Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto

And High School DxD belongs to Ichiei Ishibumi

Story by shirayuki-su

Rate T (maybe)

Warning : Au, OOC, tipo dll

"The Slayer"

Chapter 1

Naruto mengingat dengan jelas sebelum ia mulai tidur. Pada saat yang sama, ia menyadari bahwa ingatan tersebut berjalan mundur pada masa lalu. Kesadaran dirinya dalam kondisi tidur, tapi ia tidak sadar bahwa tubuhnya tetap berjalan mengikuti sang waktu. Dia telah tettidur untuk waktu yang lama dan ketika ia membuka mata nya Naruto akan sangat kesulitan menggunakan semua indra dalam tubuhnya. Ia bahkan kesulitan membedakan dirinya sekarang bangun atau masih dalam bermimpi.

BOOM

Naruto bangun dari tidur lamanya, karena ia mendengar suara ledakan dari tempat yang jauh. Itu sanghat tenang saat ia dalam kondisi tidur, tapi sekarang suara ledakan yang mengetarkan tanah membuatnya membuka kedua matanya.

"Mmmmmmm"

Masalahnya sekarang adalah ia berusaha mengerakan tubuhnya tapi respon yang Naruto dapat nihil, ia bahkan berpikir apa dirinya benar-benar masih hidup. Kesadaranya serasa melayang, dan tubuhnya tidak merespon. Naruto menenangkan dirinya, ia masih bernafas dan setelah merasakan sebentar ia dapat mendengar detak jantungnya berdetak pelan, ia mulai membangun tenaga untuk mengerakan tangannya.

"Gmmm!"

Jari Naruto bergerak.

"Gmmm!"

Pergelangan tangan bergerak.

Naruto tidak mengerakkan tubuhnya dalam waktu yang sangat lama, jadi ia merasa mengerakkan tangan dan jarinya seraya mengerakkan batu. Kondisi Naruto hampir sama dengan binatang yang melakukan hibernasi di musim dingin yang membutuhkan waktu untuk mengerakkan tubuhnya pada musim semi, tapi perbedaan yang jelas adalah Naruto mengalami tidur melebihi para binatang yang berhibernasi tersebut. Darah merah mulai bersirkulasi dalam pembuluh darah berkat jantung perlahan memompa pelan, dan energi mulai perlahan bangun dalam tubuh Naruto. Perasaan mati rasa yang dirasakan tubuh mulai perlahan menghilang, dan sekarang ia dapat merasakan udara yang menyentuh kulitnya. Setelah berjuang menghimpun tenaga beberapa kali untuk mengerakan jari dan tangannya, satu jam berlalu dan Naruto dapat dengan mudah mengerakan lengannya.

"Bagus, meski membutuhkan waktu yang cukup lama aku berhasil mengerakan sedikit dari tubuhku yang mati rasa ini"

Dia tapi tidak tahu berada dimana, yang ia lihat hanya kegelapan. Meski ia bisa merasakan sedikit dari hembusan udara melalui sebuah celah dilengan kirinya tapi tetap ia tidak tahu ia berada dimana.

"Sasuke, Teme. Dimana kau meninggalkan aku?"

Mata Naruto melihat kegelapan disekelilingnya. Ia berbaring dan sekarang dapat merasakan kelembutan ditubuh bagian belakangnya, meski sedikit tapi ia dapat dengan pasti mengatakan bahwa tempat ini bukan tempat yang lebar. Saat ia mengerakan kedua lengan nya kesamping, Naruto merasakan dinding yang mengurung dirinya.

"Mungkin, aku sekarang berada dalam Peti?"

Melihat dari yang ia rasakan bahwa ia benar-benar berada dalam peti yang cukup lebar untuk tubuhnya. Naruto dimasukan kedalam peti dalam kondisi hidup, berpikir seperti itu membuat ia merasakan perasaan buruk. Tetapi, mungkin ini ada artinya. Naruto merasa seperti itu, ia mulai mengali lagi memory tentang ini.

Dia adalah seorang Slayer, yang mengalahkan iblis pertama yang juga mengatakan pada seluruh dunia bahwa ia adalah raja iblis Lucifer dan menyelamatkan manusia dari jurang kepunahan. Dia adalah Naruto. Tetapi, ia sekarat dari serangan sihir kutukan Lucifer dan sahabatnya, Sasuke melakukan ritual untuk dirinya tidur. Itu hampir sama dengan naga yang berhibernasi, dan berharap dengan itu kutukan yang ia terima dapat dikalahkan.

