New Year Resolution: "Single? No More!"
.
.
.
02
First Sight Love?
.
.
.
Pipi Miku memerah seketika ketika melihat pria bermata samudra biru dengan rambut pirang madu yang dikucir satu rendah, menjuntai dari bahunya ke dadanya yang… aduh… biduhai, bidangnya… Apalagi bagi seorang Hatsune Miku, yang notabene mantan preman.
"Tetangga baru ya?" tanyanya sambil memberikan beberapa barang Miku yang berupa buku-buku novel roman picisan (yang dibelikan oleh teman gengnya untuk menggoda Miku dan dihadiahi bogem mentah dari Miku tercinta).
"I-iya," malu-malu Miku menjawab dengan mata menghadap ke lantai yang terlihat bersih, tapi kedua tangan Miku terulur mengambil novel-novelnya dari tangan si pria seksi. Tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan tangan pria seksi dan aduh! Betapa halusnya! Miku jadi sedikit bertanya-tanya, apa sih pekerjaan si pria seksi? Berbeda dengan tangan Miku yang kasar, lecet di sana-sini, item lagi. Kesampingkan itu, Miku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Aku Kagamine Len, salam kenal."
"S-salam kenal. Hatsune Miku. A-aku, aku mulai hari ini tinggal di kamar nomor 303," kembali, dengan malu-malu Miku menjawab sambil menata kembali buku-bukunya ke dalam kardus. Sementara si pria… Kagamine-san hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Yah, maaf tidak bisa membantu. Aku ada sedikit urusan, dah..." Dan dengan itu si pria seksi bernama Kagamine Len pergi.
Meninggalkan Miku yang terduduk di lantai dengan muka yang bersemu merah.
.
Decitan-decitan dari sepatu berhak sepuluh senti terdengar di ruangan kantor Cryp. Semua yang berada di ruangan itu tahu, kalau decitan dari sepatu itu terdengar berarti seseorang sedang berada dalam masalah besar.
Megurine Luka, pimpinan kantor Cryp cabang perempatan Tokyo berjalan dengan tegap dan melangkah cepat namun anggun seperti super model yang berlenggak-lenggok di catwalk, namun super model yang satu ini berjalan di antara kubik-kubik karyawannya. Dadanya yang bisa dikatakan besar yang dapat membuat wanita lain memberikannya bitch glare hanya dengan melihatnya sekilas namun dapat membuat seorang gentlemen sekalipun ngiler melihatnya, sedang terombang-ambing ke atas dan ke bawah. Rambut pink panjangnya yang ia biarkan terurai bergerak ke kanan dan ke kiri, terkadang menutupi bokong indahnya yang sekali lagi dapat membuat seorang gentlemen nosebleed. Kecantikan yang dimiliki Megurine Luka bisa dikatakan mematikan. Sekali ada karyawan yang menggoda… PECAT. Selain itu kepintaran otaknya juga tak bisa diremehkan, dan juga satu hal lagi yang ditakutkan oleh karyawan Cryp cabang perempatan Tokyo…
Megurine Luka berhenti di salah satu kubik yang diisi oleh protagonis kita, Hatsune Miku.
.
Termenung, saat ini Miku sedang termenung melihat layar komputernya yang menyala terang benderang di siang bolong. Sementara sang pimpinan hanya bisa berdesah menahan amarah.
Bagaimana tidak marah? Pekerjaan Miku sudah Luka tunggu selama satu jam lebih, tapi sepertinya belum dikerjakan sama sekali. Luka kira Miku tengah kesusahan dengan pekerjaannya, eeh, sampai tahunya Miku hanya termenung di depan monitor entah memikirkan apa. Karena tali kesabaran Megurine Luka telah putus, Luka pun mengambil napas dan…
"HATSUNE MIKU!" Raungan dari Megurine Luka sukses membangunkan Miku dari tidur panjangnya dan membuatnya berpaling ke arah Luka dengan mata sebesar donat dan air liur yang tanpa sengaja mengalir dari salah satu sisi mulutnya. Dan parahnya lagi, di tengah kekagetannya Miku menghisap kembali air liurnya dan menelannya.
Ew…
Satu kata itu langsung dipikirkan Luka ketika melihat tingkah laku absurd bawahannya yang menjijikkan itu. Tapi sebagai bosnya yang 'profesional', Luka kembali menarik napas dalam-dalam.
