Race or love Suke ?

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate: T, sedikit humor, abal & gaje, typo, OOC(banget).

Pairing : NaruFemSasu.

Summary : Suatu hari Sasuke yang sepi sedih sendiri dan gulana, bertemu dengan seorang manusia berkepala aneh yang tentu saja membuatnya muak dengan melihat kepala jeruk itu. Ternyata manusia itu malah terpesona dengan Sasuke. Bagaimana kah kelanjutan ceritanya?

Naruto yang baru saja pulang terlambat itu baru sampai di depan pintu rumahnya.

"…ahh! Siapa bocah itu? Dia sangat manis…,"Naruto berbisik.

Baru saja ia memutar kenop pintu rumahnya itu, ia langsung disambut dengan sangat meriah oleh kakaknya yang super gila membahana itu.

"NARUTO?! INI SUDAH JAM BERAPA HAAH?! KAU TERLAMBAT PULANG LAGI?!"teriak sang Kyubi Uzumaki yang lagi kumat psikopatnya. Ia menenteng sepucuk koran yang sudah digulung dan meremasnya kuat. Wajah Kyubi benar-benar tidak bisa dibilang bersahabat.

"A-aku…a-aku…,"Naruto tak sempat berbicara lagi, lantaran Kyubi sudah memukuli Naruto dengan beringas. Kyubi memang tidak kenal status jika sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa adiknya melanggar aturan lagi hari ini.

Itulah sebabnya Kyubi dipercaya sebagai ketua OSIS yang terhormat. Semuanya kena hukuman. Mau penjaga sekolah yang telat tutup gerbang lah. Mau ibu-ibu kantin yang telat buka kantin sedetik saja kena hukuman juga. Mereka yang tidak punya jabatan di sekolah saja, bisa kena hukuman begitu, apalagi para muridnya?

"JANGAN-JANGAN KAU HABIS BERKENCAN DENGAN PACARMU YAA?!"Naruto langsung cepat-cepat mengelak. Soalnya Naruto memang gak habis kencan, dia kan terlambat bangun tidur di UKS sekolah. Kyubi mendelik semakin tajam. Jangan lupakan sebuah acungan kertas koran yang sudah tak berbentuk itu.

"Tidak! Aku tidak berkencan, kalau tidak percaya tanya saja pada bocah pecinta anjing itu!"Naruto malah bawa-bawa nama Kiba lagi. Kyubi mengangguk mengerti tetapi sama sekali tidak melepaskan tatapan super mematikannya pada adik tercintanya itu.

"Begitu…lalu, kenapa kau pulang terlambat?...,"Kyubi langsung berwajah innocent. Melipat tangannya di depan dada dan sedikit membersihkan kukunya. Entah kemana amarahnya yang tadi. Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Hehehe. Aku ketiduran, jadi terlambat pulang. Hehehe,"

BBUUAAAKKKKK

"ITTEE?!"sang kakak yang khawatir setengah mati sama adiknya yang satu ini, sampe keliling cari Naruto di tong sampah, di kolong jembatan, di selokan-selokan dan tidak lupa di jamban-jamban, tapi tak menemukan Naruto disana.

"APA YANG KAU LAKUKAN?!"teriak Naruto sambil meringis tidak karuan. Memang susah jika punya kakak psikopat macam Kyubi.

"Tidak ada. Itu hadiah untukmu bocah!"dengan wajah bego-nya sang kakak alias Kyubi malah memukul kepala Naruto hingga benjol. Siapa yang tidak dongkol jika sudah dipukul oleh kakaknya sendiri lagi, udah gitu, sang pelaku berlagak seperti tidak melakukan kesalahan apa pun?

Jujur. Itu kejadian yang pernah Author dapatkan dari onii-chan Author. Jih! Sampai sekarang pun, Author belum bisa membalas dendam itu. Loh? Kok malah curhat! Back-back!

"DASAR ANIKI TOLOOOOL?!"Naruto pun membalas dengan menonjok sang kakak dengan beringas juga. Masa bodo dengan kakaknya yang terkenal mengerikan jika ia sudah marah. Yang penting acara pukul-pukulan itu impas. Kyubi terhempas hingga terjatuh di lantai yang masih basah karena baru saja di pel oleh Kyubi.

"BRENGSEK?!"teriak Kyubi menerjang Naruto. Dan kembalilah acara jotos-jotosan gak penting di atas lantai.

