Naruto Fanfiction

Disclaimer : Masashi Kishimoto

I just borrow his Chara

Just About Us!

Warning!

I'm a New Author. And this is my first story in Naruto FanFiction. As you know, there will be so much typo, AU, YAOI, OOC,and so much more.

Pairing!

SasuNaru, ItaKyuu

Slight!

NaruSaku

Read first, and please give me your Review.. It's my pleasure...

Sebelumnya ada yang mau aku tanya nih.. Dari Review(s) yang aku baca, katanya jangan terlalu banyak Bahasa Asing. Emang sih, waktu aku nunjukin cerita ke temen deketku juga dia komentarnya 'terlalu banyak bahasa inggris'. Tapi, emangnya Bahasa Inggrisnya susah ya? Padahal aku dah buat sesuai dengan percakapan sehari-hari. But, in this chapter, aku juga berusaha mengganti beberapa percakapan bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia (meskipun sedikit susah).

Tapi, ada beberapa yang memakai bahasa Asing selain Inggris. Misalnya Prancis. Soalnya ceritanya kan sekolahnya bertaraf Internasional, jadi biar ga hilang 'feel'nya, aku tetep pake bahasa itu. But, don't worry. Aku udah antisipasi, jadi nanti akan ada terjemahan bebasnya.

Dan.. Emang ada beberapa percakapan juga yang menggunakan Bahasa Inggris. Tapi, it just a litle conversation..

Ok! Sebelum ini menjadi tempat curhat dadakan, kita langsung aja ke cerita yang.. yah.. punyaku..

Please Enjoy.. ^.^

P.S : Disini akan ada beberapa prubahan bahasa di percakapan. Harap Maklum, dan aku juga akan mengurangi Typo.. Huehehehe...

Pemeran Utama :

Naruto Uzumaki (17 tahun)

Kurama Uzumaki (27 tahun)

Sasuke Uchiha (17 tahun)

Itachi Uchiha (27 tahun)

Chapter 2 : New Student

Kurama merasa capek sekali hari ini. Setelah piket selama semalam di Rumah Sakit, sekarang dia sedang dalam perjalanan ke rumah. Rencananya, pulang - tidur - makan - mandi - nonton sambil minum jus apel. Niatnya sih begitu, tapi...

"Kyuu-chan! Tolong bangunkan adikmu," kata Kushina pada Kurama. Dia memandang ibunya malas dan terus menonton TV. "Do it by yourself," kata Kurama ketus.

CTAK!

Sepertinya perkataan Kurama membuat urat kesabaran ibunya putus. "Kurama Uzumaki, aku menyuruhmu membangunkan adikmu! Lakukan sekarang," kata ibunya dengan aura yang mengerikan. Tapi, sepertinya itu bukan masalah untuk Kurama.

"Kaa-san! Aku ini lelah!" kata Kurama kesal pada ibunya. Akhirnya ibunya menyerah pada pemuda berambut merah tersebut. Dia meninggalkan Kurama di ruang keluarga sendirian, dan dia sendiri yang membangunkan Naruto.

"Naru-chan! Wake up! It's already 6 o'clock! Naru-chan?" kata ibunya membangunkan Naruto sambil mengguncang-nguncangkan tubuh anak bungsunya itu. Naruto sedikit menggeliat sebelum membuka matanya.

"Ngh.. Mom, jam berapa sekarang?" tanya Naruto parau, suara khas orang baru bangun tidur. Kushina tersenyum, " jam enam pagi. Ayo bangun," kata Kushina. Naruto dengan pelan keluar dari tempat tidurnya, dan mengambil handuk di sudut kamarnya.

"Mandilah," perintah ibunya dan Naruto hanya mengangguk ngantuk dan berjalan ke kamar mandi. Sementara ibunya menyiapkan baju sekolah Naruto.

"Ittekimasu," kata Naruto di depan rumahnya.

"Itterashai," balas ibunya. Lalu, Naruto pun berangkat ke sekolah. Tapi, tidak lupa menjemput pacarnya.

"Naruto-kun, kau lama sekali," kata Sakura di pintu gerbang rumahnya. Naruto hanya tersenyum minta maaf.

