Hai minna-san! *treak pake toa!* maaf sebelumnya karena Yuu sempat menelantarkan fic nie gara-gara Yuu lupa ma kelanjutannya. Sekarang Yuu akuin kalo kelanjutan nie fic berubah 180 derajat dari rencana awal dan rada-rada gak nyambung dengan chapter pertama. Terus awalnya fic ini berjudul Sore ga, Ai Deshou sekarang dengan resmi Yuu umumkan kalau judul fic ini berubah menjadi Cowok VS Cewek dan smua ini terinspirasi dari novel yang berjudul cewek by Esti Kinasih.
Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Title:
Cowok VS Cewek
Genre:
Romance *mungkin?*
Rate:
T
Pairing:
SasuFemNaru, GaaraSaku, ShikaIno
Warning:
OOC tingkat tinggi, Gaje, Ngebosenin, EYD ancur, Typo (s), nggak menarik, MINIM DESKRIPSI dan masih banyak kekurangan di sana-sini.
"Don't Like Don't Read!"
"Apa yang ingin kau katakan dobe?" akhinya aku bertanya padanya. Aku kesal melihat tingkahnya seperti itu.
"A… aku mau…"Naruto menghentikan kata-katanya. Ck. Benar-benar membuatku kesal sekaligus penasaran!
"Apa?" tanyaku lagi, meminta penjelasan padanya. Ku lihat mata birunya meredup. Aku semakin gelisah melihatnya. Namun sekarang dia terlihat mulai menenangkan diri.
"Aku mau kita putus…" katanya dengan memalingkan wajahnya.
"Apa ada yang salah denganku dobe?"
^^^^Yuuchan no Haru999^^^^
Chapter 2
Sasuke Pov
Entah berapa lama kami terdiam. Aku tak tahu. Kata-kata singkatnya terdengar jelas di telingaku, seakan-akan berubah menjadi ribuan mata pedang yang menghujani tubuhku. Hening… tak ada di antara kami yang mengeluarkan suara. Hanya nyanyian angin yang mengisi keheningan saat itu. Aku mencoba mengeluarkan suaraku, tapi tak bisa! Suara ku tertahan di tenggorokan.
Entah apa yang kurasakan saat itu. Bingung? Kesal? Marah? Kecewa? Aku tidak tahu! Semua rasa itu bergabung menjadi satu dan berkumpul di dadaku. Sesak! Sesak sekali! Aku kesulitan bernafas. Ingin aku berkata itu bohong! tapi ini kenyataannya, dia meminta putus!
"Apa ada yang salah denganku Dobe?" suaraku terdengar berat dan tenggorokanku tiba-tiba saja kering dan terasa sakit.
"Kurasa tidak" jawabnya tenang sambil menatapku. Aku mencoba mencari kebohongan dalam matanya. Namun, nihil! Dia serius mengucapkan kalimat itu.
"Lalu, mengapa kau meminta hal itu?" tanyaku lagi dengan tetap memandang matanya "Setidaknya beri aku satu alasan" pintaku dengan suara serak dan terkesan dingin
"Aku bosan Teme."
"Hanya itu?" desakku. Dia mengangguk. Aku mencoba menahan emosiku. Mencoba bersikap tenang seperti yang sering kulakukan. "Baiklah kalau itu yang kau inginkan" akhirnya aku melepaskannya.
Ahk! Tidak! Aku tidak akan melepaskannya, terlalu sulit bagiku. Aku… aku ingin dia selalu berada di dekatku. Aku ingin selalu menatap mata birunya. Aku ingin tawa cerianya. Aku ingin semua yang ada dalam dirinya. Egoiskah aku?
Naruto… Dia selalu membuatku merasa nyaman, walau sikapnya itu begitu berisik. Tapi, jujur… aku menyukai sikap berisiknya itu. Sekarang aku membiarkannya jauh dariku, tapi tidak untuk waktu yang lama. Aku pasti mendapatkannya kembali!
Tetttt! teeettt! teettt! Bel pertanda jam istirahat berakhir. Aku berjalan menuruni anak tangga.
"Kau mau ke kelas tidak?" tanyaku saat menyadari dia masih berdiri terpaku. Sekilas, aku melihatnya tersenyum. Senyum yang seakan-akan ingin mentertawakanku.
"Hmm"
"Cepatlah!" aku mulai berjalan meninggalkannya.
