Warning: OC dan OOC

Terima kasih untuk membaca—Arigatou Gozaimasu minna….


XXX


Mein Kampf School adalah sebuah sekolah luar biasa mewah yang terdiri dari empat asrama yaitu : Gamabunta, Manda, Katsuyu, dan Kyuubi. Gamabunta berlambang katak. Manda berlambang ular. Katsuyu berlambang siput. Dan Kyubi berlambang Musang berekor sembilan. Gedung sekolahnya sangat mewah dan luas dengan desain klasik dan bertembok bata kokoh dengan banyak ukiran-ukiran katak, ular, siput, dan musang di sepanjang temboknya. Karena saking besarnya, banyak ruangan-ruangan rahasia di gedung sekolah itu. Pemiliknya adalah Jiraiya yang sekaligus merupakan kepala sekolahnya. Cucuknya, Naruto , juga bersekolah di sana.

Mein Kampf—Aula Besar— 08:00 pagi

Murid-murid Mein Kampf sedang berkumpul di aula besar sehabis sarapan bersama. Mimbar besar disediakan untuk sang kepala sekolah yang akan memberikan pidato dan pengumuman. Di belakangnya terdapat meja makan panjang khusus guru.

Di aula itu, selain meja makan guru juga terdapat empat buah meja makan panjang super besar untuk murid-murid. Lampu besar mewah dikelilingi lilin juga tergantung di ruangan mewah itu.

"Pagi Mein Kampf I love you all.. Pendaftaran ketua OSIS yang baru akan segera dimulai. Yang berminat, bisa mengambil formulir di ruang OSIS lalu segera diserahkan ke pembina OSIS, Asuma Sarutobi di ruang guru!", ujar kepala sekolah, Jiraiya, napsu.

Anak-anak langsung bersorak ramai. Mulai dari yang kelas XII sampai kelas X. Di sebuah meja, yang berisi anak-anak asrama Manda kelas XII-3 yang biasa dikenal dengan kelompok Akatsuki mulai ribut.

"Wah, Pain mau diganti nih.. Huhuy..", ujar Tobi. Pain hanya mendelik.

"Jah.. Gak bisa korup uang kas OSIS lagi dah!", ujar Kakuzu, bendahara OSIS yang akan diganti.

"Wahhh.. Parah nih!!", teriak Faika dan pacarnya, Sasori berbarengan.

"Pola, ajarin tuh si Kakuzu jangan korup mulu! Ancur dah nih sekolah!", teriak Kisame dan Tobi.

"Alah, Polanya aja mesum! Heheheh! Gak bener nih! Pasangan yang merugikan sekolah! Hahahahah, kita tuh harus taat sama Dewa Janshin!", tambah Hidan.

"Eh, shut up! Eh, Hidan, siap-siap nanti dijodohin sama Deidara!", Pola memulai kontak jodoh yaoi-nya.

"Udah ah diem", kata Konan.

"Tau nih.. Diem dong.. Kakuzu sama Pola.. Mending Faika dan Sasori.. Ya kan??", kata Faika sambil senyum-senyum ke Sasori.

"Iya ya Faika..", Sasori dan Faika mulai senyum-senyum berdua.

Sementara itu, mata Deidara terpaku ke sebuah meja sekumpulan anak kelas X asrama kyubi. Ia sedang memandang anak berambut kuning-hijau bernama, Darbi Aina-chan. Kalu Kisame sedang memperhatikan seorang anak kelas X di asrama kyubi berambut hitam ikal bernama Seiryuu-chan. Kalau Itachi lain lagi, ia sedang memperhatikan pacarnya dari kejauhan, yaitu Yvne.

"Okeh.. Sekarang masuk ke dalam kelas masing-masing. SEGERRAAA!!", lanjut Jiraiya napsu.

Semua anak langsung meninggalkan aula besar itu. Mereka menuju ke kelasnya masing-masing.

Mein Kampf—Kelas X-1—08:30 pagi. ( Pel. Bhs Inggris )

Kelas X-1 adalah kelas Naruto. Wali kelasnya adalah Iruka-sensei. Sekarang pelajaran Bahasa Inggris. Seperti biasa, gurunya, Kakashi selalu datang terlambat.

ZREEEEEEEEEK

Pintu terbuka. Akhirnya, si tukang telat Kakashi Hatake datang sambil senyum-senyum. Di belakangnya terdapat dua murid yang sama telatnya yaitu, Wammy dan Zooi. Murid-murid langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing.

