TEMPORAL HAPPINESS

Cast(s): Park Chanyeol and Byun Baekhyun

Genre: Friendship, Romance and AU!Schoolife

Rating: T+ ( untuk umpatan )

Disclaimer: The casts are not mine but the storyline is. No plagiarism please. This is Chanyeol's POV

The story is

.

.

BEGIN

.

.

Aku menatap gedung di depanku dengan malas. Aku tetap diam sampai suara appa memecah keheningan. "Sampai kapan mau menatapnya terus?"

"Sampai kita kembali ke Busan." Aku tetap memasang muka malas lalu aku kembali bersuara. "Ayolah! Aku tidak mau pindah. Apa appa masih belum mengerti?" Mendengar jawabanku, appa hanya menggelengkan kepala dan membuat gesture mengusir. Aku hanya bisa menghela nafas dan keluar dari mobil.

"Kau tidak akan menyesal, son."

Aku menahan diri agar tidak mendengus saat mendengar kalimat terakhir dari appa sebelum ia menjalankan mobilnya menjauh, meninggalkanku sendiri di depan gerbang yang bertuliskan 'Seoul International High School'.

Baiklah, aku akui aku memang beruntung bisa masuk sekolah ini. Bahkan kepopuleran sekolah ini terdengar sampai Busan. Tapi aku terlalu malas bersosialisasi. Anggaplah aku seorang pengecut karena tidak mau keluar dari zona nyamanku. Tapi mau bagaimana lagi?

Baiklah, anggaplah aku sedang berbaik hati kepada orang tuaku. Aku mulai berjalan masuk ke dalam sekolah, berharap aku tidak menyesal dengan keputusan ini.

Andai Chanyeol tahu apa yang akan terjadi ke depan, ia tidak akan menyesal.

.

.

Aku berjalan sambil melamun. Di tengah lamunanku, aku mendengar suara yang familiar di telingaku. "Kyungie-ya, jangan marah. Aku tidak berniat untuk membentakmu kemarin." Suara rengekan itu terlalu familiar. Awalnya, aku ingin mengabaikan pertengkaran itu, tetapi saat aku menoleh ke arah pasangan itu, mataku langsung membulat.

"Kim Jongin! Do Kyungsoo!" Aku mengeluarkan suara terbesarku untuk memanggil mereka. Mata mereka membulat ketika melihatku. Kemudian, aku setengah berlari untuk menghampiri mereka. Aku tertawa melihat ekspresi mereka. "Ya! Hilangkan ekspresi itu. Kalian tidak sedang melihat hantu."

"Park…Chanyeol?" Yang berkulit lebih gelap mengeluarkan suaranya terlebih dahulu. Aku berusaha menahan tawa ketika mendengar suaranya. Jinjja, kenapa mereka sangat lucu. Perlahan raut mukanya berganti, menjadi lebih cerah.

"Ya, dude! Kenapa kau tidak bilang kau akan pindah?" Jongin langsung menepuk, tidak, memukul punggungku. Aku melirik kesal. Apa apaan tenaganya itu? Apa yang dilakukannya selama 2 tahun? Berlatih martial arts?

"Kau memukulnya terlalu kencang, Jongin-ah. Lihat, dia sampai kesakitan begitu." Kyungsoo, terberkatilah kau! Jongin langsung tersenyum lebar. "Hehe, mianhae. Aku hanya terlalu senang." Aku hanya bisa mendengus tidak percaya lalu mencibir. "Bilang saja kau rindu padaku."

Jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Aku tertawa pelan dan berusaha mengalihkan pembicaraan. "Omong omong, kalian masih bersama? Jadi, kapan aku akan menerima undangaku, Kim?" Aku berdecak kagum mengingat perjuangan Jongin untuk mendapatkan Kyungsoo dulu.

"Tentu saja kami- KYUNGIE, ITU SAKIT!" Jongin berteriak ketika Kyungsoo menginjak kakinya. "Simpan saja omonganmu, Park. Dimana kelasmu?" Aku tertawa melihat ekspresi Jongin, tsk benar benar tidak cocok dengan imagenya.

Aku berusaha mengingat ingat kelasku. "Kalau tidak salah kelas 11-3. Kau tahu dimana?" Aku benar benar terlihat seperti idiot sekarang.

