Annyeong aku datang bawa chapter kedua

Adakah yang menunggu kelanjutan ff abalku ini?

HAPPY READING^^


Chapter 2

Siwon POV

Kulihat Hyukkie terdiam melihat Sungmin dan ryeowook yang sedang bercanda dengan aegya mereka. Aku tahu Hyukkie iri melihat mereka yang baru beberapa bulan menikah langsung hamil sedangkan kami sudah satu tahun menikah namun kami masih belum di karuniai seorang aegya. Kurengkuh tubuh rapunya lalu ku genggam tangannya

"Kau kenapa baby? Kenapa kau melamun?" tanyaku

"Ani Wonnie aku tidak apa-apa" jawabnya tersenyum kearahku

"Kau iri melihat mereka ya?" tanyaku

"Hmm kau juga kan" tanyanya kembali

"Hmm tapi tidak apa-apa aku yakin suatu hari nanti kita pasti akan mendapatkannya" kataku mencium pucuk kepalanya, untuk sekedar memberinya semangat

"hmm semoga saja Wonnie" katanya lirih. Sungguh aku tidak tega melihatnya seperti ini, ku akui aku juga iri melihat sepupuku sudah memiliki aegya yang lucu sedangkan aku belum tapi aku tidak mau menunjukkannya pada Hyukkie, aku tidak mau ia sedih dan terus memikirkan tentang masalah ini

"Eh ada Siwon ajuchi dan Hyukkie ahjumma, Henli ko balu cadal ci"kata Henry

Kami semua hanya terkekeh mendengar celotehan lucunya"Bagaimana kau bisa sadar kalau dari tadi kau sibuk bercerita dengan ummamu" kata Kyuhyun sambil mengelus rambut anaknya

"Mianhae ahjuchi, ahjumma" kata Henry dan onew bersamaan

"Tidak perlu minta maaf baby, jadi apa kalian tidak mau memeluk ahjumma kalian yang manis ini? Kalian tidak merindukan ahjumma ya? Hiks ahjumm jadi sedih" ucap Hyukkie sambil berpura-pura menangis

"Ani, tentu caja kami melindukan ahjumma" kata Onew dan Henry hanya manggut-manggut menyetujui perkataan Onew, kemudia mereka langsung berlari memeluk Hyukkie

"Aku cangat melindukan ahjumma, kenapa ahjumm tidak pernah main lagi kelumah" kata Henry masih terus memeluk Hyukkie

"Ne, benal kata Henli. Ahjumma cudah tidak cayang lagi ya cama kami?" tanya Onew. OMO mereka ini

"Mianhae, ahjumma dan ahjusshi sangat sibuk akhir-akhir ini jadi kami tidak sempat berkunjung ketempat kalian. Kalian mau kan memaaf kan kami?" bujuk Hyukkie. Tuhan lihatlah bukankah ia sudah pantas menjadi seorang ibu

"Ne, tentu caja kami akan memaafkan ahjumma mana mungkin kami bica malah pada ahjumma"kata Henry

"Jinja? Aigoo kalian memang anak yang baik" ucap Hyukkie sambil mengelus lembut surai Henry dan Onew

"Ne tentu caja, ahjumma tahu tidak aku dan Henli punya cita-cita kalau kami cudah becal nanti kami mau menikah dengan ahjumma"kata Onew. Mendengar perkataan Onew barusan aku benar-benar kaget, ternyata istriku juga popular di kalangan anak kecil sepertinya aku harus waspada

"Ahjusshi menentang pernikahan itu karena ahjumma kalian ini hanya milik ahjusshi, jika kalian mau menikah kalian harus mencari yeoja lain" kataku lalu memeluk Hyukkie dengan posesif

"Huuu ahjuchi pelit masa kami mau menikah dengan ahjumma tidak boleh" kata Henry sambil mempoutkan bibirnya

"Sudah-sudah daripada kalian ribut lebih baik kita main saja, ahjumma akan menemani kalian bermain mau tidak?" tanya Hyukkie

"Ya cudah kalau begitu ayo ahjumma kita main" ajak Onew lalu menarik tangan Hyukkie untuk ikut dengannya

Siwon POV END

Hyukjae POV

Sekarang aku sedang duduk di sebuah bangku di taman belakang yang ada di rumah Siwon sambil melihat Henry dan Onew bermain bola, tak jarang aku memberikan semangat untuk mereka. Andai saja aku punya aegya mungkin aku juga akan melakukan ini, mungkin aegyaku juga akan selucu Henry dan Onew, atau mungkin aegyaku akan tampan seperti ayahnya. Tapi kapan aku bisa merasakannya tuhan, aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu hamil, aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya melahirkan sama seperti perempuan normal lainnya.