Untuk melakukan itu, pertama membutuhkan kekuatan sihir yang besar. Sasuke dan teman-temannya melakukan ritual disebuah altar. Ingatan Naruto berhenti disitu saat energi sihir mulai menyelimuti tubuhnya. Sasuke melihatnya dengan ekspresi sedih dan semuanya menjadi gelap. Setelah itu, dia mengingat pecahan ingatannya, tapi ini mungkin efek samping dari ia yang tertidur terlalu lama. Tetapi ia masih belum tahu dimana dan bagaimana kondisi diluar sana.

"Petama aku harus keluar dari tempat ini"

Naruto berusaha membuka peti tersebut dengan mendorong dengan tangannya, tapi dengan cepat kekuatannya menghilang. Melihat seperti itu, meski ia mengerakkan seluruh kekuatannya peti itu tidak akan terbuka. Mungkin terdapat formasi sihir dalam peti ini pikir Naruto.

"Ohhhh! SASUKE TEME!, kenapa kau membuat peti ini susah untuk dibuka"

Naruto mengetatkan giginya. Itu tidak masalah jika ia dalam kondisi biasa dan terkurung dalam peti seperti ini, tapi dirinya baru saja terbangun.

"Aku harus mengunakan semua kekuatanku untuk bisa keluar dari sini"

Dia menutup matanya dan mulai berkonsentrasi. Biasanya, tubuhnya memiliki kekuatan yang tak terbayangkan yang melebihi makhluk apapun. Jika ia mengunakan kekuatan penuhnya Naruto hanya membutuhkan gerakan satu jari untuk membuka peti ini.

"Uh Apa-apaan ini?"

Naruto memasuki pikiran nya dan melihat sekerliling. Energi sihir yang mengerlilingi dirinya, yang memenuhi alam sadar nya sekarang tinggal hanya sebuah kolam kecil berisi mana. Semuanya menghilang begitu saja.

"Tidak mungkin, apa aku mengunakan semua energi sihirku selama aku tidur?"

Naruto tidak tahu berapa lama ia tidur, tapi melihat energi nya yang terkuras seperti ini ia meyakini ia sudah tidur sangat lama.

"Tidak ada waktu untuk memikirkan itu sekarang"

Naruto meningkatkan konsentrasi dan menajamkan setiap saraf dalam tubuhnya. Jika ia tidak bisa keluar dari sini mungkin ia akan benar-benar mati. Ia merasakan energi sihir yang tersisa mulai berputar pelan dan makin lama makin cepat, energi yang kuat mulai keluat pelan.

BOOOMM

Detak jantung berdetak cepat. Energi sihir perlahan memenuhi setiap inchi saraf tubuh. Jantung itu berdetak mengalirkan darah untuk mengisi setiap sela yang kosong. Ia sekarang memenuhi syarat untuk mengunakan sedikit sihir dalam dirinya.

"Aku hanya bisa melakukan ini sekali"

Naruto berhasil memadatkan sedikit sihir yang tersisa. Mengkonsentrasikan setiap kekuatan dalam tubuhnya pada lengan kananya. Tidak peduli sekuat apa peti tersebut, dengan kekuatan konsentrasi sihir tingkat tinggi dari sang Slayer ia pasti akan menghancurkan benda tersebut.

Naruto membuka matanya. Kemudian merentangkan jemari tangan kanannya keatas, tiba-tiba dari sekeliling energi mulai mengalir kearah jemari Naruto. Cahaya biru gelap mulai mulai menerangi kegelapan dan ledakan besar terjadi.

Krack Krack BOOM

Bersamaan dengan ledakan yang terjadi, awan debu terbentuk. Sebuah lubang besar raksaksa ada dalam tanah, dan cahaya biru yang menembus melalui awan. Bersamaan dengan itu, sebuah bayangan hitam keluar dari sana. Getaran-getaran tanah mulai terjadi, tanah runtuh dan mengisi lubang yang dibuat sang Slayer tersebut.

"Uahhhhh"

Teriak Naruto, ia hampir terkubur hidup-hidup dibawah sana. Setelah ia mengancurkan peti tersebut dan menggunakan sisa energi sihir nya, jika ia tidak bergerak dengan cepat untuk keluar mungkin ia akan terkubur.