"Gomenasai Hime. Tadi, aku telat bangun. Ayo, kita ke sekolah," ajak Naruto. Mereka pun berangkat ke sekolah bersama.

"Jadi, akan ada murid baru ya?" ulang Sakura ketika Naruto selesai menceritakan percakapannya dengan Kepala Sekolah. Naruto mengangguk. "Laki-laki atau perempuan?" tanya Sakura.

"Nanti juga tahu," kata Naruto sok misterius.

"Oh begitu sekarang. Baik Naruto-kun, kalau kau tak mau memberi tahu, kita ga usah kencan selama seminggu," kata Sakura pura-pura marah.

"Eh?! Kau tidak serius kan Sakura-chan?" kata Naruto panik. Tapi memang dari sananya Sakura ingin menjahili Naruto, dia berlari meninggalkan Naruto yang sekarang mengejarnya sampai di gerbang sekolah.

"Hosh.. Hosh.. Larimu cepat juga Sakura-chan," kata Naruto kehabisan nafas.

"Haah.. Hahh.. Kau juga," balas Sakura kehabisan nafas. Mereka berdua keringatan. "Ya sudah, ayo kita masuk kelas," ajak Sakura sambil menggandeng tangan Naruto berjalan masuk ke kelas XI IPA 3.

"Ohayou minna," sapa Sakura saat mereka memasuki kelas mereka.

"Ohayou Sakura-chan, Naruto-kun," balas mereka serempak. Sakura segera menaruh tasnya di bangku dekat jendela dan Naruto meletakkan tasnya di bangku sebelahnya.

"So sweet... it's still morning but, you two already making out (disini, making out artinya bermesraan)," kata Ino melihat mereka berdua.

Kontan wajah mereka berdua memerah mendengarnya. "Ino! Whatya mean 'making out'?" kata Sakura yang wajahnya memerah. Naruto hanya nyengir gugup.

"Yo Naruto! Pinjam PR bahasa Prancis-mu dong," kata Kiba secara tiba-tiba. Naruto hanya mengeluarkan buku pr-nya dan menyerahkannya pada Kiba, "here." Dan dengan senang hati Kiba menerimanya. Bukan hanya Kiba, tapi beberapa anak juga.

Sakura duduk di bangkunya dengan kepala menghadap keluar kelas. Naruto duduk disampingnya.

SREG!

Pintu kelas dibuka dan masuklah Tsunade. Kelas menjadi tenang mendadak. Yang menyalin PR langsung menghentikan aktivitas mereka. "What is she doing here?" bisik Sakura tapi Naruto hanya menggeleng.

"Apakah Naruto Uzumaki sudah datang?" tanya Tsunade. Sontak seluruh pasang mata menoleh melihat Naruto. Dan Naruto bangkit pelan-pelan, "yes Ma'am?" kata Naruto.

"Setelah bel berbunyi, tolong segera ke ruangan saya," kata Tsunade dan dia segera keluar dari kelas itu.

Setelah kepergian tsunade, teman-teman Naruto melihatnya dengan tatapan bingung. "Why she ask you to come to her room?" tanya Sakura. Tapi Naruto hanya menggeleng, "entahlah."

KRING! KRING! KRING!

Bel masuk berbunyi. Naruto menyiapkan buku untuk pelajaran pertama dan segera keluar dari kelasnya menuju ruangan Tsunade.

TOK! TOK! TOK!

"Masuk," kata Tsunade dari dalam ruangannya. Naruto menghela napas sebelum masuk. "Excuse me Tsunade sensei," kata Naruto. Tsunade hanya mengangguk dan mempersilahkan Naruto duduk. Dan, disebelah Naruto duduk seorang laki-laki yang kemarin makan malam bersama keluarganya.

"Sasuke Uchiha," kata Naruto begitu melihatnya. Yang namanya dipanggil hanya menoleh sekilas pada Naruto dan tatapannya kembali lurus ke depan.

"You know him? Bagus sekali. Then take him to his class now. He is in the same class with you," kata Tsunade.

"Yes Ma'am," kata Naruto dan kemudian mengajak Sasuke ke kelas XI IPA 3. Di perjalanan, tak ada yang berbicara.

