Disaat perasaan yang namanya cinta datang..
Kenapa ada badai yang mengikutinya..
Cinta?
Apa yang kau tahu tentang cinta? Kau dulu pernah mengatakan padaku jika cinta itu indah, jika cinta itu akan membuat kau senang dan bisa untuk mengobati kesakitan dan juga kesepianku..
Cinta?
Bulshit.. ck.. cinta perasaan yang sungguh konyol..
Kau.. kau orang yang telah membuatku sadar tidak ada artinya untuk merasakan yang namanya cinta jika pada akhirnya kau akan mengalami nasib sepertiku ini...
Kring...
Kulihat ada seseorang yang berwajah aneh dan pakai tato diwajahnya baru masuk dan menuju kedepanku. Ketika dia mengatakan pesanannya padaku, aku dengan cekatan menyediakan apa yang dia pesan
Aku bisa melihat dia masih terus menatapku.. hn.. aku sudah biasa ditatap seperti itu. Tidak membuatku canggung.. setelah menyelesaikan pesanannya akupun memberikan pesanannya dan dia mulai meminumnya..
Kring..
Bertanda ada lagi yang masuk.. seseorang dengan rambut panjang seperti seorang cewek mendekati pria yang ada didepanku ini.. dan bisa kulihat tatapan kerinduan dari kedua mata mereka.. aku berpikir mungkin mereka pasangan.. aku yang tidak terlalu mempedulikannya kembali membersihkan meja, dan pria berambut cewek itu menarik cowok berambut merah.. dan berlalu sudahlah mereka dari hadapankku...
Cinta? Yaoi? Hn.. aku tersenyum miris ketika masih memandangi pintu tempat kedua pria tadi keluar... damn.. hah.. konyol #smirk... setelah kepergian mereka berdua aku kembali melanjutkan pekerjaanku..
Disclaimer Masashi Kishimoto
Pair: SasuNaru
Genre Angst and romance
Warning: Cerita gaje dan ngak nyambung sama sekali.. ancur, abal dan sejenisnya..
Silahkan menikmati XD
KIHA
Kau belum aku ceritakan tentang keluargaku? Oke.. akan aku ceritakan jika kau mau.. keluargaku merupakan keluarga yang cukup kaya.. mereka keluarga yang sangat harmonis ketika aku masih kecil.. aku mempunyai seorang kakak yang sangat bandel tapi dia sangat sayang padaku.. tapi.. entah badai apa yang menimpa keluargaku semuanya sekarang sudah menjadi berantakan.. berantakan sejak aku berumur 8 tahun.. ibu dan ayahku berpisah dan kakakku kabur dari rumah dan entah berada dimana sekarang.. aku yang tidak mau mengikuti mereka berdua memilih untuk tinggal sendiri.. hei.. jangan heran dan tertawa.. anak berumur 8 tahun tinggal sendirian..
Memang aku tidak tinggal dengan orang tua dan tinggal sendirian awalnya.. tapi karena Baa-chanku tidak mengizinkannya akupun disuruh tinggal bersama dengan paman Iruka.. kau tahu.. anak umur 8 tahun yang masih duduk dibangku SD selalu ditertawakan, dibullyi dan tidak ada hari-hari tenang di sekolah.. sampai aku lulus SD..
Aku bertahan.. bertahan untuk tetap sekolah.. karena aku ingin membuktikan kepada keluargaku dan juga kepada siapapun bahwa aku merupakan anak yang kuat..
Ketika aku duduk dibangku SMP pun sama.. aku masih tetap dijahili, tapi aku tetap dan tetap tersenyum...tetap ceria.. dan sedikit demi sedikit aku mulai mendapatkan teman...
Ketika SMA... hah.. saat itu saat aku bertemu dengannya.. dia membuat aku merasakan kebahagiaan dan juga memberikan harapan yang sangat tinggi bagiku... setelah dia membawaku ketempat yang tinggi dia melepaskanku dan membiarkan aku jatuh... sampai-sampai aku tidak tahu cara untuk mengungkapkan sakitnya.., Yang bisa aku lakukan hanya menutupinya dan tidak ingin untuk terjatuh untuk yang kedua kalinya.
Kau tahu... setelah dia menghempaskanku aku melihatnya bercinta dengan gadis lain... memang aku tidak ingin mengakuinya.. tapi.. sudahlah.. itu kenyataan dan kau harus menerimanya.. untuk menutupi perasaan itu memang butuh waktu yang sangat lama bagi diriku ini..
Itukah arti dia bagimu? Tidak terselip sedikitpun diriku didalamnya.. tidak bisakah aku untuk berharap? Hah.. kenapa aku harus mempunyai harapan bodoh seperti ini.. kau.. kau telah memberikan janji bodoh padaku.. kau.. kau.. hah,... kenapa kau bisa membuatku lemah seperti ini.. jawab aku Sasuke.. jawab...