BRAAAK

PRAANG

GROMPYANG

JEDDUUGG

Dan entah apa saja yang dihantam oleh mereka berdua. Keadaan mereka minta ampun sekali. Rak sepatu yang tadinya berdiri kokoh itu kini sudah rebah dengan segala jenis pasang sepatu yang berhamburan. Bahkan Kyubi menggunakan sepatu itu untuk memukuli kepala Naruto.

"SAKIT! BAKA?!"

"RASAKAN?! SIAPA SURUH CARI GARA-GARA?!"kata Kyubi sambil tertawa kejam. Naruto langsung mengambil payung yang ada di belakang pintu dan menghajar sang kakak dengan tak kalah beringas.

Buak

Buggh

"Aduh! Sakit! Brengsek! Kau curang! Shhh...,"Kyubi sibuk melindungi wajahnya dari hantaman payung Naruto. Chk! Ia tidak boleh kalah dengan adiknya sendiri. Kyubi mulai serius sekarang. Ia membanting Naruto dan adu gulat dengan adiknya.

"Aniki curang! Kau kan juara Karate! Mana mungkin aku bisa menang gulat denganmu?"kata Naruto frustasi. Ia sibuk menahan tangan kakaknya yang mencoba meraih kepala Naruto. Kyubi pun terhenti sejenak.

"Haah hah haahh...,"Naruto sibuk ngos-ngosan sambil menatap kakaknya waspada. Ia sangat ingat jika kakaknya pernah membeli dua pistol hanya karena pergulatan seperti tadi. Bahkan kakaknya itu juga pernah membawa Naruto ke kantor polisi dan melaporkan bahwa ia menang gulat dan hendak memenjarakan Naruto yang kalah gulat. Gila kan?

Sreet

Kyubi berdiri dan menatap Naruto sengit. Jantung Naruto serasa mau melompat keluar saat kakaknya melempari dirinya dengan barang di lantai. Kakaknya memang susah ditebak.

Braak

Praang

Buggh

"Aduh!"

"Haha. Rasakan ini!"

Bugh

Traak

Dan Naruto juga tak kalah beringasnya dengan Kyubi. Ia memunguti satu persatu barang-barang di dekatnya dan melemparnya ke Kyubi. Naruto hanya bisa menatap horor kakaknya yang kini mengangkat pot bunga besar. Sialan! Naruto mundur ke belakang.

"I-itu bahaya sekali,"kata Naruto tergagap sendiri. Kyubi sudah siap melempar pot bunga itu dan menatap adiknya dengan pandangan mengerikan. Naruto mau tak mau menelan ludah paksa. Naruto mengutuk dirinya dalam hati. Kenapa ia bisa dengan mudah membangkit jiwa psyco kakaknya dibanding membangkitkan semangat juangnya yang tinggi.

Wuusshh

BRAAAAAAAAAKKK

"Cih! Sini kau!"Kyubi kembali melempari adiknya dengan sepatu-sepatu. Ia sangat kesal saat Naruto berhasil lolos dari lemparan maut miliknya barusan. Naruto sempat sujud syukur saat pot bunga itu melayang ke arah lemari guci antik milik paman Iruka, bukan ke arah kepalanya.

'Tu-tunggu dulu. Lemari guci antik? Paman Iruka?'batin Naruto yang merasakan keganjilan disini.

"Aniki! Shh... kau merasakan sesuatu yang-ITTEE! Tidak mengenakkan?"tanya Naruto yang baru saja terkena Boot Fly no jutsu milik Kyubi. Kyubi yang masih asik itu terus melempari Naruto tanpa tau bahwa ia merasakan sesuatu yang ganjil juga.

"Chk! Terserahlah...,"kata Naruto memutar matanya malas dan semakin meramaikan acara lempar-melempar barang itu dengan meriah sekali.

Cklek

"Paman pu-"

BUUAAAAAKKK

Syuuunng

Brruukk

"PA-PAMAN IRUKAAAA?!"teriak Kyubi dan Naruto shock berat.

Paman Iruka yang selaku pengasuh kedua kakak beradik yang bebal itu pingsan di tempat saat sebuah bola golf melayang tepat di jidat sang paman. Naruto dan Kyubi hanya bisa menggigiti kukunya cemas. Mereka cemas akan nyawa mereka.