"Sia-laa-n i-tu s-an-gat dal-a-m"

Saat ia ingin mengumpat seberapa dalam nya ia terkubur, yang keluar hanya erangan serak dari mulutnya. Bibir, mulut dan tenggorokannya kering membuatnya susah untuk berbicara. Setelah ia melihat lebih jauh ia menyadari, lubang yang ia buat cukup besar dan pasti akan mengundang masalah. Naruto pun melarikan diri dari sana.

Setelah Naruto pergi cukup jauh, cahaya matahari terasa sangat menyengat mata dan kulit tubuhnya. Sejak ia tertidur entah sudah berapa lama ia tidak merasakan sengatan cahaya matahari secara langsung seperti ini. Sekarang Naruto dalam keadaan telanjang tanpa sepotong kain menyelimuti tubunya. Tubuh Naruto seperti mumi, tubuh kurus kering dan pucat layak nya mayat. Fakta bahwa ia bisa berjalan adalah hal yang tidak bisa dipercaya, bahkan untuk bicara akan membuat Naruto sangat kesulitan.

'Aku harus menemukan air'

Sangat penting bagi Naruto untuk mencari air untuk menganti cairan tubuh yang sudah lama tersebut. Tubuh yang dalam keadaan yang tidak bisa dibayangkan tersebut membutuhkan nutrisi penganti.

'Kenapa aku berada didalam hutan, Sasuke teme kenapa kau menguburku disini?'

Setelah melihat kesekitar, Naruto mendapati dirinya berada dalam hutan dengan pohon-pohon menjulang tinggi. Bibir Naruto benar-benar kering, ia berusaha keras menyeret tubunya dan bergerak maju berharap menemukan air untuk diminum. Buah-buahan untuk mengisi nutrisi tubuh, dan mengembalikan kondisi tubuh sedikit, bagaimana pun juga ia masih memiliki sedikit sisa energi sihir dalam tubuhnya. Ia berjalan sembari memikirkan apa yang harus dilakukan, Tiba-tiba suara derap langkah menghentikannya.

'Ada seseorang disana'

Naruto melangkah lebih cepat, melewati pohon mencari asal suara yang ada. Dia tidak tahu ada berapa orang disana, ia hanya berharap mereka bukan musuh. Segera seorang wanita muda mengenakan pakaian biarawati terlihat dipandangan Naruto.

"Ada seseorang disini"

Setelah wanita muda itu berteriak, beberapa perempuan dengan baju yang serupa datang.

'Apa mereka Priest'

Dia berpikir seperti itu, karena melihat pakaian yang mereka kenakan melambangkan simbol dari agama. Mereka semua memakai baju berwarna gelap yang menutupi hampir semua tubuh dan pada bagian tertentu terdapat garis putih dan dapat Naruto lihat semua wanita tersebut mengenakan kalung dengan salib sebagai pendant-nya.

Wanita muda yang dilihat Naruto pertama memiliki tampilan yang indah dengan rambut berwarna pirang dan wajah yang muda. Umurnya sekitar kurang dari 20.

"Apa dia manusia"

Wanita muda itu berkata sembari melihat kondisi dari Naruto. Naruto yang kondisi saat ini sulit dikatakan sebagai manusia.

"Apa yang dapat menyebabkan seseorang dalam kondisi seperti ini"

Meski seseorang yang tidak makan selama beberapa hari tidak akan mengalami kondisi seperti orang dihadapannya, bagaimana ia bisa menjadi seperti ini?

"Aku adalah Teressa seorang biarawati gereja, maukah kau mengatakan siapa dirimu"

Dia memiliki wajah yang manis, dan suara yang jernih. Berpikir seperti itu Naruto berusaha untuk membalas ucapannya.

"Amkmmmu Nmmarmmmmutmmo"

Tetapi, suara Naruto tidak keluar yang ia keluarkan hanya erangan serak. Setelah melihat hal itu. Teressa berkata

"Aku pikir kau tidak dalam kondisi untuk berbicara, aku kembali ke gereja"

"Bmmmmmmmannnikmk"

Naruto mencoba berkata dan hanya rasa sakit yang ia dapat yang akhirnya ia hanya menganggukkan kepala. Setelah Teressa melihat itu, ia menyuruh dua biarawati yang bersamanya memberikan selimut dan untuk membantu Naruto untuk berjalan. Naruto ingin memberitahu bahwa ia bisa berjalan sendiri, tapi satu langkah saja membuat ia harus mengerakkan banyak tenaga.

'Aku merasa tidak berdaya'

Biarawati membantu Naruto ke gereja. Teressa berkata

"Apa kau ingin minum air?"

