Annyeong! Cia balik nih hihihi. Sebelumnya cia mau jelasin dulu asal usul ff ini karena cia sadar chapter kemarin banyak yang typo dan belum diganti namanya nah FF ini udah lama cia tulis dulu castnya Suju dan Yuri belum pernah aku post . nah tahun ini aku mulai aktf nulis lagi dan aku lagi demen banget ama Jaedo jadinya ff ini aku remake dengan cast yang berbeda. Kalau masih ada salah penulisan nama cia mhon maaf ya kadang mata gabisa diajak kerja sama .

dibanding cia banyak ngomong mending langsung baca lanjutanya ya chingu~ ^^

Jaehyun & Doyoung

cast

Jung Jaehyun

Ji (Kim) Doyoung (GS)

and NCT members


Happy Reading!^^

Doyoung POV.

" Kamu?!" tunjuk orang itu kepada ku entah apa yang membuat dia menunjuku hingga seperti itu. Aku pun hanya dapat menautkan alis dan memiringkan kepalaku dengan sesekali aku mengerjapkan mataku, memastikan apakah aku mengenal dia atau tidak Karena orang itu tetap menatapku intens, seolah-olah dia melihat setan saja ketika melihat wajah cantiku ini.

" Annyeonghaseyo chonun Ji Doyoung imnida, saya dongsaengnya Hansol oppa, bangeupseumnida" ujarku memperkenalkan diri dengan sesopan mungkin.

" Ah ne, Jaehyun imnida" ujarnya dengan sedikit gugup. Gugup ? entahlah aku tak terlalu ambil pusing mengenai itu, yang aku pikir namja bernama Jaehyun itu tidak menyukaiku, karena dengan tatapanya yang berubah menjadi dingin. Ish wajahnya itu seperti iblis, oh ani raja iblis.

Hansol POV

Aigoo lihat wajah kekagetan si Evil Jung itu, benar apa yang dibilang Soojung semalam, ah mulai saat ini aku akan mendukung rencana konyol Soojung sepenuhnya.

" Soojung ah aku sudah melihat reaksinya, benar-benar sesuai deskripsi yang kamu ceritakan semalam, sepertinya sekarang aku akan di dipihakmu, kalau kau membutuhkan bantuan untuk rencana gila mu , kau bisa meminta bantuanku nyonya Jung" ujarku setelah selesai mengetik pesan untuk Soojung, senyumpun tak pernah lepas dari wajahku.

Author POV

Karena kedatangan Doyoung yang begitu mendadak, Hansol belum sempat mencarikanya apartemen dan juga tempat tidur tambahan di dormnya, akibatnya banyak percekcokan kecil di dorm mengenai dimana Doyoung akan tidur. Pada akhirnya Doyoung tidur bersama Hansol. Hansol terlihat senang sama halnya dengan Doyoung hanya saja keputusan mereka mengorbankan seseorang.

Jaehyun POV

Ah jinjja, kaka beradik duo polos itu sengaja mengusir ku ? Aku tak habis pikir bagaimana kedua orangtuanya dapat mendidik anak-anak yang kadar kepolosanya nyaris sama padahal kan mereka berbeda umur cukup jauh. Seperti sekarang, aku sudah menduga bahwa yeoja itu akan memilih tidur bersama oppanya, tapi hey aku pun tidur dikamar yang kau pilih.

" Bagaimana Jaehyum? Kamu tidak keberatan kan?" tanya Hansol hyung lembut.

" Ah, silahkan saja hyung tapi sepertinya aku pun harus pindah kekamar lain " ujar ku datar.

" Padahal gak apa-apa kok Jaheyun oppa, aku bisa tidur dilantai kok jadi oppa tidak perlu pindah kamar." Ujar Doyoung sambil tersenyum tapi terdengar sedikit ketakutan dari nadanya berbicara.

" Aku bilang begitu ya sudah begitu saja!' ujarku tanpa melihat wajahnya.

" Taeyong hyung, Jeno ya aku pindah ke kamar kalian ya , disana ada ranjang kosongkan. Aku hanya membawa bantal, guling dan diriku saja kok tidak akan membawa gadget-gadget mahalku kok" ujarku panjang lebar.

" Sekarepmu lah Jung" jawab Taeyong hyung cuek.

" Jinjja, gomawo hyung" jawabku sambil tersenyum memeluk Taeyong hyung. Aku pun baru tersadar bahwa Doyoung tengah menunduk, mungkin dia merasa bersalah karena secara tidak langsung dia berhasil mengusirku dari kamarku sendiri. Dan memang nada bicaraku pun memang sedikit ketus, ah eotte? Jaehyun babo, kau benar-benar babo.

