Grrkkk... grrkkkk...

"aishhh... aku lapar..."

"wookie-ah... bisakah kau membuatkan sesuatu untuk ku ?"

Tok…tok… tok

"Wookie ah~~ …"

Ckleeek….

"wookie, bisakah kau— lho kenapa kamar ini gelap sekali, setauku Wookie tidak suka tidur dengan keadaan gelap…"

Klikk…

"kenapa kamarnya kosong… ? kemana Yesung Hyung dan wookie…. ? apa mereka belum pulang ? bukankah seharusnya mereka sudah sampai sejak tadi….."

Hyuk berniat untuk dibuatkan makanan pada wookie. Dia mencoba untuk membangunkan wookie dengan masuk kemarnya namun ketika Hyuk sampai di kamar Wookie dan Yesung dia tidak melihat dua orang couple itu. Bahkan sepertinya keadaan kamar mereka tidak berubah semenjak mereka pergi untuk show tadi. Padahal seharusnya sehabis show itu mereka akan langsung pulang kedorm.

Entah kenapa Hyuk mulai meresa khawatir. Diapun menuju kamar KyuMin untuk memastikan apakah Kyuhyun dan Sungmin yang satu van dengan Wookie dan Yesung juga belum datang ke dorm.

Tok… tok… tok…

"Sungmin hyung… Kyuhyun… apakah kalian didalam ?"

Tok… tok… tok…

"Kyu… sungmin…. Aishh… apa mereka tidak ada dikamar ?" Eunhyuk dengan ragu- ragu mencoba untuk membuka kamar KyuMin. Dia sebenarnya sedikit takut untuk melakukan itu, karena dia tahu kalau Kyuhyun sangat tidak suka kalau ada yang masuk kekamarnya dan Sungmin.

Kleekk

"Sungmin Hyung….." Eunhyuk memasukan kepala untuk melihat kedalam. Dia takut kalau dia langsung masuk secara tiba-tiba ke kamar KyuMin dan mengganggu couple ini maka sang magne yang dikenal karena kejahilannya akan melempari tubuhnya dengan apapun agar keluar dari kamar mereka karena mengganggu tidur tenang mereka.

Namun sayang, kamar KyuMin pun samahalnya dengan kamar Yewook yang gelap. Hyuk segera mencari saklar lampu yang ada didinding dikamar itu dan setelah lampu menyala dapat dilihatnya kalau kamar itu masih sangat rapi. PSP dan alat-alat game Kyuhyun masih tertata ditempatnya.

Perasaan Hyuk semakin tidak enak karena ini semua.

"Bukankan seharusnya mereka sudah pulang, mana mungkin mereka memutuskan untuk jalan-jalan ditengah malam seperti ini…. Apa terjadi sesuatu dengan mereka …. Aisshh… apa yang aku pikirkan, sebaiknya aku telepon mereka…." Hyuk segera masuk kekamarnya dan mencari handphonenya yang terselip didalam tumpukan yang ada ditasnya.

Ada beberapa panggilan tak terjawab dari HP nya itu. Dan dari ID nya itu terdapat nama 'Leeteuk hyung' yang mencoba menelponnya beberapa kali.

Hyuk mencoba untuk menelpon balik nomer Leeteuk namun sang operator lah yang menyahut dan mengatakan bahwa 'nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauang, silahkan hubungi beberapa saat lagi…"

Hyuk mencoba untuk menghubungi Sungmin, sahutan yang didapatnya pun sama seperti tadi.

Diapun mencoba untuk menghubingi manager mereka.

"hallo… ya ?"

"hallo hyung nim…. Kau ada dimana sekarang ?"

"aku ada dirumah,,, ada apa hyuk ? kenapa kau menelpon malam-malam begini, bukankah seharusnya kalian beristirahat…."

"aku hanya ingin menanyakan apakah tadi hyungnim pulang bersama dengan van yang satunya…."

"ahh.. tidak, aku pulang sendirian tadi…. Memangnya ada apa ?"

"ohh… begitu ya… tidak ada apa-apa hyung… terima kasih, maaf mengganggumu malam -malam…"

"ya tidak apa-apa…"

Klik

Sambungan telepon itu sudah terputus.

"kalau tidak bersama dengan hyung nim jadi dimana mereka….?"

"baiklah aku coba menelpon mereka lagi…."

Hyuk pun mencoba menghubungi Wookie dan untungnya teleponnya tersambung.

"wookie~ah… kalian dima—"

"Hyuk hyung tolong kami… kami dicu—"

Tiiit… tiiit…. Tiit….

Tiba-tiba sambungan telepon mereka terputus.

HyuK mencoba menelpon lagi namun nomer itu tidak aktif lagi.

Eunhyuk semakin khawatir karena sepertinya tadi wookie meminta pertolongan… apa ada sesuatu terjadi pada mereka…?

Hyuk segera beranjak kekamar Shindong, dan memberitahukan bahwa 6 orang member mereka belum datang dan juga ucapan minta tolong dari wookie itu. Mereka juga membangunkan Heechul dan Donghae.

"bener hyung… tadi saat teleponnya tersambung wookie berkata minta tolong… tapi aku tidak tau mereka minta tolong untuk apa… tiba-tiba saja sambungannya terputus…." Adu Hyuk pada heechul yang sepertinya sedikit terlihat gusar setelah cerita hyuk.