"Apa selalu memakai bahasa inggris?" tanya Sasuke tiba-tiba. Naruto tersentak kaget.

"Ya. Tapi khusus dengan guru saja. Kalau dengan teman sebaya, kita bebas menggunakan bahasa Inggris, atau Jepang. Sebenarnya tak hanya bahasa Inggris saja, tapi juga bahasa Prancis," kata Naruto menjelaskan.

"Itu sebabnya kau berbahasa inggris di rumah?" tanya Sasuke.

"Well, sebenarnya itu hanya kebiasaan keluargaku dulu," dantuntutancita-cita, jelas Naruto.

"I see," kata Sasuke. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kelas XI IPA 3.

SREG!

"Excuse me Asuma sensei. I'm with the new student," kata Naruto di depan kelas. Seketika pandangan satu kelas menuju Naruto dan Sasuke.

"Oh. Uzumaki tolong kembali ke tempat dudukmu, and you, the new one, please introduce yourself infront of class," perintah Asuma. Naruto segera kembali ke bangkunya dan Sasuke berdiri di depan kelas memperkenalkan diri.

"Je m'appelle Sasuke Uchiha. Je suis 17 ans. Je suis (1)..." Sasuke memperkenalkan diri dalam bahasa prancis. Yang gadis terpana melihatnya bahkan memuja, yang pria, biasa saja. {1. Nama saya Sasuke Uchiha. Umur saya 17 tahun. Saya..}

"Vous pouves vous asseoir sur la siege arriere(2)," perintah Asuma. Sasuke hanya mengangguk dan duduk ditempat yang ditunjuk. Ternyata Sasuke duduk bersebelahan dengan Hinata. {2. Kamu bisa duduk di bangku belakang.}

"Salut (3), Uchiha," sapa Hinata. {3. Halo.}

"Salut," balas Sasuke datar.

"Okay Classe, nous continuons nos lecons. Ouvrez vos livres et s'il vous plait lire la page 213 premiers paragraphe (4), Nara-san," kata Asuma sambil membuka halaman. Yang ditunjuk membaca hanya mendengus mendengar permintaan gurunya. Tapi, dia toh berdiri juga. {4. Baik, sekarang kita lanjutkan pelajaran kita. Tolong buka halaman 213 dan tolong baca dengan keras,}

Shikamaru membacanya dengan sedikit malas. Heran, padahal teman-temannya punya buku, mengapa harus dibaca keras-keras?

-SKIP-

"Jadi ini Gym, biasanya pelajaran olahraga disini. Sebelahnya adalah Lab. Fisika. Biasanya dipakai untuk ujian praktek dan latihan. Sekarang..." Naruto menjelaskan dengan semangat. Berbeda dengan Sasuke yang ingin sekali tidur karena bosan.

"Hei! Apa kau mendengarkan?" tanya Naruto saat ia melihat Sasuke yang tidak fokus. Sasuke hanya mendengus.

"Kau tahu, aku tak akan lama di sekolah ini," kata Sasuke datar. Saat ini mereka berada di depan gerbang kantin.

"Aku tahu. Tsunade sensei told me," balas Naruto.

"You know that I wouldn't be friends with either of you. Will not make friends on facebook, or retweet your twiter," kata Sasuke masih tetap datar. Naruto hanya menghela nafas.

"Aku tahu. Karena itu aku akan membuatmu tinggal disekolah ini," kata Naruto mantap. Sasuke hanya mendengus.

"You're too confident Uzumaki-san! You will not able to change me," kata Sasuke dingin. Tapi Naruto menatapnya. Sebuah ide muncul di pemikirannya. Ide gila yang mempertaruhkan harga diri dan reputasi. Tapi layak dicoba.

"Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika kurang dari seminggu ini kau dikeluarkan dari sekolah, kau memang, dan aku akan mengundurkan diri sebagai Ketua OSIS. But, kalau kau tinggal di sekolah ini lebih sebulan, maka aku memang," tantang Naruto. Sasuke tersenyum sinis mendengarnya.