Henry-ah, Onew-ah jika kalian besar nanti menikahlah dengan wanita yang bisa memberikan kalian keturunan jangan seperti ahjummamu ini, ahjumma telah gagal untuk menjadi istri yang baik, ahjumma telah gagal untuk membahagiakan suami dan mertua ahjumma. Aku sadar sangat sadar malah salah satu tujuan seseorang menikah tentu saja untuk mempunyai keturunan dan aku yakin Wonnie juga menginginkannya, tapi apa yang bisa kulakukan tuhan. Tanpa kusadari air mataku sudah membasahi pipiku dan aku tidak bisa menghentikanya seberusaha apapun aku untuk menghentikannya, air mata ini tetap saja keluar

"Ahjumma kenapa menangis?"kata Henry menghampiriku

"Ani, ahjumma tidak menangis ahjumma hanya kelilipan debu" kataku sambil berusaha tersenyum agar tidak membuat mereka khawatir

"Benalkah? Ahjumma benal-benal tidak menangis?" kata Onew menghapus noda air mata yang masih berbekas di pipiku

"Ne chagi jadi kalian tidak perlu khawatir oke, sekarang kalian lanjutkan mainnya ahjumma akan mengambilkan minuman untuk kalian" kataku. Kulihat mereka menganggukkan kepala lalu melanjutkan bermain bola, aku berdiri dari dudukku dan melanghkah masuk ke dalam rumah. Saat aku ingin ke dapur tanpa sengaja aku mendengar percakapan Wonnie dengan Heechul umma

"Wonnie kapan ya umma akan mendapatkan cucu umma sendiri? Rasanya umma sudah tidak sabar ingin melihat cucu umma" kata Hee umma. Maafkan aku umma karena aku masih belum bisa memberikanmu seorang cucu seperti yang kau inginkan

"Entahlah umma, mungkin sekarang ini memang belum saatnya kami mempunyai anak, mungkin tuhan masih belum percaya untuk menitipkan seorang anak pada kami" jawab Siwon lirih. Mendengar itu mataku langsung memanas dan pandanganku langsung buram tertutup oleh Krista bening yang siap kapan saja terjatuh dari pelupuk mataku

"Ne umma tahu itu, umma hanya sudah tidak sabar untuk mempunyai seorang cucu" kata Hee umma menatap lurus kedepan pandangannya menerawang entah apa yang sekarang sedang umma pikirkan

"Kalau begitu kita bisa mengadopsi seorang anak dari panti asuhan" usul Siwon. Apa mengadopsi anak mungkin itu bukan ide yang buruk

"Ani Wonnie, umma hanya mau anak mu darah dagingmu karna anakmu yang akan menjadi penerus keluarga kita. Mana mungkin aku membiarkan anak orang lain menjadi penerus keluarga kita" tolak Hee umma dengan tegas

Mendengar perkataan umma tadi air mataku sudah tidak dapat di bendung lagi, sekarang air mata ini sudah mengalir membasahi pipiku, umma benar setiap orang tua pasti menginginkan cucu kandung dari anaknya, bukan anak yang di adopsi dari panti asuhan yang tidak jelas siapa umma dan appa mereka. Merasa tidak kuat lagi untuk mendengar percakapan mereka lebih lanjut aku segera pergi dari tempatku tadi, aku pergi ke balkon rumah Siwon dan aku menangis di sana. Tidak boleh ada yang tahu kalau aku sedang menangis sekarang, aku tidak mau membuat mereka semua mengkhawatirkan aku. Cukup lama aku di sana sampai aku lihat matahari mulai terbenam, aku memutuskan untuk pergi ke ruang makan aku yakin sekarang mereka pasti sedang bersiap untuk makan malam

"Baby, kau dari mana saja? Kenapa wajahmu muram seperti itu hmm? Apa ada masalah? " tanya Siwon menghampiriku lalu meletakkan tangannya di pinggangku

"Aku dari balkon Wonnie, aku tidak apa-apa hanya lelah" kataku tersenyum tipis kearahnya

"Baiklah kalau begitu sekarang kita makan dulu setelah itu baru kita pulang, aku tidak mau kau kelelahan" katanya lalu menuntunku ke meja makan

SKIP TIME

Di sepanjang perjalanan kami kembali kerumah hanya diisi oleh keheningan, aku lebih memilih untuk memandang keluar jendela. Entahlah perkataan Hee umma tadi sedikit banyak mengganggu pikiranku, haruskah aku meminta Wonnie untuk menikah dengan gadis lain agar ia bisa mendapatkan anak darah dagingnya. Bisakah aku merelakan Wonnie untuk bersama dengan wanita lain? Bisakah aku berpisah dengan Wonnie? Bisakah aku melakukan itu? Tuhan apa yang harus aku lakukan?

