Disclaimer: Bleach©Tite Kubo

Story: Haru Tsukishima

Genre: Humor

Rate: M (for language and else)

Warning: AU, OOC, Typo (kalau ada), Mengandung bahasa-bahasa menjurus. Jadi yang membaca fic ini disarankan usia 17+ yaa. Bagi yang tidak menyukai fic ini sangat dianjurkan menekan 'back' pada ponsel anda.

.

.

Note:

- "Bla bla bla" = Speak

- 'Bla bla bla' = Inner

.

.

.

If You Don't Like, Please Don't Read

.

.

.

Happy Reading

~~* Oh Ternyata *~~

.

.

.

.

Chapter 2: Kocok yang kencang?

Rukia sedang berada dikamar Ichigo. Mereka berdua tengah melakukan sesuatu diatas kasur bersprei yang nampak seperti lambang Quincy.

"Hoi, Ichigo. Bisa bantu aku?" ucap Rukia yang nampaknya tengah kesulitan.

"Hm, ada apa Rukia" Ichigo mendekatkan diri pada Rukia.

"Ini, dari tadi tidak mau keluar, tanganku sudah mulai pegal" ucap Shinigami mungil itu sambil menunjukkan 'sesuatu' ditangannya.

"Hah, mendokusai. Sudah ku bilang pakai yang kecil saja jangan yang besar" Ichigo menghela nafas, tangannya memegang benda tersebut. Menggantikan lengan Rukia yang sudah lelah.

"Hehe, gomen Ichigo" Rukia menunjukkan cengirannya dan sekarang Ichigo yang bekerja menggerakkan benda tersebut.

Tanpa mereka sadari, Byakuya dan Renji sedang mendengar dan melihat apa yang mereka lakukan dari jendela yang ditutup tirai. Bayangan mereka terlihat cukup jelas dari luar.

Terlihat Ichigo mencondongkan tubuhnya didepan Rukia yang nampaknya sedang duduk. Tangan Ichigo bergerak naik-turun, menggenggam suatu 'benda' di depan -tepatnya arah bawah- Rukia. Tubuh mereka berdua sedikit berguncang akibat gerakan Ichigo.

.

.

"Kurosaki Ichigo... Apa yang kau lakukan pada Rukia..." desis Byakuya yang sudah sangat emosi disertai wajah yang memerah. Ia berusaha menahan reiatsunya agar tidak ketahuan pastinya.

'Ichigo, Rukia, tidak ku sangka kalian...' inner Renji yang sudah nosebleed lantaran fikirannya sudah kemana-mana.

"Wah Ichigo, tenagamu memang tidak bisa diremehkan. Lihat, sudah hampir keluar!" seru Rukia dengan wajah riang.

"Heh, tentu saja. Kau hanya perlu mengocoknya dengan kencang supaya cepat keluar, Rukia" jelas Ichigo yang membuat kedua pengintip dan penguping diluar semakin berfikir yang 'iya-iya'.

.

.

"Kurosaki..." geram Byakuya dengan wajah merah sambil membunyikan jari-jari tangannya. Ia masih menahan reiatsunya walau kesabaran Taichou divisi 6 itu mulai menipis.

Renji masih membisu, ia tidak ingin berkomentar apapun karena akan berdampak buruk bagi keduanya, terutama Ichigo.

'Su-sudah ha-hampir keluar?! Cih, sejak kapan Ichigo mempunyai 'benda' itu? Aku tidak pernah melihatnya saat mengambil barang dikamarnya' inner Renji yang sudah mengganjal hidungnya dengan tissue.

.

.

"Aku tahu, tapi kau kan tahu sendiri lenganku masih cidera. Jadinya aku tidak bisa mengocoknya dengan kekuatan penuh. Sini biar aku lagi yang melakukannya" ucap Rukia seraya mengambil alih 'benda' di tangan Ichigo.

