"HomeVibe: Boboiboy and Friends Daily Life" Bonus Story, Special Holy Adha!
Warning: AT, friendship and humor, rating K+, awas sakit mata bacanya (?)
Boboiboy are Animonsta's
Happy reading!
.
.
.
Tadi malam, staff mengatakan pada mereka bahwa misi 2 akan mereka temui di sekolah. Tapi sesaat sudah mematikan kamera, mematikan lampu, dan sudah mendaratkan kepala di bantal masing masing, mereka menyadari sesuatu.
Besok kan idul adha. Mana sekolah.
Seperti bertelepati, seketika mereka terduduk di atas tempat tidur.
Ying menatap Yaya yang terduduk di sebelahnya. "Yaya, besok bukannya hari raya idul adha ya?"
"Iya," Yaya buru buru mengecek ponselnya, dan benar saja tanggal besok bercetak tebal di kalendernya. "Eh Ying, ngomong ngomong kau kan Chinese, kok bisa ingat?"
"Ya ingatlah, satu Malaysia juga tahu—" Ying berpikir sejenak, "oh iya, besok kau, Boboiboy, dan Gopal sholat ied kan?" Yaya mengangguk. Dan ia buru- buru beranjak ke lemari pakaiannya, seperti mencari sesuatu. Lalu menarik sehelai baju gamis.
"Oh, kubawa ternyata."
Ying ikut turun dari kasur, dan beranjak ke arah pintu. "Kau mau kemana?" Tanya Yaya.
"Melihat apa tiga manusia di sebelah ingat atau tidak kalau besok libur, takutnya mereka besok pagi heboh sendiri. Kan berisik jadinya."
Yaya menjentikkan jarinya dan tersenyum usil. "Kalau begitu tak usah. Kita tidur saja sekarang." Seperti telepati (lagi), Ying ikut ikut tersenyum lebar lalu lompat ke arah kasur. Yaya mematikan lampu, dan berjalam ke arah tempat tidur sambil terkikik kecil.
11 jam kemudian...
"SUDAH JAM 7! AAAAAAAA! TIDAAAKKK!"
DUAGH!
BRUK!
BUM!
Teriakan Boboiboy membuat Gopal terjatuh dengan kaki terjungkang ke atas, dan Fang menimpa Gopal. Dengan posisi seperti itu, sang korban menatap tajam sang sumber suara yang tengah terduduk sambil memegang alarm.
"Hey Boboiboy, kenapa teriak teriak eh?" Boboiboy menunjukkan weker dengan wajah nestapa.
"SUDAH JAM 7! MATILAH KITAAAAA!" Boboiboy melompat dari kasurnya, menyambar handuk, dan berlari ke arah kamar mandi. Gopal dan Fang yang masih agak lemot mencoba mencerna maksud Boboiboy.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"TIDAAAAAAAAAAAK!" Gopal menjatuhkan badan Fang yang masih diatasnya begitu saja, dan alhasil pantat Fang mendarat bebas ke lantai.
"ADUH!" Sedangkan Gopal berlari keluar kamar, secara terburu buru menuruni tangga, dan kaget melihat Yaya dan Ying tengah nonton TV di bawah dengan santainya. Mereka sedang menonton berita pagi. Dan Gopal menyimak isi berita pagi tersebut.
"Pagi ini, puluhan ribu umat muslim di Malaysia mengadakan sholat ied secara serentak..."
LOH?
Lalu ia melihat Yaya meninggalkan Ying dan sepertinya akan naik ke kamarnya. Yaya terkejut melihat Gopal berdiri di tangga, namun kemudian tersenyum lebar.
"Hai Gopal!" Gopal pun semakin dibuat kebingungan. Ini kan hari kamis, hari sekolah, sudah jam tujuh pagi pula dan Yaya masih memakai piyama?!
"I... ini hari kamis kan?" Senyum Yaya merekah semakin lebar.
"Ya... ini kamis."
"T..terus kenapa kau—"
"Hari ini idul adha"
"Hah?!" Yaya tersenyum geli, rencana usilnya berhasil, kekeke.
"Kenapa kau tak bil—" Yaya meletakkan telunjuknya ke bibir Gopal sebagai isyarat agar diam.
"Iya, aku minta maaf ya," Yaya tersenyum kecil, "siap siaplah, aku juga mau mandi. Kita berangkat sebentar lagi."
Gopal melongo, dan Yaya berlalu saja. Namun baru menaiki satu anak tangga, Yaya melihat sosok bocah bertopi jingga menuruni tangga dengan terburu buru dengan menggunakan seragam sekolah. Yaya tak dapat menahan tawanya lagi, lalu ia bergelak dengan kerasnya.