Author POV

" Doyoung ah, sudah tidak usah menunduk seperti itu, si evil itu memang menyebalkan" ujar Taeyong yang berhasil menangkap perubahan di wajah Doyoung.

" Ah, ne oppa hanya saja aku merasa betul-betul merepotkan oppadeul disini terutama Jaehyun oppa habis permintaan aku untuk tinggal di kamar Hansol oppa membuat Jaehyun oppa terusir dari kamarnya sendiri" ujar sambil menunduk.

" Tidak kok, kamu jangan berpikir seperti itu kami semua senang kau tinggal disini lagi pula kami disini memang berkewajiban melindungi yadongsaeng kita satu-satunya, soal Jaehyun tak perlu di pikirkan dia memang seperti itu " ujar Taeyong yang berusaha untuk membuat Doyoung untuk tidak semakin merasa bersalah.

" Benar Doyoung, sebaiknya kau istirahat saja, Jaehyun biar kami para hyungdeulnya yang mengurus" ucap Johnny membantu Taeyong untuk membujuk Doyoung.

" Baiklah, gomawo oppadeul aku istirahat dulu ne" ujar Doyoung sambil tersenyum.

" Jaljayo Doyoung ah" ujar Hansol sambil mengecup sekilas kening Doyoung , Doyoung pun hanya membalasnya dengan tatapan sarat kelelahan dengan senyuman yang sangat manis.

-ooo-

Soojung POV

Sudah kuduga dia memang seperti itu, tak kusangka Hansol pun menyetujui seluruh rencanaku yang awalnya dia mati-matian menolak membantuku karena dia berpikir rencanaku ini rencana terkonyol dari seluruh rencana hebatku selama ini. Aish kau memang jenius Soojung, benar kau memang jenius. Ucapku dengan sangat puas setelah melihat pesan dari Sungmin beberapa menit lalu. Tiba-tiba ponsel ku bergetar dan senyum iblispun mengembang ketika melihat caller id yang tertera di layar ponsel ku ' Captain evil Jaey'

" Yob" belum beres aku mengucapkan salam aku buru-buru menjauhkan ponselku dari telingaku.

" YA! Noona apa yang kau lakukan? Ini pasti semua ulahmu kan" teriak si evil Jaey.

" Ani, noona bahkan baru mengetahui dia baru tiba di Korea siang tadi dari Hansol yang memberi pesan pada noonamu ini" ujar ku sambil berusaha menahan tawaku dengan reaksi dongsaeng kesayanganku ini.

" Aku tak bisa percaya dengan mudah pada noona, bahwa noona iblis sepertimu tidak melakukan hal-hal yang menyusahkan namdongsaengnya" hardik Jaehyun.

" Hey, kau itu raja iblis mana mungkin ada yang berani mengusik ketenanganmu, selain orang yang pangkat keiblisanya lebih tinggi darimu" ujarku yang tak terima dengan hardikan Jaehyun.

" Arraso- arraso, tapi aku sebal karena dia aku harus tidur dengan Taeyong hyung dan Jeno karena dia ingin tidur dia kamarku bersama Hansol hyung" ujar Jaehyun dengan nada sedikit memelas.

" Itu perjanjian yang dia buat dengan ummanya , jika dia tidak menerima perjanjian itu dia tidak di izinkan untuk pindah ke Korea" ujarku memberi penjelasan pada Jaehyun.

" Benar juga sih, kalau dia tidak tinggal dengan Hansol hyung dia akan tinggal dimana untuk membiasakan dirinya disini. Kalau begitu aku memaafkan noona" ujarnya dengan nada polos.

" Ya! Siapa yang meminta maaf padamu Pabo!" ujarku tak tahan mendengar kesemena-menaan adiku.

" Aku jenius noona, oh ya kapan noona akan bertunangan?" ujarnya dengan santai yang malah membuatku bingung akan menjawab apa lagi.

" Hm, Jae apakah Doyoung tahu kau adik noona?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

" Ani, dia tidak mengenalku dan tidak menanyakan noona padaku" ujarnya

" Baguslah kalau begitu" ucapku singkat.

" Noona ak harus menutup telponya aku dipanggil Johnny hyung, annyeong" ujarnya memberi salam.

" Annyeong evil Jung" ujarku sambil menutup ponsel ku.

Benar-benar sesuai dengan rencanaku, lebih baik sekarang aku melihat perkembanganya dulu setelah itu baru memulainya. Ah ini benar-benar sangat menyenangkan.

