Stand By Me

Genre : Romance, Drama

Chapter 2

Rate : T

Pairing : KyuMin

Warning : YAOI, Typo(s), Abal, OOC

Summary :Kyuhyun dan Sungmin adalah RIVAL. Mereka bersaing untuk mendapatkan hati seorang wanita. Namun, bagaimana jika cinta justru tumbuh ditengah persaingan mereka?

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Cerita ini murni milik saya

.

.

.

"Minnie? Kau mau kemana?" Nyonya Lee mengerutkan dahi melihat sang anak sore ini yang sudah berpakaian engkap dan rapi.

"Aku mau ke pergi berkencan Eomma" jawab Sungmin santai sambil memakai sepatunya.

"Berkencan? Dengan siapa? Kau kan baru sembuh sayang. Lebih baik istirahat saja" ucap Nyonya Lee khawatir.

Sungmin tersenyum lembut. "Aku sudah istirahat total selama dua hari perlu udara segar. Tenang saja, aku sudah benar – benar sembuh. Lagipula aku sudah berjanji". Ucap Sungmin meyakinkan.

Nyonya Lee memandang anaknya. "Hmm, ya sudah, itu kemauanmu dan tidak bisa di cegah. Asal kau ingat jangan sampai telat makan, Min"

"Arraseo Eomma, aku pergi dulu, annyeong"

.

.

.

"Kau!"

"Kau lagi? Kenapa kau mengikutiku terus, hah?

"Mwo? Siapa yang mengikutimu! Kau yang mengikutiku!"

"Enak saja. Buktinya sekarang kau ada disini, apa namanya?"

"Aku kesini karena ada janji"

"Aku juga ada janji"

"Ka–"

"Mianhae aku terlambat"

Kedua namja yang sedang bertengkar, menoleh kearah suara halus itu terdengar.

"Yumi-ah" sahut keduanya.

"Mianhaeyo, Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi aku datang terlambat" ucap Yumi masih dengan senyum penyesalan. Kedua namja itu –Kyuhyun dan Sungmin– masih terdiam bingung. Melihat itu, Yumi kembali menundukan kepalanya.

"Ah, mian. Aku lupa memberitahu kalian berdua. Ehm, karena waktu itu kalian mengajakku ke tempat ini pada hari yang sama. Maka aku putuskan untuk pergi bertiga. Tidak apa kan? Bukankah bertiga lebih seru?"

Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa mendesah pasrah mendengarnya. Rencana yang mereka bangun untuk berkencan dengan Kim Yumi pupus sudah.

"Tidak apa kan?" tanya Yumi lagi karena tidak mendengar jawaban dari keduanya.

"Tidak apa Yumi" jawab Sungmin dengan senyum dipaksakan. Sementara Kyuhyun hanya bisa menggaruk belakang kepalanya.

Yumi tersenyum senang. "Baiklah, kalau begitu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Yumi antusias.

Kyuhyun dan Sungmin saling pandang. Kemudian melempar pandangan pada Yumi kembali. "Terserah kau saja Yumi-ah" ucap Kyuhyun.

"Bagaimana kalo kita pergi menonton?" tawar Yumi berbinar.

"Baiklah" sahut keduanya pasrah.

.

.

.

"Ini" Yumi menyerahkan dua tiket kepada Kyuhyun dan Sungmin. "Sebenarnya aku sudah memesan online kemarin" terangnya.

"Seharusnya biarkan kami yang memesannya Yumi-ah" ucap Sungmin merasa tidak enak.

"Tidak apa. Aku terlalu bersemangat ingin menonton film ini. Jadi aku langsung memesannya"

"Ini film tentang apa?" tanya Kyuhyun yang merasa sangsi dengan judul film tersebut.

"Ini tentang–"

Drrt…drrt..

"Ah sebentar" ucap Yumi saat merasakan ponselnya bergetar. Dia melangkah menjauh untuk menjawab teleponnya.

"Hey, Sungmin. Menurutmu ini film apa?"