"I got lost on the road of life", si sensei mencari alasan yang hanya membuat murid-murid tambah kesal. Sementara Wammy dan Zooi langsung duduk ke tempatnya masing-masing yang berada di dekat Stellar.

"Telat terus", Stellar berkomentar tajam kepada mereka. Tanpa sepengetahuan Stellar, Kakashi sedang memperhatikannya.

'Zooi, Wammy, dan Stellar ya? Mereka ber-3 mirip dengan……….' , pikir Kakashi

Pelajaran berlangsung seperti biasa. Diam-diam Kakashi selalu memperhatikan Stellar, Zooi, dan Wammy.

"Uchiha Sasuke, read the story please ", Suruh Kakashi

Sasuke hanya melamun.

"Oi! Sasuke!" tegur teman sebelah-nya, Akina Takahashi.

"Hn? Ya? Kenapa?" tanya Sasuke bingung.

"Baca dong, yang halaman 16. Ngelamunin siapa sih?" tanya Akina. Akina anak yang pendiam, tetapi saat pelajaran Akina tetap berkomunikasi dengan teman-temannya.

"Ah.. Enggak kok", Sasuke pun mulai membaca cerita yang diperintahkan Kakashi. Tapi… Pikirannya tetap ada di tempat lain.. Miu Matsuidaira.

KRIIIING .. Bel pun berbunyi.. Tanda waktunya istirahat..

"So.. Do your homework.. Don't forget.. And.. For Stellar, Zooi and Wammy please follow me to teacher's room", ujar Kakashi. Wammy, Zooi, dan Stellar pun mengikuti Kakashi.

Mein Kampf—Kelas XII-3—08:30 pagi. ( Pel. Matematika )

"Pain dan Konan ikut aku sebentar.. Ada yang penting tentang pendaftaran ketua OSIS baru.. Yang lain kerjakan latihannya dan jangan ribut..", Asuma, Pain, dan Konan pun meninggalkan kelas.

"Sasori, aku lihat latihanmu dong.. Hehe.. Males nih..", ujar Faika yang duduk di belakangnya.

"Kamu kan pinter kok nyontek? Aku ajarin aja ya?", jawab Sasori sambil senyum.

"Ah.. Iya iya!! Sasori baik!!", Faika membalas senyum Sasori dan mulai belajar. Kelas ini pun sudah mulai ribut lagi.

"Cieee.. Deidara sama itachi!!", sahut Pola yang mulai jodoh-jodohan yaoi-nya. Kakuzu, pacar Pola cuma bisa geleng-geleng sambil ngitung uang.

"Hn", Itachi sudah biasa. Jadi malas menanggapi.

"Eh, Itachi normal kali! Yvne kan pacarnya! Lagian dia-kan mantannya Noriko Saionji yang cantik itu..", jelas Kisame.

"Deidara juga kan sukaaa samaaaa…………", Tobi mulai meledek Deidara. Deidara langsung tersadar dari lamunannya akan Darbi dan langsung membungkam mulut Tobi.

"Emang Deidara suka sama siapa?", tanya Zetsu

"Depannya 'D'.. Kelas X-1.. Asrama kyubi.. Rambutnya kuning ke hijau-an!!", teriak Tobi yang langsung ngabur takut digorok Deidara.

"Cieee.. Deidara!!", samber Sasori dan Faika.

"Oke…Oke.. Kalau gitu Kisame dan Zetsu juga cocok..", Pola mulai lagi sambil nyengir-nyengir mesum.

"KISAME SUKA SAMA SEIRYUU-CHAN! KELAS X JUGA!!", teriak Hidan

"Cieeeeeee…". Kelas ramai sekarang. Muka Kisame sudah kayak kepiting rebus karena malu.

Mein Kampf—Halaman Sekolah—Jam istirahat

Entah kenapa halaman sekolah sudah ramai oleh anak kelas X. Kabarnya akan ada penembakan. Temari dan Sakura serta teman-temannya sibuk mengurus acara penembakan ini.

"Kankurou? Siap nggak nembak Yuki? Kita udah capek-capek manggil Yuki nih!!", ujar Temari. Sepupu Kankurou.

"Aduuh.. Gimana nih..", ujar Kankurou.

"Udah cepetan!!", Naruto langsung mendorong Kankurou ke arah taman dimana Yuki berada. Ia sedang duduk, dijaga oleh Helan dan Putee.

"KANKUROU! KANKUROU! KANKUROU!", semua bersorak-sorak kecuali Sasuke, Neji, Sai, Shikamaru, dan Gaara.