"apa kau sudah mencoba untuk menelponnya lagi… atau telepon member yang lain..."

"aku mencoba menghubungi Sungmin, namun tidak aktif… begitupula dengan siwon, yesung dan leeteuk hyung…. Sedangkan HP kyuhyun terbawa oleh ku… aku juga sudah mencoba menghubungi HP wookie lagi tapi HPnya tidak aktif lagi…. Bagaimana ini Hyung ? Apa ….. terjadi sesuatu dengan mereka ?"

"Kita harus melaporkan ini pada polisi… !"

"tidak bisa Hae, kita hanya bisa melaporkannya jika mereka sudah hilang dalam waktu 1x24 jam…."

"jadi apa yang harus kita lakukan Heechul Hyung… bagaimana jika mereka dalam bahaya….!"

It's Not End!

Super Junior

Crime and Action story

Sequel of the story A Chip

Chapter two

Written by Meytha Shora Andriyan


"kyu,,,, kyu...kyuhyun... bangun kyu..."

"eungg... Yesung Hyung... akhh..."Kyuhyun bangun dari pingsannya ketika Yesung menyadarkannya, namun kepalanya masih terasa pening akibat dari pukulan tadi.

"kau tidak apa-apa kyu..?"Tanya siwon.

Kyuhyun mencoba untuk benar-benar sadar. Mencoba untuk memfokuskan pandangannya kepenjuru ruangan yang dia tempati sekarang. Kyuhyun masih memijat-mijat kepala yang masih sedikit terasa pusing.

"ini... dimana ?"Tanya kyuhyun yang sudah bisa mengumpulkan kesadarannya.

"kita disekap dalam ruangan ini dan-"

"Sungmin hyung...? Sungmin hyung ? dimana Sungmin hyung...!"belum selesai yesung bicara kyuhyun langsung berteriak memanggil Sungmin.

"Tenanglah Kyu..."wookie yang ada di sisi kiri kyuhyun mencoba untuk menenangkan kyuhyun yang mulai panic.

"Sungmin... Dimana Sungmin hyung...!"teriak kyuhyun pada ke3 hyungnya itu.

"Sungmin dan Leeteuk hyung dibawa keruangan lain..."terang Yesung.

Kyuhyun yang mendengar perkataan Yesung mencoba untuk bangkit.

"Kita harus segera menyelamatkan Sungmin hyung..."sayangnya tubuh kyuhyun terlalu lemah untuk sekedar menopangnya berdiri. Akhirnya kyuhyun pun limbung dan hampir jatuh. Untungnya Siwon segera menangkap tubuh kurus itu.

"Tenang dulu Kyu... "

"bagaimana aku bisa tenang, Sungmin hyung ada disana. Bagaimana kau dia… disiksa...hikss… aku harus menyelamatkannya hyung…. Aku harus menyelamatkannya…."air mata kyuhyun keluar dia memeluk tubuh siwon yang sedang menopangnya itu.

"kita akan segera keluar dari sini… dan kita juga akan menyelamatkan mereka…."

"hikkss… tapi bagaimana caranya hyung…. Kita harus segera menyelamatkan sungmin… Sungmin hyung… di-dia tergigit oleh ular yang berancun dan kata orang itu racunnya akan menyebar dalam kurung waktu 3 jam dan itu artinya Sungmin hyung a..kan…. Mati…. Aku tidak mau itu terjadi hyung… selamatkan Sungmin… selamatkan Sungmin ku… hiks… hiks…"

"apa ? 3 jam ?"

Kyuhyun menggangguk meng'iya'kan sambil menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya yang dia tekuk… kyuhyun mulai frustasi… frustasi dengan keadaan mereka.

Wookie segera memeluk Kyuhyuh. " tenanglah kyu, belum tentu Sungmin hyung selemah itu, aku yakin dia pasti bisa bertahan dan kita akan segera menolongnya… mungkin masih ada jalan…"

"kita akan menyelamatkan Sungmin sebelum racun itu menyebar ketubuhnya….!" Yesung tiba berbicara dengan serius. Dapat dilihat dari raut wajahnya.

"bagaimana Hyung ? bahkan kita tidak tahu kemana mereka membawa Sungmin…"

"tidak… aku tahu dimana mereka membawa sungmin dan leeteuk Hyung…."

"ketika mereka membawa kita kesini aku masih dalam keadaan sadar. Aku masih mengingat jalan-jalannya. Yang perlu kita lakukan pertama adalah keluar dari ruangan ini…." Yesung mulai memperhatikan ruangan itu, mencoba meneliti dan mencari celah agar mereka bisa keluar.

Tempat mereka disekap dikelilingi dinding-dinding beton. Hanya terdapat barang-barang rongsokan yang ada bersama mereka diruangan itu.

Wookie melepaskan pelukannya dari kyuhyun dan berjalan mendekati Yesung.

"Hyung masih sadar ketika mereka membalik mobil kita ?"

"ya aku tidak pingsan saat itu, kalau aku pingsan bagaimana aku bisa melindungimu…"Yesung masih melihat sekitar tempat itu kemudian melihat kearah wookie dan tersenyum.

