Lady-san: haha maaf menunggu lama updatenya^^

Aomine: tsk.

Lady-san: jangan salahkan aku! Salahkan sifat pemalasku gara-gara kau DIM-Chan!

Aomine: Wha-

Lady-san: enjoy and ignore Dim-Chan^^


Midorima dan Murasakibara...

"Mido-chin, punya permen?"

"Tidak."

"Pocky?"

"Tidak."

"Coklat?"

"Tidak. Aku tak bawa camilan."

"Snack?"

"..." twitch.

"Es krim?"

"..." .

"Donat?"

"TIDAK! Dan untuk terakhir kalinya TIDAK PUNYA!"

"..Jangan kasar, Mido-chin..'kan seram. Nanti kau semakin disukai hantu loh."

"Oh, jadi maksudmu aku itu laku dikalangan hantu?"

"..secara tak langsung sih..." Ucapan Murasakibara terpotong oleh pelototan sang setan-ralat-Midorima.

"Lupakan, Mido-chin. Kamu tampan 'kok.."

Midorima menghela nafas kesal. Kenapa ia bisa dipasangkan dengan si maniak camilan ini!? Andai saja sang mama-ralat-Akashi tidak seseram hantu, pasti ia berani menolak untuk dipasangkan dengan maniak camilan ini.

Haah.. keberuntungan tak dipihakku.. kalau tak salah, hari ini hari keberuntungan.. ah! Aomine Daiki.

Ketika sedang melamun, tiba-tiba saja Murasakibara berhenti hingga membuat Midorima menabrak punggungnya.

Sekarang apa lagi! Oh demi dewa horoskop, akan kubunuh manusia satu ini kalau aneh-aneh lagi!

"Sekarang apa lagi?"

"Aku mencium bau sesuatu, Mido-chin.."

"Huh? Apa yang-" sebelum menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Midorima merasa sesuatu menyentuh kedua pipinya.

1..

2..

3..

"GAAAAAAA!"

"Ada apa, Mido-chin!?"

"ADA YANG MENYENTUHKU!"

"Lalu?"

"BAGAIMANA KALAU ITU HA-HANTU!?"

"Huh? Tenanglah, Mido-chin. Kalau takut, sembunyi saja dibelakangku."

"T-Tak butuh bodoh!"

"...Tsundere."

"D-diam! Lebih baik kau periksa apa yang menyentuhku tadi!"

Midorima menunduk dibelakang Murasakibara dengan ekspresi takut sementara Murasakibara menatap bosan keatas dan menemukan...

...

...

...

"ini.. hanya Jelly, Mido-chin. Mungkin-"

"Mungkin yang membuat uji nyali ini yang memasangnya!"

"Benarkah? Kalau ternyata bukan? Ah! Aku tahu, Mido-chin. Mungkin saja ada hantu yang mendengar isi hati terdalamku!"

"Lebih tepatnya isi perut terdalammu.. idiot."
"Oh! Sungguh baik sekali hantu itu memberiku ini! Bagaimana kalau hantu itu kita beri hadiah, Mido-chin?"

Oke. Sudah habis kesabaran dan kewarasan Midorima.

"SEBENARNYA SIAPA YANG KAU PEDULIKAN, MANUSIA LAKNAT!?"

"Mido-chin cemburu? Sama hantu?"

"SIAPA YANG CEMBURU,MANIAK LAKNA-" ucapan –ralat- teriakan Midorima terpotong oleh keterkejutan bagaikan petir ctar membahana. Yaitu tiba-tiba saja ada yang mencengkram kakinya!

1..

2..

3..

"KYAAAAAAAAA!"

"Wao. Ternyata Mido-chin bisa berteriak seperti gadis sekolahan!"

"BUKAN SAATNYA BERCANDA, MANIAK SINTING! CEPAT PERIKSA APA YANG MENCENGKRAM KAKIKU TADI!"

"Aye."

Murasakibara menengok kebelakang Midorima. Ternyata, ada sosok berkain putih dibawah Midorima. Sosok itu.. tunggu dulu.. ngesot?

"Mido-chin.. kain pel jelek apa itu?"

"Itu bukan kain pel! I-itu.."

