^^Bad Marriage^^
Chapter 1 : Ini gila!
Main Pair : ChanBaek
Other Pair : Seiring berjalannya cerita
Genre : Romance and Humor
Rated : T
Dicslaimer : FF ini asli milik saya
Summary : Park Chanyeol yang mengaku normal harus menikah karena perjodohan gila orang tuanya. Ia di jodohkan dengan Byun Baekhyun, si namja cantik yang sedikit berandalan sekaligus teman sekelasnya. bagaimana kehidupan setelah mereka menikah? ternyata, ada satu rahasia yang tak pernah diketahui Baekhyun tentang dirinya sendiri. apakah itu?
Warning : GaJe, Shounen-ai, Typos, Bahasa Menyesuaikan, EYD berantakan.
.
.
.
^^BerryKyu^^
.
.
.
Presents
.
.
.
^^BerryKyu^^
"Ini semua gila…!"
Chanyeol terduduk di sofa. Wajahnya yang tadi ceria menjadi muram saat ibunya menjawab jika orang yang akan di jodohkan dengannya itu adalah seorang pria.
Demi Tuhan! Chanyeol seratus persen masih normal dan masih menyukai makhluk berdada besar bernama wanita itu.
"Ini pasti sangat mengagetkanmu, Nak. Tapi, ini demi kebaikanmu" Ucap sang ibu bijak. Chanyeol sama sekali tidak merespon, namja tampan itu lebih mempertahankan wajah datar, dingin, terkejut, kesal secara bersamaan.
Kedua orang tuanya menghela nafas mereka. Inilah cara yang -menurut mereka- paling ampuh untuk 'menjinakan' seorang Park Chanyeol yang liar.
"Ayah berharap kau bisa menerimanya" Kata sang ayah melembut. Ibunya mengangguk, mengiyakan perkataan ayahnya.
"Aku normal" Kata Chanyeol dengan nada yang terdengar melarat. Tidak pernah terbesit sedikit pun niat untuk menjadi seorang Gay.
Siapapun tolong sadarkan kedua orang tuanya ini.
"Kami tahu. Tapi, kami menginginkannya menjadi menantu kami. Percayalah, dia itu sangat baik dan sopan" Sahut ibunya seraya mengelus punggung anak semata wayangnya itu.
"Tidurlah. Besok kau harus sekolah" Chanyeol menurut, pikirannya masih berkecamuk. Dengan lunglai, ia perlahan menapaki satu per satu anak tangga.
"Aku harap ini tidak salah, Sayang" Tuan Park merangkul bahu sang istri, mata mereka masih memperhatikan punggung Chanyeol dari bawah tangga.
"Aku yakin. Calon istrinya sangat baik" Nyonya Park tersenyum kepada suaminya. Mereka lalu kembali ke kamar mereka, melanjutkan acara tidur mereka yang tadi terganggu.
Di lain sisi, Chanyeol berbaling menelungkup di atas ranjangnya. Ia kembali memasang wajah err... frustasi?
"Aku akan menikah dengan pria? Aku menjadi Gay? TIDAKKKKKKKK"
Untung saja, kamarnya ini kedap suara, jadi tidak ada yang dapat mendengar teriakannya, kecuali semut di kamarnya.
^^BerryKyu^^
Chanyeol berjalan di koridor sekolah yang tampaknya masih sangat sepi. Tentu saja, ini baru pukul enam lewat sepuluh menit. Bukan, dia bukan murid yang selalu datang awal kesekolahannya.
Hanya saja, ia tidak mau bertemu kedua orang tuanya untuk sesaat karena ia takut kedua orang tuanya itu kembali mengungkit perihal 'perjodohan bodoh' itu.
Chanyeol mengacak kasar rambutnya yang sudah rapih, membuatnya sedikit berantakan.
CEKLEK
Chanyeol membuka pintu kelas itu, baru saja ia akan memasuki kelasnya tiba-tiba saja seseorang menubruk tubuhnya hingga ia terhuyung ke belakang dan hilang keseimbangan.