"Uhuk... WAHAHAHAHAHAHAHAHAH" Boboiboy yang tadinya tak fokus akan apapun kini berhenti mendengar tawa keras Yaya. Ia melongok sedikit ke arah bawah, melihat Gopal yang memunggunginya dan Yaya yang mukanya merah habis tertawa. Yang Boboiboy heran, kenapa Yaya masih pakai piyama?
Boboiboy menggulirkan matanya ke bawah, melihat sosok Ying yang sedang santai menonton TV. Apa maksud semua ini?
"Mmm... maaf ya Boboiboy. Sebenarnya hari ini kita tidak sekolah karena... idul adha. Dan aku usil tidak memberitahu kalian semua..."
Boboiboy menghela nafas kasar. Sialan. Dia pasti terlihat bodoh sekarang ini.
"Eum, maaf ya Boboiboy. Sekarang kau ganti saja bajumu, aku mau siap siap." Yaya menunduk agak menyesal lau berlari menaiki tangga. Ya bagaimana lagi, marah juga tak berguna, toh ini bukan hal yang keterlaluan. Jadi Boboiboy pun ikut naik kembali dan menuju kamarnya. Sedangkan Gopal masih bengong tak jelas saja di tangga.
"Hey Gopal, kau sedang apa disitu?" Ying menoleh ke arah Gopal yang seperti orang entah apa(?). Gopal pun tersadar dan menyusul Boboiboy.
"Eh, ngomong ngomong Fang mana?"
"Dia masih di kamar mandi." Gopal tersenyum usil, lalu menarik Boboiboy segera ke kamar.
"Kau ambil baju melayumu, lalu kau berganti di kamar mandi bawah. Biar Fang ikut tertipu." Gopal berbisik pelan ke telinga Boboiboy sambil melirik ke arah kamar mandi. Boboiboy mengerti akan rencana Gopal, lalu dengan cepat menemukan baju melayunya dan berlari ke bawah. Gopal sendiri menunggu dengan santai gilirannya untuk mandi setelah Fang selesai.
2 menit kemudian, Fang sudah keluar dengan atribut sekolah lengkap di tubuhnya. Gopal nyaris tak dapat menahan tawanya, lalu segera masuk ke kamar mandi saja. Fang yang tidak menangkap gelagat Gopal karena 'takut terlambat sekolah' melirik jamnya dan buru buru ke bawah.
Saat di bawah, dia memandang heran pada ketiga temannya. Boboiboy dan Yaya yang tengah bersiap dengan baju melayu dan Ying yang sedang menonton televisi. Apa yang sudah terjadi pada ketiga temannya ini?
Yaya melihat Fang yang nampak heran, lalu melirik Boboiboy dengan tatapan kalian-juga-menipunya-ya. Boboiboy hanya menyengir, lalu menoleh ke arah Fang.
"Hey, kau kenapa?" Fang melongo.
"Hahahahahahah, hari ini kita tidak sekolah, sedang hari raya idul adha."
Fang memasang tampang bodoh. Idul adha? Kenapa mereka tidak memberitahunya?!
Lalu terdengar derap kaki dari tangga, dan Fang menoleh. Terlihat Gopal yang tengah memakai baju melayu hijaunya. Apakah mereka berempat telah bersekongkol menjebaknya?
"Ppfftt... HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA uhuk uhuk—"
Terlihat perempatan siku siku di kepala Fang. Namun sebelum Fang mengamuk, Yaya yang menjadi biang dari semua ini angkat bicara untuk meminta maaf. "Eum, maafkan kami ya Fang. Kami hanya bercanda kok. Kau ganti saja bajumu lagi menjadi baju santai, kau kan tidak sholat. Sekali lagi kami minta maaf ya. Eh Ying," Yaya menoleh ke arah Ying yang masih asik menukar saluran televisi, "kau dan Fang jaga rumah ya. Kami berangkat dulu. Dadah!"
Yaya meninggalkan Fang yang masih memasang tampah kesal nan bego, lalu Ying yang menyambutnya ceria. Diikuti dengan Boboiboy dan Gopal yang masih saja terkikik pelan.
Fang segera naik menuju kamarnya, diiringi oleh kikikan kecil dari Ying.
END
.
.
A/N: Hai! Dikit ya? Sengajaa! Soalnya males bikin panjang panjang, dan ini memang keisenganku aja karena aku sendiri di rumah. Semua pada ke mesjid sih, aku jagain lontong sama opornya, hellyeah xD
Yasudahlah, btw selamat hari raya idul adha ya bagi yang merayakan semoga menjadi berkah buat kita semua!