"Kau tidak melihat denahnya, Park? Itu ada di dekatmu." Jongin berkata dengan nada sarkastik. Aku hanya bisa mendengus. "Diam, Kim. Aku tidak punya urusan denganmu sekarang."

"Jongin, berkata dengan nada itu sekali lagi kau tidur bersama kucingku. Kita sekelas, Chan. Kelas 11-3 ada di sebelah ruangan musik, ruangan yang cat nya berwarna baby blue. Kau tidak mau ke kelas bersama?" Kyungsoo menawarkan hal yang bagus sebenarnya. Aku heran kenapa Kyungsoo mau berpacaran dengan Jongin, si playboy kelas kakap.

"Terima kasih, tapi tidak. Aku tidak mau menjadi orang ketiga di antara kalian." Aku membalas dengan nada bercanda. "Lebih baik aku ke kelas sendiri saja." Aku langsung melangkahkan kakiku menjauh dari mereka berdua.

Ketika aku berjalan menuju kelas, samar samar aku mendengar suara nyanyian dan piano. Aku terpana mendengar suaranya, itu indah sekali. Tanpa sadar, kakiku melangkan ke arah sumber suara tersebut. Aku tidak peduli apakah hal ini akan membuatku terlambat.

Ternyata, itu berasal dari ruang musik. Aku mengernyit heran, ini terlalu pagi untuk memulai kelas musik. Aku berusaha mengintip dari celah pintu yang terbuka.

I never had a chance to say that I love you, that I love you

Hangsang yeope isseul georan chagake ppajyeo issdeon nande

I, who fell for the illusion that I'd always be at your side

Ije dareun namja pum ane sarang batgo itgo

Now you're getting love from the embrace of another man

Dajeunghan geu moseupeuro nal michige hago

This image of affection makes me crazy

Wajahnya seindah suaranya. Meskipun matanya terpejam, ia berhasil membuatku terpana. Dengan rambut ungunya, hidung mancungnya, dan bibirnya yang mungil. Dia sempurna.

Huhwihan mankeum gaseumeun jjijeojil geot gatgo

It's like my heart in tearinh apart in all of my regret

Gamanhi seo itneun naega neomu hwaga nago

I'm so angry at myself for just standing here

Matanya terpejam seiring nyanyian indah itu mengalun dari bibirnya. Perlahan, matanya mengeluarkan air mata. Tetapi dia tidak terisak, apalagi berhenti bernyanyi.

Haengbokhajima jeoldaero haengbokhajima

Don't be happy, don't ever be happy

Nareul ddeonabeorimyeonseo don't you dare crack a smile

As you leave me, don't you dare crack a smile

Haengbokhajima jeoldaero haengbokhajima

Don't be happy, don't ever be happy

Dan, akhirnya permainan pianonya berakhir seiring dengan matanya yang terbuka. Yang aku lihat, adalah mata yang indah, tetapi pandangannya kosong. Tidak ada binar apapun. Dia mengusap air matanya lalu tersenyum remeh. "Emosi sialan."

Suara dinginnya membuatku kaget. Berbeda sekali dengan suara lembutnya saat bernyanyi. Yang satu ini terdengar menusuk, seperti pisau yang tajam. Auranya juga berbeda, yang ini lebih menyeramkan. Dan entah kenapa, ia terlihat lebih misterius.

Aku langsung berlari menuju kelas saat aku melihatnya bangkit dan segera mengambil…bubble tea? Dia sangat aneh, tetapi misterius di saat yang bersamaan. Siapa dia? Batinku.

.

.

"Namaku Park Chanyeol. Dan aku berasal dari Busan. Mohon bantuannya!" Aku mengeluarkan ekspresi seramah mungkin. Aku tidak senekat itu sampai mengeluarkan tampang malasku saat ini.

"Park Chanyeol, silahkan duduk di samping Byun Baekhyun. Kursinya ada di belakang Kim Jongin." Mendengar suara Lee seonsaengnim, kelas langsung ribut. "Tapi seonsaengim, Byun Baekhyun tidak suka berbagi tempat duduk." Jongin mulai menyuarakan protesnya. Aku mengernyit bingung. Jongin tidak suka kalau aku duduk di belakangnya?

