SIXTH SENSE

***

Disclaimer: Naruto©Masashi Kishimoto

Sixth Sense©Aulikee & Frente NekoChi

***

Warning: ULTRA AU, OOC, Ketidakjelasan, Update lama, dan lainnya.

***

"WHAT THE HELL?!"

"Eh?!"

"AYAM!!!!"

"SILUMAN AYAM!!"

"KALIAN SIAPA HAH?!"

***

Naruto dan Kakashi saking kagetnya sampai jatuh dan jungkir balik lalu mendarat dengan posisi kaki di kepala dan kepala di kaki. Si 'Siluman Ayam' cuma jawsdrop ngeliatnya.

"Hha! Mang Kakashi, itu beneran target kita?!" kata si duren.

"Iya beneran! Liat nih!" Kakashi menunjukkan radar tersebut.

Sementara Naruto dan Kakashi sedang berbacot-ria, Si Ayam cuma duduk ngopi sambil membaca tabloid "Ehem-Ehem". Kakashi yang melihat cover tabloid itu langsung gabung sama Si Ayam dan meninggalkan Naruto yang keasyikan ngutak-atik radarnya.

"Wuihh.. Aming hot juga ya?!" Kakashi mulai berargumen seenak jidat.

"UAPAH?! Amingwati jadi Guest Star di tabloid Ehem-Ehem?!" Naruto lalu merebut tabloid itu dari tangan pucat Si Ayam.

"HEH!!! Siapa lu siapa gua?!" Si Ayam bingung sendiri sembari marah-marah sama tangan jahil Naruto.

"Ya, lu Uchiha Sasuke dan dia Uzumaki Naruto!" ujar Kakashi.

"Hm? Tau dari mana namaku?"

"Iyadong, sebab aku adalah orang pintar," kata Kakashi.

"Ah! Bo'ong! Liat tuh kaos yang dipake Si Uchiha!" Naruto menunjuk kaos Sasuke yang bertuliskan 'I am Uchiha Sasuke Yang Paling Keren (Made in Toko Sablon Plusplus)'.

"O o, gua ketauan..." kata Kakashi.

Saat Kakashi sedang asyik-asyiknya nyanyi gak jelas, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.

"EH KAMPRET!!!" ucap Kakashi saking terkejutnya.

Ternyata yang menepuk bahunya adalah Shizune. Ia melirik Kakashi dengan tatapan setajam pisau belati. Sementara itu Sasuke dan Naruto sedang mojok sambil ngeliat foto-foto hot Amingwati.

"Sudah kuduga, kalian gak akan becus buat nangkap target ini. Untung aku segera kemari sebelum si target kabur," kata Shizune.

"Ya sori deh. Salahin Naruto tuh! Malah asyik mojok sambil baca tabloid Ehem-Ehem!" bela Kakashi.

"Targetnya yang mana sih?"

"Itu yang rambut ayam," jawab Kakashi santai.

Shizune langsung melirik ke arah Sasuke, karena emang rambutnya sangat mencolok sehingga mudah dikenali. Ia lalu mengambil borgol dari saku celananya.

"Bersiaplah kau!"

"Apa guna borgol itu?" tanya Kakashi.

Shizune lalu menoleh sambil berucap, "Ya buat nangkep target itu! Dodol banget sih kamu!"

Shizune menoleh kembali, namun sang target sudah tak terlihat lagi. Ia lalu terkaget-kaget dan bertanya pada Naruto yang tadinya berada di samping Sasuke.

"MANA SI AYAM?!"

"Oh, Sasuke. Tadi lari tuh ke arah sana," ujar Naruto polos sambil nunjuk ke arah keramaian.

"KENAPA LU GAK CEGAH?!! DASAR BLOON DAH!" Shizune mulai mencak-mencak dan tepar kehabisan udara.

Tanpa dikomandoi, Kakashi langsung mengejar Sasuke. Sementara itu Naruto diperintah untuk membawa Shizune yang tepar kembali ke markas.

***

Mendaki gunung, lewati lembah. Sungai mengalir indah ke lautan seraya mengiringi pelarian Sasuke.

"Woy tunggu wooooyyy!!" Kakashi meneriaki Sasuke sambil mukul kentongan. Sampai-sampai dikira maling oleh masyarakat sekitar dan mereka ikut mengejar Sasuke.

"Maling! Woi maling!" sorak masyarakat yang salah paham itu.

'Wah sialan tuh, gua yang nyawanya terancam malah dia yang dibantuin,' pikir Sasuke.

Sasuke lalu berlari ke arah hutan. Ia berlari zig-zag sehingga orang-orang yang mengejarnya terpencar dan kehilangan jejaknya. Setelah beberapa jam berlari tanpa henti, akhirnya Sasuke selamat dari kejaran orang-orang itu.