Saat itu mata Naruto melebar. Air, ah itu adalah kata yang paling indah bagi Naruto saat ini. Ia dengan cepat menganggukkan kepala, Teressa mengambil sebuah botol dari keranjang dan memberikan kepada Naruto. Naruto dengan cepat membawa mulut botol itu dan meminumnya dengan pelan.

"Ah ah ah aha ah"

Ini adalah yang disebut dengan air pembawa kehidupan. Saat air itu membasahi bibir mulut sampai tenggorokan Naruto, ia merasakan sensasi yang menyegarkan. Ia dengan cepat meminum air itu sampai tetes air terakhir.

'Aku merasa lebih baik sekarang'

Teressa yang melihat itu memberikan senyum tipis, ia mengeluarkan lagi sebotol air dan memberikan pada Naruto. Selama perjalanan melewati hutan, Naruto berpikir sudah berapa lama ia tidur dan apakah sahabatnya masih hidup atau tidak.

Naruto membuka matanya melihat bangunan gereja. Itu adalah gereja dengan satu bangunan besar dengan lahan yang luar, sebuah kebun sayuran dan buah-buahan ada disamping. Suara ledakan mengalihkan pandangn Naruto, melihat sebuah galian tidak jauh dari gereja.

'Ini alasan aku untuk bangun'

Naruto menyadari suara yang membangunkannya adalah sebab dari galian yang ia dengar dari Teressa untuk membuat sumur. Peti tempat tidur Naruto mungkin berada pada bawah tanah dan Sasuke yang membuant hal tersebut selama ia berhibernasi.

'Berapa lama waktu yang terlewat'

Setelah sampai di gereja Teressa membawa kesebuah ruangan yang berada disamping gereja utama. Naruto dapat melihat anak-anak kecil yang bermain dihalaman gereja, sebuah senyum tanpa sadar ia buat.

'Kedamaian yang membuat anak-anak bisa bermain seperti ini adalah yang kuinginkan'

Masa kecil Naruto dan Sasuke begitu keras saat itu, sejak usia kurang dari sepuluh tahun ia harus mengangkat senjata untuk kehidupannya. Orang tua, kerabat dan teman berakhir mati dan yang tersisa hanya dirinya dan Sasuke didesa yang ia dulu tempati, ia masih bisa menginggat wajah Orang tuanya yang berkorban waktu itu. Mengingat waktu tersebut membuat dada Naruto terasa sakit, tapi sekarang melihat canda tawa dari anak-anak dihadapannya, membuat ia sadar perjuangan nya dulu dan Sasuke tidak sia-sia.

"Duduklah disini"

Teressa menunjuk pada sebuah kursi

"Tunggulah sebentar aku akan membawakanmu makanan yang mudah dimakan dan pakaian"

Naruto menyadari kondisisnya saat ini dan hanya mengangguk pelan, Teressa tidak lama membawa sebuah pakaian tua dan semangkut sup yang masih terlihat beruap. Pakaian yang dikenakan Naruto hanya sebuah kaos tua berwarna coklat dan celana dengan warna yang sama, ia tidak memperdulikan nya selagi ia bisa memakai sesuatu untuk menutupi tubuhnya. Selimut yang ia kenakan tadi masih ia pakai.

Teressa yang memberi waktu bagi Naruto untuk berganti kembali masuk kedalam ruangan, duduk dihadapan Naruto.

"Melihat kondisimu yang masih belum bisa berbicara, jadi dengarkan saja. Ledakan yang terjadi tadi adalah untuk membuat sumur resapan, sumber air didaerah ini sudah mulai mengering jadi gereja berinisiatif membuat sumur sendiri"

Naruto hanya menganggukan kepala mendengar penjelasan dari Teressa.

"Karena kondisimu masih lemah lebih baik untuk beristirahat, Maria dan Eda akan mengantarkan mu"

Sembari berkata begitu dua gadis muda masuk dan mengantarkan Naruto.

The Slayer

Sehari berlalu dan tubuh Naruto sudah merasa lebih baik, meski tubuh kurus dan kulit pucatnya masih ada tapi dibandingkan kemarin ini lebih baik. Ia bangun dengan sedikit merasakan segar dalam tubuhnya.

"Biarawati Teressa ingin kau melakukan perawatan"

Suara pelan seorang wanita mengalihkan perhatiannya, ia dengan cepat mengangguk

'Perawatan?'

