Senpai yang menyebalkan! Tapi…


Fanfiction by: Rambu no baka

Om Masashi Khisimoto

Hinata X Sasuke

OOC, gaje, typos, bahasa yang muter-muter dan segala macamnya.

Rate: M (demi keselamatan mata dan jantung)


Bila nggak suka coba dibaca ulang siapa tahu jadi suka #Maksa


Selamat membaca

.

.

.

.


Barisan rak-rak buku memenuhi ruangan ini. Deretan buku dari berbagai penulis dan penerbit dari mulai edukasi hingga fiksi ada di perpustakaan kampus ini.

Di telisik lebih jauh dalam barisan buku dengan judul mistery dan fiksi terdapat seorang gadis yang tengah asik membaca. Menghiraukan sekitar bahkan seakan tidak takut akan keberadaan sosok tak kasat mata yang dikabarkan ada di perpustakaan ini.

.

.


Hinata POV


Aku bersandar pada sisi rak buku paling pojok. Menyendiri sambil membaca buku tentang berbagai hal. Untuk kali ini buku 'Pergaulan Remaja' menarik minatku. Menelisik lembar demi lembar sambil mencari titik menarik dari hal-hal berbau remaja. Mulai dari Fashion, Makanan, tempat berkumpul hingga Seks bebas.

"Shit! Kenapa tidak ada reaksi!

Sekelumit umpatan mampir di telingaku. Tidak terdengar jelas karena memang itu hanya bisikan hati. Ya! ini perpustakaan dan tidak mungkin ada mahasiswa yang mengumpat secara terang-terangan.

"Ughh… Ayolahh… bangunnnnn…"

"sial. Sial! SIAL! Kenapa aku bisa sesial ini sich!"

"Ayolah! Susah sekali membuatmu ereksi!"

"SEMUA KARNA SI BODOH ITU!"

Kali ini suara yang aku dengar semakin kencang dan seakan berteriak. Aku mencoba menenangkan diri dan menghilangkan suara-suara yang mengusikku. Hell! Ini perpustakaan tapi masih saja ada orang yang dengan entengnya berteriak-teriak. Sekali lagi, aku mencoba mengabaikan suara laki-laki –entah siapa.

"Ayolah ereksi! Ugh… Penis bodoh!"

Ughh… apa-apaan itu! Kata-kata vulgar yang sangat tidak cocok diucapkan saat ada di tempat ini. Aku akan sangat membenci siapapun orang yang saat ini dengan mudahnya berkata vulgar begitu.

"Ughh! Kenapa aku tidak bereaksi saat melihat wanita disetubuhi? Shit! Ada apa dengan penisku?!"

'Swich' perempatan tak kasat mata hadir di dahiku saat mendengar suara itu lagi.


.

.


Mencoba kembali berkonsentrasi –entah untuk yang keberapa kalinya. Dan suara yang justru lebih erotis aku dengar. SIAL! Aku sangat butuh ketenangan. Dan dengan sangat terpaksa, Akhirnya aku mencoba menajamkan pendengaran. Memejamkan mata mengeluarkan 'sedikit' kekuatanku dan mencoba mencari tahu siapa yang membuat kegiatan membacaku terusik.

Tanpa terasa, gelap menjadi semakin terang… sudut-sudut ruang perpustakaan mulai terlihat jelas dalam pejaman mataku dan saat aku mulai semakin fokus, aku dapat melihat seorang pemuda yang berusia kira-kira lebih tua satu tahun dariku sedang memandang layar ponsel miliknya yang menayangkan adegan dewasa yang –ugh! Sangat tidak layak di tonton oleh– eh tapi dia sudah dewasa sih sepertinya.

Telinganya tertutup handsfree. Aku rasa dia sangat berkonsentrasi dengan apa yang saat ini terlihat diponselnya. Di layar 5 inchi itu, aku dapat melihat adegan yang sangat amat membuat siapapun merasa gerah

'terlihat seorang wanita asia yang sedang menungging dan tengah disetubuhi oleh pria berwajah bule. Desahan demi desahan terdengar. Tangan sang pria bahkan tak tinggal diam. Digenggamnya payudara sang wanita sambil mengecupi bagian bahu memberikan beberapa tanda kemerahan di sana.'