Entah kenapa wookie merasa takjub dengan senyuman Yesung tadi. Yesung memang hyung yang benar-benar sangat peduli dan menyayanginya, tapi dalam artinya sayang yang diberikan yesung ke dirinya agak berbeda dari rasa sayang member lainnya… itu menurutnya…. Dibalik 'keanehan' yang dimiliki Yesung, Yesung menyimpan banyak hal yang berbeda dan menarik.

Yesung berjalan ketumpukan rongsokan yang ada disudut ruangan itu.

Drtt… drtt…drttt

Tiba-tiba HP wookie bergetar. Wookie sama sekali tidak ingt atau merasa kalau dia masih memiliki HP yang masih aktif dan tidak rusak.

"wookie…! Kau…! HP mu…. ?"

"dari hyukie hyung…." Wookie segera mengangkat telepon itu.

"wookie~ah… kalian dima—"

"Hyuk hyung tolong kami… kami dicu—"

Tiiit… tiiit…. Tiit….

"hallo… hyukie hyung… eunhyuk hyung…. Hyung….?"

"kenapa ? "Yesung berjalan mendekati wookie.

"sambunganya tiba-tiba terputus….." yesung mengambil HP itu dari tangan wookie dan mencoba untuk menghubungi lagi.

"ckk…. Sinyal disini terlalu lemah, tidak bisa menggunakan sambungannya… kita harus mencari tempat dengan sinyal yang cukup bagus agar bisa memberitahukan mereka keberadaan kita…."

"ku harap hyuk hyung menyadari kalau kita dalam bahaya…."

Siwon yang masih berada didekat kyuhyun masih terus memeluk tubuh renta itu….. mencoba untuk menyakinkanya bahwa mereka akan selamat…."

"kita masih punya harapan kyu,,,, kita pasti akan keluar dengan selamat dari sini…"

=|=| It's Not End! |=|=

"Sungmin...! Sungmin..! bangun lah... Lee Sungmin... bangun..."Leeteuk yang berada disisi belakang Sungmin mencoba untuk menyadarkan Sungmin yang juga terikat dikursi belakangnya. Sungmin dan leeteuk terikat saling berbelakangan dengan tangan yang terikat satu sama lain.

Mendengar panggilan Leeteuk, Sungmin mencoba untuk membuka matanya, pandangannya masih kabur dan seluruh tubuhnya masih terasa sakit.

"Sungmin... akhirnya kau sadar juga... kau tidak apa-apa Min ?"

Sungmin mencoba untuk mengembalikan kesadarannya sepenuhnya. Tubuhnya masih lemah dan juga bekas gigitan di bahunya masih sangat terasa.

"eunggg…. Lee…teuk Hyung…? "

"kau tidak apa-apa Min….?"

"….."

"Min…? kau mendengar ku ? kau tidak apa—"

"Mianhe…."

"hah ? kenapa kau yang meminta maaf ? tenanglah kita akan segera keluar dari sini…. ?"

"semua ini gara-gara aku…. Karena aku kalian terlibat masalah ini… Maaf…."Sungmin menundukkan kepalanya. Menyadari bahwa semuanya memang berawal dari kesalahannya. Orang yang menangkap mereka sekarang adalah orang yang pernah disakiti –mungkin- oleh Sungmin dulu dan juga orang itu adalah salah satu penjahat yang mengincar sebuah Chip yang tidak sengaja berada ditangannya dulu. Namun sekarang Chip itu sudah diamankan oleh kepolisian itu. Sungmin mengira kejadian itu telah berakhir namun sayangnya sepertinya semua itu belum hendak berakhir dan karena dia juga member lain terseret kedalam masalah ini. Bagaimana dia tidak merasa bersalah. Semuanya berawal dari dirinya.

"Min…."Leeteuk menggenggam tangan Sungmin.

"dengar… jangan menyalahkan kejadian ini semua pada dirimu… semua ini bukan salah kamu min, ini semua kesalahan orang jahat itu… "leeteuk berbicara sambil mencoba menoleh kebelakang untuk melihat Sungmin.

"tapi aku yang membuat kalian sekarang dalam bahaya…. Semua ini salahku… seandainya saja bukan aku yang menemukan chip itu, pasti kejadiannya tidak seperti ini…."

"jika kau pikir karena itu kita disini, maka orang yang mesti disalahkan itu adalah aku… seandainya waktu itu aku tidak menyuruhmu untuk ke supermarket maka kau tidak akan bertemu dengan orang yang telah memberikanmu chip itu bukan…."

"tidak…. Bukan leeteuk Hyung yang salah… semua ini salahku….".

"hallo… wah… wah… wah… kalian sedang asik berbincang ya sampai tidak menyadari kedatanganku…."Sungmin dan Leeteuk segera memandang arah suara itu. Seorang lelaki yang berjalan kearah mereka. Semakin dekat orang itu berjalan semakin kelihatan jelas sosok orang itu. Ya… orang yang sudah menculik mereka dan berpura-pura sebagai supir mereka itu.

Sungmin menatap tajam oang itu. Tatapannya terlihat sangat tidak bersahabat. Seandainya saja keadaanya sedang tidak lemah mungkin sungmin akan bisa melepaskan diri dari ikatan itu dan segera menghajar orang itu. Namun sayang semuanya itu tidak bisa untuk waktu sekarang.

"apa sebenarnya mau mu hah ? kenapa kau menangkap kami semua….?"leeteuk berteriak keras terhadap orang itu.