Naruto tidak tahu arti dari kata tersebut. Sebelumnya ia hanya mendengarkan dan berusaha untuk menebak arti dari setiap kata yang diucapkan Teressa, meski ia dapat mengikuti percakapan tapi itu hanya sebatas kata yang ia pahami selebihnya ia hanya bisa menebak artinya.

"Oh akhirnya pasiennya datang, masuklah"

Seorang wanita tua berkata dengan lembut, membuat Naruto memandangnya. Naruto dapat merasakan energi dari wanita tua dihadapannya. Energi yang ia tahu pasti.

'Dia seorang penyembuh'

Naruto dengan cepat berpikir untuk membuat semacam alibi jika ia mendapatkan pertanyaan-pertanyaan.

"Kemarilah duduk disini"

Naruto dengan patuh duduk dikursi dihadapan wanita tersebut.

"Namaku Maria, orang-orang di gereja selalu menganggap aku nenek mereka jadi aku tidak terlalu keberatan. Jadi siapa namamu"

"Na-ma Na-r-ut-o"

"Kelihatannya tubuhmu masih belum pulih, melihat tubuh kurus dan wajah pucat itu pasti banyak yang menganggap kau mayat. Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain dan Teressa menemukanmu dan menyelamatkan"

Maria mulai mengarahkan kedua tangannya kedepan kearah Naruto, cahaya terang mulai bersinar dari sana. Naruto dapat merasakan energi dalam tubuhnya pulih tapi hanya sebagian kecil, ia juga merasakan bahwa cahaya ini adalah Sacred Gear. Meski sedikit berbeda dari milik sahabatnya tapi energi yang dipancarkan memiliki persamaan.

"Boleh aku bertanya lagi"

Narutp menganguk setelah Maria selesai memberikan perawatan, meski Cuma sedikit memberikan perubahan pada tubuhnya tapi itu adalah bantuan besar bagi Naruto.

"Siapa namamu"

"Nar-uto"

"Naruto?"

"Mu-ngk-in"

Naruto menjawab samar-samar memberikan kesan bahwa ia tidak yakin dengan ingatannya. Meskipun Naruto memberikan nama aslinya. Maria mengajukan pertanyaan lagi.

"Mungkin kau tidak merasa yakin dengan ingatanmu?"

Naruto menganggukkan kepala

"Apa yang masih kau ingat saat ini"

"Iblis"

"Mmm?"

"Ib-lis menang-kap ti-dak in-gat lag-i"

"Ah"

Maria mengangguk mengerti. Naruto berkata sembari berpikir keras, ia merasa bersalah pada gereja. Tapi meski bagaimana pun itu akan sangat berbahaya jika informasi tentang dirinya tersebar, apalagi untuk para makhluk supranatural.

'Maafkan aku, ini akan lebih baik seperti ini, aku pastikan akan mengatakannya jika kekuatanku sudah pulih"

Naruto meminta maaf kepada Maria dan semuan yang membantunya.

"Nenek apa kau didalam"

Suara manis dari seorang anak mengalihkan perhatian kedua nya melihat gadis manis mengenakan pakaian biarawati di ambang pintu. Gadis manis itu berambut kuning cerah hampir sama dengan rambut Naruto, mata hijau emerald yang indah dan kedua tangan yang membawa keranjang dengan buah dan beberapa bunga disana.

"Asia, sudah kubilang untuk mengetuk pintu terlebih dahulu"

"Maaf Nenek"

Naruto memperhatikan percakapan mereka dengan senyum diwajahnya.

"Ayo Asia perkenalkan dirimu"

Asia yang bersembunyi dibelakang tubuh Maria, sesekali melirik pada Naruto

"Asia Argento calon biarawati"

"Naruto"

"Asia ayo gunakan kemampuanmu untuk menyembuhkan Naruto"

Asia masih ragu menatap Naruto dan akhirnya mengangguk, ia mulai berjalan dihadapan Naruto dan merentangkan tangannya. Cahaya perlahan menyelimuti tubuh sang Slayer, cahaya yang sama seperti Maria keluarkan tapi intensitas ini sangat berbeda. Cahaya Sacred Gear yang gadis ini keluarkan membuat kondisi Naruto kembali dengan cepat, meski masih kurus tapi warna pucat itu perlahan mulai memudar.

"Terima kasih"

Kata Naruto, saat Asia menyudahi perawatannya. Dengan rutin seperti ini kondisi tubuh Naruto akan pulih dengan cepat

"Maria boleh aku bertanya"

"Silakan"

"Dimana tempat ini?"