"Ouchhh!" Chanyeol meringis merasakan punggungnya terasa sakit karena terbentur lantai. Ia juga merasakan nafasnya sedikit sesak seperti ada suatu yang menimpa dadanya.
Pada semulanya, Chanyeol mengira rasa sesak seperti di timpa beban berat itu hanya rasa terkejutnya semata. Namun, saat ia membuka matanya, ia menemukan seorang pria cantik di atasnya.
Pria cantik bermata sipit bak bulan sabit itu menatap Chanyeol dengan ekspresi khawatir.
"Ya! Kau baik-baik saja?" Tanyanya memastikan, namun dengan suara yang terdengar err... tidak perduli?. Mata Chanyeol membesar saat melakukan kontak mata dengan pria cantik itu.
"Menyingkir dari atasku!" Titah Chanyeol sedikit mendesis. Pria cantik bereyeliner tebal itu mendecih pelan.
"Kau itu berlebihan sekali, Park Chanyeol" Tukasnya, lalu beranjak dari atas Chanyeol. Baekhyun -namja cantik- melipat tangannya di dada.
"Minta maaf padaku!" Ujar Chanyeol berlagak sombong pada Baekhyun. Baekhyun memandang Chanyeol dengan pandangan tidak suka.
"Tidak mau!" Tolak Baekhyun keras. Chanyeol menggeram kesal. Pria cantik yang juga preman di kelasnya ini selalu saja membuatnya kesal.
"Kalau kau tidak mau minta maaf... ARGHHH" Chanyeol mengerang kesakitan. Ia berjongkok, lalu memegang kakinya yang terasa sakit. Sedangkan, lelaki cantik itu lari terbirit-birit ke dalam kelas.
"Yak! Sialan kau!" Umpat Chanyeol dengan wajah kesal dan marah. Ia pun mengejar si preman kelas yang mempunyai paras cantik dan manis itu dengan kakinya yang pincang.
"Mehrong~" Baekhyun menjulurkan lidahnya, mengolok Chanyeol yang mengejarnya dengan kaki pincangnya. Tertawa terbahak-bahak ketika kaki panjang Chanyeol tersandung kursi atau meja.
Baekhyun terus berjalan mundur, tanpa melihat ke belakangnya. Di belakangnya, kini terlihat seorang lelaki cantik yang sok manly tengah berjalan bersama seorang lelaki berkulit albino. Tangan keduanya memegang bubble tea.
Saat Baekhyun akan membalikan badannya ke belakang, tangannya yang bebas menyepak bubble tea di tangan lelaki cantik itu. Mata bulan sabit Baekhyun membesar. Wajah mulus lelaki cantik itu basah hingga ke bagian depan seragamnya.
"Annyeong, Luhan hyung" Sapa Baekhyun -sok- ramah. Tangan sebelahnya melambai teoat di wajah cantik Luhan -Lelaki cantik yang memegang bubble tea-.
"Byun-Baek-Hyun!" Teriakan Luhan dapat terdengar sampai kelas ujung. Chanyeol tertawa melihat wajah cantik Baekhyun yang ketakutan.
"Kau, Byun Baekhyun ikut aku ke ruangan Osis. Kau sudah beberapa kali ada di dalam catatanku. Kau juga, Park Chanyeol" Ucapnya seraya menunjuk Chanyeol yang tertawa. Alhasil, Chanyeol terdiam dan mengerjap bingung.
"CEPAT IKUT AKU!" Ujar Luhan, lalu berjalan keluar kelas meninggalkan Sehun -lelaki berkulit albino- yang masih di penuhi tanda tanya besar di kepalanya.
Chanyeol dan Baekhyun mendengus kesal, mereka pun berjalan keluar kelas, mengikuti Luhan yang sudah terlebih dahulu berjalan.
Saking bermusuhannnya mereka berdua, Chanyeol dan Baekhyun berebut pintu. Mereka terjepit di antara pintu itu, tidak ada yang mau mengalah.
"Yak! Menyingkirlah!" Ujar Baekhyun. Ia merasa dirinya yang paling terjepit disini.