"Tunggu Teme!"
Ck! Dia selalu saja berteriak. Teriakan melengkingnya itu membuat telingaku sakit. Tapi entah mengapa aku selalu merindukan teriakannya itu…
"Jangan berisik dobe!" jujur aku merasa cukup tenang. Biarpun saat ini kami tidak punya hubungan lagi. Tapi setidaknya, kami masih saling bicara. Semua terasa baik-baik saja sampai waktu pulang sekolah tiba.
skip
Aku membereskan buku-buku pelajaran yang masih berhamburan di atas meja. Aku masih sulit mempercayai jika Naruto bukan lagi milikku. Plak! Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahuku. Aku baru saja akan marah, namun kemarahanku sirna saat melihat Naruto berada di belakangku dan tersenyum.
"Kenapa?" tanyaku datar kemudian kembali sibuk membereskan buku.
"Hari ini kau antar aku pulang ya?" Naruto meminta dengan cengirannya yang khas. Aku mengangkat salah satu alisku. Sepertinya dia mengerti maksudku.
"Kyuu-nii tidak bisa menjemput. Dia masih punya urusan di kampus jadi dia…"
"Baiklah" kataku memotong penjelasannya "Ayo" ajakku. Aku berjalan keluar kelas dengan senyum yang sengaja ku sembunyikan dari Naruto.
"Yeyyy! Teme baik! Makasih ya…" Naruto berteriak kegirangan kemudian menyusul langkahku.
"Hn"
Kami berjalan menelusuri koridor yang mulai sepi… angin berhembus pelan membuat ranting-ranting pohon yang turut menari mengikuti arah angin.
"Ukhuk… ukhuk…" aku mendengar Naruto terbatuk kecil. Dia terlihat sedikit… pucat.
"Kau sakit Dobe?" tanyaku mulai kawatir melihat kondisinya.
"Aku baik-baik saja Teme!" katanya masih dengan tersenyum. Namun entah aku merasa senyum ini terlihat di paksakan.
"Uso!" aku tidak percaya dengan ucapannya.
"Aku tidak bohong Teme! Aku baik-baik saja. Sungguh! Ini hanya batuk ringan" Naruto berkata dengan sungguh-sungguh. Namun aku masih sukar mempercayainya. "Kalau tak percaya, ya sudah!" katanya dengan wajah cemberut dan berjalan mendahuluiku ke tempat parkir.
Aku berlari menyusulnya "Aku percaya Dobe" bisikku di telinganya "Naiklah" kataku sambil membukakan pintu mobil dan menutupnya saat dia berada di samping kemudi.
"Hei, Teme, kau lapar tidak?" tanyanya saat kami meninggalkan sekolah.
"Hn"
"Kalau memberi jawaban, yang jelas Teme! Aku sama sekali tak mengerti arti 'hn' mu itu!" Naruto terlihat kesal dan menggembungkan kedua pipinya.
"Iya, aku lapar" kataku sambil menyetir
"Kita makan yuk…!" ajaknya dengan memasang puppy eyes no jutsu. Cih...! aku tak akan pernah bisa menolak kalau dia memasang mata ini.
"Hn" aku mengemudi menuju restoran kesukaan kami. Ralat! Restoran kesukaannya.
Kami tiba di Ichiraku, restoran yang menyediakan menu ramen dan sushi. Kami mendapatkan tempat yang nyaman. Kemudian seorang pelayan bernama Karin mendatangi meja kami.
"Anda mau pesan apa?" tanya Karin sambil membawa note book.
"Kami pesan satu jus jeruk, satu jus tomat. Satu porsi ramen jumbo dan satu paket sushi tanpa udang" Naruto memesan makanan dengan semangat.
"Ada lagi?" tanya Karin pada Naruto.
"Tidak, itu saja." jawab Naruto dan pelayan yang bernama Karin meninggalkan meja kami.
"Dari mana kau tau Dobe?" tanyaku penasaran dan kemudian Naruto mulai menanpakkan senyumnya yang begitu menawan.
"Ck… tentu aku tau Teme. Setiap kali kesini, kau selalu memesan makanan itu," Naruto berkata sambil merapikan rambutnya. "Sedangkan buah tomat. Ck… maksudku sayur tomat… Cih! Sebenarnya tomat itu sayur atau buah Teme? Kenapa kau bisa menyukai tomat yang tidak jelas kalau tomat itu buah atau sayur?" tanya Naruto dengan wajah cemberut.