Sungmin menoleh. "Aku juga tidak tahu. Sudah, tidak usah banyak bertanya. Jika kau ragu, lebih baik kau pulang saja" ucap Sungmin mengibaskan tangannya.

Kyuhyun mendelik tidak setuju. "Dan membiarkanmu berduaan dengan Yumi? Tidak terima kasih"

Sungmin hanya memutar bola matanya.

"Hey, Sungmin" panggil Kyuhyun lagi.

"Apa!" jawab Sungmin sewot.

Kyuhyun berjengit. "Kau ini sewot sekali. Aku hanya ingin bertanya bagaimana keadaanmu? Kau kan baru saja sembuh, apa tidak apa jalan keluar seperti ini?" tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

Namun Sungmin tidak menyadari itu, dia justru tersenyum sinis melihat wajah Kyuhyun. "Maaf mengecewakanmu, tapi aku sudah sembuh seratus persen. Jadi lebih baik cari alasan lain untuk bisa 'mengusir'ku pergi".

Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih betah memandang wajah Sungmin yang sekarang terlihat lebih segar dibanding dua hari kemarin. Kyuhyun menghela nafas lega mengetahuinya.

"Kenapa sepertinya Yumi lama sekali"

Gumaman Sungmin menyadarkan Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok mungil Yumi. "Apa kita masuk duluan saja? Pintu bioskopnya sudah dibuka" usul Kyuhyun.

"Tapi, bagaimana dengan Yumi?" kata Sungmin ragu.

Kyuhyun berpikir sebentar. "Kita masuk saja dulu. Nanti di dalam kita hubungi Yumi lagi" tawarnya.

"Tapi..."

"Sudahlah, ayo" tanpa menunggu persetujuan Sungmin, Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menariknya kedalam bioskop tersebut. Sungmin yang awalnya kaget, hanya bisa pasrah mengikuti Kyuhyun yang menarik tangannya.

Drrt...drrt..

Sungmin merasakan ponselnya bergetar tepat saat dia sudah duduk nyaman.

From : Kim Yumi

Sungmin-ssi...Mianhae

Aku tidak bisa ikut menonton

Aku harus segera pulang

Sekali lagi mianhae, kau lanjutkan saja dengan Kyuhyun-ssi

Mianhae..

"Mwo?"

"Ada apa?" tanya Kyuhyun tepat disebelahnya.

"Yumi tidak jadi menonton, dia ada urusan" jelas Sungmin. "Lebih baik sekarang kita keluar" Sungmin berniat bangkit kalau saja Kyuhyun tidak menahannya.

"Kenapa keluar? Sayang kan kalau tidak jadi nonton"

"Tapi..."

"Sudahlah, tidak ada salahnya kan kalau kita tetap menonton film ini. Lagipula Yumi pasti akan merasa bersalah kalau dia tahu kita tidak jadi nonton karena dirinya"

Sungmin berpikir sejenak. Memang sayang kalau tiket ini terbuang percuma. Tapi situasinya sekarang berbeda. Dia menonton film hanya berdua dengan Kyuhyun! Oh, kenapa tiba – tiba suhu berubah menjadi sedikit panas?

Sungmin menoleh melihat Kyuhyun yang tengah santainya memandangi layar meskipun film belum diputar. Benar juga, kenapa dia tidak bisa bersikap santai seperti Kyuhyun? Tidak ada yang aneh kan menonton film berdua dengan sesama namja? Anggap saja bersama teman. Tapi...

"Sungmin, aku benar – benar penasaran! Menurutmu film ini akan menceritakan tentang apa ya?" pertanyaan Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin.

"A-aku juga tidak tahu" jawab Sungmin sedikit tergugup. Ia merutuki kebodohannya kenapa bisa sampai gugup menjawab pertanyaan Kyuhyun. Lihat akibatnya, kini Kyuhyun tengah memperhatikan dirinya.

"Kau kenapa? Apa merasa sakit lagi?" tanya Kyuhyun hendak menyentuh kening Sungmin sebelum Sungmin segera menepisnya.

"T-tidak aku hanya kaget" jawab Sungmin jujur.