"Hatsune-san! Kamu itu bagaimana?! Saya sudah menunggu pekerjaanmu selama satu jam lebih! Dan ternyata kamu belum mengerjakannya sama sekali! Kamu sudah bekerja di sini selama dua tahun lebih! Dua tahun, kamu dengar?! Seharusnya selama dua tahun itu kamu sudah dapat menjadi seorang pegawai yang cukup profesional! Kalau kamu termenung di awal kamu bekerja, saya masih bisa mengerti! Kamu itu…"
Bla… Bla… Blah…
Miku sudah terlalu sering dimarahi sampai-sampai ia jadi bisu dan tuli ketika mendengarkan bosnya menceramahinya. Bahkan Miku memasuki masa termenungnya yang kedua, di mana Miku dan tuan Kagamine Len tengah berkencan di tengah-tengah pepohonan sakura, bergandengan tangan dan berlari menuju masa depan cerah! Secerah kulit wajah Megurine Luka-sama.
…
Nah loh?
"HATSUNE-SAN!" Kembali raungan Luka terdengar ke seluruh penjuru ruangan kantor Cryp. Namun raungan Luka kali ini mengundang beberapa kepala serta telinga yang lapar akan gosip, kalau-kalau karyawan teladan (telat bali edan) Hatsune Miku akan dipecat dan akan memulai karir solonya di jalanan.
"E-eh, iya! Megurine-sama!" jawab Miku takut-takut. Kali ini yang dilihat dari bola mata Miku adalah sesosok Megurine Luka dengan dua tanduk yang mulai tumbuh dari ubun-ubunnya dan siap meledak kapan saja. Terlebih, hawa dari neraka juga keluar dari tubuh Megurine Luka-sama. Gawat, Megurine-sama akan benar-benar meledak.
"Hatsune-san… Selesaikan pekerjaanmu dalam setengah jam. Kalau ada kesalahan sedikit saja, maka…" Nah, ini dia salah satu hal yang ditakuti karyawan Cryp. Dan bahkan dapat Miku sendiri yang mantan berandalan menggigil ketakutan.
"Gajimu saya potong tiga puluh persen! Selama tiga bulan berturut-turut!"
"Apa?!"
"Kalau kamu tidak mau gajimu saya potong, maka kerjakan sekarang juga! Paham?!"
"B-baik!" tangis Miku ketakutan sambil berlari ke komputernya yang sebetulnya ada tepat di depan matanya dan mulai kembali mengetik apa pun yang harusnya ia kerjakan sedari tadi. Bahkan Miku harus menahan rasa 'duniawi'-nya yang harus segera dilepaskan di kamar mandi.
Namun pepatah 'uang adalah segalanya' berlaku pada Miku, jadi walau Miku sudah diambang kebocoran, Miku masih bertahan di depan komputernya. Tangan Miku entah bagaimana bisa sangat cepat mengetik dan segera menge-print-kan pekerjaanya, namun sang printer sendiri sepertinya ingin melihat Miku tersiksa.
Macet.
Satu perbuatan dari mesin printer berhasil membuat Miku kecut hati. Kalau saja printer itu bukan milik kantor Cryp, mungkin saja printer itu sudah habis dihajar sampai jadi rempah-rempah dapur oleh Miku.
Tenang, tenang…
Miku hanya harus menggunakan printer lain. Ya! Printer lain! Namun, ketika Miku melirik ke printer sebelah ternyata printer itu sedang dipakai oleh teman sekantornya. Sekali lagi, tenang. Miku hanya harus menunggu sebentar… Hanya sebentar…
Tapi…
Waktu Miku untuk mengumpulkan hanya tinggal lima menit! Hanya lima menit! Mau tidak mau Miku harus mengeluarkan tatapan matanya yang terkenal mengerikan dari zaman Miku masih sekolah dasar sampai sekolah menengah atap. Dan benar saja, teman kerja Miku yang tengah asyik menge-print mendadak mengeluarkan keringat dingin. Dilihatnya ke kanan dan ke kiri dan menatap langsung ke arah Miku, merasakan tatapan sinis langsung dari seorang mantan berandal bernama Hatsune Miku. Karena ketakutan, dengan secepat kilat teman kerjanya mengambil semua kertas yang telah ter-print dan berlari kembali ke komputernya.
Dengan kecepatan ala S*nic, Miku mengambil alih printer-nya dan mulai kembali menge-print. Namun hawa dingin dari AC membuat Miku benar-benar harus pergi ke kamar mandi, sementara printer masih melakukan pekerjaannya dengan kecepatan normal.