"aku hanya ingin kalian mengembalikan suatu barang yang hilang karena kalian ?" orang itu melipat tangannya didada sambil tetap memandang remeh sungmin dan leeteuk yang terikat dikursi.

"barang ? barang apa ? kami sama sekali tidak mengerti apa maksud mu ?"

"chip itu…."tiba-tiba sungmin menyahut pertanyaan dari Leeteuk.

"Chip ? maksudmu….."

"yupp…. Benar sekali, kalian yang menghilangkan barang kami, dan sekarang kalian juga yang akan mencari dan mengembalikannya kepadaku…!" suasana hening sangat terasa diruangan itu. Hanya terdengar suara langkah dari orang itu yang mendekat pada sungmin dan leeteuk.

"kau hanya perlu mengambil Chip itu dari 'mereka' maka mungkin aku akan berbaik hati melepaskan teman-temanmu…"wajah orang itu saling berhadapan dengan sungmin bahkan sangat dekat. Mata tajam yang saling bertatapan.

"kau akan melakukannyakan Lee Sungmin,,, ?"

"tidak Min… jangan lakukan perintah orang gila seperti mereka…!"

"Hei kau, urusan chip itu bukan urusan kami …. Dan apa kalian terlalu lemah untuk hanya sekedar mendapatkanmnya sendiri sampai perlu 'minta tolong' pada kami… cuihhh…. "ucapan berani Leeteuk membuat orang itu menatapnya. Tatapan yang merasa tidak terima karena diremehkan.

Orang itu berjalan mendekati Leeteuk sambil tersenyum. Entah apa arti dari senyum itu.

"euummm… kau bilang itu bukan urusan kalian… ? hahaha… lucu sekali... " orang itu tertawa dihadapan leeteuk. Namun tiba-tiba…

Bukk

Sebuah pukulan mendadak dilayangkan pada pipi sang leader, membuat sedikit darah keluar dari sudut bibirnya.

"HENTIKANNNN!... a-aku akan melakukannya…"

"apa ? tidak Min, kau tidak boleh melakukannya…."

"tenanglah hyung… aku akan menyelesaikan ini semua…"

Prok… prok… prok

"hahaha… apa kau benar-benar akan melakukannya Lee Sungmin ?"

"tapi ada syaratnya…"

"syarat…? Euum,,, ku rasa kau tidak berhak meminta itu…"

"terserah kalau kau tidak ingin mendapatkan Chip itu lagi… heh… aku tau kalau kalian tidak bisa merebut Chip itu bukan,,,,,"

"Aaaa… ternyata kau pintar juga Lee Sungmin… kau sebagai saksi utama tentu bisa mudah keluar masuk tempat itu bukan, kau bisa berpura-pura mengetahui sesuatu tentang kejadian itu dan tentu mereka akan dengan mudah mengizinkan kau masuk… dan setelah kau masuk kau bisa langsung mengambil dan merebut Chip… HAHAHAHA…. Itu ide bagus bukan…".

"APA ! maksudmu kau menyuruh sungmin untuk mencuri Chip itu secara terang-terangan di tempat Polisi…! Kau gila,,, mungkin dia bisa masuk, tapi bagaimana cara Sungmin bisa keluar… mana mungkin polisi-polisi itu membiarkan Sungmin pergi setelah merebut Chip itu… KAU INGIN MEMBUNUHNYA HAH !"

"hahaha… anak buahku akan masuk melewati fentilasi gedung itu, tapi mereka tidak bisa masuk keruangan dimana Chip itu disimpan Karena keamanan disitu sangat ketat. Mereka akan menunggunya diluar pintu itu. Sebagian anak buah ku akan mengaacau system keamanan disana dengan memasukan virus ke system operasi mereka, itu membuat beberapa kamera keamanan dan alat-alat keamanan lainnya lumpuh sementara. Dan saat itu Sungmin akan merebut Chip itu. Setelah Chip itu didapat mereka tinggal keluar dari gedung itu…. Itu mudahkan…"

"apa..! kau kira keluar dari sana setelah kau mengacaukan semua itu mudah…! Kau tidak berfikir apa, itu kantor polisi, wilayah mereka… ! "leeteuk benar-benar geram dengan pikiran orang itu. Bagaimana bisa pemikirannya semudah itu. Dan satu lagi, orang itu mempertaruhkan nyawa dongsaengnya Lee Sungmin.

"tidak… Tidak… Sungmin tidak akan melakukan. KALIAN GILA!"

"kapan aku akan melakukannya…." Tiba-tiba sungmin menyela pembicaraan Leeteuk dan orang itu.

"A-APA… apa maksudmu Min ? k-kau tidak bermaksud melakukannya kan… kau tidak kan Ming,,, Jangan bodoh min, mereka hanya mempermainkanmu… kau – "

"aku akan melakukannya jika kau membebaskan mereka, jangan libatkan mereka dalam hal ini… aku bisa mengatasinya sendiri…."suara itu terdengar sangat datar dan terkesan dingin dan pasrah. Entah apa yang dipikirkan Sungmin. Sebuah rencana atau malah dia tidak punya pilihan lain lagi dengan berpikiran akan melakukan hal bodoh itu. Sungmin tau resiko itu tapi dia tidak mau resiko yang lebih terjadi pada teman-temannya.