"Eh, mungil, kau sendiri yang seharusnya menyingkir!" Balas Chanyeol menjelarkan mata besarnya.
"Kau yang harus menyingkir, Raksasa!" Sahut Baekhyun tak terima di katai 'mungil' oleh Chanyeol. Yah, walaupun namja tampan yang tingginya bak tiang listrik itu ada benarnya juga.
"Hei! Cepatlah!" Teriak Luhan yang sudah berada di ujung koridor. Baekhyun mencoba mendorong tubuhnya keluar, dan akhirnya berhasil. Tentunya, mulutnya dan mulut Chanyeol tidak berhenti mendumel.
Mereka pun menyusul Luhan yang sudah menghilang di ujung koridor sana. Lagi-lagi mereka bertengkar sepanjang jalan. Si preman cantik dan si tiang listrik tampan itu tidak pernah akur asal kalian tahu.
Di lain sisi, Luhan tengah menyeringai misterius. Yah, walaupun baju dan wajahnya harus terlebih dahulu menjadi korban dari kecerobohan seorang Byun Baekhyun.
^^BerryKyu^^
Chanyeol dan Baekhyun dapat melihat Luhan melewati ruang osis. Mereka mengerutkan dagi mereka, bingung. Baekhyun melirik kembali ke belakangnya, namun kakinya masih terus berjalan mengikuti Luhan yang jauh di depan mereka
Luhan berhenti tepat di depan sekolah. Di sana telah ada sebuah mobil Audi Sport milik Luhan. Chanyeol dan Baekhyun di buat bingung.
"Ini" Lelaki cantik bermata rusa itu memberikan kunci mobilnya kepada Chanyeol. Chanyeol yang belum mengerti, hanya menerima kunci mobil itu saja.
"Pergi ke alamat ini" Ucap Luhan memberikan secarik kertas kepada Baekhyun. Yah, ekspresi Baekhyun tidak jauh berbeda dari Chanyeol.
"Apa ini?" Tanya Baekhyun yang tidak mengerti isi dari kertas yang telah ia pegang itu.
"Di sanalah hukuman kalian di laksanakan. Bawa saja mobilku, kau tidak di pinjamkan mobil oleh ayahmu, 'kan, anak nakal?" Chanyeol mendengus kesal mendengar sindiran dari Luhan.
Benar, ayahnya menarik seluruh fasilitasnya karena kejadian kemarin malam. Dan, tadi pagi ia berangkat ke sekolah menggunakan bus. Untung saja, penumpang kala itu tidak terlalu penuh, jadi ia bisa tenang duduk di kursinya.
"Pergilah kalian berdua"
Chanyeol dan Baekhyun saling melempar pandangan benci dan tidak suka.
"Berhenti bertengkar! Dan cepat ke tempat yang sudah aku tuliskan di kertas itu" Tukas Luhan dengan suara yang sedikit meninggi. Chanyeol dan Baekhyun segera masuk ke dalam mobil Luhan, tentu saja Chanyeol menjadi supir dadakan Baekhyun.
^^BerryKyu^^
Chanyeon dan Baekhyun sudah dalam perjalanan ke tujuan mereka yang tampaknya sangat tidak familiar.
"Ugh! Kita jadi harus membo... EH?!" Baekhyun membalikan badannya ke belakang dan mendapati dua tas yang diketahui miliknya dan juga milik pria tampan di sampingnya ini.
"Kenapa?" Tanya Chanyeol heran. Dahinya mengerut saat melihat wajah cantik itu mengeluarkan ekspresi bingungnya.
"T-Tas kita. Bukannya tadi kita tidak membawanya kemari?" Chanyeol mencuri pandang ke jok belakang. Dan, benar, di sana terdapat dua tas, dan salah satunya adalah miliknya.
"Sebenarnya, ada apa ini?" Gumam Chanyeol seraya menebak-nebak. Kejadian ini sungguh sangat mencurigakan, apalagi ia harus pergi bersama bocah mungil di sampingnya ini.
