Uzumaki Family

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

*Minato Prov*

Punya anak yang menderita sakit adalah kesibukan tetapku.

Tapi tentunya, kami masih menikmati kebahagiaan dari sebuah kehidupan keluarga.

Rumah besar, anak-anak hebat dan istri yang cantik.

Tapi didalam itu ada yang cacat, rasa kesal akan kecewa yang berpadu menguncang keutuhan fondasi dari hidup kami, seperti setiap momen dari dunia kami bisa saja runtuh.

*End Prov Minato*

Uzumaki Family

"Aku tak tahu kapan dimulai, tapi mungkin sekitar jam 11" Ucap minato pada telfon yang melekat di kupingnya dengan wajah cemas yang melekat pada wajahnya, disampingnya Kurenai duduk tak kalah cemasnya.

"Hei, ada apa?" Tanya Sakura yang sedang menuruni tangga dan melihat wajah ayah dan bibinya yang sedang cemas.

"Oni-Chanmu sakit" Jawab Kushina yang keluar dari kamar Sasori dengan terburu-buru sambil membawa sebuah selimut tebal yang mendengar pertannyaaan Sakura. "Semalaman ia demam" Kushinapun hilang masuk kedalam kamar miliknya dan Minato yang memang berada di lantai satu dekat dengan kamar Sasori.

"Onii-Chan?!" ucap Sakura sedikit kaget, terkejut oleh penuturan dari ibunya, diapun berjalan sedikit berlari menuju kamar Sasori dengan wajah yang tak kalah cemasnya dengan wajah ayah maupun bibinya.

"Onii-Chan" Sakura memangil-mangil Sasori yang pada saat sekarang Sakura sudah berada di dalam kamar Sasori, namun ia tak menemukan sosok Sasori di kamar tidur milik Sasori tersebut. Iapun melangkahkan kakinya menuju toilet yang berada di kamar Sasori setelah ia melihat pintu toilet tersebut yang sedikit terbuka. Dan benar saja saat dia membuka pintu tampak seorang laki-laki tak ber-rambut yang menundukkan kepalanya ke washtafel sambil terbatuk-batuk kecil, menyadari ada yang membuka pintu toilet tersebut Sasoripun menolehkan wajahnya dan melihat Sakura yang berdiri disana. Sasoripun menatap Sakura dengan ekspresi wajah yang sangat mencerminkan penderitaan dari penyakit yang ia idap. wajah Sakurapun sontak berubah melihat ke adaan kakanya dengan hidung yang terus menerus mengeluarkan darah segar serta darah yang masih melekat pada sekitar mulut Sasori tersebut, tak sampai disitu mata Sasori yang sayupun tampak lebih sayu, dengan sedikit butiran-butiran air mata yang mengenangi kedua mata caramel indah miliknya tersebut. Tak lama menatap Sakura iapun terbatuk-batuk lagi lalu memalingkan wajahnya menghadap washtafel didepanya dengan mengeluarkan darah yang lebih banyak dari hidung maupun mulutnya.

"Aniki…" sapa Sakura yang baru keluar dari gerbang sekolahnya pada laki-laki bersurai kuning yang tak menyadari kehadirannya. Laki-laki itu berdiri sekitar 3 meter dari gerbang sekolah tempat Sakura menimbah ilmu tersebut.

"Hey…" laki-laki bersurai kuning bernama Naruto itupun melempar senyum kecil sekilas pada adiknya tersebut " kau siap Sakura-chan?" Tanya Naruto pada Sakura yang sudah berada di depannya.

"Ya" anguk Sakura.

"Ayo" merekapun melangkahkan kaki mereka menjauhi gerbang sekolah tersebut menuju halte bus yang berada tiga blok dari sekolah Sakura tersebut.

.

.

10 menit kemudian…

Dua pasang kaki yang bebeda ukuran itupun melangkah menuruni bus berwarna merah dan menampilkan dua orang berbeda jenis kelamin. Yang satu merupakan seorang laki-laki bersurai kuning dengan kulit berwarna tan dan seorang perempuan bersurai merah muda dengan kulit putih bersih terlihat beriringan berjalan mendekati sebuah gedung berlantai tiga dengan cat warna coklat tua yang melapisi dinding dari gedung tersebut.

Naruto si pria bersurai kuningpun menghentikan langkahnya saat berada 20 meter dari gedung tersebut, melihat kakaknya menghentikan langkah Sakura sang perempuan bersurai merah muda itupun menghentikan langkahnya pula. Sakura dan Naruto pun saling berhadapan.