"Aniki! Cepat kita bawa paman ke kamarnya!"kata Naruto bijak. Kyubi pun mengiyakan. Mereka berdua kompak menggotong sang paman yang masih menggenggam erat kantong belanjaannya hingga ke dalam kamar.

"Bagaimana ini? Kita berdua bisa mampus, aniki!"kata Naruto cemas dan mondar-mandir di depan pintu kamar sang paman. Kyubi juga tak kalah cemasnya.

'Sialan! Aku belum pernah merasakan betapa manis bibir wanita cantik! Aku tidak mau mati muda!'batin Kyubi miris sekali. Ia pun menarik Naruto dan meremas pundaknya dengan kencang.

"Telfond Kiba! Kita harus mengatur strategi untuk melawan beruang tidur itu!"kata Kyubi serius sekali. Naruto langsung mengangguk dan sesegera mungkin mengobrak abrik saku celananya untuk mendapatkan HP-nya. Kyubi berlari kencang menuju kamarnya.

"CEPAT KEMAS BARANG-BARANGMU!"teriak Kyubi kalap.

-ooo-

"Ugh! Shh... kepalaku sakit sekali,"seorang pria bangun dari tidurnya dan menatap sekelilingnya. Tatapannya terhenti pada sebuah kantong kresek di genggaman tangannya. Ia terlihat berpikir keras sebelum-

BRAAAKK

"KYUBIIIIII?! NARUTOOOOOO?!"teriak Iruka membahana. Sedangkan kedua makhluk yang dimaksud sudah mengungsikan diri sebelum gempa susulan terjadi di kediaman Uzumaki. Haahhh...

-ooo-

Kyubi dan Naruto yang kini menginap di rumah teman Kyubi. Karena Kiba tidak ada di rumahnya. Jadi, mereka berdua masih punya malu saat hendak mengatakan jika mereka berdua mau numpang tidur di rumah Kiba. Sesampainya di kamar, Naruto langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah di sediakan oleh teman kakaknya itu.

Naruto hanya bisa tertawa dalam hati saat melihat tatapan horor teman Kyubi saat melihat orang nomor satu sekolah kakaknya datang berkunjung dan mengatakan bahwa ia akan menginap di rumahnya. Bahkan cangkir kopi yang di pegang pemuda pemilik rumah itu terjatuh dengan indahnya di atas lantai dan menatap Kyubi dengan pandangan tidak percaya.

Siapa yang tidak shock saat seorang seperti Kyubi datang berkunjung dan mengatakan akan menginap? Entah seperti apa rumah pemuda itu jika kedatangan kedua kakak beradik dari keluarga Uzumaki. Pemuda itu tidak berani menolak permintaan Kyubi. Takut di ajak gulat seperti Naruto.

"Ah! Hari ini berjalan cepat sekali…,"gumam Naruto yang tiba-tiba ponsel Naruto berdering.

~Sekian lama~aku menunggu~untuk kedatanganmu~

Suara ringbacktone HP Naruto yang luar biasa itu terdengar mengalun indah.

"Haahh! Siapa lagi sih yang nelfond? Gak tau orang lagi bad mood apa?"

Panggilan masuk

Doggy Boy Kiba

~Datanglah~kedata-

"Yoo…,"jawab Naruto dengan malesnya.

"OII NARUTO! HARI INI ADA TARUHAN LAGI, KAU MAU IKUT TIDAK?"suara Kiba teriak-teriak.

"Woy! Aku tidak tuli, pelankan sedikit suaramu!"

"DISINI BERISIK TOLOL! CEPAT DATANG SEKARANG ATAU KAU …tutt..tutt...,"

"Oii!"Naruto mau tak mau mengikuti kata-kata teman sejak kecil itu.

Kiba dan Naruto teman sejak bayi. Saat dilahirkan mereka satu ruangan saat di ruang khusus untuk bayi. Waktu itu, Kiba sangat suka menangis tapi si Naruto malah diem ngeliatin Kiba yang nangis sampe membangunkan bayi yang lain. Bahkan mereka berteman dari mereka sekolah di taman kanak-kanak sampai sekarang mereka berdua sudah duduk di bangku SMU. Sungguh lama persahabatan antara jeruk dengan bocah pecinta anjing itu. Satu paduan yang tak dapat di pisahkan. #plak.

Naruto sampai di lokasi adanya taruhan tersebut.

"Oii Naruto!"Naruto yang baru saja sampai itu langsung ditegur oleh seorang pria yang wajahnya tertutupi topeng hantu Scream.