"Hei, jangan terlalu kencang. Itu sudah mau keluar! Nanti muncrat kemana-mana. Aku tidak mau seprainya jadi kotor!" omel Ichigo memperingatkan Rukia tapi gadis itu tidak menggubrisnya.

"Ahhh akhirnya keluar juga! Upss,,, gomen Ichigo, aku yang akan mencucinya nanti. Hehehe" ucap Rukia dengan tertawa tanpa dosa.

Lantas bagaimana kabar kedua shinigami yang masih asik menguping diluar?

.

.

'Uhuukk,,,, sudah ke-keluar! Ah gawat, apa yang akan Taichou lakukan pada bocah itu!' inner Renji seraya melirik Taichou-nya yang sudah memegang zanpakutou.

"Senbonza,," ucapannya terhenti oleh Renji yang sigap menghalangi jendela. Byakuya mengernyitkan alisnya.

"Nani, Renji!" ucapnya datar namun penuh emosi.

"Ma-matte, Kuchiki-Taichou. Jangan sampai merusak rumah orang lain. Kenapa kita tidak langsung masuk saja dan memergoki mereka" usul Renji hasil berfikir kilat. Byakuya kembali memasukkan zanpakutou kedalam sarungnya.

"Hm, usul mu tidak buruk, Renji. Ayo kita masuk" Byakuya segera berjalan menembus dinding kamar Ichigo, disusul Renji mengekor dibelakang Taichou tampan tersebut.

.

.

"Hah, kau ini. Sudah ku bilang jangan..." ucapan Ichigo terputus. Tiba-tiba Byakuya muncul dari dinding bersama Renji yang masih menyumpal hidungnya dengan tissue. Mereka terlihat seperti polisi yang sedang merazia kost-kostan mesum.

"Kalian! Apa yang kalian perbu..." Byakuya menghentikan ucapannya. Ichigo dan Rukia masih berpakaian lengkap.

Ichigo tengah duduk dengan jump ditangan kirinya, sedangkan Rukia tengah duduk dengan sepiring yakisoba dihadapannya dan botol saus kaca berukuran besar ditangan kanannya.

Wajah Taichou divisi 6 itu kembali memerah, hanya saja kali ini karena malu sebab apa yang Ichigo dan Rukia lakukan tidak seperti dugaannya.

"Nii-sama...!" Rukia terkejut melihat kedatangan sang kakak bersama Renji.

"Hoi, Byakuya, Renji. Jangan masuk seenaknya seperti itu" seru Ichigo. Ia menatap dua Shinigami tersebut dengan alis terangkat sebelah.

"Ta-Taichou..." Renji menatap Byakuya yang terpaku. Meskipun wajahnya tetap datar, tapi Renji tahu betul kalau Taichou-nya sedang menahan malu.

"Apa yang kalian lakukan, Rukia?" Byakuya menatap adiknya yang memasang wajah innocent.

"Aku ingin memakan yakisoba ini, tapi sausnya tidak mau keluar karena agak menggumpal" Rukia menunjukkan botol saus ditangannya.

"Dan aku membantunya mengocok botol saus tersebut" sambung Ichigo memberikan alibinya.

Byakuya mulai paham dengan situasi dikamar itu. Betapa malunya ia saat ini. Ichigo memandang Byakuya dengan kening yang selalu dikerutkannya.

"Hoo, jangan bilang kau sedari tadi menguping pembicaraan kami dan menyalah artikannya, Byakuya?" Ichigo menyeringai pada Byakuya. Ichigo bukanlah orang bodoh yang tidak bisa menebak, kenapa Byakuya bersikap demikian?

'Shimatta!' inner Byakuya terkejut. Tapi ia masih berwajah datar seperti biasa. Amazing.

"Tidak. Aku baru saja datang dan ingin menjenguk Rukia" alasan klasik yang selalu dilontarkan sang Taichou divisi 6.

"Hmm,,, menjenguk ya.. Bukankah 2 hari yang lalu kau sudah datang kesini saat aku tidak ada, Byakuya? Ah jangan bilang tugasmu sekarang mengawasiku dan Rukia" Ichigo berhasil membuat Byakuya membulatkan matanya. Tebakannya tepat sasaran.

