Title
.
"My Cinderella Hyung"
(Not A Cinderella)
.
.
.
Tokoh:
Choi Siwon
Kim Heechul
Jessica Jung
Choi Kang-In
.
.
Choi Siwon, anak kelas 4 SD yang tahun ini akan naik kelas, menghadiri pesta kenaikan kelas yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya. Siwon yang menyaksikan pertunjukkan drama hyungnya, Choi Kang-In, bertemu dengan cinta sejatinya. Seorang Cinderella manis yang tengah berdiri diatas panggung, menyita seluruh perhatiannya.
.
.
.
"Hyung, kenalkan aku pada yeoja cantik itu!" kata Siwon memelas.
"Noona sejak pertama aku melihatmu diatas panggung. Aku langsung jatuh cinta padamu!" kata Siwon tanpa basa basi.
"Siapa kamu?" tanya yeoja cilik itu.
"Choi Siwon. Kelas 4 SD!" kata Siwon. Yeoja itu tersenyum.
"Mianne Siwon-ah tapi aku sudah berpacaran dengan Kang-In"
.
.
Siwon POV
Seumur hidupku, aku tidak pernah dekat dengan hyungku yang rada-rada error bukan dalam artian gila tapi ya bisa dikatakan karena kelakuannya yang rada menyimpang. Kami berdua bagai dua hal yang berbeda, seperti bayangan dan cahaya matahari yang selalu berdampingan. Hyungku_Choi Kang-In selalu mampu menunjukkan yang terbaik tanpa harus melakukan sesuatu hal dengan terpaksa semua menyukai dirinya apa adanya. Dia juga bukan anak yang terlalu rapi dan sangat mudah tertawa. Sangat berbeda denganku yang terkesan jaim, bersih dan pendiam. Jangan salahkan kenapa ini semua karena aku dan hyungku bukanlah saudara kandung. Ibu dari Hyung-ku meninggal saat dia masih kecil. Dua tahun kemudian appa bertemu dengan umma dan jatuh cinta padanya. Kemudian lahirlah aku, seorang_Choi Siwon. Yang tidak suka dibandingkan ataupun membagi kasih sayang appa dan umma dengan hyungku. So, untuk memperoleh semuanya aku haruslah tampak "PERFECT".
Dan saat ini merupakan saat yang menyebalkan dalam hidupku, seorang Choi Siwon, kelas 4 SD yang tahun depan akan naik kelas 5 harus berada di sini. Di tengah kerumunan para siswa lainnya beserta orang tua mereka. Aku mendengus kesal karena hanya bertemankan Shindong ajushi yang notabene orang kepercayaan appa dan umma.
Aku kembali mendesah kesal. Ini gara-gara appa dan ummaku yang super sibuk. Padahal yang ingin kulakukan adalah berada di rumah dan duduk santai setelah menerima hasil ulangan kenaikan kelas kemarin, tapi sekarang aku ada di sini. Di tengah-tengah kerumunan dan lingkungan yang aku benci_Kotor.
.
Flashback
"Siwonnie, umma dan appa memanggilmu!" kata seorang anak laki-laki yang wajahnya sedikit kotor karena habis bersepeda. Aku yang saat itu tengah duduk di perpustakaan hanya memandang ke arahnya_hyungku yang kotor dan aku pun mengangguk.
Tak lama kemudian, aku menghadap appa dan ummaku.
"Ada apa appa memanggilku?" tanya Siwon.
"Siwon-ah, minggu depan adalah hari kelulusan hyung mu, Kang-In. yang ingin appa katakan adalah dapatkah kau menghadiri acara itu mewakili kami berdua?" pinta appa tanpa basa basi. Mendengar hal itu aku sedikit kesal.
"Siwon-ah, kamu anak yang baik bukan! Umma minta tolong padamu untuk merekamkan acara kelulusan tersebut ne!" kata umma sambil membelai rambutku.
"Ne, appa. Aku akan menghadirinya bersama dengan Shindong ajushi," kataku sesopan mungkin, "Ne, umma. Aku akan merekamkannya untuk umma," kataku sambil tersenyum.
"Anak baik!" kata umma sambil memelukku. Aku tahu kok klo umma dan appa itu sayang sekali pada hyung. Tapi entah mengapa mereka terlalu sibuk hingga tidak dapat meluangkan waktunya untuknya. Padahal kemarin, saat pembagian rapot umma datang ke sekolah dan mengambil rapotku. Kasihan dia. Setidaknya hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya. Meski aku akan membenci suara riuh dan kerumunan orang dan tentunya Hyungku yang akan jadi pusat perhatian. Aish sangat menyebalkan.
.
(Present)
"Siwon-ah, lihat Hyungmu dipanggil! Wah dia sangat gagah sekali dengan seragamnya. Kaupun nanti harus menjadi yang terbaik. Tak kukira dia memperoleh juara ke-tiga. Wah, jangan lupa kau merekamnya," kata Shindong ajushi padahal saat itu juga dia merekamnya.
