Hallo! Minna! :D

Akhirnya, bisa update juga... Minna pada nungguin, kan? *plak* *siapa yang nungguin?* ok, minna... saia akan lanjutin ficnya stelah saia ditimpukin pake sandal karna kelamaan update! XD

Ok, minna! BTS aja dehhh! Wokeh?

.

.

Judul: My Choice-ganti judul... :9-

By: AnGeL Yumi Yunna HikaRin

Disclaimer: Ampe Oom Masashi masi idup, Naruto juga milik Oom, dehhh! Tapi, please... Gaara ama Sasori milik saia, ya... *puppies eyes no jutsu* *Masashi: Kagak!* Ok, deh, Om...

Rated: T for Hug and Kisses

Genre(Generasi Berencana? *plak*): Romance

.

.

Chapter 2: Kembalinya Teman Lama

"Hah? Kakak, kan?" ujar Yunna seraya melihat seseorang yang ditabraknya.

"Kak Sasori!" teriak Yunna seraya memeluk orang tersebut.

"Eh, Yunna! Pelan-pelan dong! Sakittt!" ujar seseorang bernama Sasori itu.

"Hehehe... Sorry, Sasori-nii!" kata Yunna seraya melepaskan pelukannya.

"Kok Sasori-nii sekolah disini, sihhh?" tanya Yunna. Ia pun melihat ke arah Sasori.

"Eh, aku pindahan..." jawab Sasori seraya tersenyum.

"Wahhh! Hadohhh... Akhirnya, Sasori-nii balik kesini juga!" ujar Yunna bersemangat 45.

"Hehe..." jawab Sasori seraya menggaruk kepalanya.

"Eh, ngomong-ngomong gimana di Oto?" tanya Yunna.

"Baik-baik aja..." jawab Sasori-cuek-.

"Ihihi... Lu banyak berubah, yak, sekarang?" ujar Yunna.

"Eh, apanya?" tanya Sasori dengan wajah memerah-kalo dibandingkan, merahan mukanya Sasori ato tomat kesukaan Saskey*plak*, hah? Teng-tong! Salah! Jawabannya... Ya Tomat Saskey, lahhh! *Author gak nyambunk, nih!*-.

"Ehm... Bener, lho! Sekarang, rambut lu lebih merah dari yang dulu. Terus, senyum lu juga lebih manis dari yang dulu... Tambah imuttttt~!" jawab Yunna seraya tertawa dan memegang-baca:mencubit- pipi Sasori.

"Ehehe... Begitu, ya? Kalo menurut gue, Yunna juga sekarang banyak berubah!" jawab Sasori seraya memegang wajahnya yang kemerahan habis dicubitin sama 'gadis lugu'-baca: monster*ditampol*- di sampingnya ini.

"Lu tambah gede... Dulu lu itu cebol... Skarang, tinggi, lho!" sambung Sasori yang disambut dengan jitakan keras nan dahsyat milik Yunna. Inner Yunna berkata: dasarrr! Gue ngebagusin lu! Malah sekarang lu nyerang gue! Dasarrrrrrrrrrrrrrrr!

TENG TONG!-belnya aneh!-

"Udah bunyi nih.. Masuk yuk! Lu kelas berapa?" ajak Yunna.

"Kelas X.1," jawab Sasori.

"Eh, itu kan kelasku? Beruntung banget gue! Ya udah, yuk! Masuuukkk~!" Yunna menarik tangan Sasori ke kelasnya.

'Yunna... Lu sekarang tambah manis aja...' batin Sasori. Tak ia sadari bahwa wajahnya memerah seperti udang goreng.

Tak lama, mereka pun sampai di kelas yang rame-baca: ribut-bertuliskan 'X.1'.

"Ayo!" ajak Yunna. Mereka pun masuk ke kelas.

"Eh, Yunna? Lu kemana aja, sihhh? Gue cariin kemana-mana kagak ada lu!" teriak Ino menggunakan toa yang ia curi dari kepala sekolah saat sedang ceramah panjang di lapangan sekolah.

"Ehehe..." jawab Yunna seraya menjulurkan lidahnya. Namun, Yunna baru sadar. Sedari tadi, Sasori sudah diperebutkan oleh gadis-gadis di kelasnya.

"Nama lu siapa?" tanya Ino seraya tersenyum.

"Sasori Akasuna," jawabnya singkat.

"Cuteeee~ banget!" jawab mereka semua. Para siswa laki-laki hanya berdecak kesal.

'Dasar! Banci!-deathglare special from Sasori :D-' batin para siswa cowok di kelasnya.

"Eh, Sasori-nii, kenalin diri dulu di depan kelas..." ajak Yunna. Sasori pun memperkenalkan diri di depan kelas seraya membungkuk. Yunna pun langsung duduk di bangkunya. Mata hazel milik Sasori, hanya menatap Yunna dengan tajam.

"Sasori~! Duduk disini aja~!"

"Eh, nggak! Sasori-kun duduk sama aku aja..."

"Nggak boleh!"

"Dasar kalian ini! Masa' kami diusir!" bentak para siswa laki-laki yang dipindahkan tempat duduknya kecuali Sasuke yang tidak diusir.