"Ah! Aku merasa ada yang aneh disini" Ucap Baekhyun memasang pose berfikirnya, membuat Chanyeol ingin mengeluarkan isi perutnya.
"Kau berisik sekali, Byun Baekhyun" Papar Chanyeol. Baekhyun bukannya tersinggung, malah ia sedang mengamati setiap inchi wajah tampan Chanyeol. Yang dijadikan objek hanya salah tingkah.
"Berhenti memandangiku seperti itu. Aku tahu, aku tampan" Baekhyun mendengus geli.
"Aku juga tampan" Sahut Baekhyun membanggakan dirinya.
"Tampan? Dari mananya?" Chanyeol menyinggung Baekhyun. Lihatlah, wajah cantik Baekhyun telah memerah menahan kesal dan err malu?.
"Tentu saja dari wajahku. Aku adalah preman kelas yang tampan seperti di drama" Chanyeol tertawa geli mendengar perkataan Baekhyun.
Baiklah, kita lihat, apa benar yang di katakan lelaki cantik itu? Wajahnya? Hm, cool saja tidak apalagi tampan. Tapi wajahnya terlihat sangat cantik.
Preman tampan? Yang ada preman cantik yang -menurut Chanyeol- mungil, cantik, dan menggemaskan hahaha
Drama? Dia suka menonton drama? Woah, itu nilai tambahan untuk jiwa wanitanya haha tipe uke sekali.
Tunggu...
Apa baru saja, Chanyeol mengomentari bahwa diri Baekhyun seperti wanita? Dia bilang apa tadi? Cantik? Menggemaskan?
Siapapun, Chanyeol meminta untuk di tenggelamkan di Samudera Hindia, asal kalian dapat memastikan tidak ada ikan hiu di sana.
^^BerryKyu^^
Mereka pun sampai di tempat tujuan. Mata mereka yang jelalatan menoleh ke sana dan kemari.
'Sepertinya, aku pernah melihat tempat ini. Tapi, dimana?' Batin Chanyeol bertanya-tanya. Sedangkan, Baekhyun memotret pemandangan indah dari halaman luas sebuah bangunan yang bisa di bilang seperti istana.
"Wah, ini adalah istana terindah yang pernah aku lihat di drama-drama. Chanyeol-ah, aku ingin menangis" Baekhyun memeluk lengan Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya yang hampir menangis di lengan besar Chanyeol.
'Dasar lelaki cantik yang aneh' Tunggu. Itu kata batinnya tadi? Kata batin Chanyeol? Batinnya bilang Baekhyun cantik? Woah, Park Chanyeol sepertinya kau harus memeriksa kenormalanmu.
"Menyingkirlah, pendek!" Chanyeol mendorong kening Baekhyun dengan jari telunjuknya, lelaki cantik berpostur mungil darinya itu mendengus kesal serta mengerucutkan bibirnya kesal.
"Apa ada tulisan lain di kertas itu?" Tanya Chanyeol. Baekhyun tampak berfikir, mengingat kembali tulisan di kertas yang sudah ia buang tadi.
"Kalau tidak salah 'Kami menunggu kalian di ruang keluarga. Datanglah~' seperti itu" Baekhyun memperaktekan tulisan lain di kertas itu dengan nada suara yang terdengar manis.
Mereka pun masuk ke dalam rumah ah mungkin istana itu dengan langkah yang serempak. Kepala mereka masih memperhatikan keadaan sekitar.
'Ya, ini adalah rumah yang ada di album foto keluargaku sewaktu aku masih lima tahun'
Jangan-jangan...
Chanyeol dan Baekhyun memasuki ruang keluarga itu, dan...
"IBU! AYAH!"
"BIBI! PAMAN!"
^^BerryKyu^^
Keempat paruh baya itu menatap kedua -yang menurut mereka- bocah di depan mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Jadi, kalian yang merencanakan semua ini?" Tanya Chanyeol dengan dahi yang berkerut bingung.
"Jaga sopan santunmu, Park Chanyeol!" Geram sang ayah seraya menatap tajam anak lelakinya itu. Chanyeol membuang muka dan mendengus kesal.