"kau bilang aku akan mati dalam tiga jam bukan karena racun ular yang menggigit bahuku ini… jadi sebaiknya lakukan rencanamu itu segera sebelum aku mati…." Lagi-lagi nada datar yang dingin terdengar dari bibir sang king aegyo itu.

"apa…! 3 jam… ? Min kau—".

"akhh…." Kata-kata leeteuk terpotong ketika terdengar suara sungmin yang memekit sakit.

"heh… dengar, aku akan melepaskan teman-temanmu setelah Chip itu berhasil ku dapatkan… agar bisa ku pastikan kalau kau tidak melakukan hal yang macam-macam. Jika kau melakukannya maka…."orang itu menekan luka gigitan dibahu sungmin mendekat kearah telinga Sungmin.

"mereka semua akan ku bunuh….mengerti…!"

"berani kau melakukannya terhadap teman-temanku maka kupastikan kau tidak akan pernah lagi mendapatkan Chip itu" Mata yang saling menatap satu sama lain. Tatapan yang seolah menekan lawan bicaranya.

"hehh… berani juga kau mengancamku…".

"HENTIKANNN…. KAU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA SUNGMIN….." leeteuk sudah mulai jengah dengan keadaan itu dia pun mencoba untuk melepaskan diri. Seberapa keraspun dia berusaha rasanya sulit untuk lepas dari ikatan itu.

"hahhahaha… percuma saja, kau tidak bisa lepas…". Orang itu hanya menertawakan.

"kuharap kau siap LEE SUNGMIN…." Setelah mengucapkan kata-kata itu orang itu keluar dari ruangan itu. Dan sekarang tinggalah Sungmin dan leeteuk.

"Min…. kau tidak akan melakukannya kan… mereka hanya memanfaatkan mu… semua itu sangat berbahaya… "

"kalian semua orang-orang yang kusayang, mana mungkin aku membiarkan kalian berada dalam situasi yang lebih dari ini,,, semua berawal dariku maka aku akan yang akan mengakhirinya… "

"tapi apa kau percaya dengan omongan semua… belum tentu mereka akan menepati janjinya… "

"aku akan pastikan kalian keluar dari sini….!"

"Min –"

"ku mohon hyung… hanya aku… biarkan hanya aku… selamatkan yang lain…"

Tes…

Setetes air mata keluar dari mata bulat benar-benar sudah pasrah. Hanya ini yang terpikir dan yang bisa dia lakukan. Walaupun sebenarnya dia sangat sangat takut. Tapi tak ada pilihan lagi. Dia harus melakukan itu. Walau dia tau itu sangat beresiko dan mungkin akan membuatnya mati. Tapi setidaknya itu hanya dia. Tidak dengan yang lain. Itulah yang ada dipikiran Sungmin.

=|=| It's Not End! |=|=

"dengar… aku punya rencana… namun dengan melihat jumlah mereka dan kekuatan mereka tentu kita akan kalah, itu tidak akan sebanding…. Jadi kita akan meminta bantuan—"

"bagaimana kita akan meminta bantuan sedangkan kita masih terkurung disini…!"

"aku belum selesai menjelaskannya… dengarkan aku dulu…"

"tenanglah kyu, dengarkan Yesung dulu…"

"HP wookie masih bisa digunakan, hanya saja signal nya terlalu lemah untuk menerima jaringan… jadi kita akan mencoba untuk mendapatkan jaringan dan menelpon meminta bantuan…"

"aku mengetahui dimana Leeteuk dan Sungmin di bawa… jadi kita berpencar jadi 2 kelompok…"

"Siwon, kau masih bisa berkelahi kan….?"

"ya, aku rasa aku masih kuat…."

"jadi Siwon dan wookie mencoba untuk mencari signal di sekitar sini dan menghubungi bantuan… aku dan kyuhyun akan ketempat Leeteuk hyung dan Sungmin…"

"tapi bagaimana kita keluar dari ruangan ini terlebih dahulu….? "

"kita akan melewati fentilasi itu, aku rasa fentilasi itu cukup untuk kita…" Yesung menunjuk sebuah lubang angin yang ada dilangit-langit ruangan itu.

"baiklah Hyung aku mengerti…."seru Siwon.

"tapi… kau tidak boleh bertindak macam-macam setelah kita menemukan Sungmin nanti,,, kau dengar Kyu, kita harus menunggu waktu yang tepat… jangan bertindak gegabah…" lugas Yesung pada magne mereka itu. Dia tau kyuhyun tidak mungkin diam saja ketika melihat Sungmin kenapa-kenapa. Magne mereka itu akan melakukan apapun untuk Sungmin. Yesung hanya takut tindakan kyuhyun malah akan berbalik terhadap mereka.

"…" kyuhyun hanya diam. Sepertinya dia sama sekali tidak berniat untuk menyahut perkataan Yesung.

"kyu… kau dengar aku… jangan bertindak bodoh, karena mungkin tindakan mu itu malah membahayakan Sungmin… !"yesung mencoba untuk memperingatkan kembali kyuhyun.

"….." dan lagi-lagi Kyuhyun diam.