"Rugi ya jadi orang cakep, dikejar-kejar sama para fans," kata Sasuke yang sempat-sempatnya narsis.

Tiba-tiba, terdengar suara yang sangat keras.

"AYAM AYAM AYAM AYAM AYAM AYAM AYAM! AYAM BAKAR UCHIHA! DIJAMIN MAKNYOSS! AYAM AYAM AYAM AYAM! PENAMPAKANNYA MEMANG JELEK TAPI RASANYA MANTAP! AYAM AYAM..."

Suara itu terdengar sangat keras di telinga Sasuke. Apalagi baru kali ini dia dihina habis-habisan, sehingga membuatnya tak sadarkan diri.

"Sudah kuduga dia itu Clairaudio," kata Kakashi yang tiba-tiba muncul dari atas pohon sambil mengeluarkan karung bekas beras cap Rojolele.

"Suara keras adalah kelemahannya... hehehe," ujar Kakashi cengengesan seraya memasukkan Sasuke ke dalam karung.

"Untung Sixth Sense-ku adalah Clairvoyant, sehingga aku bisa melihat keberadaan bocah ini."

Tanpa disadari mereka, ada sepasang mata merah yang mengawasi dari balik pohon.

***

Gedung Somplak, Markas Rahasia Sixth Sense Company

Naruto sedang mengipasi Shizune yang masih tepar dan terbaring di sofa. Tiba-tiba, pintu terbuka. Kakashi muncul sambil menyeret sebuah karung cap Rojolele.

"Apaan tuh? Mang Kakashi dapet sembako dari mana? Ngemis ya?" tanya Naruto.

"Bah! Enak aja! Mana mungkin orang ngemis dapet sembako sekarung! Lagian ini bukan sembako, ini orang tau!" jawab Kakashi.

"WUA!!! MANG KAKASHI JADI SUMANTO! MAKAN ORANG! DASAR KANIBAL!"

"Enak aja! Ini Si Uchiha Sasuke!" ujar Kakashi sembari mengeluarkan Sasuke dari karung dan langsung memborgol tangan dan kakinya.

"Curang! Sasuke lebih elit! Masa' pake borgol, gua aja diiket pake tali rafia doang!" protes Naruto sambil mengeluarkan gulungan solasi murahan, "Pake ini aja nih!! Biar adil!"

"Diem aja dah! Dia ini orangnya lebih sakti daripada kamu! Takutnya kalo pake tali rafia malah talinya yang putus," ujar Kakashi yang sukses membuat Naruto ngambek.

Tanpa memperdulikan rengekan Naruto, Kakashi lalu membawa Sasuke ke ruang Isolasi.

"Tuh kan, curang lagi!! Gua dulu disekap di gudang. Kok dia malah di ruang Isolasi?!" Naruto ngambek lagi.

***

"Woiii!! Lepasin!"

Yang diteriakin diem aja...

"WOOOIIIIII!!!!!!!!"

Yang diteriakin malah tidur-tiduran...

"WOIIII!!!!! LU BUDEG YAK??!!!"

Yang diteriakin masih diem aja, tapi udah ngedip-ngedip dikit...

"Oiiiiiii... mas ganteng..."

Yang diteriakin nengok....

"Apa?" kata Kakashi sok cool.

'Nyesel gua manggil dia ganteng...' batin Sasuke.

"Mas... bukain borgolnya mas... saya masih muda, keren, ganteng, idup lagi. Saya gak mau dijadiin babu mas... gak level mas," Sasuke melas.

"Siapa yang mau jadiin lu babu?"

"Lho, bukannya mas-mas itu yang suka nyulik bocah trus dijadiin babu?"

"Enak aja lo! Dasar..." bantah Kakashi

"Kakashi!!!!"

"...EH MONYET KUNYUK!!" Kakashi kaget bukan main. Ternyata yang tadi memanggilnya adalah Shizune.

"Eh! Kita dapat bukti baru dari bagian informasi!" kata Shizune.

"Maksudmu dari Yamato? Baiklah, ayo kesana!" balas Kakashi seraya meninggalkan Sasuke yang masih terkapar di ruang isolasi.

"Naruto!!"

"Eh?! Ya, ada apa mang?" kata Naruto yang dari tadi lagi asyik baca tabloid Ehem-ehem.

"Tolong jagain Sasuke. Jangan sampai kabur lho!!"

"Siap boss," jawab Naruto dengan senyum licik. Di balik punggungnya terlihat sebuah cambuk dan sebuah buku yang berjudul "Cara Menguliti Ayam A La Mpok Oro".

"Dan jangan coba-coba menyakiti dia! Kalo ada lecet sedikit, kubakar semua poster Amingwati deluxe-mu!" ancam Shizune.

"Si... siap boss..." kata Naruto dengan muka pucat.