"Bibi, Paman. Kalian sedang apa di sini? Mengapa ada Bibi dan Paman ini juga?" Tanya Baekhyun yang di landa rasa penasaran. Tidak lupa juga dengan sopan santun yang sudah di ajarkan oleh kedua orang yang sudah di anggapnya seperti orang tua sendiri.
Yah, walaupun ia dikenal sebagai preman -cantik- di kelasnya, namun ia masih menggunakan sopan santun. Tidak seperti lelaki tampan di sampingnya ini.
"Kami ingin membicarakan tentang 'perjodohan' itu" Awalnya Chanyeol hanya menanggapinya dengan santai, namun setelah mencerna perkataan dari ibunya itu, matanya terbelalak kaget.
Jadi,
Yang akan menjadi calon istrinya adalah
BYUN BAEK HYUN?
"YE?! Pernikahan siapa?" Tanya Baekhyun terkejut. Matanya tak kalah membesar seperti yang dilakukan oleh Chanyeol, kedua belah bibir tipis itu terbuka sedikit.
"Tentunya pernikahan kalian" Sahut ayahnya dan di tanggapi anggukan oleh tiga paruh baya lainnya.
Loading...
Loading...
Load-
"APA?!"
^^BerryKyu^^
Chanyeol dan Baekhyun masih mempertahan kan posisinya. Namun, yang berbeda saat ini adalah kedua pasang paruh baya itu telah meninggalkan mereka di rumah bak istana ini berdua.
"Aku tidak percaya ini" Ucap Baekhyun melarar. Demi apapun, ia masih normal seribu persen. Apa salahnya? Seingatnya ia tidak pernah membuat masalah, yah kecuali masalah ke-preman-annya itu.
Oh God~
Terlebih lagi, yang akan menjadi seorang istri adalah Baekhyun sendiri. Ingin rasanya ia menjatuhkan dirinya dari atap gedung. Tapi, ia masih sayang nyawanya.
"Kenapa kau tidak membantah saja, Park Chanyeol?" Chanyeol langsung menatapnya dengan mata yang menyipit membuat Baekhyun salah tingkah.
Ah~ ada apa dengannya ?
"Ibuku akan menenggelamkanku di sungai han" Kata Chanyeol setelahnya. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kedua orang tuanya.
Tunggu, ia teringat perkataan ibunya saat itu
"Kami tahu. Tapi, kami menginginkannya menjadi menantu kami. Percayalah, dia itu sangat baik dan sopan"
Penglihatan ibunya mungkin sudah sedikit ehem rabun ehem. Baik ? Dilihat darimananya? Sopan? Itu hanya kepada yang tua saja, sedangkan padanya dan yang sebayanya tidak usah di tanya lagi.
"HAHAHAHAHA" Chanyeol terlonjak kebelakang saat calon istrinya itu tertawa terbahak-bahak dengan suara melengkingnya yang nyaring. Sepertinya, Chanyeol harus membeli banyak kapas setelah ini untuk menyelamatkan telinganya dari yang namanya penyakit ketulian. Oke, ini lebay.
"Kau kenapa?!" Tanya Chanyeol heran. Sedangkan, Baekhyun belum berhenti tertawa.
"Ah, perutku sakit, hahahahaha ternyata anak songong sepertimu takut juga yah hahaha" Baekhyun belum berhenti juga, malahan tawanya semakin besar, kali ini ia tidak tertawa di atas sofa tetapi tertawa berguling di lantai.
"Hentikan! Yak! Jangan tertawa!" Ujar si raksasa membekap mulut si mungil dengan tangannya yang besar.
"Hmmmmpppttt. Hmpttt umppttt" Baekhyun meronta-ronta di antara bekapan tangan Chanyeol.
"Kenapa?" Chanyeol menatap hazel caramel indah yang juga menatapnya itu.
Untuk sesaat, mereka terpaku dengan keindahan mata masing-masing. Chanyeol dapat merasakan bahwa bulu tengkuknya berdiri.