Ughh—mencoba mengalihkan pandangan dari video yang ada di ponsel. Aku kembali memandangi pemuda yang sejak tadi mengganggu diriku. Seseorang yang aku duga Mahasiswa, berambut hitam kebiruan dengan mata berwarna hitam yang terlihat sayu. Kulit seputih porselen serta hidung mancung. Semakin menjelajah dirinya di sana aku dapat melihat tangan kanan pemu- maksudku pria itu memegang ponsel sedangkan tangan lainnya digunakan untuk memegang bagian tengah celananya.

ASTAGA! Mataku sudah tercemar! Hilang sudah keperawanan mataku hiks…

Ugh…dengan segera aku menggelengkan kepala kemudian membelalakkan mata mencoba mengusir pandangan yang sempat aku lihat menghilangkan kekuatanku sesaat. Bangkit dari tempatku duduk. Aku bergegas keluar dari perpustakaan ini.

Lebih baik aku yang mengalah dan memilih membaca buku di tempat lain selain Perpustakaan ini. Mungkin Atap atau taman belakang bisa menjadi pilihan yang tepat. Daripada aku melihat pemuda gila yang sedang mastrubasi sambil melihat video hentai.


.

.

.


END Hinata POV


.

Seorang gadis baru saja keluar dari Perpustakaan. Pipinya yang putih tergores rona merah yang terlihat begitu alami. Sesekali terdengar rutukan dan gumaman dari sang gadis.

Masih teringat jelas apa yang sejak tadi membuat pipinya merona. Seorang pemuda –yang dia duga adalah senpainya di Universitas ini tengah melakukan kegiatan yang bisa dibilang sangat tidak baik –bagi dirinya.

Sesekali gumaman seperti 'Untuk apa dia merangsang dirinya sendiri?' atau 'Bukankah orang tadi itu, senpai yang paling di gilai seluruh mahasiswi?' terus dan terus gumaman itu menghantui dirinya.

Mencoba mencari cara agar melupakan hal yang baru saja dia lalu. Sang gadis mulai memasang hansfree dan mendengarkan lagu favorit nya.


.

.

.


Dia Hinata Hyuga. Gadis yang baru saja keluar dari perpustakaan. Salah satu mahasiswi terbaik diangkatannya namun juga termaksud mahasiswi yang pendiam dan tertutup.

Satu hal yang tidak diketahui siapapun kecuali Hinata dan Kami-sama. Bahwa sosok Hinata Hyuga adalah gadis dengan sejuta keajaiban

Hinata Hyuga adalah salah satu keturunan keluarga utama Hyuga. Dia adalah anak pertama dari keluarga Hyuga. Adiknya –lebih tepatnya- Adik kembarnya bernama Hanabi Hyuga. Hinata memiliki kelebihan yang kadang dia sebut dengan 'kesialan'. Kelebihan yang Hinata miliki adalah dapat membaca pikiran orang lain terutama pikiran yang menjurus ke hal-hal berbau mesum.

Dalam sejarah. Keluarga hyuga memang terkenal dapat membaca pikiran. Namun, hanya Hyuga spesial yang mendapatkan keistimewaan tersebut. Tidak ada patokkan apakah dia harus anak sulung atau bungsu.

Keistimewaan ini membuat sang 'Hyuga spesial' diincar banyak orang. Baik dari klannya sendiri maupun dari klan lainnya.

Dan Hinata adalah salah satunya.


Secara singkat Hinata adalah 'Hyuga spesial' dan belum ada yang tahu kelebihan ini.


Semua itu Hinata ketahui saat tanpa sengaja mendengar kakak sepupunya –Neji Hyuga- sedang melakukan mastrubasi di kamar tamu –dirumahnya- sambil menonton video hentai. Saat itu Hinata sedang belajar dan kemudian merasa terusik. Penasaran, Hinata memutuskan menajamkan pendengarannya dengan menutup mata dan… munculah visualisasi saat-saat Neji melakukan mastrubasi.


.

.

.


Seminggu setelah kejadian di perpustakaan

Saat ini Hinata sedang membaca di bawah rindangnya pohon oak di taman belakang Universitas Konoha (UK). Merasakan semilir angin dan hembusan udara pagi. Akhir-akhir ini Hinata lebih sering membaca di sini, dibandingkan membaca di Perpustakaan.