"Hey makhluk aneh! Kau mau bertaruh apa lagi?"Naruto langsung to the point.

"Oii! Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu, ini model jaman sekarang tau!"si pemuda tetap mengelak.

"Terserahlah!"Naruto mengendarai motor andalannya. Tanpa basa-basi Kiba langsung menjelaskan aturan main dari taruhan.

Naruto sudah biasa ikut taruhan balap motor dengan makhluk gak bermutu itu. Tapi, si makhluk ini selalu kalah dari Naruto. Hampir setiap hari Naruto balapan liar seperti itu.

Kiba yang ngebacot gak jelas itu langsung kena sembur Naruto.

"Kamu mau mati, hah? Mengganggu pendengaranku saja,"Naruto pusing dengan bacotan sama suara Kiba yang gak bermutu itu.

"Sorry bro! Silahkan lanjutkan taruhannya…,"Kiba dengan santainya menyuruh melanjutkan taruhannya.

"Baiklah Naruto, lintasannya sama seperti kemarin. Jadi tak usah banyak cingcong!"si makhluk malah ikutan ngomel.

"Yang banyak cingcong itu loo, botak!"Naruto bertambah emosi.

"Apa kau bilang?...,"

"Oi! Kapan balapannya dimulai kalo berantem terus, mending main tonjok aja kalo gini caranya,"Kiba langsung memotong adu tatap antara si makhluk aneh itu dengan jeruk.

"Loe yang gue tonjok duluan!"sambar Naruto dengan entengnya.

"Ckckck…kalian ini, selalu seperti itu. Kapan bisa di mulai balapannya?...,"Neji yang gak mau kalah bacot ikut berkomentar juga.

"Merepotkan!"Shikamaru melipat tangannya di dada dan ikut nge-bacot juga.

"…,"tak ada respon dari Gaara. Ia sibuk melihat-lihat motor Naruto. Mencoba mencari apa ada kekurangan dari motor milik Naruto.

"Iya-iya! Ini mau dimulai,"Naruto sudah bersiap-siap.

"Aku pasti akan menang kali ini jeruk…,"

"Kau pasti kalah botak licin…,"ejek Naruto yang belum tentu makhluk itu botak seperti yang Naruto pikirkan.

Balapan antara Naruto dengan si botak berlangsung dengan adu bacot juga. Sangat meriah balapan kali ini sodara-sodara. Naruto terlihat sangat mengimbangi permainan itu.*plaakkk*XD.

Sasuke yang lagi asyik-asyiknya naik motor dengan damai, tiba-tiba dua orang pengendara sepeda motor yang mengendarai motornya dengan sangat-sangat tidak manusiawi itu menyenggol motor milik Sasuke. Tapi, untunglah si Sasuke langsung menyeimbangkan motornya kembali.

"Mau mati yaa?"batin Sasuke yang langsung mengejar pengendara gila itu.

"KAU AKAN KALAH BOTAK! HAHAHAHA,"Naruto tertawa semangat.

"JANGAN SENANG DULU JERUK, PERTANDINGAN BELUM USAI! DAN AKU TIDAK BOTAK, SIALAN?!"kata makhluk itu tak mau kalah.

Naruto sudah hampir mencapai finish. Tapi, tiba-tiba ada seseorang tak dikenal ikut dalam pertandingan. Siapa lagi kalo bukan si Sasuke. Hanya saja Naruto tidak tahu jika itu wanita manis yang ia kejar senja lalu.

"Eehh! Siapa kau?"Naruto bingung.

"…beraninya kau bertanya seperti itu, setelah kau hampir mencelakakanku…,"Naruto pun cengo.

"Siapa yang mencelakakanmu? Aku sedang bertanding,"

"…,"tak ada respon dari Sasuke. Tapi, baru saja Naruto melajukan motornya, Sasuke juga tak mau kalah.

"Apa yang sebenarnya kau inginkan?"Naruto sedikit emosi juga.

"...memberimu pembalasan…,"Sasuke langsung melajukan motornya dan langsung mengerem mendadak di depan Naruto. Naruto tentu saja terkejut dengan aksi gila itu. Tapi, dengan sigap Naruto menghindar dengan berbelok sedikit ke arah kosong sebelah kanannya. Pria yang bertanding dengan Naruto yang bernama Tobi itu, sudah tak terlihat lagi. Lantaran si Naruto sudah sangat melaju cepat dengan motornya.