"Apa kau sadar apa yang kau katakan barusan? Kau tak bisa menarik kembali ucapanmu," kata Sasuke memincingkan matanya.

"I'm sure," jawab Naruto mantap. Sasuke menyeringai sinis. Pemuda di depannya berani taruhan dengannya. Dan Sasuke selalu menang taruhan.

"Punya nyali juga kau. Baiklah, deal," kata Sasuke setuju dan pergi meninggalkan gerbang kantin dengan seringai sinis di wajahnya.

Naruto menatap kepergian Sasuke dan segera menuju kantin, dan bergabung dengan teman-temannya.

"Naruto-kun!" sapa Sakura saat melihat Naruto berjalan kearahnya.

"Sakura-chan. Hi Guys. May I join with you?" tanya Naruto. Sakura segera menggeser tempat duduknya dan Naruto duduk disana.

"Dimana Sasuke Uchiha?" Tanya Ino celingukan saat melihat Naruto datang sendirian ke kantin.

Tapi Naruto hannya mengangkat bahu tak acuh. "Apa yang terjadi pada kalian berdua?" Tanya Sakura ketika melihat sikap Naruto.

"Nothing," jawab Naruto tak acuh. Sakura memilih diam dan melanjutkan makannya. Naruto juga segera mengambil makanan di kantin sekolahnya. Makaroni dan minumnya jus jeruk.

"Itadakimasu," kata Naruto dan segera melahap makanannya.

KRING! KRING! KRING!

"I'm finish," kata Naruto. Dia mengelap bibirnya dengan serbet yang tersedia di meja kantin dan minum jus jeruknya. Teman-temannya juga melakukan hal yang sama.

"C'mon guys. Kita harus buru-buru. Setelah ini pelajaran Singa betina. Kita tak mau di terkam singa marah karena telat masuk kan?" kata Ino yang mendapat cekikikan dari kawan-kawannya.

"Hey,Sabtu kemarin aku menonton Catching Fire di 21Cinema," kata Sai saat di perjalanan.

"WHAT! Kau curang sekali!" kata Ino, Sakura, Naruto, Kiba, Choji dan Shikamaru bersamaan. Sai hanya menatap teman-temannya dengan senyuman minta maaf.

"Sorry guys. Pamanku memintaku menemaminya menonton. Aku tak bisa menolaknya kan?" jelas Sai. Teman-temannya hanya memakluminya.

"Okay. Gimana kalau Sabtu nanti?" Tanya Naruto pada teman-temannya yang lain.

"I'm free this Saturday. How about you guys?" Tanya Ino pada Choji dan Shikamaru.

"Yeah. Aku juga. Shika?" Tanya Choji diselingi makan cemilan.

"Hoam..Mendokusai. Aku bisa," jawab Shikamaru malas.

Naruto tersenyum. "Oke! Bagaimana denganmu Sakura-chan?"tanya Naruto sambil melihat kearah Sakura.

"Yeah. I'm free," jawab Sakura sambil tersenyum. "Tapi, kalau hanya berenam nggak akan seru. Bagaimana jika kita mengajak yang lain? Hinata, Neji, Shino, maybe?" kata Sakura. Yang lainnya hanya mengangguk menyetujui.

"Okay. I'll talk to Hinata and Shino later," kata Kiba.

"Menonton Catching Fire? Kapan Kiba-kun?" Tanya Hinata di tempat duduknya. Sasuke yang disebelahnya hanya diam saja.

"Rencananya sih Sabtu besok. Apa kau ada waktu?" jelasKiba. Hinata tampak berpikir sejenak.

"Siapa saja yang menonton?" Tanya Hinata.

"Naruto, Sakura, Ino, Choji, Shikamaru, dan aku. Just six of us," kata Kiba. 'Naruto-kun datang', batin Hinata.

"Okay. A-Aku bisa datang Kiba-kun," kata Hinata sambil tersenyum. Kiba tersenyum dan kembali ke tempat duduknya.

SREG!

Pintu kelas terbuka dan masuklah Anko sensei. Satu kelas langsung diam.