Setelah itu, Kakashi dan Shizune keluar dan manggil becak langganannya yang konon sudah selama tujuh turunan tak pernah dibayar-bayar. Akhirnya mereka sudah tak terlihat lagi di pandangan.

***

"Oi... ini sebenernya dimana sih?" tanya Sasuke yang dari tiga jam yang lalu dicuekin Naruto.

"Gua juga gak tau..." jawab Naruto dengan jujurnya.

"Trus kok lu bisa nyampe disini?" tanya Sasuke lagi.

"Gua juga gak begitu paham..." jawab Naruto dengan polosnya.

"TRUS lu kok bisa kenal sama MEREKA??!!" tanya Sasuke yang mulai kesal.

"Ho... Soalnya kata mereka gua punya Sixth Sense, yang artinya gua punya tetangga bernama Indra yang katanya anak ke-enam. Padahal setau gua Indra itu anak sulung. Bocahnya baek sih, kalo gua palak pasti dia nurut. Tapi gua pernah ketangkep basah lagi malakin dia sama bokap-nya. Gila bokap-nya sangar banget, katanya dia udah jadi preman selama lima menit. Cuma lima menit aja udah sangarnya aje gile, apalagi kalo udah lima abad... Bisa kayak Godzilla tuh orang. Trus si Indra-nya tuh..." jawab Naruto yang malah curhat dan masih berlanjut hingga membuat Sasuke sweatdrop.

'Gak ada gunanya gua nanya sama orang kayak gini. Sixth Sense aja dia gak ngerti. Mending gua bodohin aja nih orang,' maksiat Sasuke.

"Eh gua penasaran deh sama tampang bokapnya Indra. Dia tinggal di mana sih?" Sasuke mulai menjalankan rencana maksiatnya.

"Dia tuh tinggal di komplek apartemen di ujung jurang depan, tapi kesonoannya lagi. Ntar lu tinggal terjun aja. Nyampe deh di kompleknya," balas Naruto sekalian membuatkan denah dari krayon bergambar Dora The Exploder.

"Oh, ya...ya... Gua mau ke sana, lepasin borgolnya dong," pinta Sasuke.

"Oke, tapi lu hati-hati sama anak buah bokapnya. Denger-denger mereka itu hombreng," wanti-wanti Naruto sambil melepaskan borgol di tangan dan kaki Sasuke menggunakan kunci serep.

"Sip, ntar gua balik lagi ke sini kalo udah ngeliat bokapnya. Sementara itu, gua titip dulu borgolnya di elu ya..." kata Sasuke sembari memasangkan borgol tersebut di tangan dan kaki Naruto, lalu kuncinya dilempar ke perapian.

"Oiya, kalo ketemu Indra, titip salam ya! Bilangin kalo gua tuh yang ngejebolin pintu depan apartemennya," kata Naruto tak sadar sedang ditipu.

"Bye..." Sasuke lalu berlari ke luar.

"Bye! Eh tunggu! Pintu keluarnya di dalem kamar mandi!"

"Oh, ya. Makasih... wakakakakakakakak..." Sasuke cengengesan akan kepolosan Naruto.

Akhirnya tinggal Naruto sendiri, terborgol di dalam ruang isolasi.

.

..

...

Angin berhembus...

Whuuuuuss...

"WHAT??!!!!! GUA DIKIBULIN!!!!"

***

Markas Bagian Informasi, Sixth Sense Company

"Jadi bagaimana, Yamato?" tanya Kakashi serius.

"Menurut Kepolisian Konohagakure, ada tiga korban lagi yang ditemukan beserta barang bukti berupa vacuum cleaner hitam bercorak merah yang kehilangan tabungnya. Anehnya, mereka tidak kehilangan salah satu dari panca indra mereka. Namun pandangan ketiganya kosong, seperti tak bisa merasakan apa-apa," ujar Yamato.

"Hmm... kali ini korbannya Clairsentiant, ya?" Shizune berkomentar.

"Oh, ya... satu lagi, ketiganya hanya bisa mengucapkan huruf "A", "T" dan "S". Aku curiga, jangan-jangan huruf itu ada hubungannya dengan huruf yang diucapkan korban di kejadian sebelumnya," lanjut Yamato.

"Mungkin saja... Coba kita sambungkan semua huruf tersebut."

"Hmm... A-K-A-T-S... Akats? Apakah itu semacam kode rahasia?" kata Shizune.

"Entahlah... aku akan terus mencari informasi tentang huruf-huruf tersebut. Sementara itu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian berhasil mengumpulkan anggota baru?" tanya Yamato.

"Kami telah menemukan seorang Clairessence dan seorang Clairaudio. Semoga mereka dapat membantu menangani kasus ini," jawab Kakashi.

"Semoga saja. Jaga mereka, jangan sampai menjadi korban di kasus ini..." ujar Yamato.