DEG
Baekhyun mengerejapkan matanya berkali-kali dengan imutnya, mencoba menyadarkan jantungnya yang kini berdetak semaunya. Hal ini tak jauh berbeda dengan apa yang di rasakan oleh Chanyeol
Seakan sadar dengan suasana aneh di antara mereka, Chanyeol pun melepaskan bekapannya. Lalu, ia beranjak ke dapur, meninggalkan lelaki cantik itu dengan tanda tanya besar di otaknya.
"Ya! Ada apa dengan jantungku?" Bisiknya kecil, tidak menyadari rona merah yang telah menjalar di kedua pipi chubbynya.
Baekhyun kembali mengingat apa yang di katakan oleh Kedua pasangan paruh baya itu. Ah, dia tidak mau mengingatnya lagi. Setiap ia kembali mengingat itu, kepalanya terasa pusing.
FLASHBACK ON
"APA?!"
Pasangan paruh baya itu menutup telinga mereka saat kedua calon mempelai berteriak dengan sangat nyaring, membuat telinga mereka berdengung.
"P-pernikahan kami? Pernikahan ku dengan si tiang ah maksudku Chanyeol?" Keempat paruh baya itu menganggukan kepala mereka serentak.
Kaki Baekhyun terasa lemas saat mendapatkan jawabannya walaupun hanya sebuah anggukan.
"Dan, pesta pernikahan kalian akan di adakan dua minggu dari sekarang" Tambah bibinya semakin membuat Baekhyun merinding dan merasakan nyeri di seluruh tubuhnya.
"What the... dua minggu lagi?!" Chanyeol membulatkan matanya, terkejut. Mulutnya terbuka lebar bisa mengundang lalat atau nyamuk untuk berpesta di dalamnya. Oke, ini jorok.
"Ne. Dan kau, Park Chanyeol, tidak ada penolakan" Sembur sang ayah dengan galaknya. Chanyeol menunduk, kepalanya terasa ingin pecah.
"Mulai saat ini, kalian harus tinggal di rumah ini dan sekamar! Tapi, setelah menikah nanti untuk 'first night' nanti jangan melakukannya dulu, oke? Bulan depan kalian akan ada ujian kelulusan, bukan?" Goda Nyonya Park seraya menaik-turunkan alisnya.
"Memangnya kenapa tidak boleh?" Chanyeol mengerinyitkan dahinya, bingung.
"Hahaha sudah kuduga, kau pasti tidak sabaran untuk melakukannya" Goda Nyonya Park kembali dengan tawa yang mengiringinya.
"Aish! Ibu, berhentilah menggodaku!" Ujar Chanyeol sedikit mendesah kesal. Para orang tua hanya tertawa melihat kedua pemuda di depan mereka.
FLASHBACK OFF
Chanyeol mengambil minuman dingin di dalam lemari pendingin. Meneguk air itu dengan kasar membuat sebagian air meluber ke luar dari mulutnya.
"Ah, apa cuaca hari ini panas?" Monolognya seraya memandang ke luar jendela dan benar di sana mentari tengah bersinar dengan teriknya.
"Apa aku punya penyakit jantung?" Chanyeol memukul dada kirinya pelan. Sesuatu di dalam sana, sesuatu yang menjadi pemompa darahnya tengah bergerak cepat.
Tidak jauh berbeda dengan Baekhyun yang masih berdiam diri di tempatnya. Wajahnya telah memerah sempurna, oh astaga lihatlah wajah cantiknya yang terlihat sangat manis itu.
"Aish! Cuaca hari ini panas sekali" Gerutunya seraya mengibaskan kedua tangannya tepat di depan wajahnya. Baekhyun membuka dua kancing teratas seragamnya saat merasakan rasa panas di pipinya kian menambah.
Oke, kita biarkan mereka dengan perasaan asing yang entahlah apa itu.
TBC
Hai! Hai! Hai! Hahaha udah di salin lagi nih semoga memuaskan yah hehehe… Maaf kalau ini jelek banget yah, tapi dah berusaha banget ini yah… Makasih yang udah mau nunggu FF-FF aku update…