"Bonjour classe! Kita akan lanjutkan pelajaran Matematika. Hari ini kita akan membahas tentang Logika Matematika. Sebelumnya kita akan bahas PR yang kemarin. Nara kerjakan nomor dua, dan yang dibelakangnya kerjakan nomor 4," kata Anko sensei sambil menunjuk Shikamaru.

Yang ditunjuk hanya bangkit dari kursinya malas dan mengambil spidol dan mengerjakan di depan kelas. Yang duduk di belakangnya juga, Shino menuju depan kelas dan mengerjakan nomor yang disuruh Anko.

Yang lain melihat pekerjaan punya mereka dan mencocokkannya. Setelah mereka berdua selesai menerjakan, Anko memeriksa pekerjaan mereka dan berkeliling mengecek PR.

"Quej'aidonne au moment de l'exercice?(5)" Tanya Anko saat dia melihat buku Sasuke. Kosong. {5. Mana Pekerjaanmu?}

"Ma'am, dia murid baru disini. Baru masuk hari ini," kata Hinata menjelaskan. Anko mengangkat alisnya dan mengangguk. Dia kembali mengecek pekerjaan yang lainnya. Setelah berkeliling, dia kembali berkata,

"Baiklah, sekarang kita lanjutkan pelajaran kita. Buka halaman 234 tentang Logika dan kerjakan latihannya." Anak kelas XI IPA 3 segera membuka buku matematikanya dan mengerjakan yang diperintahkan oleh Anko.

"Tadaima," kata Naruto saat dia sampai di rumahnya.

"Okaeri, Naru-chan," kata ibunya dari ruang keluarga. Naruto melepaskan sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu kemudian menuju ruang keluarganya.

"What are doing Mom?" Tanya Naruto mendapati ibunya sedang menyulam sesuatu.

"Nothing," ibunya hanya menjawab seperti itu. Naruto mengangkat sebelah alisnya dan menuju kamar tidurnya.

BLUGH!

Dia menjatuhkan dirinya ke kasur empuknya. Dia mengambil buku agendanya dari dalam tas, dan melihat jadwal untuk besok.

Saturday : Watching Catching Fire

Dia tersenyum. Setidaknya besok tak ada PR, ulangan, atau pun tugas. Dia mengganti bajunya dengan baju yang lebih nyaman, dan turun kebawah.

Saat dia pergi ke ruang makan, he found nothing but Ramen.

Mom, dimana makan siangku?" Tanya Naruto.

"Ramen," jawab ibunya datar.

NOT AGAIN! Jerit Naruto dalam hati.

To Be Continued

To All my Reviewers..

I just want to say 'Thanks' but I know that 'Thanks' didn't enough to express my feeling.

Jujur aja, begitu tahu ada yang Review, aku seneng banget.. Rasanya seperti penambah tenaga untuk menjalani hari yang setiap hari mendung ini..

Akhirnya.. Aku cuma mau bilang, jangan bosen baca cerita ini.. Yeah, I know, that my fic is not good as the other, but I tried my best to write down my story..

Dan..

Last word.. RnR please?

Balasan Review..

Yuzuru

Makasih dah baca fic ini.. Di chapter ini aku dah mengurangi bahasa Inggrisnya kok..

Salam kenal juga... Makasih ya dah di review, makasih juga dah diingetin Typo-nya. Sebisa mungkin saya kurangin Typo-nya. Dan makasih juga udah suka sama fic ini. Saya berusaha meng-update ASAP, tapi.. yah.. the trouble is.. Ga selalu bisa buka Laptop. Well, sebagai anak SMA Jurusan IPA, dengan tugas menggunung, saya tidak menjamin akan cepat meng-update, tapi sebisa mungkin-dan kalau ada kesempatan- saya akan usahakan.

Monokurobo

Makasih atas masukan dan sarannya. Waktu saya menyuruh beberapa orang baca cerita saya, komentar mereka hampir sama, 'terlalu banyak bahasa inggris'. Tapi, saya berusaha mengurangi porsi bahasa inggrisnya. Emang agak sedikit susah sih. Jangan bosen sama fic ini ya...

Himawari Wia

Iya.. Ini SasuNaru.. Maaf ya, di chapter awal ga di tulis.. tapi, disini di tulis kok pairingnya..