"Mengapa kau begitu menyukai ramen?" aku balik bertanya. Sepintas dia merasa terkejut.
"Tentu karena rasanya enak" jawabnya santai.
"Begitu juga dengan ku" aku berkata dengan sangat datar.
"Ck. Kau ini benar-benar pandai membalik pertanyaan Teme!" decaknya kesal. Aku hanya tersenyum mendengar komentarnya. Pelayan yang membawa pesanan kami datang.
Naruto menikmati makanannya dengan lahab. Sepertinya dia jarang makan ramen belakangan ini. Itu begitu terlihat jelas saat dia memakan ramenya dengan kalap.
"Pelan-pelan Dobe" tegurku
"…" tak ada tanggapan dari Naruto
"Cih! Sudah berapa lama kau tak makan ramen?" tanyaku kesal.
"Sekitar satu bulan lebih" jawabnya masih dengan melahap ramenya.
"Kau bercanda?" tanyaku tak percaya sampai-sampai aku menjatuhan sumpitku.
Hei…! Jangan mengangapku berlebihan. Bagi Naruto, ramen adalah bagian dari hidupnya. Bisa dikatakan dia ini maniak maniaknya ramen. Dia tidak tahan kalau sehari saja tidak makan ramen. Bisa-bisanya selama satu bulan dia tidak makan ramen?
"Hmm" gumam Naruto "Ukhuk… ukhuk…" Naruto terbatuk, dia menutup mulutnya dengan saputangan berwarna biru.
"Kan sudah ku bilang makannya pelan-pelan saja…" kataku, lalu berdiri mendekati Naruto
"Ehmm, aku ke toilet dulu Teme" katanya, kemudian dia berjalan cepat menuju toilet.
"Ck. Dasar!" gumamku dan duduk kembali.
Beberapa menit kemudian Naruto datang dengan wajah pucat.
"Kau baik-baik saja Dobe?" tanyaku mulai panik melihat kondisi Naruto namun ekspresi itu tak tergambarkan di wajahku.
"Ck. Sial! Aku baik-baik saja Teme…!" katanya kesal "Mulai sekarang aku dan ramen akan menjadi musuh besar! Aku hampir saja mati kesendat tadi! Sial!" gerutunya kesal.
"Kau juga yang salah Dobe! Aku kan sudah bilang, makanya pelan-pelan! Sekarang setelah tersendat, kau malah menyalahkan ramen! banyak makan ramen itu tidak baik untuk kesehatan! Harusnya kau tahu itu!" tanpa ku sadari, aku mulai menggerutu kesal.
Ku lihat Naruto bengong "Kenapa Dobe? Ada yang sakit?" tanyaku.
"Ah... tidak kok." Katanya dengan santai kemudian mengambil tasnya yang tergeletak di atas meja.
"Lalu kenapa wajah mu seperti itu?" kulihat wajahnya memerah seakan-akan menahan sesuatu.
Kemudian "Gyahahahah…!" tawanya meledak-ledak. cukup menarik perhatian pengunjung lain yang secara sepontan 'melihat' bukan 'melirik' ke arah kami.
"Sssttt! Tutup mulutmu Dobe!" seru ku mulai sangat kesal dan malu. Cih… tak sepantasnya seorang Uchiha seperti ini, tapi kalau sudah di depan Naruto aku tak bisa menekan emosiku.
"Sebaiknya kita pulang Teme" katanya lalu meninggalkanku yang masih berdiri di tempat.
"Hei! Tunggu aku baka!" kataku dan segera menyusul Naruto setelah membayar di kasir.
^^^^Yuuchan no Haru999^^^^
Kami merayap di jalannan Konoha yang dipenuhi kereta besi di sana-sini dan lautan manusia yang siap kapan saja meyeberangi jalan. Sepanjang jalan, Naruto mengoceh dan berkicau dengan semangat. Suara nyaringnya itu membuat kepalaku pusing dan telingaku terasa sakit. Tak henti-hentinya dia membahas kejadian di restoran Ichiraku tadi.
"Kau tahu Teme! Ini pertama kalinya aku mendengar kau berkicau…!" Naruto berkata sambil tertawa dan mati-matian memegang perutnya
"Hn, diamlah Dobe" kataku dengan memasang wajah datar dan masih memandang lurus ke jalanan.
