Katakan kepada ku,hal apa yang bisa membuat mu mencintai ku? Membuat mu memandang ku lebih dari seorang mainan? Katakan kepada ku dengan jujur tentang perasaan mu. Keinginan mu..
.
Shōjikina
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku
Rated : T
Genre : Romance, Hurt/Comfort
Warning : OOC, Abal, Gaje,Typo
Sukide wa arimasen, yon de inai ^^
.
Chapter 2
Seorang pemuda berambut hitam tengah berdiri menyandar pada dinding sekolah yang berada di lantai empat. Onyx kelamnya masih setia menatap tajam pada seorang gadis yang berada di lapangan. Gadis yang ia cintai sejak kecil. Gadis yang menjadi cinta pertamanya.
Ah, lihat sebuah senyuman kecil tercipta di bibir yang jarang tersenyum. Ini bukan kebohongan, ia benar-benar tersenyum saat melihat gadis itu tertawa karena berhasil berlari sampai ke garis akhir. Mungkin bagi orang lain, ini kejadian yang sangat aneh dan langka, tapi tidak untuk pemuda ini. Dia akan menunjukkan senyumannya untuk gadis itu. Ya, hanya gadis itu. Gadis yang sangat dicintai oleh Uchiha Sasuke.
Sasuke POV On
Sebenarnya aku akan memberikan tanda menyebalkan pada hari ini. Kenapa? Bisa kau bayangkan setiap menit, setiap detik, fans girl kalian selalu menyerukan nama kalian dengan embel-embel menggelikan, memenuhi loker dengan surat cinta, dan bersikap seperti wanita murahan. Ah,aku ambil saja contoh seperti istirahat tadi…
Flashback On (still Sasuke POV)
Kelas 12-A
"Sasuke-kun, aku merindukanmu. Hm, bagaimana kalau hari ini kita pergi ke suatu tempat. Menghabiskan waktu bersama. Kau mau kan,Sasuke-kun~~~?" ucap Yumi sambil bergelayut manja di lenganku.
"…" aku tidak meresponnya dan masih berkutat pada bukuku.
"Sasuke-kun, ayo jawab aku~" goda Yumi yang sekarang sudah mulai berani menggesekkan dada besarnya pada lenganku.
Cukup sudah!
"Jika kau masih mencoba menggodaku dan menggesekkan dada sialmu beserta suara menjijikkanmu, akan kupastikan semua rahasiamu tersebar ke seluruh sekolah. Seperti kau yang bercinta dengan Orochimaru-sensei? atau saat kau…."
"Jangan! Aku mohon Sasuke-kun, jangan bongkar semua rahasiaku. Jika seluruh sekolah tahu, mereka akan mengeluarkanku dan tidak akan ada yang mau menerimaku." Yumi memohon padaku.
Bisa kulihat air matanya semakin membasahi pipinya. Tubuhnya masih bergetar karena menangis. Beruntung, kelas sedang sepi jadi tidak akan ada yang melihat kejadian ini.
"Pergi dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapanku!" perintahku pada Yumi dan ia segera melaksanakan perintahku.
Menyenangkan sekali bukan bisa melihat hal menyedihkan terjadi pada salah satu wanita penggoda. See, jika kau berani mengganggu Uchiha maka kekuasaannya lah yang akan bertindak. Dan disitu pulalah kesenanganmu berakhir.
Flashback Off
Mengingat hal itu, membuat seringai iblisku semakin berkembang. Wanita penggodaku berkurang satu. Hal yang bagus, bukan?
Aku terus berjalan menyelusuri lorong lantai empat. Berharap sampai di ruang OSIS yang terletak di ujung lantai empat. Aku menatap pemandangan yang berada di luar jendela. Pohon, lapangan, lari..
"Hinata!" aku berhenti melangkahkan kaki menyelurusi lantai empat. Membelokkan kaki kea rah jendela. Menyandarkan tubuhku ke dinding. Aku melihat dia terus berlari dan senyuman kecil tercipta di bibirku saat melihatnya tertawa karena berhasil mencapai garis akhir.
