Disclaimer :

Kuroshitsuji Drama musical © Yana Toboso, Square Enix, A-1 Pictures

Warning : Typo(s), BL

Genre : Romance/Angst

Rating : T

Summary : Yukito dan Yuya akan berlatih drama musical Kuroshitsuji. dengan event itu hubungan Yuya dan Yukito semakin akrab saja. Shougo yang merupakan pacar Yuya merasa sedikit iri namun sebagai sahabat kecil Yukito, tentu saja Shougo akan membantu sahabatnya itu 'kan? bagaimanakah hubungan ketiga orang ini selanjutnya?


"Ah, iya iya. Nah Go-chan, aku latihan dulu ya see you," kata pemuda tersebut dan memutus sambungan teleponnya.

"Pacarmu ya?" tanya si anak imut.

"Ahahaha menurutmu? Nah sekarang ayo kita latihan Bocchan," kata pemuda tersebut seraya berlutut dihadapan tuan barunya.

BLUSH

Yukito –anak imut– hanya bisa ber-blushing-ria mendapatkan perlakuan seperti itu.

'Tuhan apa tidak apa-apa aku menyukai-nya? Dia 'kan laki-laki? Terlebih lagi dia sudah punya kekasih,' batin Yukito yang entah mengapa merasakan suatu getaran pada pria yang akan menjadi butler iblisnya.

Setelah latihan Yuya mulai menanyakan beberapa hal pada Yukito.

"Oh iya, kau kalau tidak salah sekolah di Horikoshi Gakuen 'kan?" tanya Yuya pada calon Bocchannya.

"Ah.. i.. iya, me.. memangnya kenapa Yuu-chan? Bolehku panggil Yuu-chan?" tanya Yukito dengan wajah yang sangat imut, sampai bikin kedua author mimisan.

"Ahahahaha, boleh kalau itu keinginan anda Bocchan," kata Yuya seraya tersenyum mesum.

"Lalu kenapa Yuu-chan?" tanya Yukito lagi yang masih menunjukkan wajah imutnya.

"Ng... itu, apa kau mengenal Shougo Sakamoto?" tanya Yuya to-the-point.

"Ahahahaha tentu, aku dengan Shou-chan 'kan sahabat kecil," jawab Yukito dengan santainya.

"Eh? Sahabat kecil? Kenapa dia tidak pernah cerita ya?" gumam Yuya sambil memasang pose berfikir ala detektif.

"Eh? Ahahaha itu karena Shou-chan orangnya memang dingin, aku ingat saat pertama kali bertemu Shou-chan," Yukito mulai menceritakan pengalaman pertamanya saat bertemu dengan Shougo.

Flashback

Delapan tahun lalu saat Yukito masih duduk dibangku kelas satu SD.

"Kau Yukito Nishii 'kan?" tanya seorang gadis berambut hitam sebahu.

"Iya memangnya kenapa?" jawab Yukito kecil.

"Kau! Kenapa kau bisa mendapat nilai bagus? Pasti karena ayahmu orang ternama 'kan? Gara-gara kau adikku jadi berada di peringkat kedua!" bentak gadis yang kalau dilihat dari postur tubuhnya masih berada dibangku kelas tiga SD.

"A... Aku sungguh ti... tidak mengerti akan apa yang kau bicarakan," jawab Yukito yang mulai gemetaran.

"KAAUU!" gadis senior itu sudah mulai kesal akan tingkah Yukito yang dinialinya menyebalkan.

"Hentikan Hiyomi Karin!" tegur seorang anak laki-laki bersurai hitam kecoklatan.

"Sa.. Saka... moto-sama.." anak yang dipanggil Karin itu mulai merasa 'kan hal yang buruk akan terjadi.

"Berhentilah bersikap kasar pada junior! Kau inginku depak dari sini haa?" Kata Shougo Sakamoto kecil.

"Tidak Sakamoto-sama," jawab Karin singkat.

"Kalau begitu cepat minta maaf, dan ingat kalau kau mengganggunya lagi, atau kau membuat ulah pada junior yang lain, kau akan aku depak dari sekolah ini" kata Shougo lantang.