"Kau yakin ingin melakukan ini Sakura-Chan?" Tanya Naruto dengan wajah tak yakin yang melekat pada dirinya. Sakura hanya diam tak menjawab pertannyaan dari Naruto namun matanya menunjukan keyakinan, tanggan Sakurapun terulur kedepan meminta Naruto memberikan sesuatu padanya. Naruto yang melihat mata Sakura yang menunjukan keseriusannya akhirnya hanya dapat menghela nafas panjang dengan berat "kau tahu ini gilakan Sakura-Chan?" Narutopun memberikan sebuah amplop coklat kecil dari balik jaket orange hitam yang ia kenakan, lalu memberikannya pada Sakura.

"Aku akan segera kembali Aniki" ucap Sakura setelah mengambil amplop coklat kecil tersebut dan menaruhnya pada kantung almameter sekolah yang ia gunakan.

"Baiklah, akan ku tunggu" Narutopun melihat adiknya yang terus melangkahkan kaki menuju gedung berwarna coklat tersebut.

*Kakashi Prov*

Saat seorang gadis kecil bersurai merah muda pertama kali mendatangi kantorku, ku pikir dia mau menjual kue anak pramuka.

"Arigatoo gozaimasu" ucapnya sambil membungkukan kepala kepada Sizune yang merupakan sekertarisku yang telah membukakan pintu ruanganku untuknya.

"Oh Kamisama, itu benaran anda?" Tannyanya padaku dengan semangat dan senyum yang menghiasi wajahnya.

"Benar" akupun tersenyum membalas senyumnya padaku tersebut hinga mataku tak terlihat, yang memang sebuah senyum has yang ku miliki.

"Aku Hatake Kakashi, tingkat kesuksesanku 90 per—".

"91%" ucapku yang memperbaiki perkataannya yang salah pada saat meniru kata-kata dan gayaku yang ada pada iklan tv.

"apa yang bisaku bantu?" ucapnya yang masih terus meniru ucapanku pada iklan tv.

"Kau melihat iklanku?" tanyaku padanya.

"Semuanya…, karena itulah aku disini" jawabnya sambil tertawa kecil. "Hey.." sapanya pada anjingku yang mendekatinya.

"Tolong jangan di sentuh, pakkun adalah anjing pelayan" ucapku memperingatinya saat ku lihat ia membungkukkan kakinya mensejajarkan dirinya dengan pakkun dan kemudian mengelus-elus bulunya.

"Melayani apa?" Tanyanya setelah melepaskan tanggannya dari pakkun.

"Aku punya paru-paru besi dan pakkun membantuku mengarahkan magnetnya".

"Bukankah kau sudah memakai masker?".

"Ya, tapi itu tak cukup gadis kecil, silahkan duduk". Iapun melangkah maju dan duduk di depan kursi yang ku tempati. "Siapa Namamu?".

"Uzumaki Sakura" Jawabnya sambil merogoh-rogoh tasnya mencari sesuatu yang ku pikir kue pramuka yang akan ia tawarkan padaku.

"Apa yang bisa ku bantu Sakura-Chan?"

"Itu benar-benar keren" ucapnya sambil memalingkan wajahnya dari tasnya dan tersenyum manis dengan tangan yang masing tak henti-henti mencari sesuatu. Akupun membalas senyumnya itu kemudian dia memalingkan wajahnya lagi pada tasnya tersebut lalu setelah dua detik kemudian ia mengeluarkan sebuah amplop coklat berukuran sedang yang biasa dipakai untuk memasukan folder-folder. Ia menyerahkannya amplop coklat tersebuk kepadaku "Aku ingin menuntut orang tuaku karena memanfaatkan tubuhku".

"Bisa kau ulangi?" pintaku padanya yang sepertinya telinggaku salah mendengar.

"Aku ingin menuntut orang tuaku karena memanfaatkan tubuhku". Dan wow ternyata aku benar-benar tak salah dengar. Aku mengangukan kepala dan mulai membuka isi amplop tersebut yang di dalamnya terdapat file yang berisi kertas-kertas dan akupun mulai membacanya.

"Onii-Chanku mengidap leukemia. Mereka memaksaku memberikan bagian tubuhku padanya" terdengar suara keseriusan yang keluar dari mulut kecilnyanya tersebut.

"Kau harus memberikan dia ginjal?" tanyaku padanya saat aku membaca kertas halaman pertama.

"Dia gagal ginjal sudah sebulan".

"Tak ada yang bisa memaksamu menyerahkan itu jika kau tak mau, benarkan?".