-000-

Author POV

" Semuanya pada memenuhi jadwal masing-masing, ternyata hanya aku sendiri yang berlibur" gumam Jaehyun yang melihat dorm sangat sepi.

" Annyeong oppa" ujar Doyoung memberi salam pada Jaehyun yang tengah menikmati serealnya.

" Eh, hi Doyoung ah kau mendapat pesan dari Johnny hyung, Hansol hyung atau siapapunlah?" tanya Jaehyun pada Yuri.

" Ani, mereka hanya menyuruhku membuatkan oppa sarapan. Yang ada di persediaan hanya sereal makanya aku menyimpanya dimeja makan agar oppa bisa langsung membuatnya sendiri" ujar Doyoung dengan menyunggingkan senyumnya.

" Ne gomawo, kau mau pergi kemana ?" tanya Jaehyun yang melihat Doyoung sudah berpakaian dengan rapih.

" Aku mau mendaftar ke universitas oppa disini dibilang hari ini hari terakhir pendaftaran" ujar Doyoung sambil memberikan brosur sebuah universitas.

" Doyoung ah kau sudah belajar?" tanya Jaehyun tiba-tiba.

" Sudah sedikit, memang ada apa oppa?" tanya Doyoung innocent.

" Aish kau ini, coba kau lihat disini jelas-jelas tertera bahwa hari ini memang pendaftaran terakhir dan hari untuk tes masuk universitas ini juga tau" ujar Doyoung gemas dengan kebodohan Doyoung untuk membaca huruf hangul yang ada di brosur.

" Jinjja? Ottoeke? Aku harus segera sampai di tempatnya untuk belajar sebentar kalau begitu" ujar Doyoung karena kaget dan menyesal dengan kebodohanya membaca hangul.

" Ya, kau mau kemana? Kau tahu rute bus untuk ke universitas ini tidak?" ujar Doyoung sedikit berteriak melihat Doyoung yang bergegas menuju pintu.

" Molla, aku hanya tahu gedungnya saja oppa" ujar Doyoung dengan tampang yang sangat polos.

" Ya, kau ini bagaimana mungkin kau bisa sampai disana tepat waktu kau sendiri tidak tahu akan naik apa kesananya. Aish yasudah kau berangkat bersamaku saja sekalian aku akan pergi kerumah orang tuaku" ujar Jaehyun gemas dengan kepolosan Doyoung yang benar-benar membuat dirinya frustasi. Jaehyun bertambah geram dan frustasi ketika Doyoung tak menjawab ataupun merespon ajakanya.

" Ckckc, aku tahu aku tampan, tapi jangan sampai memelototiku seperti itu" ujar Jaehyun lagi.

" Asih, kau narsis sekali oppa aku hanya tak menyangka pangeran iblis sepertimu bisa menawarkan bantuan kepada orang lain" ucap Doyoung dengan wajah polos andalanya. Jaehyun yang mendengar hanya dapat mendengus.

" Kau ini menghina orang yang telah menawarkan bantuan padamu, apakah ini budaya yang kau pelajari di London oeh?" ucap Jaehyun tanpa ampun.

" Ah sudahlah, ayo oppa katanya mau mengantarku" ucap Doyoung sambil menarik lengan Jaehyun menuju pintu. Yang ditarikpun hanya dapat menurut. Hey kemana Jaehyun yang selalu memberontak itu?

Perjalanan pun dihabiskan dalam diam, hanya terdengar Jaehyun yang beberapa kali memberitahu rute bus dan pemberhentianya kepada Doyoung, tapi sepertinya Doyoung benar-benar tidak mengerti atau memang sama sekali tidak mendengar.

" Nah sekarang kita sudah sampai di depan universitas Seoul" ujar Jaehyun. Merasa tidak mendapat sahutan Jaehyun pun menolehkan kepalanya ke arah Doyoung.

" Aish YA! Ji Doyoung iroena palli ireona palli palli" ujar Jaehyun sambil mengguncang-guncang tubuh Doyoung karena dengan teriakan saja Doyoung tidak bergeming sedikitpun dari tidurnya.

" Oppa, kita sudah sampai? Mianhae aku malah tertidur di mobilmu" ujar Doyoung sambil masih mengucek-ngucek kedua matanya.

" Gwenchana, aku hanya merasa sia-sia memberitahumu jalan menuju universitas ini dengan semangat padahal dirimu saja tidak mendengarnya sama sekali" ujar Jaehyun datar.

" Mianhae oppa, jongmal mianhae" ujar Doyoung sambil menunduk.

" Sudahlah, kau harus bergegas sisisr dulu rambutmu dan ingat aku akan menjemputmu disini" ujar Jaehyun.

