkan pipinya kesal.
(Flashback Off)
Lucy berjalan ke arah jendela dan membukanya, semilir angin menerpa wajah serta rambut pirang sepunggungnya,'Arigatou Sting, Rogue. jika tak ada kalian ntah seperti apa hidupku sekarang' batin Lucy tersenyum manis
-d'Vermouth-
'Wussshhhh'
Angin berhembus melewati rombongan Fairy tail, "Bau vanilla, seperti bau Luce" gumam Natsu,
"Kau mengatakan sesuatu Natsu?" tanya Lissana melirik ke arah Natsu,
"Tidak. Mungkin hanya perasaanmu saja Liss," jawab Natsu disertai cengiran khasnya.
'Yah. hanya perasaanku saja' batin Natsu. TBC
OMAKE
Dunia Roh bintang,
"Apa tak apa-apa membiarkan Lucy seperti itu Leo?" tanya Aries.
"Ya. Aku merasa kasihan pada Hime" timpal Virgo.
"Aku tahu kalian mengkhawatirkan Lucy tapi kita tak bisa membantunya, ingat Ia pernah berdo'a agar ingatannya dihapus. Mungkin ini jawabannya. Kita hanya perlu mengawasinya dan membantu saat Dia dalam kesulitan. Menurut analisaku Kalian bisa membuka gerbang sendiri bukan? karna dilihat dari kekuatan supranatural Lucy kini meningkat pesat berkat latihan keras bersama 2 dragon slayers itu." ujar Leo/Loke. para Roh bintang hanya mengangguk faham,
'Semoga Kau baik-baik saja Lucy' batin Leo khawatir.
-d'Vermouth-
Yosh. setelah sekian lama Haitus diakibatkan macetnya jakarta *plak* maksudnya akibat macetnya jalan cerita selanjutnya. dan akhirnya sekarang baru bisa dilanjut. Meski Author sedih karna fanfic ini ga Lahir *hiks* tapi Author akan terus berusaha *semangat* oke kita akan menjelaskan beberapa point disini.
1. Disini Sting dan Rogue ga tau Lucy itu dari Fairy tail. Mereka menemukan Lucy terluka cukup parah dipinggiran Hutan dan lambang guildnya kehapus karna luka yang parah.
2. Sifat Sting-Rogue rmang dibuat 'agak' OOC biar seru. bosenkan Stingnya jahaaaat mulu.
Segitu dulu penjelasannya. Yang udah reviews Arigatou. Sampai jumpa di chapter depan.
Reviews?
SEKEDAR PEMBERITAHUAN ;: Fanfic dengan Fandom Naruto (Kuro dorobō dan Love Story in Maps) sedang dalam proses pengerjaan Mohon maaf jika ada yang menunggu ^^
-Adinda d'Vermouth Kudo out-