"KYUHYUN, KAU DENGAR –"

"APA AKU HANYA BOLEH DIAM KALAU MEREKA SEDANG MELAKUKAN SESUATU PADA SUNGMIN..! APA AKU HARUS DIAM DENGAN MEREKA YANG MENYIKSA SUNGMIN, HAH.. APA AKU HANYA BISA DIAM….!" Tiba-tiba kyuhyun berteriak. Entahlah, kyuhyun hanya ingin melepaskan sungmin dari sana dan memberi pelajaran pada mereka yang sudah berani menyakiti Sungminnya.

"KAU KIRA APA YANG BISA KAU LAKUAKAN HAH..! KAU MASUK DAN MENGHAJAR MEREKA BEGITU…! BAHKAN UNTUK MELINDUNGI DIRIMU SAJA KAU BELUM BISA DAN SEKARANG KAU INGIN SEOLAH TINDAKANMU ITU AKAN MENYELAMATKAN SUNGMIN HAH…! KAU BODOH CHO KYUHYUN…! KAU SANGAT BODOH…!"

"yesung hyung, tenang lah… " wookie mencoba untuk menenangkan yesung yang terbawa emosi karena kyuhyun.

"huhh… " yesung memejamkan matanya dan menarik nafasnya hanya sekedar untuk menenangkan hatinya. Sebenarnya dia juga tidak mau seperti itu. Tapi apa lagi yang bisa mereka perbuat. Tidak ada pilihan lain.

Yesung berjongkok, menepuk pelan bahu Kyuhyun dan kemudian memeluknya.

"maaf… maafkan aku karena telah membentakmu kyu… aku juga sebenarnya tidak ingin semua ini terjadi, aku hanya minta kau tidak bertindak gegabah,,, aku juga mengkhawatirkan Sungmin dan Leeteuk… mereka berdua juga keluargaku, akupun menyayangi mereka. Aku juga tidak bisa melihat diantara kita semua ada terluka,,, hanya ini kyu… hanya untuk ini… kita hanya perlu menunggu sampai kita punya kesempatan untuk menyelamatkan Sungmin dan Leeteuk hyung. Hanya ini rencana yang aku punya" Yesung melepaskan pelukannya. Menatap mata kyuhyun.

"bagaimanapun, aku yakin kita akan bisa menyelamatkan semua… apa kau percaya padaku, kyu ?"

Kyuhyun menutup matanya. Meyakinkan dirinya dengan semua yang sedang mereka hadapi.

Setelah cukup untuk meyakinkan dirinya kyuhyun membuka matanya, menatap balik mata sipit yesung. Kemudian memeluknya.

"aku percaya hyung… aku percaya padamu hyung… maafkan aku karena aku terlalu emosi…".

"sudahlah… mari kita selamatkan semuanya, kita akan keluar dari sini… "Yesung memperlihatkan eyes smile nya, hanya untuk meyakinkan semua agar rencana kali ini berhasil. Walau dalam hati yesung dia masih ragu. Namun sebagai hyung dia tentu harus kuat untuk dongsaengnya.

"nah, ayo… wookie,,, setelah kau berhasil mendapatkan signal coba hubungi semua orang yang bisa membantu kita, polisi, dan member lainnya. Beritahu tempat kita sekarang… dan siwon yang akan menjagamu jika kalian ketahuan…".

"eumm…. "

"jangan takut wookie-ah… kita pasti akan keluar dari sini…" Yesung memeluk wookie.

"ta-tapi… apakah kita benar-benar bisa keluar dari sini hyung…? hikss… hiks…"

Yesung mempererat pelukannya.

"ku mohon… percayalah kalau kita akan keluar dari sini…. Kumohon percayalah…"Yesung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata wookie.

"ku mohon jadilah kuat wookie, kuatlah untuk ku…."

"hikss… yesung hyung… aku.. aku percaya dan yakin kita akan keluar dari sini… aku percaya padamu hyung… aku menyayangimu Yesung hyung…"

"aku juga menyayangimu wookie-ah….".

"nah… mari kita lakukan… Siwon jagalah wookie… aku dan kyuhyun berharap pada kalian…"

"Baik hyung… "

"dengar, kemungkinan fentilasi itu mempunyai banyak cabang… kuharap kalian bisa keluar dan menemukan signalnya… kau dan wookie dulun siwon-ah…"

Ryeowook dan Siwonpun naik ketumpukan rongsokan-ronsokan yang ada disana yang cukup tinggi untuk bisa mencapai fentilasi itu.

"nah kyu, ku harap kau ingat perkataanku tadi kan…"

"iya hyung…."

=|=| It's Not End! |=|=

"HENTIKANNNN!... a-aku akan melakukannya…"
"apa ? tidak Min, kau tidak boleh melakukannya…."
"tenanglah hyung… aku akan menyelesaikan ini semua…"

"melakukan apa ? Sungmin hyung akan melakukan apa ?"

"diamlah kyu, suara mu bisa terdengar, kita liat dulu keadaannya…."

"hahaha… apa kau benar-benar akan melakukannya Lee Sungmin ?"
"tapi ada syaratnya…"
"syarat…? Euum,,, ku rasa kau tidak berhak meminta itu…"
"terserah kalau kau tidak ingin mendapatkan Chip itu lagi… heh… aku tau kalau kalian tidak bisa merebut Chip itu bukan,,,,,"

"Chip ? apakah ini berhubungan dengan kejadian waktu itu ?"

"ternyata mereka salah satu dari kelompok itu…"

"aku kira semuanya sudah tertangkap…."