"Kita ada di salah satu gereja di daerah Eropa"

"Eropa?"

'Apa itu sebuah negara atau apa, itu dulu tidak ada'

Sepengatuhan Naruto, daerah bernama Eropa itu tidak pernah ada

"Sekarang tahun berapa"

Jawab Maria

"Tahun 20XX Masehi"

"Tahun 20XX? Maria berkata 20XX?"

"Ya dan juga sekarang bulan 3 dan tanggal 28"

"Huh. Tunggu sebentar"

Naruto menyentuh kepalanya, dengan ekspresi shock diwajahnya.

"20XX Masehi"

Naruto tidur setelah 3 tahun setelah ia mengalahkan iblis Lucifer dan pada saat itu penangalan masih mengunakan BC dan sekarang sudah berganti menjadi Masehi. Lebih dari 2000 tahun telah berlalu dan mungkin lebih jauh dari itu

'Aku tidak bisa mempercayai ini'

Dia sudah berpikir bahwa ia sudah tidur dalam waktu yang lama. Seperti seekor naga yang bisa tidur selama lebih dari 100 tahun. Tetapi ia tidak menyangka dan tidak pernah dalam mimpi terliarnya ia akan tertidur selama itu.

'Itu menjelaskan banyak hal'

Bagaimana kondisi tempat ia tertidur, bahasa yang digunakan dan beberapa hal baru yang baru diketahui Naruto.

'Semua orang yang aku tahu, semuanya sudah mati'

Naruto mengalami depresi mengetahui hal tersebut. Mengingat sahabat yang telah pergi benar-benar menyakitkan. Ketika ia mendengar suara lembut dari samping, Naruto terbangun dari lamunannya. Maria menatapnya dengan ekspresi yang kuwatir.

"Apa kau baik-baik saja? Apa ingatanmu terhubung dengan tanggal?"

"Mungkin sedikit"

"Apa yang kau ingat?

"Aku kehilangan beberapa tahun ingatan kurasa"

Setelah itu Maria tidak bertanya lagi lebih jauh mengenai ingatan Naruto, Asia yang disamping hanya memperhatikan percakapan mereka berdua. Naruto mendapatkan informasi-informasi mengenai teknologi yang telah berkembang pesat dan banyak hal yang lain. Asia yang mendengarkan pun tertidur dipangkuan Maria, Maria yang menyadari hal itu membawa gadis itu kekamarnya.

Naruto pun kembali kekamarnya, melihat cahaya orange yang menembus jendela. Ia tidak tahu ia selama itu berbicara dengan Maria. Tapi mengetahui fakta bahwa waktu telah berlalu selama itu membuat Naruto Shock.

Ia berbaring ditempat tidurnya setelah memakan sup yang dibawakan oleh Eda. Pandangan mata itu menerawang jauh mengingat apa yang ia dapatkan hari ini.

"Sasuke"

Naruto ingin melihat sahabatnya yang mungkin tidak akan ia lihat lagi.

The Slayer

Di pagi hari berikutnya, Naruto dipanggil untuk menemui Teressa. Pagi hari itu tidak mengubah wajah dari wanita didepannya. Dia terlihat manisa dan elegan seperti pertama Naruto bertemu.

"Sudahkan kau makan?"

"Terima kasih, Eda memberikan ku pagi ini"

Setelah ia dapat perawatan dari Maria dan Asia, Naruto sudah mulai memakan makanan biasa dan tidak memakan sup.

"Kau terlihat lebih baik dari kemarin"

"Itu berkat Teressa"

Naruto terlihat menakutkan saat tubuh kurus dan pucat nya, tapi sekarang ia lebih terlihat baik dari sebelumnya.

"Aku mendengar dari Nenek bahwa ingatanmu mengalami ngangguan"

"Ya, mungkin ini terdengar tidak nyata tapi percayalah"

"Sebenarnya sulit untuk mempercayai, tapi melihat kondisimu waktu itu apalagi yang bisa aku katakan untuk bisa tidak percaya"

"Terima kasih"

"Tetapi itu tetap akan menjadi masalah, setelah kondisimu lebih baik aku berharap kau bisa bekerja bersama di gereja ini"

Naruto mengangguk dengan cepat. Ini bukan keinginannya tapi menghabiskan waktu sembari mengembalikan kondisi tubuhnya kurasa tidak buruk. Dirinya bukan tipe yang suka berdiam disuatu tempat, tapi bila tempat itu membuatnya nyaman itu beda lagi menurut Naruto. Ia berkeinginan untuk melihat sekali lagi dunia yang sudah ia tinggalkan selama ini, perubahan seperti apa dan apakah ia masih dibutuhkan.