Kiba dan Naruto langsung mendorong Kankurou lebih dekat ke arah Yuki. Kankurou dan Yuki sudah mateng keripik udang. Teriak-teriakan nama Kankurou masih berkumandang.

"Yu… Yuki.. Kamu mau nggak ja.. Jadi.. Pa.. Pacarku??", ujar Kankurou terbata-bata. Muka Yuki bertambah merah.

"CIEEEEEEEEEEEEEEE!!", teriakkan orang-orang tambah menjadi-jadi.

"Terima aja Yuki!", teriak Ino dan Putee. Tapi… Ternyata ada teriakan tak diundang dari kelas XII..

"TERIMA!! TOLAK!! TERIMA! TOLAK!!", teriak Akatsuki dari lantai 3. Semua mata di lantai 1, 2, dan 3 menuju ke arah lapangan. Wajah Yuki dan Kankurou tambah matang karena malu.

"KISAMEEE! KAPAN NIH NEMBAK SEIRYUU-CHAN!! BWAHAHAHAHHAHAH!" tambah Akatsuki.

Tak diragukan, setelah mendengar itu wajah Seiryuu langsung se-merah Kankurou dan kabur ke kantin.

"GILIRAN KISAME! Kisame! Kisame! Kisame!", teriak Akatsuki lagi dari lantai-3.

"DEIDARA JUGA LOOOH!! DEPANNYA 'D' ADA DI HALAMAN BERDIRI DI SEBELAH TENTEN!!", teriak Tobi. Dan Tobi langsung menerima pukulan dari Deidara.

Kembali ke halaman ……

"Ayo Yuki jawab dong!", sahut Lee.

"I.. Iya.. Aku.. Mau", jawab Yuki yang sudah mirip Hinata, mau pingsan.

Semua anak langsung bersorak-sorak dari lantai 1-3. Aika tertawa keras mendengar jawaban Yuki. Cantika langsung menyumpel Aika. Ditengah kerumulan, Miu Matsuidaira berjalan menuju perpustakaan. Sasuke, entah kenapa mengikutinya …

Mein Kampf—Halaman Sekolah—Jam istirahat setelah penembakan

Setelah itu semua anak langsung bubar. Naruchu-chan langsung pergi bersama Shino. Tetapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Sakura.

'Kapan.. Aku bisa seperti Yuki… Ber-ber.. Sama.. Sasuke.. Sasuke.. Kenapa dia dingin sekali? A-apa… Aku berbuat salah padanya?... Sa-sasuke jawab…', Sakura tenggelam dalam pikirannya. Air mata menetes di wajah Sakura. Ino, Putee, Hikari, Ayashi, dan Helen pun menyadari-nya.

Mein Kampf—Taman Bunga Mein Kampf—Jam istirahat

Akamaru dan Hori berlari-larian di depan Kiba dan Akari. Kiba dan Akari sedang pacaran di taman bunga.

"Kamu bawa apaan?" tanya Kiba, menunjuk tas kecil yang di bawa Akari.

"Oh.. Ini.. Bekal.. Buatan aku sendiri loh.. Hehehe" jawab Akari senyum-senyum.

"Wah… Jadi laper nih .." ujar Kiba

"Mau makan bareng? Ada banyak kok.. Makan yuk.. Tuh ada tempat duduk", Kiba pun tersenyum dan mengangguk. Akhirnya, mereka makan bersama di tengah bunga-bunga yang bermekaran.

Mein Kampf—Mein Kampf RestoJam istirahat

Hinata dan Naruto sedang makan di kantin. Mereka memesan ramen.

"Oi Paman.. Ramen tiga mangkuk doong!", pesan Naruto.

"Naruto-kun..a.. Aku gak laper…Na.. Naruto-kun.. aja deh.. ya.. yang makan..", ujar Hinata terbata-bata.

"Eh? Beneran? Aku yang bayar kok..", kata Naruto.

"Nggak.. Naruto-kun.. a.. aja yang makan..", jawab Hinata. Hinata dan Naruto mulai pacaran,

Mein Kampf—KelasJam istirahat

"Oi Shika! Jangan di kelas melulu dong.. Kemana gitu kek..", ujar Temari.

"Hn? Aku ngantuk..", sahut Shikamaru malas.

"Ih nyebelin banget sih!!", Temari dan Shikamaru pun mulai bertengkar.

Mein Kampf—Lapangan BasketJam istirahat

"Gaara! Oper oi!", sahut Rock lee

"Bentar mau minum..", jawab Gaara.