"Saya minta maaf" kata Karin seraya pergi meninggalkan Shougo dan Yukito.

"Te.. terima kasih Sakamoto-sama," kata Yukito yang mulai menitikkan air mata karena takut akan kejadian tadi.

"Shougo saja, jujur saja aku tidak terlalu suka dengan panggilan itu," kata Shougo yang telah mengulurkan tangannya pada Yukito.

"Kalau begitu boleh kupanggil kau Shou-chan?" tanya Yukito yang sudah memasang wajah imut.

"Ya, terserah kau saja Yukito," jawab Shougo sambil tersenyum manis pada juniornya yang terpaut dua tahun darinya.

End of Flashback


"Sejak hari itu Shou-chan sudah seperti kakakku sendiri hehe," terang Yukito tentang senpai-nya yang satu itu.

"Ternyata dia memang anak yang baik, ya?" kata Yuya sambil tersenyum lembut.

"I... iya Shou-chan memang baik, walau dia tidak ingin mengakuinya," jawab Yukito yang memalingkan wajah karena dia merasakan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

"Hmmm ternyata ada banyak hal yang tidakku ketahui tentangnya," gumam Yuya.

"Eh? Apa?" tanya Yukito yang entah bagaimana dapat mendengar gumaman dari Yuya.

"Ah, tidak, nah Bocchan apa anda haus? Anda mau jus jeruk?" tanya Yuya pada 'Bocchan' barunya.

"Tentu! Aku suka jus jeruk" jawab Yukito manja.

'Darimana kau tahu kalau aku suka jus jeruk?'

'Tentu aku tahu, akukan menyukaimu Go-chan'

Yuya tertawa kecil saat mengingat wajah kekasih tercintanya yang memerah saat mendengar dia mengatakan kalau dia mencintai anak yang tengah menghiasi hatinya saat ini.

~OoO~


Keesokan harinya Yukito yang mulai menyukai perannya sebagai Ciel mulai menceritakan pengalamannya saat latihan bersama dengan partner barunya.

"Shou-chan~" sapanya saat menemukan orang yang memang dicari-carinya sejak tadi.

"Hai Yukito," jawab Shougo singkat saat melihat sahabat kecinya itu, terlihat raut kesal diwajahnya manisnya.

"Ehehehehe, ternyata Yuu-chan itu baik ya? Kau pasti senang sekali saat bermain bersama dengannya kan Shou-chan?" kata Yukito dengan riangnya.

"Benarkah? Menurutku dia orang yang biasa-biasa saja," jawab Shougo dengan wajah kesal.

"Ah~ kau 'kan memang tidak pernah memuji orang? Hmm sepertinya aku bisa akrab dengannya, ehehehe aku senang sekali loh Shou-chan, dia benar-benar baik, dia juga memberiku jus jeruk. Oh iya hari ini kami harus latihan dimana Yuu-chan harus menggendongku ala-ala pengantin gitu, hmm semoga saja tubuhku tidak berat," sambung Yukito yang entah mengapa tidak memperhatikan raut wajah lawan bicaranya yang sudah berubah menjadi suram, sesuram malam.

"Ohh, kuharap kau bisa akrab dengannya," jawab Shougo singkat.

"Yukito, aku ada keperluan, aku pergi dulu ya?" kata Shougo yang sudah mulai jenuh berada didekat sahabat baiknya ini.

"Iya, maaf aku mengganggumu Shou-chan hehehe..." jawab Yukito yang melambaikan tangannya pada Shougo.

"Tch! Berisik sekali!" gumam Shougo saat sudah menghilang dari hadapan Yukito.

"Digendong ala pengantin ya?" tiba-tiba Shougo teringat akan saat dimana Yuya harus mengangkat tubuhnya yang tingginya memang hampir setara dengan Yuya.

'Kalau dipikir-pikir Yuya tidak pernah menggendongku ala penganti, apa karena tubuhku terlalu besar? Hah~ entah mengapa aku jadi iri pada Yukito,' batin Shougo.