Kamar mandinya hanya berjarak sembilan langkah dari printer Miku, namun di jam dinding waktu Miku tinggal tiga menit saja! Tiga menit! Dan apalagi… butuh sekitar tiga puluh detik menuju ruangan Megurine-sama dari printer. Jadi itu semua menyisakan dua setengah menit untuk Miku menyelesaikan semua print-print-annya. Oh ayolah Dewi Fortuna! Berikan Miku kekuatan bulan dan membantu Miku membasmi printer-printer lelet di dunia!
Dan oh! Tinggal satu lembar lagi! Tenang Miku, tenang! Hanya satu lembar!
Takut-takut, Miku melirik jam dinding dan melihat waktunya tinggal satu menit! Gawat! Mau tidak mau Miku memberikan printer sebuah lirikan mematikan dari neraka jahanam. Entah bagaimana sang printer tahu dan menge-print sedikit lebih cepat dari yang tadi. Dan ketika kertas terakhir ter-print, Miku segera menyambernya dan berlari menuju ruangan Megurine-sama.
Serasa seperti dentuman gledek pintu ruang Megurine-sama terbuka dan Miku masuk serta menaruh kertas print-nya ke meja Megurine-sama yang tengah asyik merawat kuku-kuku cantiknya.
Nah loh, ketahuan nggak profesional nih.
Namun, dengan cepat Megurine-sama menyembunyikan alat-alat mani-pedi-nya ke dalam laci dan segera melihat jam yang berada di atas pintu ruangannya.
"Hatsune-san, terlambat sepuluh detik. Gaji dipotong lima persen," ucap Megurine-sama sadis. Oh nuuu! Lima persen?! Miku terpaksa puasa mi instan selama sebulan dong! Megurine-sama kejam deh! Miku serasa ingin mencekiknya lalu mengulitinya dan… dan…
Selagi Miku mengutuki Megurine-sama di kepalanya, Megurine-sama mengecek pekerjaan Miku dengan tatapan elangnya. Selama itu pula tubuh Miku merinding kedinginan yang harus segera dilepaskan di kamar mandi atau toilet, ayolah Megurine-sama! Miku tahu kalau Megurine-sama hanya perlu waktu satu menit untuk mengecek pekerjaannya. Dan beruntunglah Miku, Megurine-sama sudah mengangguk-anggukan kepalanya, pertanda pekerjaannya sudah cukup memuaskan. Miku juga sudah bersiap untuk berlari ke toilet terdekat.
"B-baiklah, saya mohon diri…" ujar Miku sambil berjalan mundur, namun satu suara batuk dari Megurine-sama menghancurkan harapan Miku. Takut-takut Miku melirik muka Megurine-sama yang berwajah tenang.
"Hatsune-san, pekerjaanmu sudah bagus. Kurasa gajimu hanya saya potong dua koma lima persen saja…" Untung untukmu! Runtuk Miku "Dan yah, sebenarnya saya ada pekerjaan lapangan dua, tiga hari lagi dan saya ingin kamu menemani saya. Tenang saja, bonusnya…" What?! Bonus?! Miku mulai ngiler nih. "… adalah dua koma lima persen yang saya potong tadi"
JEEEGLEERRRRRR!
Sebuah kilat menyambar tubuh Miku seketika. Really? REALLY?!
Setamak apakah Megurine Luka?!
Namun, mau tak mau Miku memaksakan sebuah senyuman kemarahan (yang berusaha ia sembunyikan) dan anggukan mengerti. Lalu dengan perlahan-lahan Miku berjalan mundur menutup pintu kantor sambil membisikkan;
"Terima kasih (GO TO HELL YOU STUPID B*TCH!) Megurine-sama." Dan tertutuplah pintu kantor. Dengan kecepatan suara Miku berlari menuju toilet terdekat, membanting pintu toilet dan masuk ke dalam menjalankan hal ilmiah, biologis atau apa pun itu di dalam toilet dengan pemikiran; SEHARUSNYA MEGURINE LUKA KUBUNUH! KUSIKSA! DAN KUCEMPLUNGKAN KE NERAKA TERDALAM! MUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!
Dan ketika Miku selesai menjalankan aktivitas alamiahnya dan keluar bilik ia melihat sebuah gunung, eh, dua buah gunung menghadap ke arah tembok dan pemilik dua buah gunung itu menghadap ke arah Miku kebingungan. Sebuah keheningan mematikan berada di antara kedua insan berbeda kelamin itu. Detik kesatu, dua, tiga… Masih tak ada suara dari mereka berdua hingga…
"Hatsune-san! Apa yang kamu lakukan di toilet pria?!" ujar seseorang dari luar toilet yang membuat muka Miku memerah serta lengkingan yang takkan pernah bisa terlupakan di kantor Cryp. Terkecuali Megurine-sama yang tengah asyik mendengarkan musik pop Korea dari penyanyi kesukaannya, SeeU, serta tengah membersihkan kedua lubang hidungnya dengan jari-jemarinya.