"Nih minumnya…", Shinaniku Rin menyodorkan air minum pada pacarnya, Gaara.

" Makasih", balas Gaara tetap cool.

"Hehe.. Mau juga nih main basket..", ujar Niku yang tomboy.

"Kalau gitu main aja..", balas pacarnya, Gaara, kaku.

"Hahaha.. Nggak deh aku liatin aja…", jawab Niku.

"Ya udah.. Aku main lagi ya?",ujar Gaara. Shinaniku Rin hanya mengangguk ceria. Tanpa disadari oleh Niku dan Gaara, terdapat sepasang mata yang memperhatikan mereka. Seorang anak yang sangat pucat dan lemah bernama Matsuri…

Mein Kampf—Ruang OSIS—Jam Istirahat

"Jadi ada empat orang yang mendaftar? Neji Hyuuga, Cantika, Aika, dan Rin Kajuji ", ujar Pain.

"I.. Iya kak..", jawab Cantika.

"Okeh.. Ini formulir-formulirnya..", Konan memberikan formulir pendaftarannya.

"Makasih ya kak..", kata Aika. Ke-empat anak itu langsung meninggalkan ruang OSIS sesudah mendapatkan formulirnya.

"Buru-buru amat sih ngasih formulirnya!!", Cantika mendumel kecil. Aika hanya tertawa sedangkan Neji dan Rin Kajuji hanya diam. Aika dan Cantika menuruni tangga menuju ke tempat Sakura.

Sekarang hanya ada Rin kajuji dan Neji di lorong yang gelap nan mewah. Lilin-lilin menyala di lorong tersebut. Anak-anak lain berlalu lalang di sekitar mereka.

"Wah… Semangat ya Nej", ujar Rin Kajuji.

"Eh..Iya.. Lagi buru-buru ?", tanya Neji pada Rin.

"Enggak juga.. Kenapa? Ada yang mau diomongin?", tanya Rin Kajuji.

"Ah.. Enggak", jawab Neji singkat.

"Ooh, kamu pacarnya Tenten ya Nej? Sekarang?", tanya Rin ceria. Neji hanya mengangguk kecil. Rin adalah mantan pacar Neji.

"Wah.. Langgeng ya Nej", ujar Rin Kajuji ceria.

Tanpa disangka, Tenten dan Noriko sudah berdiri memperhatikan Neji dan Rin Kajuji. Tenten langsung merasa cemburu dan langsung lari membelakangi Neji.

"Eh? Tenten!!", panggil Noriko.

"Tenten!", Neji mencoba mengejar Tenten.

"Biarkan Tenten sendiri, biar aku yang coba menenangkannya..", ujar Noriko, sahabat Tenten. Dan ia langsung mengejar Tenten.

"Wah bisa kacau niih…", kata Neji.

"Maaf ya Nej.. Aku jadi nggak enak…", ucap Rin Kajuji.

Mein Kampf—Halaman Sekolah—Jam istirahat

Sakura duduk di kursi taman, Ino merangkul Sakura untuk menenangkannya. Ia rela tak berduaan sama Sai pada jam istirahat, lagi pula, Sai sedang melukis dengan teman-teman lukisnya, Deeandra dan Khai.

"Sakura.. Udah dong.. Ada apa sih?", tanya Helen.

"Ssst.. Helen nanya-nya entar aja.. Biar Sakura tenang dulu..", ujar Hikari, sahabat Sakura.

Sakura masih terisak-isak. Semua sahabatnya mencoba menenangkannya.

"Ino bisa bicara sebentar? Mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah Sakura?", ujar Hikari.

"Emm.. Boleh.. Putee, Ayashi, dan Helen tolong jaga Sakura bentar ya.. Aku ada urusan sama Hikari", jelas Ino pada ketiga sahabatnya.

Putee, Ayashi, dan Helen hanya mengangguk.

"Gini Ino, waktu pelajaran bahasa inggris tadi, aku lihat Sasuke terus memandang ke arah.. Seorang anak perempuan….", Hikari memberitahu Ino.

"Ha? Ke arah siapa?", tanya Ino penasaran.

'"Miu… Miu Matsuidaira…", jawab Hikari singkat.

Kembali ke tempat Sakura…

"Ino sama Hikari lama banget ya??", dumel Ayashi. Sakura masih menangis. Helen merangkul Sakura.

"Tau tuh…..", jawab Putee.

"Temen nangis kok malah ditinggal.. ", tambah Ayashi.