Deg…deg
Sebuah drum di dalam dadaku terus memainkan irama yang kunamakan debaran. Debaranku hanya tercipta saat melihat atau bersama Hinata. Semenit kemudian pandanganku beralih kepada sosok berambut pink yang sudah menjadi "kekasih"ku tersenyum lembut kepada Hinata. Ah, aku hampir melupakan bahwa hampir dua hari, dia tidak memanggilku atau menghampiriku sambil membawa bekal yang selalu berakhir di tempat sampah.
Aneh? Pasti. Peduli? Jangan bermimpi. Setelah puas melihat tawa Hinata dan tidak mempedulikan Sakura, aku melanjutkan langkah kaki ke ruang OSIS.
Sasuke POV Off
Normal POV
Sasuke, sang pangeran sekaligus ketua OSIS yang terlalu fokus menatap Hinata, tidak menyadari sedari tadi sang kekasih terus menatap Sasuke dengan tatapan perih. Rasa sakit semakin menghinggapinya. Kedua tangannya mengepal dan bergetar menahan diri untuk tidak menangis. Saat Sasuke mengalihkan pandangan dari Hinata ke dirinya, Sakura sudah memandang Hinata.
Dari jauh,Sasuke menganggap itu senyuman lembut. Tetapi seandainya ia berdiri tepat di depan Sakura, maka yang ia lihat adalah senyuman getir. Senyuman yang penuh dengan kepedihan. Dia ingin menepis kenyataan yang ia dapatkan dua hari yang lalu, tetapi dengan kondisi sekarang dimana ia senang melihat Sasuke berdiri dibalik jendela berharap Sasuke melihat dirinya. Namun harapannya tidak terkabul karena yang Sasuke lihat bukan dirinya tetapi Hinata.
Sekarang dia percaya, bahwa yang dicintai oleh Uchiha Sasuke bukan Haruno Sakura melainkan Hyuuga Hinata. Jangan pernah bertanya seberapa hancur perasaan Sakura. Tapi rasakan dan tataplah emeraldnya yang meredup, maka kau akan tahu sudah berada ditahap mana kehancuran Sakura.
.
.
Di sebuah ruangan
Seorang gadis berambut merah tengah menatap kosong ke arah jendela. Pikirannya terus berkecamuk karena suatu gangguan. Gangguan yang ingin ia tepis jauh-jauh agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Jika kau terus melamun seperti itu, aku tidak akan segan-segan memakanmu, Karin-chan" ucapan Suigetsu berhasil menyadarkan Karin
"Dasar mesum!" Karin merona sedetik kemudian melempar bantal ke muka Suigetsu yang tentunya berhasil dihindari oleh Suigetsu.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" jawab Suigetsu sambil menarik Karin ke dalam pelukannya
"Aku merasa ada yang tidak beres dengan hubungan Sakura dan Sasuke" balas Karin sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Suigetsu.
"Apa maksudmu dengan tidak beres?"
Karin terdiam sejenak, mengumpulkan beberapa memori kejadian yang pernah ia lihat tanpa sengaja.
"Kau tahu kan, Sasuke dan Sakura sudah berpacaran selama tujuh bulan. Tapi aku merasa ada yang janggal dengan hubungan mereka. Seperti aku pernah tanpa sengaja mendengar Sasuke memanggil Hinata dengan tambahan –chan, sedangkan dengan Sakura tidak. Lalu, Sasuke lebih memilihi memakan bekal buatan Hinata daripada Sakura. Dan kau tahu apa yang membuatku tidak habis pikir? Sasuke tidak pernah menyentuh tangan Sakura" jelas Karin panjang lebar yang dibalas dengan tatapan sedikit terkejut Suigetsu.
"Si bodoh itu !"rutuk Suigetsu dalam hati
"Sui, aku merasa di dalam hubungan mereka, perasaan Sakura hanya sepihak. Maksudku hanya Sakura yang mencintai Sasuke."
"Perasaan Sakura memang sepihak, Karin" tanpa sadar Suigetsu membenarkan ucapan Karin. Tentu saja ini membuat Karin menatap balik Suigetsu. Menuntut sebuah penjelasan pada sang kekasih.
"Sasuke tidak pernah mencintai Sakura. Yang ia cintai adalah Hinata…" Karin membulatkan matanya. Menutup mulutnya akibat terkejut.
