Title : Love Hurt
Pair : ChanHun
Other pair : silahkan baca dan temukan sendiri
Genre : YAOI of course
Rate : Semi M
ChanHun
.
.
Chanyeol kini berjalan terburu memasuki kantornya. Kali ini Chanyeol benar-benar terlambat untuk pertama kalinya sehingga membuat pegawainya terheran, ada apa dengan pemimpin mereka sehingga baru masuk kerja pada pukul 11 siang. Sesekali Chanyeol berdeham saat beberapa pegawai yang dia lalui menyapanya. Chanyeol benar-benar merutuki apa yang terjadi pagi ini.
Sesampainya di ruangnya Chanyeol tak lantas langsung menangani dokumen-dokumen yang sudah bertumpuk dihadapanya. Pikiranya terus menerawang kejadian yang baru dialaminya. Rasa bersalah yang teramat Chanyeol rasakan melihat dirinya sendirilah yang membuat orang terkasihnya terluka dengan tangannya sendiri, atas perbuatanya.
"dulu- aku sendiri yang akan menghajar siapapun yang menyakitinya ..." ucapnya monolog dengan nada lirih.
Chanyeol memang mencintai Sehun. Namun karena Status kakak-adik merekalah yang membuat Chanyeol seperti ini. Wajah kedua orang tuanya yang selalu tersenyum padanya membuatnya tak sanggup menyakiti hati mereka. Seperti apa perasaan kedua orang tuanya nanti melihat anaknya memiliki orientasi seksual menyimpang, terlebih yang ia cintai adalah adiknya sendiri, walau hanya adik tiri. Membayangkannya saja Chanyeol tak sanggup. Alasan itulah yang membuat dirinya terus bersikap kasar agar Sehun membencinya, agar Sehun tak merasakan hal sama yang ia rasakan. Agar Sehun ... mendapatkan yang lebih baik darinya,membiatkan Sehun bahagia dengan pasangannya nanti walau dirinya mungkin akan mati dalam kesendirian.
Lamunan Chanyeol buyar saat Jongin –sekertarisnya- masuk membawa tumpukan dokumen dan menaruhnya dengan kasar diatas meja.
"hey kau kelihatan buruk bung" ucap Jongin setelah duduk dikursi depan meja Chanyeol.
"memang kau pernah melihatku baik-baik saja?" tanya Chanyeol skeptis.
"hmm pernah. Tapi mungkin itu dua sampai tiga tahun yang lalu, mungkin" jawab Jongin santai. "kau tak ingin bercerita padaku?"
"apa? Padamu? Mulut mu bahkan seperti panci berlubang. Jadi apa aku harus bercerita padamu? Sudah lah kembali bekerja, aku tidak menggaji mu hanya untuk berbincang dengan ku"
"heyy bersantailah, kita kan teman" Jongin dengan segera membungkam mulutnya kemudian pergi meninggalkan ruangan setelah melihat tatapan Chanyeol. Sepertinya dia benar-benar tidak dalam kondisi baik.
Chanyeol kini mulai membuka dan meneliti lembar demi lembar dokumen yang menumpuk di mejanya. Mungkin dengan cara itu pikirannya tentang Sehun akan hilang sejenak.
.
.
Sehun duduk terdiam di dalam bathup. Sehun nampak kacau, pandangannya kosong dengan bekas air mata yang mengering di wajah manisnya. Tangannya sudah menggenggam pecahan cermin yang ia hempas tadi. Tekadnya sudah bulat. Chanyeol, orang yang dia cintai-lah yang memintanya pergi. Lenyap dari pandangannya. Sehun memejamkan matanya, tangannya yang memegang kepingan cermin bergetar.
"AARGHH" crass. Tetes demi tetes darahnya mengalir.