Kenapa aku tetap tidak bisa untuk membunuh perasaan ini.. sudah cukup.. Naruto baka.. baka.. kau tidak punya harapan.. kau tidak dianggap.. dalam mimpimupun kau tetap tidak akan bisa untuk bersamanya.. bersyukurlah.. berterimakasihlah karena dia pernah menganggap kau ada.. berterimakasihlah karena dia tidak mengacuhkanmu...
Naru.. kau.. kau sebaiknya berhenti berharap jika kau tidak mau merasakan sakit yang lebih dari ini... okey.. kau pernah mengatakan sakit dan terus merasakan sakit akan membuat kau menyenangi sakit itu.. jadi.. nikmati sakit ini.. kenyataannya aku tetap belum bisa untuk menikmati sakit ini dan tidak mau untuk merasakan sakit yang sama.
Hah... aku bingung.. bingung dengan diriku sendiri.. kenapa.. kenapa aku tidak bisa untuk mengendalikan pikiran dan hatiku sendiri... KUSO..
Ck sial... aku ingin menceritakan keluargaku dan sekarang aku malah menceritakan kehidupanku.. hah.. otakku sudah mulai error..
Skip time
Setelah hari minggu adalah hari senin.. dan itu artinya aku harus bertemu kembali dengan dirinya,... hah... dan juga akan berjalan seperti hari biasanya.. 'semoga'.. sama.. pagi yang masih sama.. disana bisa kau lihat teriakan-teriakan yang memuakkan.. dan seperti biasa aku kembali dengan cuek pergi kekelas...
"Bruk.." cih kuso.. kenapa aku tidak bisa melihat jalan dengan benar sih.. dan saat itu aku melihat orang yang telah aku tabrak.. dia.. bukankah dia pasangan yang kemarin.. orang yang datang keBar kemarin.. kenapa dia bisa ada disini.
Dia terus menatap mata Saphirku, bisa ku lihat matanya yang indah, aku sempat terpana ketika menatap mata yang indah itu, dengan segera aku berdiri dan berniat ingin pergi dan seketika itulah aku merasakan sesuatu yang basah menempel dibibirku... kenyal... mataku melebar.. dia.. dia menciumku dan sekarang dia pergi dengan seenaknya..
Aku ingin marah, tapi dia telah berlalu dan menghilang dari hadapanku, ya sudahlah.. hanya memberi sedikit efek. Aku bingung kenapa dia harus menciumku, kalau dia ketahuan selingkuh sama cowoknya yang kemarin gimana.. hahh... mungkin itu hanyalah sebuah kesalah pahaman.
Aku terus berjalan menyusuri koridor dan aku melihat orang yang berambut pantat ayam berjalan kearahku, maksudku dia berjalan berlawanan arah denganku, aku tidak yakin dia akan menghampiriku.
Aku merasakan tangan kekar mengenggam tanganku dan menariknya, aku tahu siapa dia, Sasuke.. aku terus mengikutinya ketika dia menarik tanganku dengan kasar. Sekarang kami berada ditempat kami biasanya bersama.. sakit.. itu yang kurasakan sekarang ketika mengingatnya, tapi aku tidak akan pernah untuk menunjukkan kesakitanku kepada Sasuke.
"Hn, kau murahan" menusuk... apa arti dari ucapanmu itu?
"Hn, hubungannya denganmu?" biarpun aku tidak mengerti apa yang dia maksudkan, tapi dia memang tidak ada hubungannya dengan kehidupankukan.. aku jadi sampah ataupun menjadi gigolo itu bukan urusan dia lagi.
"Hn" dia menghempaskanku ketembok dengan kasar.
"ungh" aku merasakan nyeri dipunggungku. Apa-apaan dia..
"Apa?" aku tatap matanya dengan tajam
"Kau orang murahan jangan memberikan tatapan seperti itu kepadaku"
"HN" Aku ingin segera pergi dari sini dengan segera.. ya Allah... jangan.. jangan biarkan aku untuk menangis didepannya.. aku orang yang tegar.. tapi.. dadaku sesak dan sakitt...
Akupun berlari meninggalkan Sasuke setelah aku menendang kakinya dengan sangat kuat dan mengakibatkan kakiku juga sedikit merasakan sakit.. panas? Pipiku terasa panas... ternyata aku menangis.. kenapa.. kenapa aku begitu lemah...
Aku tidak tahu aku lari kemana.. aku tidak tahu kemana kakiku ini akan membawaku pergi dari masalah ini.. aku hanya ingin lari.. dan setelah itu aku bisa untuk kembali kekenyataan hidupku ini...
Tanpa Naruto sadari ada orang yang memperhatikannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
TBC
Whahahahha... selesai juga... ngg... terimakasih untuk yang telah memberikan kepada ku masukan dan juga komentar... terimakasih banyak...
Dan kalau mau, aku menunggu kritikan dan sarannya... ^-^