"manusia...kenapa kau lancang memasuki kediamanku..? sekarang terimalah.. hukumannya.. hihihi.."

sosok itu semakin mendekat dengan cara menyeret tubuhnya mendekati Midorima yang mundur beberapa langkah. Sementara Murasakibara hanya menatap hantu itu bosan sambil memakan jelly temuannya tadi. Midorima tiba-tiba saja berhenti tepat didepan Murasakibara. Tubuhnya menegang dan bergetar hebat namun muncul aura-aura gelap yang entah kenapa membuat Midorima terlihat seram.

Ketika sosok itu sudah tinggal beberapa jarak lagi dari Midorima, tiba-tiba saja Midorima tertawa pelan, yang kemudian menjadi tawa nista! Sosok itu berhenti dan menatap Midorima bingung. Murasakibara hanya menelan ludah lalu mundur beberapa langkah dari Midorima.

"Kau tahu lucky item-ku hari ini, hantu tak tahu adat?" Ucap Midorima dengan seringaian iblis cap jempol.

"Mido-chin seram..."

Sosok itu hanya terdiam heran. Dan dengan wajah seperti tante-tante terkena sembelit, Midorima menarik keluar lucky item-nya dari jaketnya. Tiba-tiba sosok itu yang berganti menatap horror. Ternyata barang yang dikeluarkan adalah..Indomie cabe ijo…

"….?"

"katanya gak punya makanan, Mido-chin.."

"BUKAN! INI YANG BENAR!"

Midorima akhirnya mengeluarkan barang yang benar.. yang adalah.. katana berwarna hijau!

"ka..ta..na..? i-itu.. katana..? k-katana itu kan.. pe-pedang!"

"haha. Hantunya latah, Mido-chin!"

"a-aku.. aku.."

"bersiaplah kubasmi, setan!"

Dengan semangat GOM yang tinggi, Midorima bergerak ,maju untuk menghunuskan katana-nya ke sosok itu.

"HIEEEEEEE! AKU MASIH MAU BERTEMU DENGAN MY SWEET DARLING TETSU-KUN!"

Sosok itu mengambil jurus ngesot seribu dan berada jauh didepan Midorima yang kalap.

"KEMBALI SETAN!"

"NOOOO! MY SWEET SWEET DARLING TOLONG JULIETMUUUUUUUUU YANG MERANA INIIIII!"

Murasakibara yang jauh tertinggal dibelakang mengejar keduanya. Ia tampak berpikir keras.

"Tadi sepertinya aku deja vu. Siapa ya Tetsu-kun itu? Apa hubungannya dengan hantu itu? Sepertinya Mido-chin tadi tidak menyadarinya, malah sibuk mengejar hantu itu.."

"SINI KAU SETAN! DAN MURASAKIBARA CEPATLAH SEDIKIT! KITA KEHILANGAN JEJAKNYA TAHU!

"MY SWEET DARLINGGGGG! HEEELLLPPPP!"

"Tuh kedengaran suaranya, Mido-chin."

"SETAN KESINI KAU! KUJADIKAN SUSHI SETAN! MIDORIMA PINTAR MERAMAL INI TAK TAKUT LAGI PADAMU! KEMARI SETAN!"

"HUEEEEEEEE!"

"Hoho.. lucu sekali dua makhluk ini ^^."

"BERHENTI BERKOMENTAR TAK JELAS! CEPATLAH MANIAK MANISAN! SETAN ITU HAMPIR HILANG!"

"Hai. Hai. Mido-chin."

-disuatu tempat lain-

"Akashicchi. Kau mendengar sesuatu?"

"...Tidak." Jawab Akashi dengan tampang polos.

"pasti tahu sesuatu.. sok polos pula!"

"Berpikir apa kau, Kise Ryota?"

"aa-ah, ti-tidak. Hehe.."

"kok tahu? (- -') serem..."

-disuatu tempat lain lagi-

"Aomine-kun mendengar sesuatu?"

"Huh? Iya juga ya. Seperti mendengar suara seseorang yang kukenal.. tapi siapa ya..?"

-mari kita kembali ke sosok putih itu^^-

"hueeee.. jahat! Jahat! Akashi-kun jahat! Aku masih mau hidup dan bersama Tetsu-kunnnnn!"

"SETAN!"

"HIEEEE!"


L-sama : to be continued..hehe

Ao : geez...