"Boleh juga orang ini,"batin Sasuke yang tak mau kalah. Ia langsung melaju dengan kecepatan penuh. Naruto pun juga tak mau kalah. Saat lampu merah menunjukkan warna merah Naruto berhenti, tapi tidak dengan Sasuke. Ia tetap menerobos lampu merah. Dengan sangat lihaynya Sasuke menghindar dari mobil-mobil besar yang lewat di depannya.

"Apa orang itu sudah gila?"Naruto benar-benar tak percaya dengan pengelihatannya sendiri. Naruto malah bengong melihat aksi gila Sasuke. Sasuke malah pergi tanpa jejak yang terlihat. Tapi, si Kiba dkk datang melihat kondisi Naruto.

"Oii Naruto, kau tidak apa-apa?"Kiba menepuk pundak Naruto.

"…dia menghilang…,"Naruto jadi membatu.

"Siapa? Siapa yang hilang? Si topeng sudah bilang menyerah, jadi tak ada yang hilang,"Kiba juga jadi bego di buat Naruto. Naruto yang kesel langsung menjitak kepala Kiba dengan keras.

"ITTEE! Ada apa sih?"

"Seseorang pengendara motor lain…,"Kiba langsung berwajah serius.

"…jangan bilang kau tadi habis bertanding dengannya?...,"

"…sedikit…kemampuannya sepantaran dengan ku…,"Naruto menjadi siaga.

Kiba yang tak percaya itu langsung heboh dan teriak-teriak gaje.

"Apa? Siapa yang berani melawan mu jeruk?"Kiba langsung mendapat bogeman mentah dari Naruto.

"Akan ku pecahkan kepalamu jika memanggilku jeruk lagi…,"Kiba pun mangut-mangut mengerti. Naruto hendak pergi, tapi baru saja ia menyalakan mesin motornya. Orang yang dimaksud sudah stand by di belakang motor Naruto. Tapi, tak ada satu pun yang menyadarinya.

"…aku kah yang kau maksud?...,"sontak semua langsung menoleh ke arah belakang Naruto. Naruto juga langsung terkejut dan menoleh ke belakang.

"S-sejak kapan orang ini di belakangku?"batin Naruto.

"…,"Naruto hanya diam.

"Jadi kau yang balapan dengan ketua…,"Kiba menghentikan perkataannya karena lirikan Naruto yang penuh arti itu.

"Ketua?"Sasuke mulai curiga dengan orang berkepala jeruk itu. Sasuke pun juga menyalakan motornya.

Hening ~~ Semua teman-teman Naruto juga terdiam dalam keheningan.

"…mau dilanjutkan?...,"Sasuke pun angkat bicara dan langsung melaju lewat di samping Naruto. Tanpa basa-basi Naruto langsung meladeni tawaran orang itu.

"Pria ini sangat berbeda…skill yang ia punya…sangat bagus…,"batin Naruto yang malah menganggap Sasuke adalah seorang pria. Benar juga. Memangnya ada wanita yang mengendarai motor racing sebesar itu dan mempunyai kehebatan dalam menaklukan motor itu? Hehe. Sasu-chan memang kereeeeenn. XD.

Mereka balapan dengan sangat sengit di antara mereka saling beradu skill mereka masing-masing. Kiba dkk pun dibuat mangap oleh aksi mereka berdua. Begitu juga dengan Tobi dkk yang juga ikut menonton balapan itu. Mereka juga sangat tak percaya dengan yang mereka lihat.

"Wooww! Hebat sekali…,"kata Tobi tak percaya.

Sela-sela mereka berlomba si Naruto sibuk bertanya siapa orang yang balapan dengannya itu.

"OII! Sebenarnya kau siapa? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya!"teriak Naruto.

"…,"Sasuke tak merespon. Si Naruto malah ngomel-ngomel sendiri.

"WOY! APA KAU TULI? SIAPA KAU SEBENARNYA?"Naruto teriak-teriak gaje.

"…keahlianmu cukup mengesankan…,"Sasuke akhirnya angkat bicara.

"Hehehe. Tentu saja. aku memang sudah ahli dalam hal ini,"pamer Naruto yang langsung bangga di bilang seperti itu dan tentunya ia jadi lupa menanyakan lagi siapa orang itu sebenarnya. Untung aja kepala Naruto gak tambah besar saking bangganya.