"Baby kita sudah sampai" kata Siwon menggenggam tanganku

"Eh? Kita sudah sampai ya, mianhae tadi aku melamun" kataku. Yah saking asiknya aku memikirkan masalah itu aku sampai tidak sadar bahwa sekarang kami sudah sampai di rumah

"Kau melamunkan apa baby? Apa kau ada masalah?" tanya Siwon dengan lembut sambil mengelus pipiku

"Ani Wonnie, aku tidak apa-apa sudahlah ayo kita masuk aku ingin segera tidur" ucapku dengan manja agar ia tidak khawatir lagi

"Ne, baby ayo kita masuk dan beristirahat" katanya lalu ia keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untukku setelah itu dia menggendongku ala bridal style

"Wonnie turunkan, aku bisa berjalan sendiri"ucapku

"Ani aku akan menggendongmu sampai kamar" katanya keras kepala

Akhirnya Siwon tetap menggendongku sampai kamar setelah itu ia merebahkan tubuhku di atas kasur dengan dangat lembut

"Tidurlah baby kau lelah kan" katanya sambil mengelus pipiku

"Ne, tapi aku mau tidur sambil di peluk olehmu Wonnie" kataku manja lalu menggenggam tangannya yang sedang mengelus pipiku, dia hanya tersenyum lalu ikut merebahkan tubuhnya di sebelahku

"Sekarang tidurlah baby aku akan selalu di sini menemanimu" katanya memelukku dengan erat dan mengecup pucuk kepalaku cukup lama

"Ne Wonnie, jaljayo" kataku mengecup bibirnya singkat

"Hmm jaljayo baby" ucapnya mempererat pelukannya

Ku pejamkan mataku mencoba untuk tertidur namun aku malah tetap terjaga, perlahan aku mendengar suara dengkuran halus dari Wonnie, rupanya ia sudah tertidur aku rasa diantara kami dialah yang kelelahan. Ku buka mataku lalu ku pandangi wajah tampa suamiku ini, kutelusuri wajah sempurna itu dengan jariku dimulai dari dahi turun ke hidung mancungnya lalu ke bibirnya, ku sentuh bibir yang selalu mengecup bibirku dengan lembut itu menggunakan jari telunjukku. Maafkan aku Wonnie karena aku belum bisa memberikanmu seorang anak, aku memang istri yang tidak berguna. Ku singkirkan tangannya yang masih setia memelukku, perlahan aku beranjak dari kasur kami menuju lemari pakaian kami. Ku kemasi pakaianku lalu ku masukkan kedalam koper, aku harap keputusanku ini tepat. Selesai mengemasi pakaianku aku mengambil sebuah kertas lalu aku menulis sesuatu di kertas itu setelah selesai menulis aku melipat kertas itu degan rapih dan menaruhnya di atas meja nakas bersama dengan cincin pernikahan kami

Sebelum pergi aku menghampiri Wonnie yang masih terlelap di atas kasur ku kecup bibir nya. Dan air mataku jatuh membasahi pipiku, ayo Hyukkie kau harus kuat ini demi kebahagiaan orang yang kau cintai. Ku hapus air mataku lalu kulangkahkan kakiku keluar dari kamar kami, selamat tinggal Wonnie saranghae

Hyukjae POV END

Siwon POV

Tidurku terusik akibat cahaya matahari yang masuk dari sela-sela jendela kamarku, kuraba kasur yang aku tiduri aku terlonjak kaget lalu ku buka mataku dan ku edarkan pandanganku ke sekeliling kamar, tidak ada Kemana Hyukkie pergi. Aku beranjak dari tempat tidurku lalu berjalan ke kamar mandi ku buka pintu kamar mandi kosong. Mungkin dia sedang memasak di dapur, kuputuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi aku melangkahkan kakiku ke dapur yang ada di lantai bawah tapi Hyukkie juga tidak ada di dapur, kemana dia sebenarnya

"Baby kau dimana?" teriakku sekarang aku mencarinyadi taman belakang rumah kami tapi ia tidak ada di sana

"Hyukkie chagi kau dimana?" teriakku lagi sambil berjalan mengelilingi rumah namun aku tetap tidak menemukannya dimanapun. Hyukkie sebenarnya kau dimana? Aku kembali kekamarku untuk mengambil ponselku aku akan coba untuk menghubunginya, saat aku ingin mengambil ponselku yang ku letakkan di atas meja nakas aku melihat secarik kerta yang tegeletak di atas meja nakas. Ku ambil kertas itu lalu kubaca tulisan yang tertulis di kertas itu dan betapa kagetnya aku saat aku selesai membaca kertas yang berisi tulisan tangan Hyukkie itu

To : my hubby Wonnie

Wonnie mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah pergi, sebelumnya aku mau meminta maaf padamu. Mianhae Wonnie jeongmal mianhae karena aku pergi tanpa pamit, aku memang sengaja melakukan ini karena aku tahu jika aku mengatakannya padamu kau pasti tidak akan membiarkanku pergi.