Ew…
.
.
.
Benar-benar hari sial untuk seorang Hatsune Miku sang mantan berandal. Udah gajinya dipotong dari bonus, kesepuluh buku-buku jarinya pegal-pegal, capek badan, dan terakhir yang paling memalukan dan tentunya menyebalkan adalah dirinya tanpa sengaja memasuki toilet pria yang sebenarnya baunya minta dibawa ke tong sampah. DAN seluruh kantor mengetahui hal itu. Bagaimana cara Miku menaruh mukanya esok hari?
Menyebalkan…
Memalukan…
Keluh Miku sambil berjalan menuju pintu rumah kosnya, eh apartemennya, atau apa pun itu namanya lah… Miku sudah capek hati dan badan. Supek abis dah! Tetapi ketika Miku hendak memutar kunci pintunya ada sesosok manusia, ah, bukan manusia! Ada sesosok bidadara berwajah ganteng yang keluar dari pintu sebelah apartemennya dengan sebuah kotak di tangannya. Duh, kira-kira buat siapa, ya?
"Ah, Hatsune-san! Kebetulan nih, ini ada sedikit hadiah dari saya," tawar Kagamine-san pada Miku yang (tentunya) diterimanya dengan tangan terbuka serta muka yang sedikit memerah. Bagaimanapun juga mendapat hadiah atau sesuatu dari cowok ganteng bikin ngiler setiap orang! "Di dalamnya ada kue dari café milikku. Maaf ya, itu kue sisa." Dengan hati-hati Miku membuka kotak kue itu dan menemukan dua strawberry shortcake, dua cheesecake, dua Black Forest cake, dan dua brownie yang dijadikan menjadi satu whole cake yang amat sangat menggiurkan. Apalagi Miku yang bisa dibilang jarang, eh, malah nggak pernah makan cake macam yang diberikan oleh Kagamine-san. Oke, oke, Miku bisa dibilang ndeso.
"Aduh, i-iya, terima kasih sekali Kagamine-san!" ucap Miku yang sedikit terlalu keras, namun sepertinya Kagamine-san tidak menyadarinya. Untunglah, pikir Miku yang mengira Kagamine-san akan merasa seperti dibentak. Namun sepertinya tidak, fiuh…
"Yah, saya punya café di dekat sini. Kalau Hatsune-san mau datang, akan kuberikan diskon deh, selain itu sepertinya…" Kagamine-san menawarkan dengan senyum menawan yang dapat membuat wanita (dan mungkin laki-laki) nge-fly ke langit ketujuh. Haduh, Miku udah bisa melihat masa depan yang indah dengan Kagamine-san! Di mana di café milik Kagamine-san, Miku tengah membantu Kagamine-san dengan dekorasi sebuah cake dengan cream lalu tanpa sengaja cream itu mengenai pipi Miku lalu lalu Kagamine-san membersihkannya dengan tangan besar nan lembut lalu lalu mereka saling bertatap muka lalu saling mendekatkan muka lalu lalu lalu… Kyaaaa~
Aduh Miku seperti sudah ada di surga, ah, Kagamine-san~
Pikiran Miku sudah melalang buana ke langit ketujuh sehingga tidak mendengarkan lanjutan perkataan Kagamine-san, namun sepertinya itu bukanlah masalah besar. Saat ini yang menjadi masalah adalah jantung Miku yang berdetak tak karuan. Aduh, sepertinya Miku harus pergi ke dokter jantung untuk mengecek kesehatan jantungnya nih.
Yah, sepertinya hari ini untuk seorang Hatsune Miku tidaklah buruk-buruk amat…
Maksud Miku makanan gratis? Mendapatkan kesan yang baik dengan tetangga ganteng? Hari yang cukup beruntung… Itu pun bila Miku dapat mengabaikan pengalaman terpahitnya di kantor siang tadi, serta dendam kesumatnya dengan Megurine-sama.
.
.
.
( T – T ) /
See you in next chapter!
.
.
.
Balasan Review :
Kiraimichi: Bukan, Miku itu preman pensiun jilid ke xxx!
Furusawa Aika: Ya pokoknya bisa bikin kamu kaget :3, dan ya Miku tomboy sejadi-jadinya
SyifaCute: Vocaloid gak ada crack pair, karena secara juga Vocaloid gak punya pair canon jadi bebas deh, huehuehue
.
Dan terima kasih pada Retorica-san yang mau menjadi editor/beta reader cerita ini.
www