Kejadian seminggu yang lalu membuatnya menghindari perpustakaan. Yah… meski sampai saat ini Hinata masih penasaran mengapa pemuda yang ada di perpustakaan melakukan hal 'itu'. Bahkan Hinata baru menyadari bahwa pemuda tersebut adalah senpainya yang paling terkenal –Sasuke Uchiha—senpai yang digilai banyak wanita dan merupakan keluarga pemilik Universitas ini.


Merasa jam pertamanya akan segera dimulai, Hinata memutuskan menyudahi acara membacanya.


Berjalan menyusuri lorong kampus. Menunggu tepat di depan lift untuk mencapai kelas pertamanya yang ada di lantai tujuh.

Universitas ini sangat elit. Ada sekitar sepuluh lantai untuk memuat tiga fakultas dan salah satunya adalah fakultas yang Hinata geluti.

'ting' pintu lift terbuka.

Orang-orang yang sejak tadi menunggu, ikut masuk dan berdesakkan di dalam lift. Hinata kini berada di sisi pojok lift. Tidak jauh darinya terlihat seorang senpai berambut pirang yang sedang berpikiran mesum sambil sesekali menggesekkan bagian depan tubuhnya pada bagian belakang mahasiswi berambut coklat.

'Shit! Bahkan di lift yang sesak bigini aku masih bisa bersenang-senang.' Begitu kiranya gumaman sang senpai.

'Ugh… Penis milik Naruto senpai sangat keras. Bahkan aku rela bersetubu di lift jika itu dengan dirinya.' Nah kalau yang ini, suara sang gadis dengan rambut coklat. Sang gadis tidak merasa keberatan. Justru dirinya semakin menempelkan tubuh bagian belakangnya dengan Naruto

'Aku jadi iri dengan Mika-san! bahkan dia bisa merasakan dilecehkan oleh Naruto senpai.' cih! entah sejak kapan. Kata 'dilecehkan' terdengar sangat nikmat.

'Astaga! Astaga! Aku harus segera keluar dari lift mesum ini. Sebaiknya aku turun dilantai selanjutnya saja.' kalau yang ini suara hati Hinata yang mengumpat karena mendengar isi pikiran orang-orang dalam lift. Bahkan Hinata tidak habis pikir kalau mahasiswa di kampus elit ini rata-rata berpikiran mesum.

Saat lift benar-benar terbuka. Hinata memutuskan untuk turun. Ini lantai enam, jadi mau tidak mau Hinata naik melalui tangga darurat.


.

.


Skip time


Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Hinata memutuskan kembali berjalan kearah taman belakang kampus. Namun saat akan segera tiba, Hinata justru melihat ada pasangan yang sedang melakukan adegan ciuman. Dengan kesal Hinata memutuskan untuk berjalan kearah lift menuju Atap kampus.

Hahh entah kesialan apalagi yang akan dia terima demi menerima ketenangan saat ingin membaca buku. Banyak sekali hal yang mengejutkan Hinata hari ini, dan membuat Hinata yakin bahwa Universitas Konoha bukan hanya berisi remaja yang ingin mencari ilmu. Namun juga berisi remaja-remaja dengan hormon yang berlebihan.

Dua tempat favoritnya sudah masuk dalam daftar coretan tempat yang justru akan dia hindari. Berjalan kearah pintu atap secara perlahan Hinata dapat merasakan sejuknya udara sore. Dengan riang Hinata benar-benar menemukan tempat terbaik dan ternyaman di kampus ini.


.

.


Di kediaman Hyuga

"Kita harus segera melakukan test agar tahu apakah ada 'Hyuga spesial' untuk keturunan yang sekarang." Hiashi Hyuga kembali berbicara dalam rapat keluarga. Ini tentang penerus yang seharusnya sudah dipilih namun belum juga ditemukan yang cocok. Selain penerus itu harus berdarah murni Hyuga, sang penerus harus merupakan 'Hyuga spesial'. Hyuga spesial adalah Hyuga yang bisa membaca segala macam pikiran hati manusia juga Hyuga yang bisa melihat kegiatan apa yang sedang dilakukan orang lain meski tidak pada tempat tersebut.

"Apa kita harus melakukan test seperti sebelum-sebelumnya?" tanya seorang tetua Hyuga.