"Tidak" jawab Taichou divisi 6 itu singkat.

"Hee? Lalu apa?" tanya Ichigo dengan seringai masih melekat diwajahnya.

Byakuya hanya diam selama beberapa saat. 'Mau bagaimana lagi? Gomen, Rukia' inner Byakuya lalu melirik adiknya sekilas.

"Aku hanya memastikan kalian tidak berbuat macam-macam, apalagi kalian tidur dalam 1 kamar yang sama" Byakuya masih berwajah datar, ia berusaha menjaga imagenya.

"Nii-sama!" ucap Rukia dengan syok serta mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka sang kakak berfikir yang tidak-tidak kepadanya.

"Hoi, Rukia. Tidak ku sangka kakakmu suka berfikiran yang tidak-tidak" Ichigo menyeringai bak hollownya. Sedangkan Byakuya wajahnya memerah meski tetap berekspresi datar.

"Ero Ta-i-chou" Ichigo sengaja mengeja dan memberi penekanan pada ucapannya yang membuat pria bangsawan itu semakin terpojok. Renji tidak tahu harus berbuat apa, jadi dia hanya diam saja sambil menatap sang Taichou dengan cemas.

"Cih. Renji" sang Fukutaichou mengerti apa yang dimaksud Taichounya. Ia menganggukkan kepala. Dalam sekejap mereka sudah menghilang dari kamar Ichigo.

"Hahaha, mereka melarikan diri. Tidak ku sangka orang seperti Byakuya bisa berfikir mesum juga" ledek Ichigo dengan puas.

"Berhenti menertawakan Nii-sama seperti itu, Ichigo! Bukan salah Nii-sama jika ia berfikir demikian. Salahkan wajahmu yang terlihat mesum itu!" Rukia membela sang kakak walaupun ia sedikit kecewa dengan tuduhan kakaknya beberapa menit yang lalu.

"Hee? Kenapa jadi menyalahkan aku? Tidak ada yang salah dengan wajahku! Malah Renji yang terlihat jelas memiliki wajah mesum tau!" Ichigo tidak terima dibilang seperti itu.

.

.

.

"Anoyarou! Enak saja mengatakan wajahku mesum! Dasar tidak sadar diri!" protes Renji yang ternyata masih berada di dekat rumah Ichigo, tepatnya beberapa meter dari jendela kamar tempat ia dan Byakuya menguping.

"Diam, Renji. Jangan sampai mereka merasakan reiatsumu!" titah Byakuya yang terlihat emosi.

"A-ah, sumimasen Taichou" Renji membungkukkan tubuhnya.

'Bocah sial. Bisa-bisanya ia mengataiku Ero! Akan ku beri pelajaran nanti!' ternyata Byakuya mendendam pada Ichigo. Byakuya membuka senkaimon dan menoleh pada pemuda berambut merah disampingnya.

"Renji" panggil Byakuya tiba-tiba.

"Ada apa Taichou?" Renji nampak penasaran.

"Kau dan bocah itu sama-sama berwajah mesum" kemudian Byakuya berlalu begitu saja memasuki senkaimon meninggalkan Renji yang masih memproses ucapan Taichounya.

"Hee? Taichou!" pekik Renji yang baru sadar dan buru-buru memasuki senkaimon yang mulai tertutup.

.

.

.

TBC

Hello, I'm back. Ahirnya bisa update. Chap ini pendek ya? Well, gue mohon maaf, untuk chap ini yang pendek, gaje, di update lagi. Hahaha. Please don't kill me, ok! Semoga chap ini cukup menghibur..

Thank's ya buat Lovely Grimmy, Hitsune Rika dan Fuuyuki Ayasegawa udah bersedia review. Thank's juga buat yang udah follow dan fave.

Ditunggu review positifnya ya (^_^)

See you...