.
Heart of The Sand Chapter 2 "He's Love"
.
Belum reda keterkejutan semalam dengan sikap dan ucapan Gaara, hari ini dia dikejutkan dengan kakak iparnya yang bernama Kankurou yang setelah kepergian Gaara ke kantor Kage menemui Hinata. Awalnya kakak iparnya itu basa-basi menanyakan tentang perasaan Hinata menikah dengan Gaara. Kemudian Kankurou berkata hal yang sangat mengejutkan.
Hinata kira dia bercanda atau semacamnya, "Gaara mencintai Naruto".
Hinata memang terkejut, mungkin yang dimaksud Kankurou kalau Gaara menyayangi Naruto seperti seorang sahabat. Hinata tahu kalau Gaara sama seperti Naruto dan kedekatan mereka sebagai sahabat. Hinata berusaha meyakinkan dirinya dengan berkata "Oh aku tahu itu Kakak Ipar, mereka pasti saling menyayangi sebagai sahabat."
Kankurou mendesah keras "Bukan begitu,..." Kankurou semakin mendesah frustasi. Kenapa sih adiknya yang dingin itu menjadi tidak normal begini?
Hinata bingung dengan tingkah kakak iparnya ini, apa ada masalah dengan hubungan persahabatan Gaara dan Naruto? Apa masalahnya karena Hinata yang mencintai Naruto, tapi Gaara yang sahabat dekat Naruto merasa tidak nyaman. Dan mungkin Kankurou, tidak mau adiknya tersakiti karena perasaan Hinata terhadap Naruto dan menyuruh Hinata untuk melupakan Naruto? Mungkin Kankurou tidak tahu kalau Gaara juga mencintai orang lain.
Hinata menggigit bibirnya "Jadi, kenapa?"
Kankurou harus mengatakannya, ya dia harus. Dia sudah bertekad mengatakannya sebelum ini "Gaara mencintai Naruto layaknya seperti laki-laki mencintai perempuan."
Rasanya Kankurou mau mengubur dirinya setelah mengatakan itu, tentu dia malu terhadap keadaan adik satu-satunya itu. Tapi dia harus jujur kepada istri Gaara ini. Gaara harus kembali normal, dia harus menyelamatkannya.
"Apa?" Hinata terkejut, "Kakak ipar, kau bercanda ya?" Hinata berusaha tersenyum dengan kaku.
Kankurou mendesah kembali "Sayangnya tidak."
Apa-apaan ini? Hinata merasa tidak percaya. Seperti semua orang seolah sedang mempermainkannya.
Kankurou menceritakan semuanya kepada Hinata bahwa Gaara awalnya tidak mengatakan apa-pun mengenai perasaannya terhadap Naruto. Kankurou pikir Gaara yang selalu menceritakan Naruto kepadanya kalau Naruto itu sama seperti diri Gaara, kesepian. Karena Naruto, Gaara menjadi sadar dan memulai hidup baru. Karena Naruto, Gaara mendapatkan posisinya sebagai Kage sekarang.
Kankurou mulai menyadari keanehan akan sikap adiknya itu, Gaara sering sekali memanggil Naruto untuk menangani misi di Suna. Kankurou memerhatikan ekspresi Gaara saat bersama dengan Naruto, di balik wajah stoicnya itu kadang Gaara terlihat agak kaku dan salah tingkah saat Naruto yang seenaknya merangkulnya. Kankurou juga tidak percaya, saat melihat wajah putih Gaara yang menimbulkan semburat merah tipis.
Ini tidak benar, ya Kankurou selalu berusaha meyakinkan dirinya kalau Gaara tidak mencintai Naruto. Sampai suatu hari Kankurou bertanya kepada Gaara "Apa kau mencintai Naruto?"
Kankurou berharap Gaara akan memarahinya atau menyangkal sedemikian rupa, tapi yang dia dapat adalah jawaban yang tidak dia inginkan "Iya".
Kankurou memarahi Gaara, bahwa itu bukanlah hal wajar. Apalagi ini terjadi pada seorang Kage yang mempunyai tanggung jawab terhadap desa. Kage yang harus menjaga nama baiknya.
Gaara tahu, ya Gaara tahu semua yang dikatakan Kankurou itu benar. "Kau pikir aku tidak tersiksa?" itulah yang diucapkan Gaara saat itu. Ya perasaan yang tidak wajar, tapi untungnya Naruto adalah orang yang normal. Jadi perasaan Gaara tidak akan terbalas sampai kapanpun.
Kankurou tidak dapat berdiam diri dengan masalah tersebut, makanya dia menyarankan kepada tetua Suna untuk mengajukan agar Gaara segera menikah. Seorang Kage harus punya pendamping. Ternyata perempuan yang dipilih oleh tetua Suna adalah gadis dari keluarga Hyuuga.
