I PROMISE YOU

by

Achan Jeevas

.

.

.

#HAPPY_SEONGWOO_DAY

Happy Birthday my number 1 bias wrecker ^^

chapter ini terkhusus untuk Seongwoo yang lagi ulang tahun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Maaf, Tuan Ong tapi tidak ada Mahasiswa bernama Kang Daniel di NYU."

"Tidak mungkin. Coba cari lagi. Dia mengambil beasiswanya disana."

"Kang Daniel memang benar mendapatkan beasiswa di NYU tapi dia tidak mengambilnya."

"Kalau begitu cari Daniel di seluruh penjuru New York." Seongwoo langsung menutup sambungan teleponnya dengan salah satu anak buahnya yang ia suruh untuk mencari Daniel.

Seongwoo mengacak rambut hitamnya dengan gusar. "Damn it, Niel. Dimana kau sebenarnya."

.

.

.

.

.

.

.

.

Washington DC

Daniel menatap langit cerah kota Washington. Saat ini adalah musim semi dan banyak bunga-bunga bermekaran di sepanjang jalanan kota Washington.

"Sama persis seperti tiga tahun yang lalu." Gumamnya. Tiga tahun yang lalu saat dia baru duduk di bangku kelas satu SMA.

Saat itu club dance yang Daniel masuki mengikuti perlombaan dance International di Washington. Walaupun Daniel saat itu masih kelas satu namun kemampuannya dalam menari sudah di akui oleh senior-seniornya bahkan oleh pelatihnya sendiri. Pelatihnya yang bernama Ong Seongwoo.

Club dance SMA Daniel memenangkan juara ketiga dari ratusan sekolah yang ikut perlombaan tersebut.

Sehari sebelum mereka pulang ke Korea, Seongwoo membebaskan anak didiknya untuk berjalan-jalan di kota Washington namun harus segera kembali pada malam hari karena mereka akan pulang.

"Daniel, ayo ikut dengan Hyung." ajak Kai pada satu-satunya adik kelas yang ikut lomba dengan mereka.

"Kemana hyung?"

Sebelum Kai menjawab Sehun sudah lebih dulu datang dan memeluk lengannya. "Kau bilang mau kencan denganku. Kenapa sekarang mengajak Daniel?"

"Kasian nanti Daniel sendirian, Sayang. Taemin pasti tidak akan mengajak Daniel ikut jalan-jalan."

Taemin adalah sahabat dekat Kai tapi sahabatnya itu agak susah dekat dengan anak baru dan Daniel masih berstatus anak baru.

"Aku bisa mengajak Daniel denganku." Seongwoo mendekati ketiga anak didiknya. "Kalian kencanlah. Aku yakin beberapa minggu ini kalian tidak memiliki waktu untuk berdua karena terlalu sibuk dengan lomba ini."

"Terimakasih, Hyung." Setelah mengatakan itu Sehun langsung menarik Kai keluar dari penginapan mereka.

"Mau jalan-jalan, Niel?" ajak Seongwoo.

Daniel mengangguk antusias. "Boleh, Hyung."

Usia Seongwoo dan Daniel sebenarnya berbeda sepuluh tahun dan Seongwoo adalah pelatih dance di SMA Daniel namun sosok tampan itu suka menyuruh anak-anak didiknya untuk memanggilnya Hyung.

Seongwoo dan Daniel jalan-jalan di Washington dari jam 10 siang sampai matahari terbenam.

"Hari ini sangat menyenangkan, Hyung. Terimakasih sudah mengajakku jalan-jalan."

Seongwo tersenyum kecil lalu mengacak rambut coklat Daniel. "Tidak usah berterimakasih."

"Hyung, aku haus."

"Ayo, kita ke cafe sebentar setelah itu kembali ke penginapan."

Daniel mengangguk.

.

"Daniel." Panggil Seongwoo pada sosok didepannya. Saat ini mereka sudah berada di dalam cafe dan menunggu minuman mereka datang.

"Ya, Hyung?"

"Aku tidak menganggap ini jalan-jalan biasa."

"Maksud Hyung?"

Seongwoo menatap tepat pada mata Daniel. Mata yang selalu memancarkan sinar bahagia. Mata yang membuat Seongwoo terpikat pada keindahan pemiliknya. "Aku menganggap ini kencan."

Daniel menahan nafasnya mendengar ucapan Seongwoo, sedikit demi sedikit rona merah menjalar di pipi chubbynya.

"Niel, mau jadi pacar Hyung tidak?" Seongwoo mengatakannya seolah ia berkata pada anak kecil tapi Daniel memang masih kecil. Daniel sepuluh tahun lebih muda darinya.

Daniel menggigit bibir bawahnya menahan diri untuk tidak berteriak bahagia. Astaga mimpi apa ia semalam. Sosok yang selama ini ia taksir kini memintanya untuk menjadi pacarnya. Tolong cubit pipi Daniel sekarang.

"Niel, Hyung menunggu jawabanmu."

"Mau, Hyung."

Ong Seongwoo dan Kang Daniel telah resmi menjadi sepasang kekasih. Hari-hari setelahnya hanya diisi kebahagiaan untuk keduanya.