"Akan kubuktikan dua tahun yang akan datang aku akan jadi juara pertama Dong-dong ajushi!" kataku tidak mau kalah.
"Ya, aku tahu otakmu lebih encer dibanding hyungmu! Appa dan umma kalian pasti bangga," ujarnya santai.
Aku merasa kesal, ruangan ini terasa jadi sangat menjijikkan. "Ajushi, aku mau mencari udara segar dulu," kataku sambil melangkah keluar aula tanpa menunggu jawaban darinya.
Saat aku berada diluar kelas dan menikmati pemandangan indah yang ada di depanku. Bunga sakura yang mulai berbunga, indah sekali. Tiba-tiba seseorang melintas dihadapanku. Dia menabrakku begitu saja.
"Kau tak apa?" tanyanya sedikit kesal sambil mengulurkan tangannya. Aku sangat kesal, aku benci menjadi kotor. Ku tepis tanggannya. Melihat penampilannya sepertinya dia setingkat dengan Kang-In.
"Minggir." kataku dengan nada dingin. Dia tampak keheranan dan memutar badannya sambil mendesah kesal. Aku segera mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan diriku.
"Siwon-ah!" panggil Shindong ajushi. Aku hanya memutar badanku pelan. "Sebentar lagi aka nada pentas drama hyungmu! Cepat kesini!" kata Shindong ajushi.
Ya, tentu saja alasan alasan utama keberadaanku disini adalah untuk membantu umma dan appa yang ingin melihat perkembangan hyung. Dan yang kedua adalah menyaksikan acara wisuda angkatan hyung juga akan merekam penampilan drama Kang-In hyung yang secara khusus dipinta oleh ummaku. Yah, aku merasa mulai bosan, posisi dudukku sudah terasa tidak nyaman. Semuanya tampak biasa-biasa saja. Nothing special or … not…..
"….sekarang Cinderella sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, kulitnya yang putih, bibirnya yang merah merekah laksana bunga mawar, dan bola matanya yang bersinar terang seperti bintang…."
Aku membelalakkan kedua mataku mengikuti langkah seorang yeoja cantik bernama what should I call her_Cinderella, wajah yang cantik, mata yang bersinar seperti bintang, bibir yang merah merekah, wajah yang bersemu merah, rambut panjangnya yang terikat rapi, dan suara yang merdu. Kedua bola mataku tertuju padanya, mengikuti setiap gerakannya yang luwes dan mempesona. Seperti telah hipnotis oleh Cinderella, My Cinderella.
Terdengar suara gemuruh tepuk tangan penonton yang membuyarkan lamunanku. Tanpa kusadari pentas telah usai, dan aku mencari-cari sosok Cinderella yang cantik itu. Kutinggalkan Shindong ajushi sendirian di bangku penonton. Kuraih buket mawar yang harusnya ku berikan pada Hyungku. Kujamin tak ada yeoja manapun yang tidak suka dengan bunga dan senyum manisku. Karena tak ada seorangpun yang bisa menolak pesona dari seorang Choi Siwon.
Aku berjalan dengan terges-gesa setengah berlari. Tak kupedulikan saat bahuku bertabrakan dengan beberapa anak lainnya. Biasanya aku akan mendeath glare mereka, tapi yang penting sekarang adalah aku ingin bertemu dengannya, My Cinderella.
Dengan perlahan aku menuju belakang panggung. Kucari sosok yeoja yang tadi menyita perhatianku. Terlalu banyak orang disana.
"Siwonnie, ada apa?" kata sebuah suara dibelakangku. Aku tidak menyukai tangannya yang ada dipundakku. "Kamu membawa buket bunga ini untukkukan? Terima kasih!" lanjutnya. Aku mengangkat buket tersebut secara tak langsung mengatakan bahwa buket itu bukan untuknya. Aku akan memberikannya untuk Cinderellaku.
"Hyung! Kaukan seorang namja tak malu apa menerima buket bunga!" kataku berusaha untuk menghalangi niatnya.
"Ini dari ummakan? Sini!" katanya sembari merebut buket bunga mawar tersebut.
"Hyung!" rengekku biasanya tak seorangpun bisa menolak keiinginanku tapi Kang-In hyung adalah pengecualian. Mungkin dia pada dasarnya tidak menyukaiku jadi dia sama sekali tidak memberikan buket itu padaku.
"Waeyo? Umma kan memintanya untuk diberikan padaku, Siwonnie," kata Kang-In protes.
"Ara! Tapi dengan satu syarat!" kata Siwon. Kang-In menatapnya. "Hyung kenalkan aku pada yeoja cantik yang tadi berperan sebagai Cinderella ya?" Pintaku memelas padanya.