"..."

"Aku punya firasat buruk..." kata Shizune.

"WUAH!! Gua baru sadar!! Naruto kan dobe!! Aduuh!! Shizune, ayo kembali ke markas kita!" perintah Kakashi sambil berlari keluar dan manggil becak antar-jemput langganannya.

"Ba... baik! Yamato, kabari kami secepatnya jika ada sesuatu yang terjadi!" ujar Shizune seraya lari menyusul Kakashi.

***

Gedung Somplak, Markas Rahasia Sixth Sense Company

"Oiiiiii!!!! Siapapun dimanapun dan kapanpun!! Tolongin gua!!" teriakan Naruto yang naik setinggi 7 oktaf terdengar sampai di telinga Kakashi dan Shizune yang masih berada di becak. Sontak, mereka berdua langsung berlari menuju gedung tersebut dan meninggalkan sang tukang becak.

"Den! Non! Bayar dulu!! Oiiii!!!" sang tukang becak hanya bisa berteriak pilu dan meratapi nasibnya dari kejauhan. Sungguh malang nasibmu, Mang...

"Naruto!!!! Apa yang terjadi?!!" seru mereka berdua saat mendapati Naruto sudah terborgol dan terkapar di ruang isolasi.

"Gara-gara Indra sama bokap-nya tuh!! Gua ditipu habis-habisan!!" ujar Naruto yang menyalahkan Indra, padahal dia tidak salah apa-apa.

"Lho??!! Terus Sasuke mana??!!" tanya Shizune panik.

"Ya kabur, mbak!!" ujar Naruto dengan logat yang medok.

"APA??!!!" Shizune mencak-mencak.

"Tenang saja..." ujar Kakashi dengan nada yang santai, terlalu santai malah...

"GIMANA BISA TENANG??!!"

"Aku sudah memasang mikro chip pemancar di bajunya, sehingga kita bisa mendeteksi keberadaannya dengan Radar Sixth Sense. Lagi pula, sepertinya radar ini tidak perlu kita pakai, karena aku mempunyai Clairvoyant," jawab Kakashi dengan kerennya.

"Kakashi!! You are my life saver!! Kalo gitu, dimana dia?" tanya Shizune sambil menangis terharu.

"Mana ku tahu, akupun tak tahu! Jangan tanya aku!" jawab Kakashi.

"Gak keren, lu!!" komentar Naruto.

"AYO CEPAT CARI DIAA!!!!" perintah Shizune penuh amarah.

"Lepasin dulu borgol gua!!" pinta Naruto.

***

Sasuke mulai kecapaian karena dari tadi terus berlari dan berlari. Ia lalu melihat sebuah pohon beringin yang rindang. Sasuke lalu beristirahat di sana. Baru saja ia duduk di bawah pohonnya, tiba-tiba...

"Otoutou..." sebuah suara yang berasal dari atas pohon mengagetkannya.

Sasuke melirik ke atas pohon...

"KUNTILANAK!!!!!!"

GUBRAK!!

Sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang terjatuh dari atas pohon dengan pose yang tidak keren.

"A... Aniki?!!"

***

Gedung Somplak, Markas Rahasia Sixth Sense Company

"Aduuh... kok tiba-tiba radarnya kehilangan jejak Sasuke sih?" tanya Naruto.

"ADUUUH!! Gimana nih?! Aku gak mau tau, pokoknya kita harus menemukannya!!" protes Shizune.

"Mau bagaimana lagi, kita sudah mengelilingi Konohagakure berkali-kali. Ini sudah malam, kita akan melanjutkan pencarian besok pagi," kata Kakashi.

"Tapi..."

TOK TOK TOK...

"Siapa tuh malem-malem ngetok pintu?" tanya Naruto.

"Gak tau, mungkin Yamato... Soalnya cuma dia saja yang tau letak markas ini," jawab Shizune.

JGREK!

Pintu pun terbuka...

"Izinkan aku masuk ke organisasi ini!!"

"Sa... Sasuke??!!"

(TBC)

Side Note:

-Clairaudio: Orang yang memiliki indra pendengaran yang lebih kuat dari pada orang lain

-Clairvoyant: Orang yang memiliki indra pengelihatan yang lebih kuat dari pada orang lain. Kadang juga bisa melihat masa depan

-Clairsentiant: Orang yang memiliki firasat atau perasaan yang lebih kuat dari pada orang lain

Jawaban Quiz: Jawabannya adalah AKATSUKI!! Ya, anda semua benar!! Jadi... hadiahnya... adalah... di chapter depan!! Bercanda ding... hadiahnya ucapan selamat setulus hati dan cipokan maut dari bokapnya tetangga Naruto!!

A/N: Hua, maaf update-nya lama... udah gitu aja... (langsung ngibrit)

Oiya...

REVIEW YA!!