"Tidak! Kita hanya perlu mengajak keturunan lainnya berkumpul dan mulai memikirkan hal-hal mesum. Aku yakin 'Hyuga spesial' tidak akan kuat dan salah tingkah. Dan saat itulah kita akan memutuskan anak tersebut untuk meneruskan klan ini." Ide ini dicetuskan oleh Hyuga generasi ke tiga, lebih tepatnya generasi satu tingkat di atas Hiashi.

"Jangan konyol! Hyuga tidak semesum itu!" nah kalau yang ini sanggahan langsung dari Hiashi.

"Turunkan saja sedikit gengsimu. Aku juga tahu kau merasa kesepian saat Haruka sudah tidak ada lagi di sini. Sesekali bertingkah seperti remaja kelebihan hormone juga tidak masalah, kan?"

"Hn, Terserah."


.

.


Kabar dicarinya 'Hyuga spesial' membuat publik menjadi gempar, masalahnya mereka sangat tahu apa yang dimaksud dengan 'Hyuga spesial'. Tidak perduli Hyuga itu laki-laki atau perempuan, bungsu atau sulung. Dewasa, remaja atau anak-anak. Jika dia salah satu 'Hyuga spesial' maka jabatan dan segala kekayan jatuh ke tangan sang 'Hyuga spesial'


Kembali ke Hinata, ini adalah hari-hari tenang setelah masa ujian di kampus. Meski tidak ada kegiatan, Hinata tetap memutuskan untuk datang ke kampus. Lebih tepatnya dia hanya ingin menghindari kegiatan pencarian 'Hyuga Spesial'.


.

.


Hinata melangkah… mendekati sofa yang memang sudah lama ada di atap ini. Mencari posisi yang nyaman, akhirnya Hinata memutuskan merebahkan dirinya dengan bagian kepala yang meyandar pada lengan sofa. Tatapan wajahnya tepat mengadap pintu. Jadi jika ada orang lain yang masuk Hinata bisa dengan leluasa melihat orang tersebut.

Dan… benar saja, dengan tidak sengaja Hinata melihat sosok seorang pemuda yang selama ini dia hindari. Di sana, tepat di pintu atap Sasuke Uchiha sedang terengah. Peluh membasahi dahinya, tangannya berada di lutut dengan posisi tubuh yang membungkuk. Nafasnya terlihat terengah 'seperti dikejar maling saja'(batin Hinata). Sepertinya Sasuke tidak melihat keberadaan Hinata, karena dengan santainya Sasuke berjalan ke sudut lain atap.

Mendudukkan bokongnya di kursi kayu yang ada di sana. Tangannya menarik tas yang terselampir di bahu. Mengeluarkan laptop canggih miliknya.


Sasuke POV


Wanita-wanita berisik itu mengganggu kesenanganku saja! tidak tahu apa aku sedang konsentrasi agar bisa ereksi.

Hah! Untung di atap tidak ada siapa-siapa jadi aku lebih leluasa. Lebih baik aku main di sini saja deh.

Membuka situs www.P* aku memutuskan memilih video yang menayangkan adegan sepasang kekasih yang bermain di aula kampus. Adegan demi adegan coba aku nikmati, aku mulai membuka gesper dan retsleting celana jeansku. Tangan kiriku mulai menjelajah bagian tengah pahaku. Meremas, memijit dan sesekali menggerakkan tanganku. Sialnya masih tidak ada reaksi, milikku masih saja lemas tak bertenaga padahal tanganku sudah semangat melakukan pekerjaannya. Entah karma apa yang telah kami-sama berikan padaku hingga aku sulit ereksi. Padahal aku sudah datang kesemua ahli syaraf terbaik. Melakukan serangkaian test. Hasilnya tetap saja sama, aku tidak terserang penyakit apapun. Tidak ada syaraf kejepit atau penyakit lainnya.

Tanpa sadar pikiranku menjelajah ke masa lalu.


Flashback on


"Sasuke senpai. Izinkan aku memberikan mahkota berharga milikku. Aku akan memberikan ini sebagai ucapan selamat karena senpai lulus dengan nilai terbaik. Bahkan aku sudah menyiapkan kamar VVIP untuk kita. Apa senpai mau?" seorang gadis dengan seragam SMA konoha mencoba membuat Sasuke tertarik. Mengenakan pakaian ketat dengan dua kancing terbuka serta rok yang panjangnya hanya beberapa cm dari paha miliknya.