"Kaget?"

"Ah! Itu filmnya mau mulai" ucap Sungmin mengalihkan Kyuhyun yang terus menatapnya lekat.

Merasa tidak akan mendapat jawaban memuaskan, akhirnya Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya pada layar besar yang terpampang jelas di depan.

.

.

.

.

"Kalau tahu filmnya seperti itu, lebih baik tadi aku keluar saja!" gerutu Sungmin sambil memotong – motong daging di piringnya.

"Dari tadi kau menggerutu terus. Sudah, makan saja yang benar" jawab Kyuhyun sebelum menyuap makan malamnya.

Saat ini mereka sedang menikmati makan malam di sebuah restoran. Setelah dua jam lebih duduk terdiam menyaksikan film yang menurutnya membosankan. Awalnya Sungmin ingin langsung segera pulang, tapi Kyuhyun memaksanya untuk makan malam terlebih dahulu yang entah mengapa langsung dijawab anggukan kepala Sungmin tanpa perlawanan.

"Tapi memang film itu sangat membosankan! Kenapa Yumi memilih film seperti itu"

"Yumi kan seorang yeoja, tentu saja dia menyukai film romantis seperti itu. Lagipula menurutku cerita di film tadi cukup menarik" jawab Kyuhyun santai melanjutkan makannya.

Sungmin melirik. "Apanya yang menarik?" tanyanya.

Kyuhyun meletakkan alat makannya dan menopang dagunya. "Di film tadi menceritakan kalau kedua pemeran utama itu adalah sahabat yang berubah jadi cinta, kan? Mereka bersahabat sejak kecil, sayangnya yang lebih dulu menyadari ada perasaan berbeda dari keduanya adalah sang pria. Meskipun cerita itu pasaran, tapi aku suka dengan cara sang pria mempertahankan cintanya" terang Kyuhyun membuat Sungmin mengerjap tida mengerti. Sejujurnya, Sungmin tertidur mulai dari pertengahan film sampai di detik film itu berakhir. Melihat awal film itu, ia sangat yakin akan sangat membosankan sehingga memutuskan untuk tidur. Dia mengira Kyuhyun pun akan sama sepertinya. Tidak disangka ternyata Kyuhyun menikmati film tersebut.

"Tidak disangka" gumam Sungmin kecil. "Aku sudah selesai. Kau yang bayar ini semua kan? Kau yang mengajakku makan jadi kau yang harus bayar!" teriak Sungmin mengacungkan pisau makan ke wajah Kyuhyun.

Kyuhyun berjengit kaget melihatnya. "Ya! Turunkan pisau-mu! Tidak perlu khawatir, aku yang akan membayarnya! Kau tenang saja" Sungmin terkekeh pelan melihat wajah pucat Kyuhyun.

"Aku seperti pria yang sedang mengajak makan kekasihnya saja" gumam Kyuhyun yang terdengar samar oleh Sungmin.

"Apa?"

"Tidak. Pelayan!"

"Ya, Tuan?" tanya pelayan sopan.

"Aku minta bill"

"Baik, mohon tunggu sebentar"

Setelah sang pelayan pergi untuk mengambil bill, Kyuhyun segera mengambil dompetnya, namun–

"Sungmin"

"Hmm?"

"Dompetku tidak ada"

Sungmin yang masih asik meminum jus-nya, tersedak. "Uhuukk..Apa? dompetmu tidak ada?"

Kyuhyun mengangguk. "Iya, padahal jelas – jelas aku memasukkannya ke kantung belakang, tapi tidak ada" Kyuhyun terus memeriksa setiap tubuhnya.

Sungmin tersenyum mengejek, "Cih, bilang saja kau tidak punya uang untuk membayar semua makanan ini. Kalau tidak punya uang, bilang saja! Tidak usah berpura – pura kehilangan dompet. Sudahlah, biar aku yang bayar" ucap Sungmin seraya mengeluarkan dompetnya.

"MWO?" ucap Sungmin tiba – tiba.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Dompetku juga tidak ada!"