Wonnie sebenarnya kemarin aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan umma, aku tahu umma pasti kecewa kan mempunyai menantu sepertiku, menantu yang bahkan tidak bisa memberikan cucu padanya. Aku tidak mau membuat umma kecewa lagi karena itulah aku lebih baik pergi.

Aku tidak pantas menjadi istrimu, aku bukan istri yang baik untukmu. Ku kembalikan cicin pernikahan kita padamu carilah yeoja lain yang lebih baik dariku, yeoja yang bisa memberikanmu keturunan dan bisa membuatmu bahagia. Kau pantas mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku Wonnie begitu juga dengan umma dan appa mu mereka layak mendapatkan menantu yang bisa memberikan mereka seorang cucu dan bisa di jadikan penerus bagi keluargamu. Mianhae Wonnie aku hanya ingin melihatmu bahagia seperti Kyuhyun dan Yesung oppa, aku tahu terkadang kau iri kan melihat mereka bermain dengan aegya mereka.

Tapi satu hal yang harus kau tahu walaupun aku melepasmu untuk mencari yeoja lain untuk menggantikan posisiku bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi. Percayalah sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu. Aku tidak mau jadi yeoja egois yang hanya mementingkan diriku sendiri karena itu aku melepaskanmu.

Semoga kau bisa menerima keputusanku. Jaga dirimu baik-baik , carilah yeoja yang mencintaimu dan mencintai keluargamu dengan tulus. Aku akan selalu mendoakanmu tuhan selalu memberikan yang terbaik bagimu. Selamat tinggal , saranghae Wonnie jeongmal saranghae.

You'r love

Lee Hyukjae

Aku tertegun memanadang kertas yang masih aku genggam berapa kali pun kubaca isinya tetap sama. Ku ambil ponselku lalu aku mendial nomor nya tidak ada jawaban. Sungguh aku sama sekali tidak pernah membayangkan Hyukkie akan meninggalkanku. Hyukkie-ku, belahan jiwaku , yeoja yang amat sangat ku cintai meninggalkanku. Tuhan jika ini mimpi tolong bangunkan aku sekarang juga. Tapi ini bukan mimpi ini semua kenyataan, Hyukkie kenapa kau meninggalkanku tak tahukah engkau bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau adalah oksigenku Hyukkie bagaimana bisa aku hidup tanpa oksigenku

Tak terasa sekarang aku sudah menangis. Kau lihat kan Hyukkie tanpamu aku hanyalah namja lemah. Kembalilah Hyukkie ku mohon. Kenapa kau tidak membicarakannya dulu padaku, sungguh aku tidak masalah jika memang aku tidak bisa mendapatkan aegya darimu asalkan kau ada di sisiku itu sudah lebih dari cukup. Bagiku tidak masalah jika harus mengadopsi anak dari panti asuhan asalkan ibu dari anak itu tetap dirimu. Bagaimana bisa kau berfikir bahwa aku akan bahagia dengan yeoja lain kalau sumber dari kebahagiaan ku adalah kau Hyukkie hanya kau yang bisa membuatku bahagia

Siwon POV END

TBC OR DELET?


Annyeong ff nya udah aku lanjut nih hehehe tapi belum tamat ya, tadinya aku emang mau jadiin ff ini twoshoot tapi ternyata ada yang minta di kasih nc dan setelah aku pikir-pikir aneh juga sih kalo ga ada nc nya jadi aku putusin ff ini aku ubah jadi three shoot dan chap akhir bakal aku kasih nc trus bakal aku certain sampe Hyukkie melahirkan mungkin hehehe. Gimana kalian setuju ga kalo aku kasih nc? Apa mau aku skip aj nc nya?

Aku mau tanya nih menurut kalian bagusnya siapa yang jadi anaknya Wonhyuk?

THANKS TO:

- loveshihyuk- han eun kyo- shin min hyo- eunmi2210- kamiyama kaoru- lee min ji elf- aniimin- eunhaezee- zakurafrezee- kimryeowii- - rin-rin- resiana- guest- ika chan imut

Oh iya buat ff aku yang lainnya sabar ya pasti aku lanjutin ko

Okey kalo mau ff ini di lanjut tolong di review lagi ya

Samapai ketemu di chapter selanjutnya

*REVIEW PLEASE*