"…jadi, siapa kau sebenarnya?...,"Sasuke malah balik menanyakan hal yang sama terhadap Naruto.

"Sebenarnya aku tak mau mempunyai gelar ini. Tapi, ku rasa kau tak perlu tahu…,"bacot Naruto. Si Sasuke kembali membuat suasana hening. Sasuke langsung mengeluarkan keahliannya yang sesungguhnya.

Ia melompat kesana kemari dengan motornya, ia membuat suara decitan yang cukup keras, dan juga memberikan jejak dari ban yang bergesekkan dengan aspal jalan yang hitam. Ia juga membawa motornya itu dengan sangat beringas, lebih beringas dari yang tadi. Naruto semakin dibuat terkejut dengan keahlian yang luar biasa itu.

"…orang ini…sangat hebat…,"batin Naruto. Sasuke tiba-tiba menghentikan motornya. Naruto pun mengikuti orang itu. Ia juga berhenti di pinggir jalan bersebelahan dengan orang yang melawaannya tadi.

"Sampai disitu dulu…aku tak punya banyak waktu lagi untuk ini…,"kata Sasuke menjelaskan.

"OII! Mana bisa begitu! Kau tidak bisa mengehentikan pertandingan begitu saja!"Naruto bingung.

"…,"si Sasuke malah pergi.

"OIII! KEMBALI, JIKA KAU PERGI MAKA AKU PEMENANGNYA?!"teriak Naruto. Tapi, orang itu tak berhenti. Mau tak mau ia juga mengikuti orang misterius itu. Tapi, orang itu sudah tak terlihat lagi. Ia mencari hingga ke tengah kota, tapi tak menemukan orang misterius itu.

"Kemana orang itu? Cepat sekali menghilang…,"Naruto terpaksa kembali ke tempat teman-temannya menunggu di tempat awal mereka bertanding.

Kiba yang sangat antusias dengan hasil dari pertandingan itu bertanya dengan semangatnya ia bertanya. Begitu juga dengan yang lainnya.

"Naruto! Siapa yang menang? Siapa? Siapa?"Kiba semangat 45.

"…tidak ada yang menang,"wajah Naruto terlihat serius.

"Oii! Apa-apaan itu? Kata-katamu itu sungguh tidak masuk akal!"kata Neji ngerocos ia sejak tadi duduk dengan cemas beserta Gaara di atas jembatan sambil memikirkan keadaan Naruto.

"Dia…pergi begitu saja…,"Naruto mencoba menjelaskan.

"Apa? Pergi begitu saja? Apa-apaan itu? Apa dia takut, payah sekali orang itu!"Kiba ngebacot gaje. Tapi, si Naruto tak berbicara apa-apa lagi.

Sasuke mengembalikan motornya ke rumah Suigetsu. Dan seperti biasa, sang empunya rumah terkejut habis-habisan karena terlalu serius nonton film kesayangannya itu.

"HUAAAA?!"Suigetsu berteriak. Tapi, si Sasuke malah bilang.

"Gak usah lebay deh!"tentu saja Suigetsu pundung di pojokkan. Sasuke bukannya merasa bersalah dengan kata-katanya barusan, malah ngacir pulang ke rumah.

"Aku pulang,"Suigetsu pun mau tak mau harus mau merelakan sang perusak suasana itu pulang dengan sangat santainya.

Sasuke pulang larut malam, padahal sebenarnya si itu bocah kan di suruh jaga rumah, gak taunya malah ngacir dan pulang larut malam lagi. Sungguh ter-la-lu!

Bang Rhoma Irama ngerasa dipanggil.

"Kaya ada yang manggil gue… sungguh ter-la-lu!"celingak-celinguk gaje. (?)

Ia berjalan pulang kerumahnya dengan santay, padahal hari sudah sangat larut. Ia sambil memikirkan pria itu.

"…siapa pria itu?...,"batin Sasuke yang tak habis pikir, pria itu juga mengesankan dalam mengendarai motornya.

"…jika dilihat dari dandanannya…persis preman…,"Sasuke mulai berpikir dengan akal sehatnya.

"…ia sangat mengesankan jika mengendarai motornya…tapi…tetap saja ia tak bisa mengalahkanku…,"Sasuke menyeringai sendiri.

~To Be Continued~

Maaf jika alur berjalan sangat lambat!

Review?