Onii-chan, Daisuki!

Disclaimer: Sket Dance punyanya Shinohara Kenta.

Rating: G for general and S for suckness.

Chapter 1

.::.

Siang itu, situasi di ruang klub Sket Dan damai dan santai seperti biasanya. Switch sedang asyik dengan love simulation game terbarunya (kini dilengkapi dengan fitur choose your girlfriend's outfit! Edisi terbatas), sementara Bossun dan Himeko asyik melipat origami seperti biasa. Bossun baru berhasil menyelesaikan origami!Tanabe-kun saat pintu ruang klub terbuka dengan suara keras.

"Santai seperti biasanya, kalian."

Dengan kerutan super nggak-nyantei seperti biasa pada alisnya, Tsubaki Sasuke memasuki ruangan. Bossun mendengus sambil memperbaiki pose duduknya dan secara natural bergeser sedikit, dan tanpa basa-basi Tsubaki duduk di sebelahnya. "Ada apa nih? Tumben-tumbenan banget."

"Kau kangen pada onii-chanmu, ya, Tsubaki-chaan?"

Himeko, nada bicaramu menjijikkan."

"0nii-ch4n ju9a k4nGen p4da Sa5ukE-ch4n, l0ooh ;D"

"Woi, Switch! Khhh—terserahlah, jadi kau mau apa?"

"Aku diminta ketua OSIS kemari."

Nada bicaranya sedatar biasanya, tatapan sedikit-sinis diarahkannya pada si topi merah sambil memperbaiki posisi duduknya.

"Aa, Tsubaki-kun, mau permen? Nih, kalau mau ambil saja di meja, ya. Nggak seenak Pelolipop, tapi lumayan."

"Cuma kau yang anggap permen menjijikkan itu enak. Tuh, Tsubaki, ambil permennya!"

"Aku ke sini bukan buat makan permen! Fujisaki, kau nggak bisa serius, ya? Aku ingin menyampaikan hal penting dari ketua OSIS!"

Sambil berkata demikian, tangannya terulur natural pada toples berisi permen bulat warna-warni di atas meja dan mengambil satu. Sementara Himeko hanya senyam-senyum najis di tempat duduk seberang Bossun, matanya berbinar. "Haa… melihat kalian kakak beradik bersanding seperti ini, aku terharu banget, seriusan! Andai Tsubaki-kun itu adik lucu yang manja pada Bossun, terus hobi gelayutan sambil ngomong 'Onii-chan, onii-chan, daisukii!' pasti seru banget. Nee, Tsubaki, coba ngomong 'Onii-chan, daisukii! gitu."

"H4haHa, akU ju6a M4u l1at! Tsub4ki! Ay0, jan6an m4lu-maLu! :3"

"Ka-kalian! Udah, heh! Nanti dia ribut lagi bilang kita ga bisa serius! Tsubaki, cepetan, tadi mau ngomong apa?"

"Onii-chan, daisuki."

"…He?"

Suara yang mengucap barusan itu jelas suara Tsubaki. Dengan serempak ketiga anggota Sket Dan menoleh pada si wakil ketua OSIS, dan di sana, Tsubaki, dengan senyum manis dan mata berbinar-binar menatap penuh rasa sayang pada si topi merah, mengucap dengan penuh semangat, "Onii-chan, daisukiiiii!"

Dan tanpa ragu, dirangkulnya manja lengan kakak kembarnya itu.

"HEEEEEEEEEEEEE3?"

Ketiga anggota Sket Dan berteriak histeris, dan tepat pada saat itu, pintu geser ruang klub terbuka lagi.

"Hei, Hipno-ku kayaknya jatuh satu di sini saat sedang duduk sambil makan permen tadi, kalian lihat nggak?"

Dengan wajah santai dan suara malas-malasan seperti biasa, Chuu-san melenggos masuk ke ruang klub. Mata menatap wajah semua anggota yang ada satu-persatu, alisnya terangkat. "Ada apa?"

Switch-lah orang pertama yang mengambil inisiatif untuk bicara. "J4di, s3perTinya g4ra-gAra Hipn0 :|" Ia mulai menjelaskan. "H1pno-mu hiLan9 saTu kaN, Chuu-5aN? Mun9k1n Hipn0 itU t3rcAmpur d3ngaN p3rMen yan6 d1mak4n Tsub4ki tad1. DaN b4ru5an Himek0 biLan6 so4L 'j4d1 ad1k yan9 manj4 paDa Bo5sun d4n m3ngucaPkan '0nii-ch4n da1syukii!' itU, d4n kal1maT ituLah y4ng menjaDi sug3esti ba9i Tsub4ki. Be6iTulah intiNya -3-"

Sementara Tsubaki, masih merangkul erat lengan Bossun, memiringkan kepalanya dan menatap khawatir pada si kakak kembar. "Onii-chan, kenapa…? Ada masalah…?"

.:TBC:.

Himeko: Apa-apaan, fanficnya baru 478 kata udah bersambung! Beneran lebih panjang prolog super ga penting tadi!

Switch: Kyaahan9! /kir4/ ;P

Bossun: Sudah dibilang, authornya orang egois yang ga bertanggung jawab…

Author: E—hem.

Sket Dan: …/diam/

Author: Maaf banget fanfic ini jadi luar biasa geje orz Terus iya, prolognya apa-apaan banget. Bisa aja ga ditulis, tapi saya pengen nulis, gimana dong .—. Terus… sebenernya saya agak stuk lagi sama lanjutannya, jadi bersambung saja untuk sementara. Iya, walaupun fanficnya baru 471 kata.

Fic bersambung pertama di akun ini, ahey!

Ngomong-ngomong saya bener-bener lupa cara nulis fanfic, apalagi komedi. Saya suck dalam menulis humor, jadi maaf banget-banget kalau bahasanya ga enak dan rada maksah. R&R please and wish me luck dengan chapter berikutnya :D Semoga bisa lebih enak dibaca, ya.

Tsubaki: Chapter berikutnya akan banyak adegan lovey-dovey brotherhood antara aku dan onii-chanku tersayang, nantikan, ya.

Bossun: …Seseorang, tolong aku…