Foodie

.

.

.

Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.

.

.

.

Pair : Various pairings (or you can request too) ((only for bap, bts, toppdogg, got7, and blockb))

Genre bisa berubah di setiap update.

.

.

.

Inspired by food, ofc. ((authornya doyan makan))

.

.

.

Chapter 2, Bento & Ramen : Yongguk x Daehyun (1.112 words)

Rating : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort

"Karena rasanya berbeda saat kau makan ditemani orang yg kau cinta..."

.

.

.

Happy reading, readers!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Daehyun sedang mengacak-acak isi kulkasnya. Ini sudah larut malam tapi dia masih saja lapar. Hanya ada satu bar coklat, oh tidak, Daehyun sedang ingin makanan gurih. Menyerah, akhirnya dia kembali ke kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di kasur lalu mencoba tidur, berusaha menahan rasa laparnya. Tapi semakin lama dia mencoba, rasa lapar itu semakin menjadi. Daehyun hampir saja menangis karena laparnya jika saja dia tidak teringat sesuatu. Di dekat rumahnya ada restoran jepang yg buka hingga tengah malam. Daehyun melihat ke arah jam di dindingnya, masih jam 10 malam. Lalu Daehyun bergegas keluar dari kamarnya, tak lupa mengambil dompet dan mantelnya. Dia keluar kemudian mengunci pintu rumahnya.

Jalan di sekitar rumahnya sudah mulai sepi, hanya ada beberapa kendaraan yg berlalu lalang dan beberapa orang yg lewat. Sepanjang jalannya menuju restoran ramen yg berjarak hanya 15 meter dari rumahnya itu, Daehyun hanya menggosok-gosokkan tangannya mengusir hawa dingin yg membuat tangannya sedikit kebas. Seoul di malam hari memanglah dingin. Langkahnya sedikit dipercepat, dia ingin segera sampai di restoran karena tidak tahan dengan rasa laparnya. Saat matanya melihat sebuah bangunan bergaya khas jepang, Daehyun mulai berlari.

KLING KLING

Bunyi bel seperti bel sinterklas itu adalah hal pertama yg dia dengar saat dia memasuki restoran itu. Lalu Daehyun langsung duduk di salah satu meja dekat pintu, dia kemudian membaca buku menunya. Dibalik-baliknya halaman di buku itu. Restoran ini menyajikan banyak jenis makanan jepang. Ada banyak jenis ramen, sushi, sashimi, onigiri, teriyaki, okonomiyaki, dan...ah Daehyun akhirnya memilih bento.

Bento? Makanan khas jepang yg biasanya disajikan untuk bekal itu?

Dan ternyata Daehyun memilih bento itu karena dia ingin kenyang lebih lama, maka sekalian saja dia makan makanan berat. Daehyun masih memindai bento apa yg ingin dia pesan. Ada banyak macam bento. Seperti :

Chuka Bento : bento yg berisi makanan china.

Noriben : bento yg tersaji dengan nasi dan dilumuri kecap dengan rumput laut.

Sake Bento : bento yg lauk utamanya adalah ikan salmon bakar.

Sushizume : bento yg berisi sushi.

Hokaben : bento yg biasa disajikan di restoran jepang.

Daehyun akhirnya memilih Sake Bento, alasannya simple, karena dia sudah lama tidak makan salmon. Lalu dia memanggil seorang pelayan, yg mulai mencatat pesanannya.

"Satu Sake Bento, dengan tambahan wasabi dan mayones. Lalu dango, dan ocha." Ucap Daehyun tersenyum pada pelayan wanita itu.

"Hai'." Balas si pelayan dengan logat jepang yg sangat kental.

Daehyun lalu menunggu pesanannya. Restoran ini ternyata tidaklah sepi, ada sepasang anak muda yg sedang berbincang sembari memakan dango di meja bagian tengah, seorang nenek yg meminum teh-nya dengan tenang di meja dekat jendela, dan...seorang lelaki yg sedang menatapnya di meja seberangnya. Daehyun tidak bisa mengenali lelaki itu, yg jelas tubuhnya lebih tinggi (menurut perkiraan Daehyun), wajahnya juga familiar, sayangnya Daehyun tidak bisa melihatnya jelas karena si lelaki menggunakan hoodie yg membuat wajahnya tidak terlihat.

Daehyun mengacuhkannya, toh sekarang bento itu sudah datang dan dia langsung mengambil sumpit kayu yg baru dan langsung memakannya. Baru saja dia akan memasukkan potongan salmon bakar ke dalam mulutnya, si lelaki tadi menghampiri mejanya dan langsung duduk di depannya.

"Hai, Daehyun." Sapa si lelaki setelah membuka Hoodienya, dengan senyum bodoh terukir di bibirnya.

"HUWAHH!" potongan salmon bakar dan sumpit yg ada di genggaman Daehyun itu jatuh kembali ke dalam kotak bentonya. Pandangan 'ada-apa-?' ditujukan kepada Daehyun, dari semua yg ada di restoran itu.

"Astaga, Yongguk-hyung! Untung saja aku tidak punya riwayat penyakit jantung!" tangan Daehyun mengusap-usap dadanya sendiri, masih kaget.