"Eh teman-teman, aku tinggal sebentar ya! Daaaaah!!", sahut Ayashi. Dan ia meninggalkan Helen, Sakura, dan Putee.

Mein Kampf—Atap Sekolah—Jam istirahat

Deeandra, Sai, dan Khai sedang melukis di atap sekolah. Mereka sedang melukis pemandangan.

"Sai, Ino mana? Biasanya ikut..", tanya Deeandra.

"Nggak tahu.. Katanya dia ada urusan.. Eh, boleh lihat gambarmu?", tanya Sai.

"Ahahahaha.. Nggak.. Nggak.. Ini belum jadi.. Nanti aja..", Deeandra cengengesan. Sai hanya tersenyum seperti biasa.

"Jangan kasih liat Dee! Nanti diejek Sai! Sai ngomongnya kan tajem", tambah Khai. Sai hanya tersenyum.

Mereka pun kembali melukis dengan selingan candaan dan tiba-tiba Shino dan Naruchu-chan datang memgampiri mereka.

"Khai, ada panggilan dari Jiraiya-sama", ujar Shino dengan gaya misteriusnya.

"Benar. Cepat loh ditunggu", tambah Naruchu-chan.

"Oh. Baiklah. Sai, Dee, aku duluan yah", Khai, Shino dan Naruchu-chan pun pergi meninggalkan Sai dan Deeandra Hihara.

"Wah, gambarmu tak berkembang Hihara", ujar Sai yang melihat gambar Deeandra sambil tersenyum.

'Kurangajar Sai! Liat saja! Karyaku akan mengalahkan karya-mu! Lihat saja Sai!!', ujar Deeandra dalam hati dengan berapi-api.

Mein Kampf—Ruang Guru—Jam istirahat

Wammy, Zooi, dan Stellar duduk di depan meja Kakashi. Mereka hanya mendengarkan Kakashi menceritakan tentang sebuah kisah. Cerita Kakashi sudah selesai sekarang. Di sebelahnya, Anko, pacar Kakashi ikut mendengarkan cerita itu.

"Lah? Ceritanya udah selesai? Jadi, maksud sensei dengan cerita itu apa?", tanya Wammy.

"Nanti.. Kalian pasti mengerti sendiri.. Kalian itu anak-anak pintar.. Aku percaya pada kalian.. Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan..", Kakashi tersenyum.

"Hah?? Gak ngerti deh sensei… Beneran..", timpal Zooi.

"Kaliannya aja yang bodoh..", celetuk Stellar tajam. Zooi dan Wammy diam saja. Mereka memang mengernyit kesal. Tapi sudah biasa menerima komentar-komentar tajam Stellar.

"Hei.. Hei Stellar.. Jangan begitu..", tegur Kakashi ramah."Ya sudah.. Lanjutkan saja istirahat kalian..", lanjut Kakashi.

Wammy, Zooi, dan Stellar meninggalkan ruangan. Anko menaikkan satu alis matanya.

"Jadi? Mereka itu mirip dengan…", ujar Anko, kata-katanya dipotong oleh Kakashi.

"Ya.. Aku tahu. Dan mereka murid kepercayaanku, Anko", jawab Kakashi sambil tersenyum ramah.

Tiba-tiba………

"BWAHAHAHAHAHAHA.. Khai.. Khai.. Kau itu anak terpilih loh!! Lihat ini!! ICHA-ICHA TACTICS!! Kamu jualkan ini ke teman-temanmu dan guru-gurumu maka nilaimu akan ditambah!! Dan lagi.. Kamu juga pasti dapat komisi!! BWAHAHAHAAA!! Ini-ini.. Ambil bukunya, besok kamu mulai jualan ya!!", ujar Jiraiya berbunga-bunga sebelum ia mendapat pukulan dari istrinya, Tsunade.

"Ngaco aja sih!! Masak murid disuruh jualan!!", sahut Tsunade. Dan mulailah terjadi adu mulut antara Tsunade dan Jiraiya yang membuat Khai menjadi canggung.

"Ahahaha… Jiraiya-sama.. Saya mau kok.. Ano, jualan icha-icha.. ", Khai mencoba melerai.

"Nah.. Anak pintar! Kalau bisa, kamu cari teman ya satu lagi.. Itu, ambil saja dulu bukunya dua.. Kalau udah laku ambil lagi..", jelas Jiraiya.