"Hinata adalah sahabat sekaligus cinta pertama Sasuke. Sasuke selalu menjaga Hinata. Senyuman, panggilan –chan semua ia tunjukkan hanya untuk Sasuke.." Ucapan Suigetsu terhenti oleh pertanyaan Karin.
"Apa Hinata mencintai Sasuke juga?"
"Tidak. Pemuda yang Hinata cintai adalah si rubah bodoh itu, Naruto" lega ya ada perasaan lega dalam hati Karin saat tahu bahwa Hinata tidak mencintai Sasuke
"Lalu untuk apa Sasuke membalas perasaan Sakura? Menjadikan Sakura sebagai kekasihnya?" pertanyaan Karin kali ini membuat Suigetsu benar-benar diam. Dia tidak tahu apakah Karin siap menerima jawaban yang akan ia ucapkan
"Jawab aku, S-U-I-G-E-T-S-U!" Karin tidak sabar mendengar jawaban Suigetsu. Demi Tuhan, firasatnya mengatakan bahwa jawaban ini buruk. Sangat buruk.
"Sasuke memanfaatkan Sakura sebagai boneka untuk membuat Hinata cemburu dan agar Hinata mau menjadi kekasihnya."
"Tidak mungkin" air mata lolos jatuh membasahi pipi Karin. Apa yang selama ini mengganggu dirinya menjadi kenyataan.
.
Sementara itu di tempat lain, di luar
"Iya iya aku akan pulang. Hah, kau semakin cerewet saja ya semenjak menjadi kekasihnya, Ino." ejek pemuda berkemeja biru pada gadis yang bernama Ino yang berada di tempat yang berbeda dengannya.
"Kau! Aku tidak akan mau menjemputmu di bandara!"balas Ino dengan nada sedikit marah
"E-eh Ino, aku kan hanya bercanda. Jangan marah ya, nanti kau cepat tua loh"
"Sial kau! Sudahlah, makan hati kalau bicara denganmu. Jadi, jangan lupa memberitahuku untuk menjemputmu saat kau tiba di Jepang"
"Sip Ino-chan. Dan jangan beritahu siapapun termasuk dia mengenai kedatanganku nanti" pinta pemuda itu sambil menatap sebuah foto yang ia genggam.
"Iya Baka. Bye. Klik" Ino memutuskan panggilannya setelah mengucapkan selamat tinggal pada pemuda itu.
"Aku pulang, Anata" ucap pemuda itu dengan tersenyum. Perasaan bahagia menyelimuti hatinya saat ini. Membayangkan bahwa tidak lama ia akan bertemu dengan gadis itu.
T BC-
A/N : Aku merindukan akun ini dan cerita ini. Aku benar-benar minta maaf karena baru update sekarang. Waktuku banyak terfokus di kuliah.
Sebenarnya aku hampir mau berhenti menulis krn kehilangan feel, inspirasi, maupun semangat tp ada dosen yg ngebuat aku bangkit dan kasih semangat agar aku gk nyerah. jadi awal comeback aku ke ffn lagi adalah dgn chapter 2 ini.
Aku gak akan buat fic ini jadi sad ending
Aku mengucapkan banyak terima kasih karena kalian sudah mau membaca dan mereview fic abalku :').. Dan aku berharap chapter 2 ini bisa menghibur mungkin terkesan membosankan. Maaf ya belom bisa balas review kalian semua. Insya Allah chapter 3 aku balas review semuanya..
Thank you :
, Balok Bambu, Asukasouryou, Red habanerokushi, sasusaku kira, Kagami ichijou, Aiko Furizawa, Kiana Cerry's, Nohara Rin, Sarada Uchiha, sh6, sasusaku, elf, Hikaru No Yukita, Fanytastic, Ucucubi, Hikari Ndychan, Fiyui, sakura, Stanley Steve, YoruChan Kuchiki, Kithara Bluebell, Hime Hime Chan, Yusha Daesung, Koukei Yumisuki, Akasuna no ei-chan, ynw16, HanarinNoHimeko, Akuma Kumacchi, 2309,
Kritik, saran dan flame, aku terima dengan baik walau deg"an baca nya ;)
Salam hangat
Akino Shin