"Hehe maaf." Ucap Yongguk dengan cengiran.

"Aku benci sekali padamu, hyung." Pout kecil terbentuk di bibir Daehyun.

"Lapar melanda? Haha." Ejek Yongguk saat melihat bento di depan Daehyun.

"Ish hyung berhentilah mengejekku. Dari dulu kau selalu mengejek nafsu makanku!" pout di bibir Daehyun kini berubah maksimal, terlihat sangat manis di mata Yongguk.

Yongguk jadi teringat dulu Daehyun selalu membangunkannya dari tidurnya hanya karena lapar larut malam, sekilas memori muncul di ingatannya.

"Hyung, bangun, aku lapar." Ucap Daehyun sembari mengguncang-guncang tubuh Yongguk yg tertidur itu.

"Daehyun, masaklah sendiri, aku baru saja pulang kerja." Sahut Yongguk dengan geraman rendah, kesal tidurnya diganggu.

"Tapi aku mau makanan cepat saji, hyung! Ayo bangun!" kini Daehyun mulai menarik-narik lengan Yongguk.

Daehyun tak habis akal, kemudian dia menyeringai, mendapatkan satu cara yg ampuh untuk membangunkan Yongguk, "Hyung, kalau kau tidak bangun juga, aku tidak akan menerima lamaranmu."

Dan benar saja, Yongguk langsung terbangun dan memeluk Daehyun.

"Iya, aku bangun, dasar tukang makan."

Ah... Yongguk rindu saat itu, saat mereka masih bersama, saat Daehyun selalu berkata dia mencintainya, saat mereka merencanakan masa depan bersama, saat...mereka belum berpisah. Yongguk tersenyum pahit menerima kenyataan bahwa Daehyun yg saat ini duduk di depannya bukan lagi miliknya.

"Hyung? Kau kenapa?" Daehyun mengibaskan tangannya didepan wajah Yongguk, menyadarkan Yongguk dari lamunannya.

"Tidak." Yongguk menggeleng.

"Yasudah." Daehyun kembali memegang sumpitnya.

"Hyung tidak pesan sesuatu?" lanjut Daehyun sebelum menyumpit salmon bakar di bentonya lagi.

"Tonkatsu Ramen." Jawaban Yongguk mendapat respon bentuk 'O' sempurna dari bibir tebal Daehyun.

Daehyun kembali memakan bentonya, dan Yongguk menopang wajahnya sembari melihat Daehyun makan. Alih-alih menunggu. Daehyun makan dengan lahap, seperti biasa.

Yongguk masih tidak menyangka, 6 bulan terpisah, mereka bertemu kembali di restoran jepang yg buka 24 jam itu. Karena sejak berpisah akibat salah paham yg ditimbulkan oleh hubungan Yongguk dengan sahabatnya-Himchan yg membuat Daehyun cemburu buta, yg Yongguk ingat Daehyun pulang ke Busan untuk mengurus bisnis hardware keluarganya yg cukup terkenal itu. Yongguk menetap di Seoul, melanjutkan karirnya sebagai produser musik dan penulis lirik. Tidak ada kontak, karena Daehyun meminta Yongguk untuk melupakannya. Dan Yongguk...tidak pernah bisa.

Yongguk memperhatikan Daehyun, tanpa sadar ramen pesanannya sudah datang. Yongguk mengucapkan terima kasih kepada si pelayan yg membalas ucapannya dengan hanya senyuman.

"Selamat makan." Yongguk tersenyum pada Daehyun, lalu mulai memakan ramennya.

Daehyun mendongak, mengalihkan pandangannya dari kotak bento itu dan terkesiap melihat senyum Yongguk. Senyum yg dulu menjadi favoritnya. Jantung Daehyun berdebar kencang, tanpa ia sadari.

"Hyung."

Yongguk menatap Daehyun yg memanggilnya,

"Apa aku membuat kesalahan besar dulu?"

Yongguk kini mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yg Daehyun katakan.

"Apa...semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki?" Daehyun menunduk,

"Kau ini bicara apa." Yongguk tersenyum seolah dia tak tahu apa-apa.

"Kau tahu kan aku selalu menganggapmu benar." Lanjutnya.

"Lebih baik terlambat memperbaiki daripada menyesal merusak, bukan?" kin senyum terkembang di wajah Yongguk. Daehyun pun melakukan hal yg sama, hanya saja pipinya merona, entah karena apa.

Mereka pun kembali memakan makanan mereka masing-masing, yongguk makan dengan lahap, begitu pula Daehyun.

"Hyung, selama ini aku belum pernah melihatmu makan selahap itu." Ucap Daehyun.

"Karena rasanya berbeda saat kau makan ditemani orang yg kau cinta..." balasnya.

"Kau akan makan dengan lahap karena rasa bahagia yg ditimbulkan oleh orang yg kau cinta itu ada di dekatmu." Lanjut Yongguk.

Dan mereka menghabiskan malam itu bersama, dengan Bento dan Ramen yg menyatukan mereka kembali.

.

.

.

End