Setelah pembicaraan dengan Teressa Naruto berjalan kedapur untuk mencari makan, ia tidak bisa merepotkan Eda untuk selalu membawakan makananan untuknya. Penampilan Naruto tidak lah berubah dengan rambut panjang kuning cerah dan mata biru shapire yang menjadi ciri khas, tubuh yang sebelumnya kurus sekarang mulai berisi dengan daging. Ini adalah salah satu kemampuan Naruto untuk dapat kembali kekondisi semula selagi ada mana dalam tubuh, tapi masalahnya hanya mana dalam tubunya yang dulu hampir tidak ada habisnya sekarang tinggal sedikit tersisa.

Sudah lebih dari sebulan sejak Naruto bangun, dan sejak itu kondisi tubuh Naruto sudah kembali seperti semula dengan tubuh yang mulai berisi dan kulit cerah, dengan kondisi seperti ini tidak akan ada yang percaya jika sebelum nya Naruto terlihat seperti mumi. Rambut panjang itu sudah dipotong rapi memperlihatkan wajah tampan dengan bola mata shapire yang memikat.

Naruto juga melakukan pekerjaan-pekerjaan di gereja sembari bermain dengan anak-anak, ia sekarang lebih dekat dengan gadis bernama Asia Argento atas permintaan dari Maria dan Teressa. Gadis pemalu itu menjadi lebih terbuka jika didekat Naruto, meski pertama kali ia mendekati Asia, gadis itu melarikan diri dengan cepat. Tapi sekarang ia dapat tersenyum dengan riang.

Anak-anak gereja sekarang sedang melihat Naruto melakukan latihan pagi. Dia melakukan handstand dengan jempol ditangan kanan dan tiga batu yang ditumpuk disan, Naruto sedang melakukan push-up. Dalam kondisi itu ia berganti tangan berkali-kali sembari keringat yang mulai bercucuran, ia sudah melakukan hal ini sejak setengah bulan yang lalu. Saat ia merasa kondisi nya sudah bisa lagi untuk ia tempa, meski dalam sebulan ini energi sihir nya belum sepenuhnya kembali. Dan sekarang belum mencapai setengah dari kapasitas penuh tapi ia masih bisa menempa tubuhnya.

"Aku ingin mencoba nya"

Seorang anak laki-laki berusia kurang dari 5 berteriak dengan kencangnya, sesaat Naruto mengakhiri latihan nya. Naruto tersenyum dan mengusah kepala anak tersebut dengan lembut.

"Kau pasti bisa melakukannya, tapi tunggu beberapa tahun lagi"

"Benarkah"

"Iya itu benar"

"Asyik, aku akan menjadi seperti Nii-chan dan menjadi kuat"

Anak itu memukul-mukul udara dengan cepat membuatnya tidak seimbang dan akhirnya jatuh terduduk. Anak-anak lain yang melihat itu tertawa bersama-sama, Naruto pun hanya tersenyum melihatnya.

The Slayer

Naruto beberapa kali mengecek lokasi dimana ia dikuburkan, ia menemukan bahwa terdapat formasi-formasi sihir yang mengelilingi peti tersebut. Membuat peti itu terlindung meski dengan serangan sihir tingkat tinggi. Ia juga menemukan catatan dari sahabatnya disana.

Naruto, jika kau membaca catatan ini berarti kau sudah bangun dan aku mungkin sudah tidak ada lagi didunia ini. Ini sungguh mengesalkan tidak bisa melihat wajah bodohmu itu Naruto, tapi aku bersyukur bahwa kau bisa selamat. Jangan cemaskan aku, aku masih bisa hidup setelah menggunakannya jadi jangan kawatir, aku hidup dengan bahagia disini memiliki keluarga dan anak. Aku tidak tahu kau tidur berapa lama, tapi aku berharap kau bisa menemukan kebahagianmu, hidup ini milikmu dan kau sudah berjuang untuk kami dan umat manusia jadi nikmatilah. Setelah kau bangun harusnya energi sihirmu akan berkurang drastis, tapi aku sudah memikirkan hal tersebut jadi carilah formasi sihir disebelah peti tersebut dan kau akan menemukan sebuah bola yang berisi energi force, itu mungkin tidak akan mengembalikan secara penuh tapi setidaknya akan membantumu dan juga ada hadiah kecil untukmu. Ini mungkin perpisahan tapi aku berharap kau bisa menemui keturunanku, aku tidak tahu mereka dimana dan ucapkan salam pada mereka. Dan yang terakhir aku menyesal untuk tidak bisa menemuimu lagi Naruto, meski aku sering tidak mengakuinya tapi kau adalah sahabatku. Terima kasih untuk selama ini. Salam Sahabatmu Sasuke