"Hn" hanya itu jawaban Sasuke. Namun sang gadis terlihat sangat senang. Dia mulai menarik lengan Sasuke membawanya ke Hotel yang sebelumnya dia pesan.

.

Memasuki kamar Hotel dengan agresifnya sang gadis menciumi Sasuke. Melumat dengan lembut bibir Sasuke seolah mengharapkan balasan atas ciuman yang dia lakukan. Sasuke mulai menanggapi tindakan sang gadis tangannya menuntun sang gadis untuk berjalan kearah kasur king size yang ada di tengah kamar. Sudah tidak lagi Sasuke perhatikan seperti apa kamar ini, yang jelas dia akan meladeni sang gadis hingga tak mampu berjalan.

Menyamankan diri. Sasuke memposisikan dirinya diatas sang gadis. Mulai menjalajah wajah, bibirnya mulai melumat liar bibir sang gadis. Melepas satu persatu pakaian sang gadis. Bibirnya mulai turun ke dua gundukan padat sang gadis, Sasuke menciumi kedua buah dadatersebut. Ia sama sekali tak pedulidengan rintihan gadis tersebut, iamenggigit puncak dada danmembuat pemiliknya mendesahterus menerus.

Satu tangannya mulai bermain diantara paha bagian dalam sang gadis. Memasukkan jarinya ke lubang yang masih sangat sempit Sasuke mulai merasakan lembabnya liang sang gadis.

Sang gadis hanya mendesah pasrah sambil meremas surai bokongayam milik sasuke. Dengan segera, sasuke memutuskan untuk melepaskan celana yang melekat ditubuhnya. Hingga akhirnya dia menyadari bahwa 'adik kecil' miliknya sama sekali tidak bangun padahal saat ini Sasuke sedang bergairah.

Mencoba tetap tenang. Sasuke mulai memasang pokerface miliknya tubuhnya yang sempat tersentak kini terlihat seolah-olah tidak tertarik dengan sang gadis. Dengan cuek Sasuke melangkah keluar kamar hotel, mengabaikan sang gadis yang merasa 'tanggung'.

Tepat saat pintu kamar hotel tertutup. Sasuke berlari dan bergegas menuju rumah sakit untuk mencari tahu mengapa hal seburuk ini terjadi padanya.


End Flasback


Kembali ke dunia nyata. Sasuke mulai memfokuskan pikirannya ke video yang menampilkan adegan demi adegan vulgar. Sedikit-demi sedikit benda berharga miliknya mulai menunjukkan keperkasaan. Wajah Sasuke terlihat berseri, terus saja dia gerakkan tangannya hingga tidak menyadari bahwa ada sosok gadis yang mulai mendekati dirinya.


...


Dibagian Hinata


Hinata yang sebenarnya sedang asik membaca merasa mulai terganggu. Dengan langkah kesal Hinata menghampiri Sasuke. Tepat dua langkah sebelum dirinya benar-benar dekat. Hinata dapat melihat wajah bahagia Sasuke, kedua sudut bibir Sasuke naik. Entah apa yang membuatnya terlihat bahagia. Tapi satu hal yang pasti, suara-suara dalam pikiran Sasuke semakin terdengar mesum dan vulgar. Hinata kembali melangkah seringai jahat jelas terlihat dari wajah ayu miliknya. 'Aku mau coba cara-cara gadis mahasiswi yang pernah menggoda Sasuke ah!'

Sedikit membungkukkan tubuh, Hinata mendekatkan bibirnya ke telinga kiri Sasuke.

"Sepertinya kau sedang senang senpai… Apa sebegitu senangnya hingga kau tidak menyadari keberadaanku hemm…"

'Shit! Milikku kembali lemas!' nah, bukannya membalas ucapan Hinata. Sasuke justru kembali fokus ke penis miliknya. Gerutuan kecewa dan tekukan di bibirnya menandakan kalau Sasuke masih belum menyadari adanya Hinata.

"Berhentilah menyiksa milikmu sendiri senpai…" Hinata semakin mendekatkan tubuhnya pada Sasuke. Mengabaikan degup jantungnya yang mulai menggila. Ada perasaan tertantang saat mencoba menggoda Sasuke. Dari yang Hinata dengar sejak tadi (dari isi pikiran Sasuke) Hinata dapat kesimpulan bahwa Sasuke mengalami gangguan pada Pen- Ugh! maksudnya 'adiknya'.