"Mereka pikir bisa" diapun menarik nafas dan menghembuskannya dengan keras "Aku masih di bawah 18 tahun, mereka waliku yang sah".

"Mereka tak bisa melakukan itu"

"Itu yang ku katakana pada mereka, mereka telah melakukan itu seumur hidupku. Aku mungkin tidak akan hidup jika Sasori-Niichan tidak sakit" akupun memalingkan wajah dari tumpukan kertas tersebut dan manatapnya "Aku bayi yang direncanakan. Aku dilahirkan sebagai suku cadang bagi Sasori-Niichan".

"Kau Bercandakan?" tak ada jawaban yang keluar dari mulut kecilnya tersebut tapi dengan melihat mata kau akan tahu kalau apa yang ia katakana adalah sebuah kebenaran dan anak-anak tak pernah berbohong bukan?.

File yang berisi Kertas-kertas yang berasal dari amplop coklat yang ia berikan menunjukan bukti bahwa Dokter mulai mengambil bagian tubuhnya sejak dia lahir. Pengambilan darah tali pusar, transfusi sel darah putih, sumsum tulang belakang, limposit, suntikan untuk menambah sel, dan kemudian mereka ambil kembali. Tapi itu tak pernah cukup.

Kututup file tersebut dan kutatap wajahnya "kau tahu apa yang akan terjadi jika kau tak memberikan ginjal pada kakakmu kan?".

"Ya, dia akan mati" diapun memalingkan wajahnya ke arah almameter sekolah yang ia letakkan di kursi samping dan mulai mengambil sebuah amplop coklat dari dalam kantong almameter tersebut "Jadi aku bawa uang 200.000 yen" dia membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya yang teryata merupakan uang dan menghitungnya "Dan aku tahu itu tak cukup, tapi Cuma itu yang kupunya dan aku butuh bantuanmu" uang tersebutpun di taruhnya dia atas meja menghadapan ku "Onegaishimasu".

"Kau yakin ingin melakukan ini?" tanyaku sekali lagi dan jawaban yang ku terima hanyalah sebuah tatapan penuh keyakinan tanpa adanya suara yang keluar dari mulut kecilnya "Baguslah" ucapku sambil mengangukan kepalaku.

~ To Be Continue ~

Minna ketemu lagi di chapter 2 bagaimana kalian suka? Hmm menurutku gaya penulisanku disini gak seancur di fict pertamaku, menerut kalian gimana? Memangsih masih aneh tapi mendingan ah pokoknya.

Sebenarnya aku kurang suka fict ini karna aku lebih suka Sakura dan Sasori bukan saudara. suka aja bayangin mereka yang saling jatuh cinta, Tapi karna di cerita ini gak ada Cannon jadi gak papa deh jadiin Sasori sebagai kaka. Untuk panggilan sendiri Sakura manggil Naruto Aniki karna dia ngikutin Sasori manggil Naruto gitu, sedangkan Onii-Chan untuk Sasori karna Sakura menggangap Sasori imut (alasan lain Sakura manggil Naruto Aniki adalah cara berpakaian Naruto yang geng stear).

Terima kasih untuk para reader yang telah mereview dan menfavoritkan cerita ini, s ampai jumpa di Chapter berikutnya yah…

Bye… bye…

୧ □ ୨ yeah… it's time to answer readers' reviews ୧ □ ୨

echaNM : iya itu judulnya ..! wah di novel matinya, padahal di filmnya gak mati.. terimakasih telah membaca echa-chan dan senang rasanya kalau kamu mau bantu aku melanjutkan cerita ini hahha :D

Esya. : itu karena aku suka sasosaku ':D

AjpBlank : ini sudah di lanjut.. seperti yang aku jelasin diatas disini gak ada pasangan canon ya, cuma aku buat interaksi sasosaku karena mereka adik kaka, hubungan seperti itu kalau dibuat canon dosa :p

permen lemon : iya aku hanya akan membuat sasosaku ko om, kalau semangat sih banyak tapi otak saya gak bekerja dengan baik om ':D

ya mereka kakak adik dan saya tidak suka dilarang jadi cintanya bukan cinta terlarang hohohoh

sasosaku : disini gak ada pairing kecuali minakushi, mampir ke "Come On The Path Of Love"disitu pairingnya sasosaku ko my belove pairing ;*

eventidesan : garing?! sasosaku the best tau..! terimakasih telah membaca dan terimakasih telah mengoreksi tapi saya tak memaafkan anda yang telah menghina my belove pairing :(

Dududududu : terimakasih telah membaca dan mendukung :D