"Ckckckc! Seharusnya aku tadi membawa handycame. Tadi… gyahahaha! jarang-jarang kau seperti ini! tuan UCHIHA…" Naruto terus mengejek ku sambil tertawa terbahak "Aduh… aduhh… perutku keram Teme…!" katanya sambil memegangi perutnya.
"Salahmu Dobe! Kau begitu berisik." kataku dengan sedikit ketus. Kulihat Naruto mengambil Hpnya dan membaca pesan singkat yang entah siap pengirimnya itu. Mendadak wajah Naruto berubah menjadi serius setelah membaca pesan itu. Aku yang penasaran bertanya padanya."Sms dari siapa dobe?" tanyaku sambil sesekali meliriknya.
"Eh- ano… err- Sms dari Kyuu-nii" katanya sambil menyimpan kembali Hp tersebut di saku rompinya.
"Oh…" gumamku.
"Hmmm, Sasuke… aku mau kita mengadakan suatu permainan. Dan kau harus mengikuti permainan itu. termaksud Gaara dan Shikamaru." Naruto menundukkan kepalanya terlihat sangat gelisah.
"Permaian apa?" tanyaku sedikit tertarik.
"Kebut gunung." Naruto menatapku dengan sorot mata yang sangat serius.
CIIITTT! Mendadak aku menghentikan mobil. Aku sangat terkejut dengan dua kata yang diucapkan Naruto. Hey! Apa yang anak ini pikirkan? Gunung bukanlah tempat yang aman untuk cewek manja seperti Naruto. Bukan tempat yang aman untuk cewek yang mudah terserang flu seperti Naruto.
"Kau bercandakan, Dobe?" tanyaku sambil menatap lekat Naruto. Berharap apa yang dikatakannya barusan hanya lelucon belaka.
"Aku serius teme. Aku, Sakura dan Ino sudah merencanakan dan memikirkan hal ini secara matang. Semua ini kami lakuakan karena kami ingin membuktikan kepada kalian bertiga kalau kami bukanlah cewek manja dan lemah seperti yang kalian kira." Naruto menarik napas dan menghembuskanya perlahan "Dan kami muak dengan keasyikan kalian bertiga, mendaki gunung tanpa mengikut sertakan kami. Kami muak, karena kalian selau membatalkan janji hanya untuk kepentingan kalian bertiga."
Aku berpikir sejenak, menatap lekat mata sapphire milik Naruto. Kupejamkan kedua mata onyxku, mencoba berpikir jernih dalam menghadapi sederet protes yang mengalun lancar dari bibir Naruto. Aku menghela napas berat, memang selama ini aku salah karena selalu meninggalkannya hanya untuk menggeluti hobiku. Aku, Gaara dan Shikamaru terlalu asyik merencanakan aktifitas mendaki sampai-sampai melupakan janji kencan kami. Sangat sering Naruto dan kedua temanya itu merengek untuk diikut sertakan dalam anggota team. Tapi kami bertiga selalu menolak! Mengingat mereka bukanlah cewek yang berjiwa petualang. Mengingat mereka bertiga memiliki fisik yang lemah dan yang jelas kami bertiga tidak menginginkan mereka bertiga celaka.
"Hanya sebagai permainan? Apa hadiah yang akan diterima bagi pemenang?" aku bertanya dengan masih diselimuti rasa penasaran .
"Bagi pihak yang kalah wajib mengabulkan semua permintaan pihak yang menang."
Menarik! Aku berteriak dalam hati. Kenapa? Hey! Ayolah! Yang kalah wajib mengabulkan semua permintaan yang menang, bukan? Kesempatan ini terlalu bagus untuk dilewatkan!
"Baiklah! Aku setuju, deal?" aku mengajaknya bersalaman sebagai simbol kesepakatan. Kami pun bersalalam. Setelah bersalaman aku segera mengantarnya ke rumah.
Andflashback
Normal POV
Sasuke memejamkan kedua matanya. Mencoba untuk tidur dan mulai merencanakan sesuatu untuk membuat Naruto CS kalah dalam pertandingan kebut gunung. Dan beberapa menit kemudian Sasuke tertidur dengan seulas senyum menghiasi wajahnya.