"Apa?" teriak Kyuhyun panik. "Kapan terakhir kali kau memeriksa dompetmu?" tanya Kyuhyun menyelidik.

Sungmin kembali mengingat. "Saat bertemu dengan Yumi sebelum masuk bioskop" katanya.

"Ah! Pasti ada yang mencuri dompet kita saat memasuki ruang bioskop, Min. Terakhir kali aku memeriksa dompetku juga sebelum masuk bioskop" ucap Kyuhyun yakin.

"Lalu bagaimana kita akan membayar makanan ini Kyu?" cicit Sungmin gelisah takut ada yang mendengar.

Kyuhyun berusaha berpikir segala cara untuk meloloskan mereka berdua dari situasi ini. Dia tidak mau berakhir dengan mencuci piring di restoran ini.

"Tidak ada cara lain selain kabur, Min" saran Kyuhyun.

"Mwo? Kau gila!"

"Tapi tidak ada cara lain, Min. Kita tidak bisa membayar makanan ini. Apa kau mau membayarnya dengan mencuci piring? Atau bisa saja kita dipukuli oleh keamanan tempat ini" jelas Kyuhyun ngeri.

"Tap–"

"Permisi Tuan. Ini bill anda"

Glekk

Lidah Sungmin mendadak kelu melihat seorang pelayan menyerahkan bill ke tangan Kyuhyun. Dalam sekejap dia merasa tidak bisa bernapas. Bulir keringat mulai keluar dari pelipisnya.

"Oh, baiklah" berbeda dengan Sungmin, Kyuhyun justru dengan santainya mengambil bill itu dan tersenyum pada sang pelayan. "Um, tapi aku ingin memesan satu menu lagi yang sama untuk dibawa pulang. Bisa kan?"

Tanpa menaruh curiga, sang pelayan dengan sopan mengundurkan diri membawa bill itu kembali dan segera pergi ke belakang untuk memberitahu pada sang koki menyiapkan menu yang sama.

"K-Kyu...kenapa kau memesan lagi? Kita mau membayar dengan apa?" tanya Sungmin gugup.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. "Ssstt...kau diam dulu" ucap Kyuhyun berbisik sambil mengawasi keadaan sekitar.

Greep

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin. "Ayo kita pergi dari sini Ming" ucap Kyuhyun sebelum berdiri dengan menarik tangan Sungmin.

"MWO?"

Dengan memasang wajah setenang mungkin, Kyuhyun melangkah keluar bersama Sungmin disebelahnya. Sesekali melempar senyum kepada pelayan lain yang menyapanya. Sementara Sungmin hanya bisa berdoa dalam hati semoga mereka tidak ketahuan dan berhasil lolos dari tempat ini. 'Aku harus membuat pengakuan dosa setelah ini' Batinnya.

Pintu keluar sudah terlihat di depan mata. Tinggal selangkah lagi mereka bisa bernapas lega sebelum–

"Tuan! Anda mau kemana? Ini pesanan anda dan bill-nya" teriak pelayan yang sedari tadi melayani mereka berdua.

"Kyu..."

"Aku hitung sampai tiga, kita lari" Kyuhyun menarik napas dalam. "LARIIII!"

"Ya! Jangan kabur kalian! Security kejar mereka! Mereka berdua belum membayar makanannya!"

.

.

.

"Hosh..hosh..hosh.. Kyu... berhenti sebentar, aku lelah" keluh Sungmin yang sudah dibanjiri peluh. Mereka sudah berlari sangat jauh dari restoran tersebut. Dan menurut Sungmin, tidak mungkin para penjaga itu mengejar mereka sejauh ini.

"Ayo Min. Ini belum jauh. Mereka bisa menangkap kita" ujar Kyuhyun cemas. Pandangannya masih beredar mengawasi keadaan.

"Tapi ini sudah cukup jauh Kyu. Tidak mungkin mereka mengejar sampai kesini" ucap Sungmin ditengah mengatur napasnya.