Pelayan yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamarnya begerak panik. Mereka khawatir dengan suara-suara barang yang di banting dan suara pecahan kaca. Salah satu dari mereka memberanikan diri membuka ruangan di ikuti lainnya. Langkahnya dengan spontan menuju kamar mandi yang pintunya terbuka. Mata mereka tak dapat menahan keterkejutan akan apa yang mereka lihat. Dengan segera mereka mengangkat tuan-nya yang sudah tak sadarkan diri, berusaha membawanya ke rumah sakit diantar supir yang tak kalah kalang-kabut.
Seisi rumah sudah tau seperti apa hinaan yang Tuan mereka –Chanyeol- selalu lontarkan pada tuan muda –Sehun-. Mungkin itulah sebabnya tuan mudanya sampai nekat melakukan hal ini. Bibi jung yang membantu merawat Sehun sedari dulu menangis keras. Tak tega melihat anak sebaik Sehun dengan keadaan mengenaskan seperti ini.
Sesampainya di rumah sakit Sehun segera mendapatkan tindakan, tubuh pucatnya semakin bertambah pucat karena kehilangan banyak darah. Bibi Jung dengan tangan bergetar menimbang-nimbang apa ia harus memberi kabar pada Tuan-nya akan keadaan yang dialami adiknya, melihat Chanyeol selalu bersikap kurang baik pada Sehun. Namun bibi Jung akhirnya memilih menekan tombol hijau di ponselnya menghubungi tuannya.
"..."
"tu-tuan, maaf saya mengganggu pekerjaan tuan"
"..."
"emm i-itu tuan. Tu-tuan muda Sehun melakuan percobaan bunuh dir-"
"..."
"Seoul Interntional Hospital tuan"
"..."
"ba-baik tuan"
Piip piip
Bibi Jung memandang ponselnya dengan tatapan yang sulit diartikan setelah menghubungi Chanyeol. Matanya beralih pada pintu ruang Unit gawat darurat dimana Tuan-nya ditangani sekarang.
Waktu terus berjalan, sudah lebih dari satu jam Sehun berada di dalam ruangan itu. Chanyeol datang dengan nafas memburu membuat bibi jung sedikit kaget dengan ke datangannya
"ba-bagaimana keadaanyya?" tanya Chanyeol masih dengan mengatur nafasnya. Dia benar-benar kalut luar biasa mendengar berita ini. Egonya menyuruhnya untuk tetap diam di tempat, namun hatinya terus berkata untuk bertemu Sehun. Sekian lama Chanyeol berperang dengan egonya yang akhirnya dapat ia kalahkan, Chanyeol dengan secepat yang dia bisa terus berlari agar dapat melihat orang yang dia cintai yang entah bagaimana keadaannya.
Bibi jung menggeleng. Chanyeol tahu apa jawabannya. Matanya memejam, ini semua karenanya. Penyesalan jelas terus memenuhi jiwanya. Jika saja dia bisa mengontrol perasaannya, jika saja dia tak bersikap kasar, jika saja dia tak menghina Sehun, jika... jika dan jika.
"kau harus berjuang Sehun, harus"
.
.
Kabut memenuhi pandangannya. Kakinya terus bergerak maju berusaha keluar dari kabut. Tak lama kabut menghilang, kini pandangannya melihat seorang anak kacil yang menangis dibawah lampu taman dimalam hari. Dia ingat, itu adalah dirinya saat ia pulang bermain dan justru tersesat. Dia –Sehun- berjalan mendekati anak yang ia yakini dirinya saat kecil. Mencoba menyentuhnya namun gagal, Sehun menyamakan tingginya. Bibirnya terus mengucapkan kata-kata penenang walau ia yakin suaranya tak terdengar.
Tak lama dia mendengar suara seseorang menyebut namanya, dari kejauhan ia dapat melihat hyungnya berlari mendekat kearahnya, menembus tubuhnya memeluk Sehun kecil di belakangnya. Matanya mulai berlinang air mata melihat kenangan manis dengan hyungnya. Hyung yang memeluknya mengucapkan kata penenang dan menuntunnya kembali ke rumah dengan pelukan hangatnya.