"aku juga tidak tahu…. "

"Aaaa… ternyata kau pintar juga Lee Sungmin… kau sebagai saksi utama tentu bisa mudah keluar masuk tempat itu bukan, kau bisa berpura-pura mengingat sesuatu tentang kejadian itu dan tentu mereka akan dengan mudah mengizinkan kau masuk… dan setelah kau masuk kau bisa langsung mengambil dan merebut Chip… HAHAHAHA…. Itu ide bagus bukan…".
"APA ! maksudmu kau menyuruh sungmin untuk mencuri Chip itu secara terang-terangan di tempat Polisi…! Kau gila,,, mungkin dia bisa masuk, tapi bagaimana cara Sungmin bisa keluar… mana mungkin polisi-polisi itu membiarkan Sungmin pergi setelah merebut Chip itu… KAU INGIN MEMBUNUHNYA HAH !"
"hahaha… anak buahku akan masuk melewati fentilasi gedung itu, tapi mereka tidak bisa masuk keruangan dimana Chip itu disimpan Karena keamanan disitu sangat ketat. Mereka akan menunggunya diluar pintu itu. Sebagian anak buah ku akan mengaacau system keamanan disana dengan memasukan virus ke system operasi mereka, itu membuat beberapa kamera keamanan dan alat-alat keamanan lainnya lumpuh sementara. Dan saat itu Sungmin akan merebut Chip itu. Setelah Chip itu didapat mereka tinggal keluar dari gedung itu…. Itu mudahkan…"
"apa..! kau kira keluar dari sana setelah kau mengacaukan semua itu mudah…! Kau tidak berfikir apa, itu kantor polisi, wilayah mereka… ! "
"tidak… Tidak… Sungmin tidak akan melakukan. KALIAN GILA!"
"kapan aku akan melakukannya…."

"apa ? sungmin hyung akan melakukannya…. Tidak… itu tidak boleh, hyung bagaimana ini kita harus mencegah Sungmin hyung,..."

"tunggu kyu, kita tidak bisa keluar sekarang, terlalu berbahaya…. "

"tapi bagaimana dengan sungmin hyung ? hyung… kau harus melakukan sesuatu…."

"stt,,,, kyu tenanglah… kau bisa membuat kita ketahuan …. "

"kuharap kau mempunyai rencana Min… "harap yesung dalam hatinya. Yesung tentu juga sangat khawatir dengan keadaan sekarang. Namun dia masih berfikir terhadap kemungkinan sekarang. Kalau dia dan kyuhyun tetap memaksakan untuk keluar dan mencegah sungmin sekarang itu terlalu berbahaya. Diruangan itu memang hanya Sungmin, Leeteuk dan orang itu. Tapi tidak mungkin bukan kalau dibalik pintu lainnya itu terdapat banyak orang yang siap menghabisi mereka. Paling tidak Yesung menunggu Leeteuk dan Sungmin lepas dari ikatan itu.

"A-APA… apa maksudmu Min ? k-kau tidak bermaksud melakukannya kan… kau tidak kan Ming,,, Jangan bodoh min, mereka hanya mempermainkanmu… kau – "
"aku akan melakukannya jika kau membebaskan mereka, jangan libatkan mereka dalam hal ini… aku bisa mengatasinya sendiri…."suara itu terdengar sangat datar dan terkesan dingin dan pasrah. Entah apa yang dipikirkan Sungmin. Sebuah rencana atau malah dia tidak punya pilihan lain lagi dengan berpikiran akan melakukan hal bodoh itu. Sungmin tau resiko itu tapi dia tidak mau resiko yang lebih terjadi pada teman-temannya.
"kau bilang aku akan mati dalam tiga jam bukan karena racun ular yang menggigit bahuku ini… jadi sebaiknya lakukan rencanamu itu segera sebelum aku mati
"apa…! 3 jam… ? Min kau—".
"akhh…." Kata-kata leeteuk terpotong ketika terdengar suara sungmin yang memekit sakit.

"Sungmin Hyung….! " kyuhyun hampir saja berteriak ketika mendengar jeritan Sungmin.

"Yesung hyung…. "kyuhyun menatap Yesung. Meminta Hyungnya yang satu ini tidak diam saja. Jujur, sejak tadi kyuhyun sudah benar-benar geram. Dia sangat ingin keluar dari persembunyian itu. Tapi dia masih ingat dengan perkataan Yesung tadi. Dia masih berfikir dengan tindakan-tindakan yang akan dia ambil. Takut jikalau tambah memperbahaya Sungmin dan Leeteuk disana.

"heh… dengar, aku akan melepaskan teman-temanmu setelah Chip itu berhasil ku dapatkan… agar bisa ku pastikan kalau kau tidak melakukan hal yang macam-macam. Jika kau melakukannya maka…."
"mereka semua akan ku bunuh….mengerti…!"
"berani kau melakukannya terhadap teman-temanku maka kupastikan kau tidak akan pernah lagi mendapatkan Chip itu"
"hehh… berani juga kau mengancamku…".
"HENTIKANNN…. KAU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA SUNGMIN….."
"hahhahaha… percuma saja, kau tidak bisa lepas…".
"kuharap kau siap LEE SUNGMIN…."