TBC
OMAKE
Naruto, Sakura dan Ino sedang asyik membicarakan sesuatu. Yeah! Sekarang mereka berada di rumah Naruto tepatnya di kamar Naruto. Sejam setelah Sasuke meninggalkan rumah Naruto. Ino dan Sakura datang dengan segudang pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Naruto.
"Wah! Jadi kalian sudah putus?" tanya Ino sambil menatap Sakura dan Naruto bergantian dan dibalas anggukan mantap dari objek yang ditanyai.
"Hah, kasihan Gaara… kayaknya dia kaget banget deh…" Sakura mengeluh namun kemudian tertawa "Hahahaha! Seharusnya kalian lihat wajah Gaara, waktu aku bilang tentang tantangan itu! Dia benar-benar sangat terkejut!"
"Eh- Ino! Shikamaru sudah kau beritahu, kan? Kalian udah putus, kan?" tanya Naruto sambil menatap lekat Ino.
"Yaiyalah! Ekspresi Shika itu, tidak jauh beda sama Sasuke dan Gaara! Untuk melancarkan rencana kita, kita harus putus dengan mereka sehingga mereka tidak punya hak untuk melarang kita dan membatasi ruang gerak kita! Selain itu, kita buktikan jika tanpa mereka, kita tetap bisa menaklukkan semua gunung yang ada di negara ini!" seru Ino heboh dengan semangat yang berkobar.
"Permainan akan kita mulai waktu liburan musim panas bulan depan, dan mulai sekarang hingga bulan depan kita akan melakukan latihan fisik. Jadi persiapkanlah mental kalian" Sakura membaca buku agenda yang berisikan jadwal latihan beserta beberapa rencana licik untuk mengalahkan Sasuke CS.
"OK!" jawab Ino dan Naruto kompak.
^^^^Yuuchan no Haru999^^^^
Hah… akhirnya chp kedua selesai. Maaf lama updatenya trus alur fic ini sangat cepat dan rada-rada ancur plus pendek. Sekali lagi Yuu minta maaf karena menelantarkan fic ini.
Yosh! Waktunya balas REVIEW!
Rhie chan Aoi sora:
Rhie! Thx dah review dan ngasih saran! Yosh! Tetap baca fic nee ea!
Chary Ai TenmeDobe:
Thx dah review ^.^ maaf karena updatenya telat *plak!*
BlackAquamarine:
Nee! Thx dah review ea! Trus tetap baca fic Yuu ea! *puppy eyes no jutsu*
Oxygene:
thx atas sarannya senpai!
Mechakucha no aoi neko:
thx dah review! Maaf updatenya lama *dikutuk Dewa Jashin*
sizunT hanabi:
Thx dah review ^.^ maaf updatenya lama *dibantai*
Orange Naru:
Thx dah review! Wah! Kayaknya Yuu gak bisa buat fic yang terhindar dari kata OOC. Yah, maaf ea! Di fic nie Sasukenya sangat OOC *dihajar*
Sasunaru's lover:
Thx dah review! Maaf updatenya lama *diinjak*
Fi suki suki:
Thx dah review! Maaf updatenya lama! *di ceburin ke kawah gunung bromo!*
Angel Ruii:
Thx dah review! Maaf updatenya lama! *dimutilasi*
Zept newbie:
Thx dah review! Kayaknya nama Naruto lebih keren daripada nama Naruko *dibantai*
Kanou Kano:
Thx dah review! Maaf typonya masih berterbaran di mana-mana! *diceburin ke laut*
Kagawa Mayumi:
Yuu manggil kamu apa nich! Thx dah review yach! *dikubur hidup-hidup*
Miyako Shirayuki:
Thx dah review! Yuu manggil kamu apa nich? Eerr- Miyako aja kali ea? *dibuang ke laut merah* Miyako gak ngerti kenapa Naru minta putus ea? Sama dong! Yuu juga gak ngerti! *di buang ke planet Pluto* eerrr- Kenapa Naru minta putus kan dah di jawab ma Ino di bagian 'Omake'. Yosh! Maaf ea updatenya lama! *di ceburin ke lahar dingin*
Yosh! Sekali lagi Yuu minta maaf karena udah nelantarin ni fic sebulan lebih. Dan Yuu sangat membutuhkan keritik dan saran yang sangat membangun! Akhir kata Yuu ucapkan terima kasih sebelum dan sesudahnya! REVIEW YACH!
REVIEW! REVIEW! REVIEW! REVIEW!
Yuuchan no Haru999
