Warning! : AU/Alternate Universe, Humor garing.

Cast: Hajime Mutsuki - Kentaro Menjo

Haru Yayoi - Hiroki Nakada

Arata Uduki - Taiki Yamazaki

Aoi Satsuki - Tatsuki Jonin

Kakeru Shiwasu - Ryuu Kiyama

Koi Kisaragi - Lui Yokoo

Shun Shimotsuki - Yuuki Tomotsune

Kai Fuduki - Kazumi Doi

You Haduki - Shuto Washio

Yoru Nagatsuki - Yoshiki Tani

Rui Minaduki - Yuusaku Sato

Iku Kannaduki - Tsubasa Sasa

Cerita ini hanya fiksi, kalo beneran mah saya mau lah *ngidol* copyright: Fujiwara and Jiku.

happy reading...

Again, Shun?!

"Kai..."

"Apa, Shun?"

"Kota SukaMaju lagi musim apa?"

"Aku dengar sih lagi musim terik" balas Kai.

"Padahal, kota SukaMaju dan SukaJaya cuma sebelahan aja, bisa beda gitu ya?" Shun tersenyum tipis.

"Shun, lagian kamu ada-ada aja, ngebikin kota SukaJaya bersalju" Kai mulai menggigil.

"Bersyukurlah ini bukan musim hujan, bisa-bisa banjir"

"Beralih topik sebentar, aku haus"

"Ah, benar juga~ kita terus terusan ngomong tanpa jeda~"

"Mau ke minimarket, Shun?"

"Ya boleh boleh~"

"Kai, apa Rui mau homeschooling?"

"Ya, dia akhirnya berminat. Gurunya udah trusted banget"

"Syukurlah~ Rui harus rajin belajar, supaya bisa menjadi anak teladan~"

"Iya... oh, astaga!"

"Kenapa, Kai?"

"SukaJaya-mart nya udah tutup!" Kai menunjuk folding gate SukaJaya-mart yang masih tertutup rapat.

"Ya ampun, padahal tenggorokanmu sedang tersiksa" Shun geleng-geleng kepala.

"Aku terlanjur haus banget" keluh Kai.

"Apa tidak ada minimarket lain?"

"Hmmh...ada sih...tapi rada jauh"

"SukaMaju-mart, ya?"

"Heh? Kau sering pergi ke SukaMaju?"

"Tidak juga, tapi aku sering jalan-jalan disana"

Kai langsung berpose facepalm.

"Itu sama aja, Shun. Astaga"

"Ahaha, maafkan aku~" Shun mengedipkan sebelah matanya.


"Kai, pintu ini ditarik atau didorong?"

"Bukannya aku sudah bilang, Shun. Kalo tulisannya 'didorong' yaaa pintunya didorong" Kai menghela nafas panjang. Beruntung, Shun itu bestfriendnya kalau tidak, mungkin Kai membungkus Shun dengan kain kafan lalu dikuburnya hidup hidup.

"Harap maklum, pintunya sering dibukain Butler"

"Shun, kau harus belajar mandiri"
"Aku tahu kok, Kai"

Kai mendorong dan membukakan pintu depan minimarket dan membiarkan Shun masuk duluan.

Lalu, Kai ikut menyusul masuk kedalam.

"Aaah~ aku suka hawa dingin minimarket ini"

"Dingin? KAN ADA AC!"

"Ya, ya benar juga. Apa aku harus membuat minimarket ini lebih dingin lagi?" Shun tersenyum tipis.

"Shun!"

"Aku tidak bermaksud apa apa, hanya tersenyum" Shun masih memasang senyum tipis yang dianggap mencurigakan itu.

"Selamat datang di SukaMaju-mart. Selamat belanja" suara datar dari seorang cowok berambut hitam dengan sedikit lighthair warna ungu.

"Halo, Hajime-san~ pagi yang indah lebih indah lagi kalau kau mendapat pelukan hangat dariku. Tubuhku sedingin salju tetapi aku pastikan pelukanku itu hangat untukmu~"

"Enggak, trims. Huh, kau lagi kau lagi" balasnya dengan masih datar.

"Kenapa terlalu serius begitu?~ nanti pelangganmu jadi takut lhoo~"

Cowok berambut hitam dengan lighthair ungu itu langsung menyodorkan sebungkus permen pada Shun.

"Aku tahu. Harganya 7.500"

"Ahahah, permen Yu..."

Kai dengan cepat membungkam mulut Shun dengan salah satu telapak tangannya.

"Jangan sebut merkkkk!"

Mata ungu cowok sang kasir itu kemudian beralih pada Kai.

"Kai-san, apa yang kamu butuhkan?" Cowok itu langsung tersenyum tipis berusaha ramah pada Kai.

"Heh? Kau cuma tersenyum pada Kai?!"

"Sudahlah, Shun. Tolong 2 botol air mineral yang dingin"

Hajime langsung bergegas menuju kulkas mengambilkan 2 botol air mineral.

"Hajime-san, kau tidak perlu repot! Aku bisa ambil sendiri!" Kai merasa tidak enak hati.

"Tak apa. Jarang sekali aku mengambilkan barang yang customer inginkan"

"Ahahaha! Kalau begitu, kami pergi dulu, ya!" Kai menyeret Shun yang masih betah.

"Tunggu dulu, Kai. Aku bahkan belum minta nomor ponselnya"

"Jangan berbuat hal aneh aneh! Ibumu pasti pingsan kalau kau ketahuan menggoda Hajime di videocall!" Kai memperingatkan Shun.

"Kai..."

"Eh?"

"Mau kujadikan patung lilin?"

"Itu sih aku enggak mau!" Protes Kai.


Rui Minaduki, cowok yang memiliki rambut panjang hingga bahu berwarna hijau sayur terlihat sedang mengetuk pintu rumah Kai.

Tok Tok Tok

"Assalamualaikum, Kai-san? Kau ada didalam?"

"Guten Morgen, Rui! Cari Kai-san, ya? Dia lagi pergi sama Shun" sapa You Haduki, pemilik rambut merah dengan memakai tas backpack merahnya.

"Pergi dengan Shun-san?" Tanya Rui dengan suara super lemah lembut.

"Yep! sebentar lagi pasti balik kok! Ja, aku pergi ke kampus dulu ya, Rui!"

"Ehhm. Hati-hati You-san" balas Rui suara lemah lembut.

Shun dan Kai bertemu You secara kebetulan saat mereka berdua hendak pulang ke rumah.

"Oi, Kai-san!" You menyapa Kai.

"Pergi kuliah, You?"

"Ya, hari ini praktek dance lagi, makanya pagi-pagi banget. Hehe Shun-san habis dari kota sebelah ya?"

"BACOOOOT!"

"Shun!" Kai menegurnya.

"Maksudku, kau ini berisik sekali You-san, aku takut jika bibirku mendarat di bibirmu lho kalau kau terlalu berisik~" Shun kembali dengan nada bangsawannya.

"Dih, Homo! Aku duluan ya, Kai-san. Bye! Bye!" You melambai pada Kai dan berlari menjauh dengan perasaan merinding.

"Sombongnya~"

"Salahmu juga sih" Kai berpose facepalm. Mungkin dia sudah facepalm seratus juta kali sejak berteman dengan Shun.