Ia berdiri disana untuk beberapa waktu, meski tidak terlihat air mata mengalir turun dari mata shapire itu.

"Kau benar-benar bodoh Sasuke"

Tangan itu perlahan menyentuh formasi sihir berbentuk lingkaran disana, sebuah suara gemuruh perlahn terdengar dan dua benda keluar dari formasi tersebut. Sebuah bola kristal murni dengan energi sihir dan sebuah kotak hitam dengan formasi sihir yang mengelilinginya. Naruto mengambil bola Kristal tersebut dan menutup matanya pelan, ia mulai menyerap energi sihir yang terkandung dalam bola tersebut.

Perasaan nostalgia terasa saat ia merasakan energi sihir familir dari bola tersebut, ia dapat dengan pasti mengatakan bola tersebut mengandung energi sihir dari rekan-rekan seperjuangannya dulu dan juga energi sihir Sasuke yang paling besar. Ia tanpa sadar mengangis lagi mengingat pecahan-pecahan ingatan masa lalu itu yang terkubur bersama waktu.

Setengah hari lebih Naruto disana dan ia berhasil mengembalikan setengah dari energi sihir nya. Ia bersyukur dan akan menggunakan energi dari rekan-rekannya dengan bijak. Pandangan mata Naruto beralih pada kotak hitam disana.

"Aku tidak tahu isi nya apa Sasuke, tapi aku berterima kasih dan aku akan membuka nya nanti"

Naruto membuat pola formasi sihir dilengan kanannya dan memasukan kotak tersebut disana. Ia membuat semacam ruang penyimpanan mengunakan sihir, itu adalah sihir yang Sasuke dan ia ciptakan dulu. Ia mulai berjalan pergi dari tempat tersebut.

"Selamat tinggal. Kawan"

The Slayer

Setahun berlalu dengan begitu cepat, Naruto merasakan banyak perubahan yang terjadi pada dirinya. Ia menemukan tujuan baru untuk melindungi gereja tempat ia tinggal ini dan melidungi adik angkat nya Asia. Ia juga berganti nama menjadi Naruto Argento setengah tahun lalu dengan desakan dari Asia yang menangis meminta ia melakukannya. Waktu itu benar-benar membuat Naruto tidak habis pikir, tapi akhirnya ia menuruti keingginan gadis tersebut.

Pagi ini begitu cerah dan Naruto seperti biasa mengangkut air untuk digunakana memasak, mencuci dan mandi. Ia melakukan itu dengan cepat karena memang kekuatan yang ia meiliki sangat berbeda. Suara lonceng mengalihkan pandangan Naruto, ia mendapati seseorang laki-laki berdiri dipintu gereja. Ia mengenakan setelan layaknya pastur berwarna hitam tapi yang membedakan adalah ia mengenakan topi panjang, sebuah koper ditangan kiri dan sebuah amplop ditangan kanan.

Naruto mendekati pria tersebut

"Ada keperluan apa anda kemari"

"Nama saya adalah Cornellius dan saya adalah utusan dari gereja pusat, ingin mengantarkan sebuah surat untuk kepala biarawati disini"

Cornellius menyerahkan amplop ditangan kanannya kepada Naruto

"Karena anda sepertinya bekerja disini, saya bisa menitipkan surat ini kepada anda. Terima kasih"

Sembari berkata demikian ia beranjak pergi dan sosok itu dengan cepat menghilang dalam bidang pandang Naruto.

Naruto dengan cepat membawa surat itu kepada Teressa, Teressa membawa curat itu dan memanggil beberapa orang untuk datang keruangannya. Diruangan Teressa sekarang terdapat Maria, Asia dan Naruto.

Teressa memandang surat dimeja itu, dan berkata

"Surat ini memberitahukan bahwa biarawati Asia Argento akan dipindahkan di jepang"

TBC