" Mengapa oppa mau menjemputku?" tanya Doyoung sambil menyisir rambutnya. Jaehyun yang awalnya terdiam lalu tersenyum memamerkan evil smirk andalanya.

" Kau ini sudah syukur aku tadi menjelaskan rute pergi dan pulang ke dorm selama perjalanan, tapi kau sama sekali tidak mendengarnya. Aku hanya tak ingin dimarahi Hansol hyung, tadi aku sempat memberitahunya bahwa kau pergi di antar olehku" ujar Jaehyun panjang lebar.

" Baiklah kalau begitu, oppa aku boleh meminta no hp mu?" tanya Doyoung lembut.

" Baiklah kemarikan hpmu" ujar Jaehyun yang langsung mengetikan nomornya.

" Tuh sudah, kalau bisa kau harus menghubungiku setengah jam sebelum kau beres arraso?" tanya Jaehyun sambil menatap manik mata Doyoung intens.

" Ne, oppa arrasoeyo" ujar Doyoung.

" Kajja kau seharusnya cepat masuk nanti tidak keburu untuk belajar, tapi sepertinya waktu untukmu sempit sekali Ji Doyoung tinggal 15 menit tersisa untuk memulai mengerjakan soal" ujar Jaehyun sambil memperlihatkan brosur tadi dengan mencocokan waktunya dengan jam tanganya.

" NE oppa jongmal gomawoyo aku akan segera menghubungimu" ujar Doyoung sambil bergegas keluar meninggalkan mobil Jaehyun.

" Chonma, good luck ya untuk ujianya" ujar Jaehyun yang langsung melesat meninggalkan area universitas ini.

Doyoung POV

"Aish pabbo sekali kau Ji Doyoung mana mungkin aku bisa tidak membaca salah satu bagian terpenting yang ada pada brosur itu" ujarku dengan kesal amat kesal. Apalagi hari ini aku benar-benar merepotkan Jaehyun oppa. Doyoung kau seharusnya bisa benar-benar belajar hidup mandiri disini bukan malah menambah daftar orang yang kau repotkan. Saat aku masih sibuk untuk merutuki kebodohanku hari ini ada seseorang yang menyenggol bahuku cukup keras.

" Mianhamnida, aku tidak sengaja menyenggolmu" ujar seorang yeoja yang langsung membantuku berdiri.

" Ah, nan gwenchana" ujarku langsung pergi meninggalkan yeoja tadi karena aku melihat jam ditangan ku menunjukan bahwa dalam 7 menit lagi ujian masuk universitas akan segera dimulai.

" Cocok sekali" ujar yeoja tadi walaupun aku sudah menjauh dari dia tapi aku masih bisa mendengar ucapanya dengan jelas. Setelah tidak mendengar lagi suara wanita tadi yang masih berbicara aku memulai kembali umpatan-umpatan untuk diriku sendiri, ah benar-benar sial sekali hari ini. Aku pun mengerjakan soal tanpa berhenti merutuki kebodohanku yang cukup banyak di hari ini.

Author POV

" Yoboseo. Oppa sepertinya aku sudah menemukan orang yang sesuai dengan kriteria yang kau tunjukan padaku , ne benar dia cocok sekali dengan gadis yang kau deskripsikan" ujar seorang wanita.

" Jinjjayo? Dimana kau menemukanya?" tanya suara di sebrang sana.

" Dikampusku, sepertinya dia calon mahasiswa baru nanti aku akan cari tahu tentang dia. Aku yakin kau akan terkejut jika aku berhasil membawanya ke hadapanmu" ujar wanita itu dengan senang.

" Okelah, beri aku kabar selanjutnya ne" ujar sesorang disebrang telpon sana.

" Ne oppa anyyeong" ujar wanita itu menutup ponselnya. Dan sesekali melihat ke arah perginya Doyoung dengan tersenyum, ya senyum sejuta makna.

TBC


Yeay Chapter ke 2 udah ke post! ayo baca chinguu~ Cia mau balas review chapter kemarin.

lalaxxx : huhuhu mianhae chingu mereka gaada di ff ini. itu karena belum ke edit chingu.. mianhaee TT tapi tetep baca ya ff ini heheh.

ddyoung : iya itu emang bener chinguuu, maafkan aku yaa TT ntar ntar aku bakal lebih teliti lagi. gomawo saranyaa~ baca terus yaa hihi.

Chingudeul~ makasih banyak buat yang udah baca dan ngasih masukan di ff ini ^^ Cia harap kalian gaakan bosen untuk baca dan gaakan bosen buat ngasih masukan ke cia untuk ff ini hoho. ditunggu masukanya ya chingudeul~