"Diam kalian semua! Saya akan berbicara kepada Baekhyun mengenai hal ini. Rapat guru akan segera dimulai, jangan ada yang pulang. Mengerti?" Tanpa mendengar jawaban kami, Lee seonsaengim langsung keluar kelas. Kelas yang semula hening, menjadi semakin ricuh layaknya pasar. Aku hanya bisa mengangkat bahu, bingung, dan berjalan menuju bangkuku dan duduk.

"Dude, aku tidak tahu harus mengucapkan selamat atau mengasihanimu. Asal kau tahu saja, Byun Baekhyun tidak pernah berbagi tempat duduk dengan siapapun. Dia selalu sendiri." Jongin langsung menjelaskan semuanya kepadaku. Aku langsung meliriknya. "Memangnya kenapa?"

"Dia-"

BRAK!

Suara pintu dibantik memotong perkataan Jongin. Seketika, para siswa tidak berani membuka mulut, bahkan untuk satu patah kata. Suasana langsung menjadi sunyi. Ada apa dengan orang orang ini?

DEG

Itu siswa yang kulihat di ruang musik tadi. Jadi namanya Byun Baekhyun? Nama yang indah. Saat aku beradu pandang dengannya, sekelebat bayangan bergerak seperti rol film mulai berputar.

Aku melihat sebuah kecelakaan mobil, anak kecil berambut hitam yang menangis, dan acara pemakaman. Anak kecil itu memegang sebuah foto anak laki laki yang lebih tua darinya dan tertera nama 'Byun Baek Beom' di bawah fotonya yang dihiasi karangan bunga.

Dan itu semua terjadi dalam beberapa detik.

Ketika aku sadar, Byun Baekhyun sudah ada di depanku lengkap dengan ekspresi khasnya, dingin seperti es. Dia menatapku tajam lalu mengeluarkan kalimat dengan nada yang tidak pernah kubayangkan. "Siapa kau? Kenapa kau duduk di samping tempat duduk ku?"

Aku tersenyum dalam hati. Menarik. Aku pin membalas perkataannya dengan tenang. "Namaku Park Chanyeol. Senang bisa bertemu denganmu."

Ekspresinya sempat berubah, menjadi sedikit kaget, tapi ia buru buru merubah raut wajahnya dan langsung pergi keluar. Aku bisa mendengar helaan nafas lega dari beberapa siswa perempuan. "Park! Kau dalam masalah besar sekarang!" Jongin berteriak kencang lalu menggoyangkan badanku. Dia menjadi sangat panik. Sedangkan Kyungsoo? Dia sama saja dengan Jongin.

"Siapa dia Kyungsoo?" Aku memutuskan untuk bertanya. "Dia Byun Baekhyun. Dan dia sangat aneh." Kyungsoo menjelaskan dengan raut muka menyeramkan.

"Aneh? Aneh bagaimana?" Aku penasaran. Dia terlihat normal. Oke, kecuali tatapan matanya yang amat sangat menusuk.

"Dia seperti mempunyai kepribadian ganda. Tapi ada beberapa hal yang tidak pernah berubah darinya." Aku langsung tertarik mendengarnya. Jarang jarang aku menemui orang yang seperti ini, pantas saja aku langsung bisa melihat masa lalunya.

"Ada beberapa hal yang harus kau patuhi. Pertama, jangan pernah mencari masalah dengannya. Kedua, jangan pernah membuka handphone nya. Ketiga, jangan pernah mencampuri urusannya. Keempat, jangan pernah mencoba untuk menguntitnya. Kelima, jangan mencoba berbicara terlalu banyak. Dan terakhir, jangan pernah mencoba untuk mengejarnya." Kyungsoo menjelaskan dengan panjang lebar. Dia akhirnya mencoba fokus pada buku bacaannya, sementara Jongin? Tertidur seperti biasa.

"Mianhae. Untuk peraturan keenam, aku tidak yakin aku bisa mematuhinya." Aku berbicara entah kepada siapa. Aku pun tersenyum sinis, kita lihat Byun Baekhyun, siapa yang bisa menang kali ini. Karena aku, Park Chanyeol, tidak akan pernah melepaskanmu.

TBC

HEHE absurd yha. Maaf banget kalo masih banyak typoㅠㅠㅠ Ditunggu review nya ya senpai-deul! Jangan cuma favorite atau follow aja ah, kish tau lho siapa aja yg cuma favorite atau follow doang hihihi. Kalo review nya udh sampe 15, baru kish mau lanjutin. Ditunggu kritik sarannya ya!