7 Days Camp

Cemburu

Perasaan yang menyakitkan dalam dada

Hanya karena kamu dan dirinya.

Vocaloid By Crypton

This story by me

Bertemu di chapter dua~ Lagi mengalir deras nih ide ^^ Oh iya, Aka ga yakin kalau disini Romancenya bakalan terasa ._. yah...semoga chapter ini lebih bagus dari chapter pertama XD

.

.

.

.

.

Day Two: The Starry Sky and My Song for You.

"Haah...beres..." Rin sibuk membetulkan pakaiannya. Ia memakai dress panjang tanpa lengan berwarna putih dengan celana pendek jeans, dilengkapi bolero biru muda.

"Ring, acara selanjutnya apaan?" tanya Rin.

"Katanya sih, makan malam dan acara bebas, kalo gak salah, nanti ada unjuk bakat sama yang terakhir uji nyali." Jelas Ring.

"Eh, peralatan masak udah dibawa?" tanya Rin lagi.

"Itu-"

"Tenang, Luka sama gue yang bawa, lu udah bawa bahan masakan, kan Rin?" Potong Miku.

"U-Udah...bawa sosis, nasi, nugget, sama mie dua belas bungkus..." ujar Rin sambil tersenyum.

"Oh...cukup-cukup! Ditambah sama bahan yang dibawa Ring sama Meiko." Jelas Miku. Rin mengangguk-angguk.

"MIKUUU! JANGAN POTONG OMONGAN GUE!" omel Ring dan langsung menerjang Miku.

"ARRRRGGGHH! LEPAAASS SESEK, WOIII!" Rin geleng-geleng kepala, kemudian keluar dari tenda, murid-murid sudah berkumpul, ada yang bermain, ada yang memotret pemandangan disekitar situ, ada juga yang asyik mengobrol.

Rin menangkap sosok yang dikenalnya, Len, dengan...SeeU. Rin menatapnya, kembali menahan Luka dalam hatinya, sakit...sakit...sangat sakit. Len menengok, menyadari Rin melihatnya bersama SeeU, Rin membuang muka.

.

.

.

.

Curi, curi-curi pandang...

.

.

.

.

Andaikan kau masih ada untukku, Len...

Andaikan senyum itu milikku...

Namun tidak...baginya, aku hanyalah sekedar sahabatnya...tidak lebih.

.

.

.

.

"Hei! Bengong aja!" Rin tersentak, dan menengok, itu Meiko.

"Oh...hai." jawab Rin, Meiko berdecak kesal. "Ah! Rin ga asik, ah!" ujar Meiko sambil manyun.

"Oke, gue tanya. Elo mau ngapain?" tanya Rin, Meiko cengengesan.

"Hehehe...lagi bosen aja!"

"Elu bosen? Ya udah! Kok jadinya ke gue? Sama Luka, kek! Miku, kek!" sepertinya, Rin emang lagi galau berat.

"Jutek banget sih lu!"

"Bodo, ah! Gua lagi galau! Udah! Jangan gangguin kedamaian gua disini!"

"Jiah...ngusir!"

"WOII! RIN! MEIIKOO!" teriak Ring dari jauh, Meiko dan Rin menoleh.

"Napeh?" tanya Rin males.

"Masak buat makan malem." Jawab Ring, Meiko akhirnya ke sana, dan Rin, dengan sangat terpaksa, berdiri dan berjalan ke arah mereka yang lagi sibuk masak.

.

.

.

.

"AAAAHHH! GUA SALAH TUANG, LAGIII!"

"MIKUUU! GOSONG NOH SOSISNYAAAAAAA!"

"NASINYA BELOM RAMPUNG! WOYYYY! RING MANA?!"

"GUA DISINI! DISINI!"

"Disini...?" tanya Miku

"KAGA! DI UJUNG KULON SONO! YA IYALAH GUA DISINI!"

.

.

.

.

Rin Cuma bisa geleng-geleng kepala liat kelakuan temen-temennya ini, yah...lumayan untuk melupakan perasaan galaunya saat ini.

"Mau buat apa, nih?" tanya Rin yang akhirnya angkat bicara.

"Eh-eh...mau buat nasi goreng..." ujar Luka dan Miku bersamaan.

"Mana nasi gorengnya?" tanya Rin, Luka dan Miku menunjuk nasi yang ada di penggorengan diatas kompor(Mereka bawa kompor listrik).

