[2] The Second Time I meet You

"Indeed We Have much taste. Indeed we are not together. If Indeed we are drstined to be together forever, love would not be where"

2 years later

Lu Han sangat gugup di kursinya, ia sedari tadi gelisah. Ya Lu Han sedang berada di pesawat menuju Korea bersama keluarganya. Alasan dari kegugupan Lu Han selain dia phobia ketinggian yaitu Sehun. Ya, ia akan bertemu Sehun kembali setelah sekian lama.

Lu Han dan Sehun tak pernah lagi berhubungan semenjak Sehun kembali ke korea. Tak seperti yang Sehun janjikan, lelaki itu tak pernah menghubunginya sama sekali walaupun itu hanya sekedar menanyakan kabar dirinya. Baba Lu Han bilang kalau Sehun benar-benar sibuk beberapa tahun terakhir karena ia menggantikan ayah nya menjadi CEO di perusahaan keluarga mereka. Dan Lu Han hanya bisa memaklumi nya.

Lu han tersenyum membayangkan bagaimana ekspresi Sehun yang akan melihat penampilan nya sekarang.

Lu Han sudah berubah banyak semenjak 2 tahun terakhir ini. Dia sudah menjadi mahasiwa seni di Beijing university, penampilannya juga tak seperti Lu Han yang dulu, kini ia menjadi primadona di kampusnya karena wajah manisnya. Tubuh Lu Han juga sudah lebih kurus dan juga tubuh Lu han bertambah tinggi dari sebelumnya.

Lu Han bagai transformasi si itik buruk rupa yang berubah menjadi angsa di dalam cerita dongeng.

Sesampainya di bandara Lu Han dan keluarganya di jemput oleh orang suruhan keluarga Oh untuk membawa mereka ke kediaman Oh.

Setelah perjalanan yang agak memakan waktu Keluarga Huang tiba di rumah megah milik keluarga Oh. Lu Han dan keluarganya di sambut oleh Tuan Oh dan istrinya dengan wajah yang sedikit sembab. Ya, alasan keluarga Lu Han datang ke korea karena nenek Sehun lebih tepatnya ibu dari Oh Yunho meninggal dunia.

"Aku turut berduka atas meninggal Eommonim Yunho~yah. Aku tak tau dia sakit keras elama ini." Jian Hao memeluk Oh Yunho dan menguatkan sahabatnya itu agar lebih tegar.

"Tak apa,Eomma juga tak mau memberitahu orang-orang yang dicintainya tentang penyakitnya karena itu akan membuat keluarga menjadi sangat sedih ketikaia pergi. Lagipula itu juga sudah takdir dari Tuhan. Terima kasih Hao~yah kau dan keluarga sudah mau datang eomma akan senang dengan kehadiran mu dan keluarga mu. Maaf aku dan Jaejoong tak bisa menemani kalian aku harus ke tempat persemayaman Eomma untuk menyiapkan acara pemakaman untuk besok"

"Ya tak apa Yunho~yah, persiapan pemakaman eommonim lebih penting dari kami pergilah."

Sebelum pergi Jaejoong melihat Lu Han seakan tau apa yang di cari-cari pria itu sedari tadi, JaeJoong menghampiri Lu Han dan menepuk bahunya pelan.

"Kau mencari Sehun? Dia mungkin berada di apartemen nya sekarang. Dia akan datang di pemakaman besok, jadi jika ingin berbicara dengannya kalian dapat bertemu besok." Jaejoong tersenyum lalu meninggalkan Lu Han.

Luhan Pov

Sekarang aku berada di sebuah pemakaman dekat gereja di pinggiran kota Seoul. Pemakaman nenek Sehun berjalan lancar meskipun di penuhi suasana kesedihan yang mendalam terutama Sehun yang terlihat paling kehilangan diantara keluarga besar tuan Oh.

Apalagi ketika peti mati dimasukkan ke liang lahat ekpresi Sehun begitu datar tak terbaca tapi sebenarya aku tahu dia sangat kehilangan.

Selesai dari acara pemakaman aku berniat berbicara pada Sehun tapi ketika aku mengedarkan pandangan ku dia sudah menghilang. Lalu bibi JaeJoong mendekati ku.

"Pergilah temui dia, aku rasa dia perlu seseorang menemani nya saat ini karena ia baru saja kehilangan nenek kesayangannya. Dia ada di dalam gereja." Jaejoong tersenyum menatap ku seolah-olah meyuru ku untuk lekas menemui Sehun. Aku yang mendengar nya lang sung tersenyum dan memeluk bibi Jaejoong lalu pergi dengan cepat untuk menemui Sehun.

Ketika aku memasuki gereja aku melihat Sehun berada si sana seorang diri sambil menutup mata memanhjatkan doa.

Aku mulai mendekati nya tanpa membuat langkah kaki yang berisik agar Sehun tak terganggu.

Aku perlahan duduk di sampingnya dan memperhatikan setiap lekuk wajahnya.

"Kau tau kadang aku merasa Tuhan tidak adil pada ku. DIA selalu mengambil dan menyingkirkan orang-orang yang aku cintai. Kau tau rasanya sangat berat kehilangan orang-orang yang berharga dalam hidup mu. Mungkin aku tak bisa hidup tanpa mereka." Sehun membuka matanya dan menatap manik mata ku. matanya yang indah terlihat bengkak karena menangis.

"Tuhan selalu punya rencana yang indah untuk seluruh umatnya. Kita tak pernah tahu apa yang akan di rencanakan Tuhan kedepannya untuk kita. Aku belum pernah berada di posisi mu karena kehilangan seseorang tapi aku dapat merasakan bagaimana kesedihan yang kau alami. Berhentilah terlihat menyedihkan hati ku sakit melihat mu seperti ini. Ku pikir kau hanya merasa kesepian karena ditinggal kan oleh orang-orang yang kau kasihi. Harus ada yang menjagamu dan mungkin aku bisa." Aku mencoba sedikit menghibur Sehun dan memberikan Senyum tulusku untuk nya agar kesedihannya berkurang.

Lalu Sehun memeluk ku dengan tiba-tiba ia membenamkan wajahnya di bahu ku. aku hanya dapat membalas pelukan Sehun . aku tau Sehun menangis di bahuku walaupun ia sama sekali tak mengeluarkan suara, aku mengelus punggungnya untuk memberikan sedikit ketenangan disana.

"Menangislah, jika itu membuat mu tenang.." Bisik ku. lembut.

"When u're alone, I Will be Your Shadow"

*

TBC