"SHIT! Senpai! Bisakah kau berhenti berpikiran mesum? Kau sangat mengganggu!" dengan kasar dan tanpa perasaan akhirnya Hinata menarik tangan kiri Sasuke yang sejak tadi masih asik bermain dengan penisnya. Hinata bahkan sama sekalii tidak merona atau membuang muka saat melihat penis milik Sasuke terlihat keluar dari celana jeans.

"Kau! Apa yang kau Lakukan bodoh!" dengan terburu Sasuke mulai merapikan celananya. Menggeram kesal. Sasuke menatap marah gadis yang membuat penisnya kembali lemah.

Onyx dengan Kelabu Lavender kini saling berpandangan.

'Hyuga' Batin Sasuke sambil tetap menatap mata itu dengan pandangan membunuh.

"Tatapanmu tidak akan menakutiku senpai!" Hinata membalas tatapan tajam Sasuke. Mendongak karena memang Sasuke lebih tinggi darinya (tinggi Hinata hanya sehidung Sasuke).

"Huh! Kau menggangu Hyuga! Kau membuat keasikanku mendadak hilang!"

"Kau yang menggangu senpai!"

"Hn. Maksudmu?! Jelas-jelas kau yang menggangguku." Nah hilang sudah gaya cool milik Sasuke.

"Berhentilah menggerutu sendiri! Dan jangan menonton video hentai di Perpustakaan atau di tempat-tempat lainnya!"

'dari mana dia tahu? aku… padahal aku tidak mengeluarkan suara sama sekali dan aku menonton kan sambil menggunakan handsfree. Atau jangan-jangan dia cenayang!' ini lagi pikiran tidak waras Sasuke yang terkenal jenius.

"Berhenti berpikir yang tidak-tidak senpai! Aku bukan cenayang! Salahkan pikiranmu yang terlalu mesum hingga aku dapat mendeng—ups!" Hinata menghentikan ucapannya. Merutuki mulut dan pikirannya yang sudah terlalu kesal hingga dengan cerobohnya hampir membocorkan rahasianya sendiri.

"Hyuga Spesial Heh?!" Seringai iblis terpahat di bibir merah milik Sasuke. Akhirnya Sasuke dapat menemukan alasan mengapa Hinata bisa tahu kegiatannya di Perpustakan sekitar beberapa minggu yang lalu. Wajah Hinata terlihat pucat, yang menandakan bahwa perkataan Sasuke memang benar.

Hinata menundukkan wajahnya. Gerak tubuhnya terkesan Kikuk.

"Ehmm… sen-senpai se-seper-tinya a-aku sud-dah harus pul-lang." Membalikkan badan, Hinata bergegas meninggalkan Sasuke. Namun dengan cepat Sasuke menarik lengan tanggannya "Kau harus bertanggung jawab Hyuga!" Nah lho! Skak mat deh Hinata.

Menolehkan kepalanya dengan patah-patah Hinata nyengir "Tap-tapi sen-p-pai—"

"Jika kau menolak. Jangan harap Rahasiamu bisa aman di tanganku Hyuga spesial." Sasuke menekankan ucapannya pada kata 'Rahasiamu' dan 'Hyuga spesial'.

Dengan pasrah dan terpaksa. Hinata mengikuti Sasuke yang menariknya entah kemana. Tentu sebelumnya Hinata membereskan barang-barang miliknya terlebih dahulu.


.

.

.

.


Apartemen Sasuke


Hinata masih saja menundukan wajah. Merutuki kecerobohannya yang sangat amat tidak berpikir kembali. Hinata baru sadar orang yang dihadapinya adalah Sasuke Uchiha, Uchiha bunsu yang terkenal arogan dan sombong -ah jangan lupakan keegoisan yang dia miliki.

Sasuke kembali menarik lengan Hinata. Membawanya masuk dan mendudukannya di sofa yang terlihat sangat mewah -ingat sangat mewah.

"Jadi, bisa kita mulai perjanjiannya Hyuga?" Nada bicara mengintimidasi sudah kembali pada Sasuke. Seringai iblis masih saja bertengger horror di bibirnya. Sasuke melangkah kesebuah ruangan yang Hinata duga adalah kamar miliknya.

lima menit...

sepuluh menit...

dua puluh lima menit...