Wajah hyung tampak kebingungan, aish dia memang bodoh sekali masa tidak tahu apa yang aku inginkan.
"Hyung!" bentakku. "Hyung, kumohon ya," kataku memelas padanya. Tapi dia masih saja diam.
Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat sekumpulan teman-teman hyungku sedang mengerumuni seseorang. Akh! Cinderella-ku!
"Hyung, kenalkan aku pada yeoja cantik itu!" ulangku lagi. Tapi entah kenapa hyungku ini tidak bergerak sama sekali. Dia malah mematung di tempat.
Ya sudah, aku bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan darimu, hyung. Kulihat senyum yang tak henti-hentinya ditunjukkan oleh yeoja cantik itu. Ingin rasanya aku singkirkan para pengganggu yang mengerumininya dan mungkin akan merebut perhatiannya.
Deg! Deg! Deg!
Aku bisa merasakan detak jantungku yang semakin keras. Aku menatap yeoja cantik itu yang masih mengumbar senyumnya kepada mereka semua. Tiba-tiba dia terdiam, melihat diriku yang ada dihadapannya. Mata itu begitu indah dan bersinar terang. Senyum itu seolah-olah menarikku untuk menghampirinya lebih dekat. Kami saling pandang untuk beberapa saat, aku harus bisa tenang dan menjadikannya milikku.
"Noona! Sejak pertama aku melihatmu diatas panggung, Aku langsung jatuh cinta padamu!" kataku tanpa basa basi. Dia menatapku keheranan. Aku memegang ujung jas yang kupakai untuk mengurangi rasa nervous yang ada. Aku sudah mengerahkan seluruh keberanianku.
"Siapa kamu?" tanya yeoja cilik itu. Dia menatapku penuh selidik. Aku kembangkan senyumku yang tidak pernah pupus sejak tadi.
"Choi Siwon. Kelas 4 SD!" kata Siwon. Yeoja itu tersenyum.
"Mianne Siwon-ah tapi aku sudah berpacaran dengan Kang-In," katanya sambil melangkah melewatiku begitu saja. Ada rasa sakit yang aku rasa, jadi Cinderellaku adalah milik hyungku yang bodoh. Saat dia berjalan tanpa sengaja dia menyenggol bahuku dan mengibaskan sutra hitam miliknya. Tercium wangi bunga mawar. Dan kurasa sentuhan lembut dari sutra itu di pipi kananku. Aku berbalik mengikuti langkahnya dan melihatnya berjalan kea rah hyungku.
"Kang-In, I love you so much!" katanya sembari memeluk hyungku. Aku tidak bisa menerima hal ini. Ku lihat dia juga mencium pipi kanan hyungku.
"A…. ap…pa yang kau lakukan?!" kata Kang-In hyung tergagap. Tak kuasa lagi, rasanya sangat menyakitkan belum pernah_seumur hidupku belum pernah ada yang mengacuhkanku. Tidak ada yang akan mengacuhkan seorang Choi Siwon. Tanpa ku sadari tatapanku mulai meremang. Kang-In hyung tampak kebingungan.
"Waeyo? Bukannya kita memang pacaran," katanya sambil tersenyum dan bergelayut manja di tangan hyungku.
"Lepas!" kata Kang-In hyung, dia berjalan kearahku. "Siwonnie?" gumamnya pelan sambil mengulurkan tangannya.
"Benci! Aku benci hyung!" kataku sambil menepis tangannya.
Hal yang sangat memalukan untuk seorang Choi Siwon. Menangis dihadapan yeoja yang disukainya. Akhirnya aku hanya bisa berlari. Aku malu kenapa aku menangis seharusnya baik-baik sajakan? Aku ternyata sangat_Sangat Menyukai Cinderellaku.
"Siwonnie!" Hyung berteriak memanggilku.
Aku berlari meninggalkan backstage dan berjalan ke luar ke tempat parkir kendaraan. Disana aku langsung masuk ke dalam sebuah mobil limo.
"Tuan muda, bagaimana acaranya?" tanya sang supir yang sabar menunggu kedua tuan mudanya itu.
"Paman! Ayo kita pulang!" kataku padanya, dia tampak begitu kebingungan, "Cepat!" teriakku. Barulah supir itu bergerak setelah mendengar teriakanku. Menyebalkan.
Aku benci hyung. Choi Kang-In lihat saja aku akan menjadi yang terbaik dan mengalahkanmu. Sebuah kelopak bunga sakura masuk melalui kaca mobil yang terbuka mengingatkanku padanya_ My Cinderella. Aku Choi Siwon, namja yang baru saja berusia 10 tahun. Patah Hati oleh Cinta Pertamaku yang tak ku tahu siapa dirinya.
.
.
.
TBC
Hahaha, saudara2 sekalian terima kasih Chap.1
Kira-kira siapa ya, Cinderellanya Wonnie oppa?
Hehehe! Kyaaa