"Kecapnya kurang, harusnya ditambahin garem sedikit, lalu aduk merata! Masukin potongan sayur-sayuran kecil kaya negi, wortel, dan lain-lain." Ujar Rin panjang lebar. Rin pun menambahkan kecapnya dan menambahkan sedikit garam, juga tidak lupa memasukkan sayur-sayuran kecil dan mengaduk nasi goreng itu agar merata. Yang lainnya Cuma bisa cengo.

"Done!" Rin mematikan kompor itu, yang lainnya masih cengo sambil geleng-geleng kepala. Yah, mereka gak tau kalo Rin itu pinter masak.

"Wuih...keren lu!" Ring tepuk tangan sendiri, Miku sama Luka masih cengo. Meiko pun mencicipi nasi goreng buatan Rin.

"Wuih! Enakk!" Pekik Meiko, yang lainnya ikut-ikutan mencoba nasi goreng buatan Rin.

"iya nih! Enak banget! Jago ya lu Rin! Enak gilee!" puji Miku, Luka ikut-ikutan makan.

"Eh! Minta, dong?" Cowok-cowok ikut nimbrung.

"Enak aje! Buat sendiri sono!" usir Luka ke cowok-cowok itu.

"Ya elah, kita'kan gak bisa masak..." ujar Kaito.

"Di sana'kan ada kantin! Napa lo pada gak makan di kantin?!" gertak Miku, akhirnya cowok-cowok nyerah dan pergi ke kantin di dekat situ.

.

.

.

.

"Eh, kita liat bintang, yok Rin! Bintangnya bagus, lho! Gua tadi liat sama Lui!" ajak Ring, Rin terdiam sejenak kemudian mengangguk.

"Wah...bener lu...bintangnya bagus banget!" Rin melihat bintang-bintang dilangit malam yang gelap itu, lalu matanya menangkap bayangan seseorang, ya, Len dan SeeU, dua orang yang saat ini tidak ingin ia temui.

"So-sori Ring, lain kali aja deh..." Rin berlari pergi. Ring terkejut dan berteriak "RIN!" Len menoleh, menyadari suara Ring yang memanggil nama Rin. Ia terdiam sejenak. Sementara Rin, ia berlari tanpa arah, berlari dan berlari, ia tak tahu tujuannya, yang penting, ia jauh dari mereka.

.

.

.

.

Cemburu

.

.

.

.

Perasaan yang menyakitkan dalam dada

Hanya karena kamu dan dirinya.

.

.

.

.

Rin berlari, sampai Ring menangkap tangannya.

"Rin! Lu kenapa, sih?! Kok tiba-tiba lari begitu?!" tanya Ring khawatir, tiba-tiba Rin nangis.

"Ga...gapapa...disana Cuma ada orang yang saat ini gak mau gue liat..." isak Rin.

"Jangan nangis dong, Rin...gue khawatir ama elu..." Ring memeluk Rin.

"Gue...gue cuma sedikit galau, ga papa kok...gak usah khawatir...gue baik-baik aja..." Rin tersenyum dan menghapus air matanya.

"Nah, gitu dong! Smile!" Ring menarik pipi Rin. Rin tersenyum lebar, yah...meskipun dalam hati ia sangat sakit.

"Eh, kita ke panggung aja yook, katanya sih, siapa aja boleh naik dan nyanyi, yook kita nyanyi, Rin-" Ring baru nyadar, Rin udah gak ada daritadi.

"RIIINNNNN! ELU DIMANA?!" Ring teriak-teriak heboh, sibuk nyari-nyari Rin.

Tiba-tiba terdengar suara bu Miriam dari atas panggung.

"KITA SAMBUT! RIN KAGUMIYA! DARI KELAS XI-B!" Teriak Bu Miriam, kemudian terdengar suara tepuk tangan yang meriah.

.

.

.

.

"The stars lean down to kiss you,
And I lie awake and miss you.

.

.

.

.

Pour me a heavy dose of atmosphere.
'Cause I'll doze off safe and soundly,

.

.

.

.

But I'll miss your arms around me.
I'd send a postcard to you dear,
'Cause I wish you were here."

.

.

.

.

Tahu lagu ini? Yap! Lagu yang sering Rin nyanyikan saat ia galau, Vanilla Twillight yang dinyanyikan oleh Owl City.

.

.

.

.

"I'll watch the night turn light blue.
But it's not the same without you,
Because it takes two to whisper quietly,"

.

.

.

.

Ring berbalik dan langsung tancep ke arah panggung, sementara Len mendengarkan lagu itu perlahan dalam diam.

"Mikuu! Lukaa! Itu Rin nyanyi!" panggil Ring ke Miku dan Luka yang ikut lari.