Hampir satu jam Sasuke meninggalkan Hinata yang masih saja duduk diam di sofa. Mungkin saat ini Hinata terlihat bodoh karena tidak berpikir untuk melarikan diri. Tapi Hinata tau pasti bahwa Sasuke bukan orang yang asal bicara. Sasuke akan dengan senang hati memberi tahu publik bahwa Hinata adalah 'Hyuga spesial' dan Jika semua benar terjadi, maka tamatlah kebebasan Hinata.

'Sasuke senpai itu tega sekali membuatku menunggu! bahkan dia tidak menyediakan aku minum sama sekali.' Begitulah isi lamunan Hinata. Dia kesal juga bingung akan apa yang harus dia lakukan. Entah kemana perginya Hinata Hyuga yang tadi berani membisiki sosok Sasuke yang sedang mastrubasi. Jika kembali mengingat kejadian menarik tangan tadi, wajah Hinata akan bersemu samar. Tindakan bodoh dan nekat yang Hinata sendiri yakini bahwa dirinya tidak akan berani melakukannya sek-

'BRAK' suara benda yang dilempar ke meja tepat di hadapan Hinata membuat lamunan sang gadis buyar. Dipandangnya lembaran kertas yang dia yakini baru saja diPrint. Memandang penuh tanya pada Sasuke, Hinata justru mendapatkan pandangan sinis dari sang pemilik bola mata onyx. Kembali memandang kearah meja Hinata dapat melihat sekaleng minuman -yang diduga untuknya- namun fokus matanya kembali pada lembaran kertas.


Kontrak bantuan


Saya atas nama Hinata Hyuga akan dengan senang hati membantu tuan Sasuke Uchiha agar mendapat ereksi sempurna ketika bersama wanita.

Peraturan perjanjian ini antara lain:

1. Saya akan membantu tuan Sasuke agar kembali 'normal' apapun caranya

2. Saya akan rela meluangkan waktu saat tuan Sasuke memintanya

3. Hal-hal berkaitan dengan cara agar tuan Sasuke 'normal' akan saya cari dan saya catat

4. Jika tuan Sasuke membutuhkan diri saya untuk langsung membantunya saya akan dengan senang hati melakukannya

5. ...

6. ...

dst.

Kontrak ini saya tandatangani dengan keadaan sesadar-sadarnya. Bila saya melanggar saya siap menerima sangsi apapun bentuknya.

dst.

dst.

dst.


Hinata hanya membelalakan mata saat kertas yang ada di tangannya selesai dibaca. Ada perasaan kesal pada Sasuke juga pada dirinya sendiri. Bahkan dia merutuki nasibnya yang mungkin akan sial jika menolak kontrak kerja tersebut.

"Tidak ada penolakan! Karena aku yakin kau akan tahu akibatnya Hyuga!"

Dengan Terpaksa Hinata menggangguk -Ingat dengan terpaksa-. Namun Hinata tidak langsung pasrah dia mulai angkat bicara sambil sesekali memandang Sasuke.

"Tapi apakah aku bisa menambahkan atau mengurangi beberapa bagian dalam perjanjian ini,senpai?" Ucap Hinata dengan pandangan memohon.

"Hn" hanya itu jawaban yang Hinata dengar. Yah! Karena ini kali pertama Hinata mendengar dua huruf konsonan itu keluar dari bibir Sasuke, jadilah dia kembali bertanya dengan nada suara yang lebih santai.

"Jadi 'Hn' itu artinya iya atau tidak senpai?"

"Hn... Iya."

Dengan semangat Hinata mulai mencoret dan menambahkan beberapa bagian dalam Kontrak tersebut.


Kontrak bantuan


Saya atas nama Hinata Hyuga akan dengan senang hati membantu tuan Sasuke Uchiha agar mendapat ereksi sempurna ketika bersama wanita.

Peraturan perjanjian ini antara lain:

1. Saya akan membantu tuan Sasuke agar kembali 'normal' apapun caranya dalam kurun waktu Satu tahun.

2. Saya akan rela meluangkan waktu saat tuan Sasuke memintanya Tiga kali dalam seminggu sesuai perjanjian yang akan kami sepakati.

3. Hal-hal berkaitan dengan cara agar tuan Sasuke 'normal' akan saya cari dan saya catat Tentu tetap dengan bantuan tuan Sasuke.