"I.. Iya.. Jiraiya-sama.. Saya ambil ya!", dan Khai langsung kabur sesudah ia mengambil dua icha-icha. Khai tak mau ikut campur dengan adu mulut yang sedang dilakukan Jiraiya dan Tsunade.

'Hm.. Ajak siapa ya?? Pola yang mesum? Kakuzu yang mata duitan? Atau Akina yang kaya?', pikir Khai dalam hati.

Mein Kampf—Lantai 3—Jam istirahat

Pain dan Konan sedang pacaran di ruang OSIS. Akatsuki-akatsuki yang lain sedang asyik bercanda. Misalnya, pasangan paling geblek se-sekolah Pola dan Kakuzu yang lagi bercanda. Pola terus jodoh-jodohin Zetsu dan Hidan sambil senyum-senyum. Kakuzu lagi ngitung uang (dari tadi gak selesai-selesai). Hidan terus berdoa pada Dewa Janshin agar memaafkan semua tindakkan Pola. Sasori dan Faika lagi pacaran.

"Faika udah makan?", tanya Sasori.

"Belum nih.. Hehehehe.. ", jawab Faika.

"Ke kantin yuk?", ajak Sasori.

"Boleh", jawab Faika. Mereka berdua pun turun untuk menuju kantin, tetapi Deidara terus mengikuti. Maksud Deidara mengikuti Sasori dan Faika adalah untuk curhat mengenai Darbi. Deidara sudah kapok curhat dengan Tobi, karena takut disebar lagi.

"Ngikut aja nih",ujar Sasori yang berjalan di samping Faika.

"Tau.. Sasori mau berdua kan sama Faika?", tanya Faika senyum-senyum

"Maaf.. Maaf.. Jangan pacaran mulu napa? Ngomong-mgomong Darbi mana ya?", tanya Deidara

"Darbi, tadi ada di lapangan basket. Nonton yang maen.. Pergi sana.. Hus..Hus.. Pedekate", ujar Sasori. Deidara pun langsung menuju ke lapangan basket.

Itachi dan Yvne sedang pacaran di koridor. Mereka sedang pacaran sambil makan kripik kentang.

"Itachi, bagi dong? Punyaku udah habis… Hahaha", kaat Yvne.

"Eh? Ya udah ambil saja nih…", jawab Itachi. Dan ia tersenyum.

Mein Kampf—Kelas X-1—Jam istirahat

"Sudahlah Tenten.. Mereka kan hanya mengobrol", ujar Noriko pada Tenten.

"Tapi, Rin Kajuji itu mantan Neji…", jawab Tenten lesu.

"Noriko, Tenten kenapa?", tanya Temari.

"Tadi waktu kita ke ruang OSIS, Neji dan Rin Kajuji sedang ngobrol berduaan di lorong.. Tenten jadi gini deh", Noriko menjelaskan.

"Dasar cewek.. Merepotkan", samber Shikamaru. Shikamaru langsung meninggalkan kelas,

Sementara itu, Sasuke terus mengikuti Miu Matsuidaira.

'Apa-apaan aku ini? Kenapa aku mengikuti dia?', tanya Sasuke di dalam hati.

Mein Kampf—Luar Gedung Sekolah—Jam istirahat

Ayashi sedang berjalan sendirian di halaman sekolah. Ia ingin pergi ke pinggir danau. Di sebelah barat gedung sekolah Mein Kampf, terdapat sebuah danau yang lumayan besar. Airnya jernih dan segar. Beberapa anak memang senang pergi ke sana.

'Huh pasti Sakura nangis gara-gara Sasuke.. Haah.. Dasar sepupu ngerepotin! Jadi gak enak nih sama Sakura.. Sasuke kan sepupuku.. Jadi, akunya juga yang gak enak sama Sakura.. AAAAH.. Sasuke ngerepotiiin!!', Ayashi mendumel dalam hati. Tak terasa ia sudah sampai di pinggir danau.

Kemudian, Ayashi menyadari ada seseorang di balik pohon. Ayshi mengintip sejenak dan melihat seorang laki-laki. Ia berambut panjang sekitar sebahu berwarna putih pucat, terdapat dua titik merah di dahinya, dan raut wajahnya tanpa ekspresi.

"X…X…X", laki-laki itu menggumam. Ayashi terus memperhatikan laki-laki itu. Kemudian, Ayashi meyadari bahwa tangan laki-laki itu penuh dengan coretan bertuliskan………X X X

Hawa tak enak terasa oleh Ayashi.

' X…X…X.. itu apa?' tanya Ayashi dalam hati.

TBC

……….Nakamura Arigatou……