Kyuhyun mengusap wajahnya. "Ini belum jauh Min! Mereka–"

"Dimana kedua orang itu? Cepat cari dengan teliti"

Kyuhyun dan Sungmin membelalakan mata mendengar suara berat itu sangat dekat. Mereka berniat untuk berlari lagi sebelum menyadari kalau mereka terjebak di jalan buntu.

"Coba periksa gang kecil itu" seruan seseorang terdengar.

"Bagaimana ini?" tanya Sungmin panik saat mendengar langkah – langkah kaki semakin mendekat.

Kyuhyun mengepalkan tangan dan memejamkan matanya sebelum dengan cepat melepaskan jaket yang dia dan Sungmin pakai dan membuangnya ke tempat sampah. Dengan sigap dia tarik tubuh Sungmin merapat pada tubuhnya.

Chu~

Sungmin melebarkan matanya terkejut saat tanpa aba – aba Kyuhyun mencium bibirnya. Sungmin yang awalnya marah dan akan mendorong tubuh Kyuhyun, akhirnya mengerti ketika dia melihat tiga orang penjaga restoran berada di ujung gang ini. Dengan perlahan Sungmin memejamkan mata, takut penjaga itu menyadari.

Kyuhyun semakin merapatkan tubuh mereka hingga tidak sengaja bagian bawah tubuh mereka bergesekan dan mengirimkan sensasi aneh ke seluruh tubuh mereka.

"Ya! Dasar anak jaman sekarang semuanya mesum! Berciuman di gang sempit seperti ini. Dasar tidak tahu malu!" ujar seorang penjaga sengaja dibesarkan agar mereka mendengar.

"Sudahlah Hyung. Jangan mengganggu mereka, biarkan saja. Tujuan kita kan bukan untuk mencampuri urusan mereka" ujar penjaga lain yang lebih muda.

"Benar kata Taesuk. Lebih baik kita cari mereka di tempat lain sebelum mereka berdua pergi terlalu jauh"

Penjaga yang berujar kesal tadi akhirnya mengangguk. "Baiklah, ayo!" ujarnya seraya pergi meninggalkan dua orang yang sedang berciuman di gang sempit diikuti oleh kedua penjaga lain.

Sepertinya kepergian ketiga penjaga tadi sama sekali tidak mengusik Kyuhyun dan Sungmin. Entah mereka sadar atau tidak, mereka berdua masih saja melanjutkan aksi mereka. Malah dirasa semakin dalam.

Kedua tangan Kyuhyun yang tadinya berada di pinggang Sungmin, berpindah ke tengkuk Sungmin dengan satu tangan lain masih menahan pinggangnya. Sementara tangan Sungmin entah bagaimana sudah mengalung mesra di leher Kyuhyun.

Keduanya masih terlarut dalam sebuah ciuman –yang tadinya berniat untuk mengecoh– berubah menjadi pagutan dalam. Kyuhyun yang paling mendominasi. Ia menyesap rasa manis dari permukaan bibir plump menggoda milik Sungmin.

Tidak puas hanya bermain diluar, Kyuhyun memutuskan untuk menjelajah bagian dalam mulut Sungmin. Ia menggigit pelan bibir bawahSungmin. Dan seketika itu juga, Sungmin tersadar dengan apa yang dia lakukan.

"Apa – apaan kau?" tanyanya setelah berhasil mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Dengan napas tersengal, dia mengusap bibirnya yang terlihat merah membengkak dan basah.

Kyuhyun yang masih terkejut karena kenikmatannya diputus begitu saja hanya bisa mengerjapkan mata sambil terus menatap Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan.

Ekspresi Kyuhyun itu membuat pipi Sungmin memanas. "Kau sengaja mengambil kesempatan ya" tudah Sungmin.

"Ya! Aku melakukan itu untuk melindungi kita! Kalau saja kau tidak lelah, kita bisa lebih menjauh dari mereka sehingga tidak perlu melakukan hal itu" bentak Kyuhyun tidak terima.

"Tapi mereka sudah pergi dari tadi! Kenapa kau masih melanjutkannya?"