4. Jika tuan Sasuke membutuhkan diri saya untuk langsung membantunya saya akan dengan senang hati melakukannya sebisa saya.

5. Jika dalam membantu ada dana yang dibutuhkan saya akan menanggungnya sendiri tuan Sasuke yang akan menanggungnya

6. Kegiatan 'penormalan' kembali tuan sasuke akan dilakukan di Apartemen dan tempat-tempat lain yang diperlukan

7. ..., dst.

Kontrak ini saya tandatangani dengan keadaan sesadar-sadarnya. Bila saya melanggar saya siap menerima sangsi apapun bentuknya Mempublikasikan rahasia tidak termaksud dalam sangsi ini.


Beberapa bagian yang Hinata ubah masih saja ada yang tidak Sasuke setujui. Akhirnya dengan berat Hati Hinata menandatangani Kontrak tersebut diikuti Sasuke selanjutnya. Mereka akhirnya bersalaman tanda persetujuan ini benar-benar terjalin.

Tanpa diduga. Sasuke menarik lengan Hinata membunuh jarak di antara keduanya dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga Hinata.

"Kau harus mau mengikutiku saat tidak ada kelas H-I-N-A-T-T-A chaann..." 'Slurppp' suara sentuhan lidah Sasuke pada telinga kiri Hinata. Jangan bayangkan hal-hal lain, karena hal ini hanya untuk membuat Hinata Kaget sekaligus memerah. Sasuke menyeringai kemudian mengecup pipi kenyal Hinata yang kini dipenuhi rona merah hingga telinga.

'Astaga! semoga tidak akan ada kesialan selama aku menjalankan kontrak ini! Lindungi aku kami-sama.' Batin Hinata sambil menunduk menutupi rona di wajahnya dengan helaian rambut indigo panjang miliknya.


.

.

.

.

See you next chap

.

.

.

.


Karena Bagian awalnya memang adanya di sini. Jadi di Chap ini hanya rambu buat sampai dimulainya perjanjian. rambu bingung sama genre apa yang pas. jadilah rambu buat romance dan humor yang rambu yakin tidak ada bagian humornya sama sekali #ditabokinreader

A/N pada kontrak ke dua, bagian yg diberi bold adlh bagian yg Hinata Tambahkan. Sedangkan yg italic adlh bagian yg Hinata hapus


Hah... hah... hah (ngosh-ngoshan karena ngetik ulang mulu #readernggapeduli)

Huaahh... maaf ya mina rambu baru update. ini-nih hal yang nyebelin menurut Rambu. Karena, Karena apa? #readergelengeleng Karena rambu harus berkali-kali negtik ulang (inikan ngetiknya langsung di doc FFN. dan saat salah Klik jadilah rambu kelabakan karena ketikan sebelumnya malah Hilang #deritaloh)

HiksHiks #Nangisterharu Rambu nggak nyangka kalo minat reader sangat poll pollan... bahkan reviewer jauh dari kata sedikit.

Nah-nah maaf Juga untuk reader yang menantikan update rambu untuk fict yang satunya lagi #lirikNurse&Thecurse Rambu sebenarnya udah buat Chap sembilan (meski baru setengahnya) tapi Rambu merasa ragu untuk update mungkin gejala-gejala WB dan Internet positif membuat rambu pikir-pikir lagi buat update.


Untuk Chap ini Rambu merasa masih ada banyak kekurangan (Mohon diberi Kritikan). tapi ini Fict udah Lebih dari dua kali rambu baca ulang (efek gak percaya diri sama fict sendiri) Jadi rambu yakin bahwa sangat sedikit Typo Atau bahkan tidak ada (Jika ada berarti itu efek ngantuk #Hoaam). Jadi jika Reader melihat ada typo. Mungkin Reader salah Lihat atau bukan fict ini yang reader baca #Mkasamodeon.


Untuk author note yg ada di tengah cerita sudah rambu hapus... trimakasih buat kamu-kamu yg sudah mengingatkan #muah #ciumsatusatu


Untuk Chap ini rambu tidak mematok berapa jumlah reviewer. Jika kamu mau Review ya silahkan. Jika tidak mau review, ya kamu harus tetap Review #maksalagi


.

.

Udah yahh... udah malem #iniPagimalahan semoga nggak nyesel ya. Bye-bye 'Sluuuurpp' #seruputMie

.

.

.

.