"Widih! Sasu ama Saku mesra amat sihhh...! Ampe gak mau pisahhh! Pengennn deh..." ujar-goda- Yunna kagum lalu melirik ke arah SasuSaku yang sedang bertatapan satu sama lain dengan wajah yang memerah layaknya kepiting rebus di resto kesukaan saia! :9

"Sama aku aja, Na!" teriak salah satu temannya, Kiba, seraya memeluknya.

"Ihhh! Najis gue ama luuuuu!" jawab Yunna seraya berlari. Memang, Yunna adalah primadona sekolah. Rambutnya yang panjang bergelombang, amat indah dipandang jika dihembus angin. Mata biru safirnya, seakan tidak pernah redup dan selalu memancarkan kehangatan. Kabarnya, sang ketua kelas X.1, Kiba Inuzuka, pernah menembaknya-dengan senjata*mati donk!*- namun hanya ditolak.

"Ih! Yunna-chan jahattt!" tangis Kiba yang amat sangat lebayyyy! XP

"Yunna-chan..." panggil Sasori.

"Eh, Sasori-nii! Kenapa?" tanya Yunna.

"Gue boleh duduk disamping lu?" tanya Sasori.

"Eh?" Yunna hanya bisa tersipu malu. Sedangkan, yang lain hanya menatap iri-apalagi cewek-ceweknya!-.

"Boleh, kok!" sambung Yunna. GUBRAKKK!

"Eh! Kurenai-sensei datenggg! Anjrittt! Gue blom buat peer lage...!" teriak Ino.

"Hegh! S-s-sama... Gue juga belom..." ujar Hinata.

"Wadohhh! Ya udah, siap-siap, dehhh... dapet hukuman!" teriak Yunna.

"Yunna!" teriak Kurenai saat memasuki kelas tersebut mendapati Yunna yang sedang berteriak ditengah dua sahabatnya, Ino dan Hinata.

"I-iya... Maaf, Kurenai-sensei..." ujar Yunna. Ia dan sahabat-sahabatnya pun kembali duduk di bangku mereka masing-masing.

"Baiklah... Kita mulai pelajaran hari ini..." ujar Kurenai memulai pelajaran hari ini.

~SKIP TIME~

Di perjalanan pulang...

"Huh...! cuapek, nih, Ino! Masa' kita harus tegak di depan kelas selama tiga jam pelajaran? Dasar! Pegel, nih, kaki gue!" teriak-baca: protes- Yunna.

"Hehe... Siapa suruh lagi, gak buat peer... Ini juga.. Tumbena banget ga buat peer.. ati-ati lo! Ntar gue ambil rangking lu! Wkwkwk..."ujar Sakura tertawa lepas melirik ke arah Hinata yang sedang jengkel.

"Huuh! Awas aja kalo Saku ngambil rangking gue!" ujar Hinata seraya memukul kepala Sakura.

"Eh, Yunna, lu kenala ama Sasori-kun?" tanya Ino mengalihkan pembicaraan.

"Eh... Iya, dong! Dia itu temen kecilku yang tinggal di Oto sebelumnya..." jawab Yunna seraya tersenyum.

"Idihh... Seneng banget! Gue jadi pengen punya pacar yang cute~ kayak Sasori-kun!" ujar Ino sibuk mengkhayal sendiri-jangan kelamaan... ntar gak kesampean...-.

"Haha... Udah dulu, ya... Bye, girls!" ujar Yunna seraya melambaikan tangannya di simpang jalan. Yang lain juga ikut melambaikan tangannya seraya tersenyum. Hanya Ino yang mengatakan: SAMPAIKAN SALAMKU PADA SASORI-KUN'KU', YA~!-yang hanya membuat lainnya sweatdrop-.

"Haduhhh... dasar Ino!" gerutu Yunna seraya mengerucutkan bibirnya. Ia menunduk ke bawah lalu bergumam sendiri seraya memikirkan sesuatu. Kadang-kadang tersenyum sendiri.

'Wah... Sasori-nii tambah cute~!' batin Yunna. Lalu, tanpa sengaja...

DUUKKK! PRANG! BRAKKK!-gaje smua nehh... gak usah dipikirinnn...-

"Aduhh!" teriak Yunna seraya memegang kepalanya yang sakit setelah mencium bola yang ditujukan kepadanya.

"Maen bola yang bener dong!" teriak Yunna lagi seraya melihat ke arah lapangan. Seseorang pun datang ke arahnya. Seseorang bertato 'ai' di dahinya, dengan rambut merah darah.

"Hei, sorry... Tadi temen gue yang gak sengaja nendang ke arah lu..." ujar seseorang itu.

"Eh..? Gaara? Anggota PPOSIS KHS, kan?" teriak Yunna-lagi-.

"Memang kenapa...?" tanya Gaara stoic.

'Hmmm... pasti lu akan ngomong Wah! Gaara-kun! Keren, dehh...! udah bisa ditebak...' batin Gaara. Namun...

BLETAKKK!

~TeBeCe~

.

.

Gimana minna? Apakah fic ini harus dilanjutin? Atau harus di delete aja?

Hihihi...-gaje...ktawa ndiri- ok dehhh, minna! Saia tunggu

R

E

V

I

E

W

NYA, YA...! lol :9

.

.

Luv, 'CALON TUNANGAN'nya Lee Min Ho*tampoled*a.k.a AnGeL Yumi Yunna HikaRin~ ^^v