Tapi walaupun begitu keduanya menyembunyikan hubungan tersebut. Daniel memang mengatakan kepada Ibu serta Kakaknya bahwa dia sudah memiliki pacar namun pemuda yang suka sekali tertawa itu tidak pernah menyebut siapa nama pacarnya.

Alasan keduanya menyembunyikan hubungan mereka adalah karena Seongwoo adalah pelatih dance di SMA Daniel –memang bukan seorang guru namun Daniel khawatir jika Seongwoo akan di keluarkan dari sekolah padahal Seongwoo tidak masalah jika ia dipecat namun karena ia ingin bertemu dengan Daniel setiap hari jadi dia menuruti ucapan Daniel.

Bukan hanya alasan di atas tapi juga karena perbedaan usia mereka. Sepuluh tahun bukan angka yang kecil maupun besar namun Seongwoo dan Daniel sama-sama memilih jalan aman yaitu menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang.

Hubungan rahasia mereka berjalan hingga tiga tahun dan semuanya baik-baik saja. Seongwoo dan Daniel sama-sama nyaman dengan hubungan mereka yang seperti ini.

"Hyung berjanji akan selalu menjagamu sampai mati." Ucap Seongwoo ketika Daniel datang ke apartementnya dengan kondisi babak belur.

"Aku tahu, Hyung." Daniel membenamkan wajahnya di dada Seongwoo. Daniel juga tahu jika besok anak-anak dari sekolah lain yang memukulinya pasti akan membusuk di penjara karena Seongwoo.

"Hyung juga berjanji akan menikahimu setelah kau lulus nanti, Niel-ah."

"Benarkah?" Daniel menatap Seongwoo dengan bahagia.

"Tentu saja. Itu janji Hyung untukmu."

Sayangnya sebelum Seongwoo memenuhi janji keduanya pada Daniel kecelakaan itu terjadi. Bukan kecelakaan dalam arti sesungguhnya.

Seongwoo saat itu baru pulang dari Bar bersama teman-temannya, ia sedang membuka pintu apartementnya ketika melihat Hana –yang saat itu mau ke apartement temannya. Seongwoo yang sedang dalam kondisi mabuk mengira jika Hana adalah Daniel karena wajah keduanya yang mirip.

Entah setan darimana Seongwoo langsung menarik tangan Hana dan membawanya masuk ke apartementnya.

Perbuatan Seongwoo jelas membawanya pada berakhirnya hubungannya dengan Daniel ketika Hana datang tiga bulan yang lalu dan meminta pertanggungjawaban Seongwoo. Sialnya saat Hana mengatakan itu, Daniel yang bersembunyi di kamar Seongwoo mendengar semuanya.

"Maaf, Hana tapi aku sudah punya pacar. Aku bahkan baru tahu namamu sekarang ini."

"Lalu aku harus bagaimana. Aku tidak mau Eommaku kecewa padaku." Hana terisak. "Dia pasti kecewa ketika tahu jika putrinya sudah kotor."

Mata Seongwoo melirik pintu kamarnya. Daniel bersembunyi disana. Hari ini ia dan Daniel memang sedang bermesraan ketika Hana tiba-tiba datang. "Kau belum mengatakan pada Ibumu, kan?"

"Belum."

"Kalau begitu gugurkan saja kandunganmu."

Mata Daniel terbelalak mendengarnya. Bagaimana bisa Seongwoo mengatakan kata-kata jahat seperti itu pada Noonanya. Ya, Daniel membuka cela pintu kamar Seongwoo hingga bisa melihat siapa tamu tersebut.

Ia terkejut bukan main melihat Noona-nya yang datang. Daniel tidak tahu bagaimana bisa Nooonanya dan Seongwoo kenal. Jantung Daniel hampir berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Noonanya yang meminta pertanggungjawaban Seongwoo.

Satu yang Daniel ketahui jika Ong Seongwoo dan Kang Hana pernah tidur bersama dan sekarang Noona-nya tengah hamil. Hamil anak Seongwoo. Pacar Daniel.

"Aku akan menanggung semuanya, Hana."

Daniel dengan segera keluar dari kamar Seongwoo. "Tapi yang Noona-ku inginkan adalah tanggungjawabmu Ong Seongwoo."

"Daniel, kenapa kau ada disini?"

"Noonamu?"

Daniel menatap kedua orang yang sama-sama berarti dalam hidupnya itu.

"Seongwoo-hyung ini Pelatih Dance ku di SMA, Noona. Sekarang aku sedang main di apartementnya. Dan yah, Seongwoo-hyung. Kang Hana ini adalah Noonaku."

Dua minggu kemudian Seongwoo mendatangi kediaman keluarga Kang. Meminta maaf pada Ibu Daniel dan Hana serta berjanji untuk segera menikahi Hana.

Itu semua jelas bukan keinginan Seongwoo namun Daniel menangis dan memohon-mohon pada Seongwoo untuk mengakhiri hubungan keduanya serta menyuruh Seongwoo untuk menikahi Noona-nya.

Air mata Daniel jelas kelemahan Seongwoo. Seongwoo akan melakukan segalanya asal ia tidak melihat Daniel meneteskan air mata. Bahkan jika itu menyakiti keduanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC - 25 August 2018

jangan lupa review yahhh