Orang itu keluar dari ruangan itu. Meninggalkan sungmin dan leeteuk

"Min…. kau tidak akan melakukannya kan… mereka hanya memanfaatkan mu… semua itu sangat berbahaya… "
"kalian semua orang-orang yang kusayang, mana mungkin aku membiarkan kalian berada dalam situasi yang lebih dari ini,,, semua berawal dariku maka aku akan yang akan mengakhirinya… "
"tapi apa kau percaya dengan omongan semua… belum tentu mereka akan menepati janjinya… "
"aku akan pastikan kalian keluar dari sini….!"
"Min –"
"ku mohon hyung… hanya aku… biarkan hanya aku… selamatkan yang lain…"

"Sungmin hyung…."

Deg

"K-kyuhyun…." Tiba-tiba saja sungmin merasa kalau kyuhyun memanggilnya dan suara bass itu sangat terngiang dikepalanya, membuatnya semakin terpuruk atas kejadian ini. Lagi-lagi dia melibatkan kyuhyun, orang dia sayang. Namun kali ini sungmin harus rela kalau mereka tidak bisa bersama lagi.

Sungmin menutup matanya. "Maafkan aku Kyu…" bergumam pelan seolah ingin menyampaikan kata-kata itu langsung pada kyuhyun.

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau melakukan itu…"

Sungmin membuka matanya. Suara itu benar-benar sangat jelas. Bukan hanya imajinasinya. Sungmin melihat keseliling ruangan itu. Berharap bahwa pemilik suara itu memang ada disana.

"Sungmin, Leeteuk Hyung…. disini… kami diatas…"Yesung berbicara pelan agar orang-orang yang ada diluar ruangan itu tidak mengetahui keberadaan mereka.

"Yesung… itu suara Yesung…"gumam Leeteuk.

Leeteukpun mencari asal suara itu.

"Kami diatas sini hyung…"

"Yesung… kau kah itu ?"

"iya hyung… aku bersama Kyuhyun, tenanglah hyung kami akan menyelamatkan kalian dan kita semua akan keluar dari sini…"

Sungmin pun melihat kearah fentilasi itu, tempat persembunyian Yesung dan kyuhyun sejak tadi.

Dan matanya bertemu langsung dengan mata Kyuhyun.

"K-kyuhyun…."gumam sungmin pelan.

Kyuhyun hanya menatap balik tatapan Sungmin.

Sungmin mengalihkan tatapannya. Entah kenapa dia merasa sangat sedih ketika menatap mata sang maniak game itu. Dia sedih ketika akan mengetahui kenyataan bahwa mungkin mereka tidak akan bersama.

Clekkk…

Pintu ruangan itu perlahan terbuka.

"stt,,,, mereka datang… kalian bersembunyilah dulu…"suruh leeteuk pada yesung dan kyuhyun.

Orang itu jalan perlahan ke tempat Sungmin dan Leeteuk.

"kau sudah siap Lee Sungmin…" orang itu menatap Sungmin. Sungmin hanya menatap balik dengan tatapan dingin.

Orang itu menahan dagu sungmin. Kemudian orang itu memanggil beberarap orang untuk mendekat.

"pasangkan lensa kamera itu padanya…"

"apa yang akan kalian lakukan pada Sungmin…"teriak Leeteuk

"tenanglah aku hanya ingin memasang spy lens pada matanya… "

"Cepat pasangkan…."perintah orang itu.

"baik…."

"Ketua.. ketua…" tiba-tiba salah seorang anak buahnya masuk secara tergesa-gesan dan membisikkan seuatu pada orang itu.

"apa…? Bagaimana bisa… ? ck… merepotkan…."

Orang itupun keluar dari keruangan itu. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi.

Sungmin sedikit bernafas lega karena mereka tidak jadi melakukan apa-apa padanya.

"DENGAR… kalian jaga tempat ini… jangan sampai mereka kabur atau siapapun yang masuk… mengerti !"

"BAIK…"

"sepertinya ada keributan hyung…. apa yang terjadi ?"

Raut wajah yesung cemas. Dia hanya takut kalau saja Wookie dan Siwon ketahuan dan tertangkap.

"hyung,,,, bagaimana ini… apakah mereka mengetahui kalau kita berhasil keluar dari ruangan itu…."

Yesung hanya diam. Dia melihat keruangan Sungmin dan Leeteuk. Hanya ada beberapa yang menjaga mereka. Kemungkinan kebanyakn penjaganya berada diluar.

"kita akan menyelamatkan Sungmin dan Leeteuk Hyung…. dengar Kyu, kau harus membantuku… aku akan mencoba melumpuhkan penjaga yang ada disekitar Sungmin dan Leeteuk… dan kau cobalah untuk mengalihkan yang lain. Anggap saja kalau ini adalah satu bagian dari games mu… anggap saja mereka orang-orang dalam virtual gamemu dan pukul mereka seperti yang kau lakukan seperti dalam games… kau bisa kyu ? aku tidak mungkin melakukannya sendiri… "

"Ta-tapi hyung –"

"buktikan saja kalau selama ini games mu itu berguna disaat seperti ini… kau ingin menyelamatkan Sungmin kan… ? maka lakukanlah…"

"ba-baik lah hyung… aka ku coba…"

=|=| To be Continue |=|=


kemungkinan chapter selanjutnya bakalan Full Action ^_^

maaf karena banyak typo bertebaran disana sini...

dan Terima Kasih buat yang sudah membaca dan review sebelumnya...