"Hahaha aku ini apa-apaan sih? mana mungkin aku iri? Hah~ benar-benar aneh haha," gumamnya lagi saat menyadari apa yang baru saja dia lamunkan.

Shougo kemudian melihat keadaan sekeliling 'Sepi?' pikirnya saat mengetahui keadaan koridor sepi, Shougo lalu mengambil ponselnya dan mulai mengetik sebuah pesan singkat secara sembunyi-sembunyi.

Sebagai sekolah elit Horikoshi Gakuen juga memiliki peraturan yang sangat ketat, salah satunya hanya memperbolehkan murid menggunakan ponsel disaat tertentu. Dan kalau ketahuan menggunakan ponsel yang bukan pada saatnya, sekolah akan mengenakan denda pada si pemakai ponsel tersebut.

From :Me

To : Yuya Matsushita

Subyek : Wah sepertinya ada yang akrab 'dengan Bocchan baru nih?

itulah yang tertulis pada pesan singkat tersebut.

Beberapa detik kemudian barulah muncul balasan dari pesan tersebut.

From : Yuya Matsushita

To : Me

Subyek : Ada yang cemburu nih

Wajah Shougo memanas seketika saat membaca balasan sms dari sang kekasih

From : Me

To : Yuya Matsushita

Subyek : BAKA!

Sungguh balasan yang singkat dan sanggup membuat penerima tertawa seperti orang gila (oke lupakan kata-kata barusan ^_^ )

From : Yuya Matsushita

To : Me

Subyek : Hahaha

Hari ini mampir kesini ya?

Ajak kakakmu juga, ayo bantu Yuki-chan!

Kalian kan sahabat kecil ;)

Hehehe

DEG!

'Apa? 'Yuki-chan'? ah ternyata mereka memang sangat akrab ya? Haha,' batin Shougo yang kembali merasa kesal 'kan tingkah kekasihnya.

From : Me

To : Yuya Matsushita

Subyek : Oke! Aku akan datang bersama kakak!

Tapi ingat kau harus berpura-pura tidak memiliki hubungan yang spesial denganku.

Entah mengapa hati Shougo sakit saat menuliskan kalimat tersebut.

From : Yuya Matsushita

To : Me

Subyek : Baiklah.

DEG

Lagi-lagi shougo merasakan hal yang tidak enak pada jantungnya.

'Sakit?'

'Ya sakit!'

'Oh ayolah kau tidak mungkin sakit! Mau kau kemanakan harga dirimu Shougo?!'

"Baiklah, aku akan datang nanti sore, hahaha" gumamnya dengan raut muka yang sulit diartikan.

~OoO~


"Halo! Kakak kau luang tidak hari ini?" tanya seorang anak yang tengah berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.

"Aduh maaf Shougo, hari ini kakak masih ada pekerjaan" jawab orang yang berada diseberang telpon sana.

"Baiklah tidak apa-apa" jawab si anak pada orang yang diketahui sebagai kakaknya.

Setelah bercakap sebentar Shougo pun bergegas menuju garasi untuk mengambil motornya.

Tanpa shougo sadari sebuah badai besar telah menanti di depan matanya.

To be Continued


Apa yang akan terjadi pada hubungan Shougo dan Yuya? Nah kita lihat saja nanti di chapter depan ^^

Ayumi: Apaaa!? Yuya-ku berwajah mesum!? Gyaaaaaaaaaa! *Plak, bug, krompyang, duaaaar* maaf jadi mimisan deh hehehe... duuuhh, nggak sabar nih buat masukkin kakaknya Shougo dan pacarnya~~

Voly: Eeehhh... itu nanti di chapter depan. lagian Yuya berwajah mesum 'kan rasanya gimana gituu... ^^

Ayumi: Memang sih, tapi Yuya yang berwajah ganteng itu, buat aku agak susah bayangin wajah mesumnya yg kayak Chanseba (itu nama panggilan Sebastian)

Voly: Kenapa nggak susah kok. lagian kan kakaknya Shougo ama pacarnya masih rahasia, itu surprise untuk readers.

Ayumi: Haii! Ok minna-san jangan lupa review ya! ditunggu loh ^^