"Mana aku tahu! Aku kan membelakangi mereka. Justru kau yang melihat mereka, seharusnya kau memberitahuku"

Sungmin mendadak tergugup. "A-aku... aku juga tidak melihat mereka" cicit Sungmin malu mengakui.

Kyuhyun menyeringai tampan melihat perubahan mimik dan intonasi suara Sungmin. Perlahan, Kyuhyun melangkah mendekati Sungmin. "Apa tadi kau memejamkan matamu?" tanyanya berbisik menggoda. "Apa kau terlanjur hanyut dalam ciuman kita tadi?" kali ini disertai hembusan napasnya di seruk leher Sungmin, membuat Sungmin hampir melenguh sebelum kembali mendorong tubuhnya.

"Ya! Kau–eungh"

"Min! Kau kenapa?" Kyuhyun berseru panik saat melihat tubuh Sungmin limbung. Dengan cekatan dia menahan tubuh Sungmin agar tidak terbentur aspal jalan.

Sungmin menggeleng lemah. "Tidak apa – apa. Aku hanya merasa kepalaku sedikit berputar" terangnya.

"Ini karena kau belum sembuh benar. Sudah kubilang seharusnya kau pulang saja dan beristirahat"

Sungmin sedikit mendelik. "Memangnya gara – gara siapa aku seperti ini, huh?" ujarnya menyindir.

Kyuhyun yang memang merasa bersalah hanya terdiam tidak menanggapi kata – kata Sungmin. Dia lebih memilih berjongkok dan menarik Sungmin keatas punggungnya.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" seru Sungmin dalam gendongan Kyuhyun.

"Menggendongmu, tentu saja" jawab Kyuhyun cuek sembari mulai melangkah keluar dari gang tersebut.

"Cepat turunkan aku!" Sungmin terus meronta dan menggerakkan kakinya agar Kyuhyun melepaskannya. Namun sepertinya hal itu sia – sia karena Kyuhyun justru terus berjalan sambil bersenandung kecil.

"Kyuhyun! Turunkan aku!"

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya tepat kearah Sungmin diatas punggungnya. "Kau sedang sakit, Min. Jika aku menurunkanmu, kau bisa saja pingsan dijalanan dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik kau diam dan terima saja. Aku hanya ingin menolongmu tidak lebih" ujar Kyuhyun dengan nada serius.

Akhirnya Sungmin mengangguk dan membiarkan Kyuhyun tetap menggendong tubuhnya. Sebenarnya Sungmin bukannya tidak suka, dia hanya merasa malu. Terlebih ketika dia mengingat dua belas tahun lalu saat keduanya masih kanak – kanak. Sungmin pernah terluka dilututnya karena terjatuh dari sepeda. Kyuhyun yang saat itu tangah berada di atas pohon sambil memakan buah, langsung turun dengan cepat menghampiri Sungmin. Dengan cepat dia membawa Sungmin diatas punggungnya seperti saat ini.

Ternyata Kyuhyun sama sekali tidak berubah. Dia tetap perhatian pada Sungmin meskipun hubungan mereka saat ini tidak sedekat dulu.

'Aku merindukan saat – saat itu'

.

.

Tubikon

Chap 2 hadir \o/

Mian kelamaan apdet dengan chap yg pendek pula..

Makasih buat yang udah nyempetin baca n review ^^

Terutama buat :

Sitara1083, sitapumpkinelf, Love Clouds, suciaticitrau, Zahra Amelia, reva kyuminelf, hideyatsutinielf, mayasiwonest .everlastingfriends, Silver Bullet 1412, ammyikmubmik, is)live89, hyuknie, Princess Pumpkins ELF, lia, Swwetfishycouple, sissy, chabluebilubilu, ChoLee, riesty137, manize83, ChoJhiMin, winecouple, Sung Hye Ah, maximumelf, requa, fariny, pumpkinsparkyumin, anomin, vivi sungminie, Minhyunni1318

Maaf kalo ada yang ga kesebut, keep review yaa :)

Gamsahae ^^ *bow*

restiero