Saat Kankurou tahu hal itu, Kankurou tahu gadis itu mencintai Naruto juga tapi sepertinya tidak akan terbalas perasaannya oleh Naruto. Kankurou tahu gadis itu tersakiti, begitu pula dengan Gaara.
Gaara tidak tahu kalau orang di balik perjodohannya dengan Hinata adalah Kankurou. Kankurou mengatakan itu semua kepada Hinata dengan tujuan "Kau harus menolong adikku, buat dia normal."
"Aku?"
"Ya, kalian sudah menikah. Jadi, Gaara dan kau bisa saling mencintai. Buat dia mencintaimu."
Aduh, apa-apaan sih ini?
"Aku mohon selamatkan adikku." Kankurou sampai berlutut di hadapan Hinata. Hinata tidak enak dan berusaha membantu Kankurou berdiri "Ya ampun Kakak Ipar, jangan seperti ini."
Tapi Kankurou tetap terus-terusan memohon. Hinata merasa tidak enak dengan sikap kakak iparnya itu "Ya, baiklah Kakak Ipar."
Kankurou sangat senang, mungkin dengan Gaara menikah dan dekat-dekat dengan perempuan membuat adiknya itu bisa normal kembali.
Hinata mendesah frustasi saat Kankurou mengucapkan terima kasih berkali-kali kepadanya.
.
Awalnya Hinata tidak percaya dengan fakta bahwa Gaara mencintai Naruto seperti dirinya mencintai Naruto. Tapi setelah melihat hal di depannya saat ini, Hinata mulai yakin.
Biasanya kalau Naruto ada di depannya, Hinata akan memerhatikannya. Matanya tidak akan lepas sedikitpun untuk melihat Naruto. Tapi sekarang lain.
Para rekan-rekan ninja Konoha yang belum pulang dari Suna setelah menghadiri pernikahan Gaara dan Hinata berkumpul di meja makan di rumah Gaara, di sana ada Naruto dan team 7, rekan-rekan setim Hinata, dan rekan-rekan ninja Konoha yang seangkatan dengan Hinata.
Hinata memerhatikan Naruto yang duduk di samping Gaara. Naruto yang dengan senang hati merangkul Gaara. Kali ini Hinata tidak ingin beralih pandangan sedikitpun dari Gaara yang ada di depannya.
Hinata bagaikan melihat refleksi dirinya sendiri pada diri Gaara saat diperlakukan seperti itu oleh Naruto. Wajahnya akan memerah dan sangat gugup. Hinata jadi merasa cemburu, bukannya cemburu pada wanita lain yang dekat-dekat dengan orang yang disukainya tapi ini melihat laki-laki lain yang ternyata adalah suaminya dekat-dekat dengan Naruto.
Rasanya Hinata ingin memberikan tembok pembatas untuk mereka. "Naruto-kun, makanlah yang banyak! Ini semua masakanku."
Semua orang yang ada di sana menatap Hinata, apa Hinata masih punya perasaan terhadap Naruto? Padahal di sana ada Gaara yang sudah menjadi suaminya. Begitulah pikir mereka.
Gaara menatapnya galak, Hinata membalas tatapan Gaara.
Semua yang memerhatikan berpikir, mungkin Gaara akan cemburu. Walau bagaimanapun Gaara adalah suami Hinata. "Naruto, kau harus coba ramen di kedai ramen yang baru buka di Suna sebelum kembali ke Konoha."
Apa-apaan sih ini? Pikir Hinata. Dirinya dan Gaara seperti sedang beradu mencari perhatian Naruto.
Naruto sangat senang diperhatikan oleh kedua sahabatnya, Gaara-Hinata. "Tentu aku akan makan semua ini Hinata-chan. Aku juga akan mampir ke kedai ramen dan makan sepuasnya. Aku sangat senang kalian menikah, kalian sangat cocok sekali." Ucap Naruto bangga.
Hinata diam-diam mendesah, Gaara juga melakukan hal yang sama. Orang yang mereka cintai malah bahagia karena pernikahan ini. tamat sudah riwayat cinta sepihak sepasang suami istri itu terhadap Naruto.
Dengan kejadian ini Hinata berpikir, sebaiknya menjalankan pernikahannya saja. Tapi untuk membuat Gaara jatuh cinta kepadanya, apa itu mungkin? Gaara terlihat sangat mencintai Naruto.
Hinata ragu, dia tidak punya pengalaman membuat laki-laki jatuh cinta padanya. Ya kecuali untuk Naruto, sayangnya pria itu tidak membalas perasaannya.
.
TBC