"Iya, gua juga tau! Itu lagu 'Vanilla Twillight'. Setiap dia galau atau gak mood pasti nyanyinya itu!" seru Miku. Mereka berlari sampai ke panggung.

.

.

.

.

"The silence isn't so bad,
Till I look at my hands and feel sad,
'Cause the spaces between my fingers
Are right where yours fit perfectly-"

.

.

.

.

"Rin pinter banget nyanyinya..." gumam Ring, ia sibuk melihat Rin yang lagi nyanyi diatas panggung.

"Lho? Len?! Elu mau kemana?!" tanya SeeU, Len berlari ke arah panggung, tempat Rin menyanyikan lagu itu.

.

.

.

.

"I'll find repose in new ways,
Though I haven't slept in two days,
'Cause cold nostalgia chills me to the bone-"

.

.

.

.

"But drenched in Vanilla twilight,
I'll sit on the front porch all night,
Waist deep in thought because when I think of you-"

.

.

.

.

I don't feel so alone.
I don't feel so alone.
I don't feel so alone.

.

.

.

.

As many times as I blink I'll think of you... tonight.
I'll think of you tonight.
.

.

.

.

" When violet eyes get brighter,
And heavy wings grow lighter,
I'll taste the sky and feel alive again.
And I'll forget the world that I knew,

.

.

.

.

But I swear I won't forget you,
Oh if my voice could reach back through the past,
I'd whisper in your ear,
Oh darling I wish you were here..."

.

.

.

.

Rin menyelesaikan lagunya, yang lainnya bertepuk tangan, Rin tersenyum lebar dan turun ke panggung.

"Wuiiihh! Bagus banget lo Rin! " Luka memeluk Rin. Rin tersenyum kecil. "Thanks."

"Tumben lo mau nyanyi! Bagus bangeett!" ujar Ring. "makasih..."

"Eh, lo liat cowok-cowok, gak?"

"SEKARANG! KITA SAMBUT! MURID DARI KELAS XI-B! KAMUI, SHION, DAN HIBIKI!"

"Ha...h...?" Miku, Luka dan Ring cengo. Meiko baru dateng sama Akaito, sambil bawa makanan.

.

.

.

.

"OPPA GANGNAM STYLEEE!"

"NA JE NUN TA SA RO UN IN GAN JO GIN YO JA
KO PI HAN JA NE YO YU RUL A NEUN PUM GYO GI NUN YO JA"

"BA MI O MYON SHIM JA NGI TU GO WO JI NUN YO JA"

"GU RON BANJON I NUN YO JA!"

JREENG JREEENG JREEENG JREEENNGGG!

.

.

.

.

"ARGGHHH! STOOPPP!" teriak Ring. Miku sama Luka facepalm liat mereka joget-joget diatas.

"BERHENTIII! BERHENTIII!" Ring spontan naik panggung dan dorong mereka bertiga, suasana pun jadi berantakan, ribut.

.

.

.

.

"APAAAN SIH ELU DORONG-DORONG?!"

"ANJIIRRR! TULANG RUSUK GUE!"

"EEKKKHH! KETIMPAAA!"

"LUI KETIMPA, WOYYYY!"

.

.

.

.

Rin sweatdropped, dan memilih pergi ke tempat lain. Rin pun memilih untuk melihat bintang, untuk melupakan masalah dan beban dalam pikirannya.

"Eh! Rin!" Rin menengok, ada SeeU, dan tiga anak buahnya, Prima, Aoki, dan Miki.

"Apaan? Lo ada masalah sama gue?" tanya Rin, ia benci ketenangannya diganggu orang lain.

"Lo gak berhak ngomong kaya gitu! Eh, denger ya! Jangan pernah deketin Len lagi!" omel SeeU habis-habisan, Rin tetap menunjukkan ekspresi datarnya.

"Emang lo siapa, hah? Ngelarang-ngelarang gue sama si Len, apa Len itu Cuma milik lo?!" balas Rin dengan tampang datarnya.

"Nyebelin banget sih, Lo!" SeeU bersiap menampar pipi Rin, Rin menutup matanya.

"BERHENTI!" Rin membuka matanya, seseorang memegang tangan SeeU.

"...Len?"

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED AGAIN!

.

.

.

.

Thanks for reading, akan kuusahakan update kilat lagi, ya! Mungkin chapter depan Aka gak bisa update terlalu kilat, soalnya Aka lagi sakit, dan minggu depan juga Aka udah sibuk sekolah. Tetapi, tenang saja! Aka bakalan update jika ada waktu, oke? Bay! Bay! See ya in next chappie!