.
.
Dokter yang menangani Sehun mengerutkan kening. Pasiennya ini sedang dalam keadaan kritis, kesadarannya bahkan kurang dari 30 persen. Apa yang membuat pasiennya ini bahkan menangis di saat seharusnya ia berjuang untuk bertahan hidup.
Diluar ruangan Chanyeol dengan cemas duduk di sebelah bibi Jung yang belum beranjak dari tempatnya sedari awal. Sebenarnya dia tak menyangkan jika Chanyeol akan hatinya yang terdalam dia tahu jika Chanyeol sebenarnya menyayangi adiknya itu walau entah apa yang membuatnya bersikap kasar beberapa tahun belakangan.
Chanyeol berdiri saat melihat dokter keluar ruangan. Chanyeol segera menghampiri dokter dengan terburu.
"bagaimana keadaanya uisanim?" tanya Chanyeol tergesa.
"kesadarannya semakin menurun. Kami harus menunggu beberapa saat untuk melakukan tindakan, Sehun-ssi memerlukan beberapa kantung darah namun persedian kami tidak dapat memenuhi maka dari itu kami menunggu dari bank darah beberapa saat lagi" jelas dokter.
"kalian bisa membunuhnya, karena terlalu lama menunggu!" bentak Chanyeol frustasi.
"tapi persediannya tidak cukup tuan" ucap dokter.
"ambil darah ku. Ambil sebanyak apapun untuk menyelamatkannya!" pecah sudah tangis yang sedari tadi Chanyeol bendung. Chanyeol tidak dapat membayangkan apa yang dia lakukan dapat membuat Sehun berbuat seperti ini. Chanyeol benar-benar menyesali perkataan kasar yang mulutnya penah ucapkan pada Sehun.
"kami akan mencocokan darah anda, mari ikut saya"
.
.
Keadaan Sehun masih kritis, belum ada tanda-tanda jika dia akan sadar dalam waktu dekat. Chanyeol terus menemaninya, tak pernah barang sedetik meninggalkan Sehun jika tidak benar-benar terpaksa. Orang tuanya tidak dia beri tahu. Ayahnya memiliki riwayat jantung, tak tega membuatnya menyusul Sehun terbaring di ranjang pesakitan. Semua pekerjaanya dapat diatasi dengan baik atas bantuan Jongin. Chanyeol harus banyak berterima kasih pada sahabatnya itu.
Matanya terus menatap wajah pucat Sehun. Dokter berkata jika saja ia tidak membantu mendonorkan darahnya -yang ternyata cocok- maka bisa saja Sehun tak berada di depannya saat ini, jika saja dia egois dan tetap berada di kantor kemarin mungkin sekarang dia tidak sedang mengelus tangan Sehun, melainkan mengelus nisan.
Chanyeol menggelengkan kepala. Tidak, Sehun tak boleh meninggalkannya. Dia menyerah, Chanyeol menyerah. Sudah seharusnya ia jujur, dia berjanji akan melakukan apa pun agar Sehun dapat bangun dan dapat memeluknya.
"ini semua salah ku, Sehun melakukan ini karena ku. Aku hyungnya, aku mencintainya. Cih, persetan dengan persaudaraan" ucap Chanyeol. "aku mencintaimu Sehun, bangun lah" lirihnya.
Chanyeol terus menggenggam tangan Sehun, mengecupnya sesering yang ia bisa. Dirinya terus mengucap kata cintanya.
.
.
Sehun berjalan di jalan setapak dengan latar putih. Dia sudah berjalan lama tanpa arah, hanya mengikuti batuan yang tersusun dihadapannya. Langkahnya tiba-tiba terhenti , pendengarannya menangkan suara yang terus memanggilnya. Badannya berputar, matanya terus mencari sosok yang memanggilnya. Ingatannya terpaku pada seseorang, suara itu...suara hyungnya.
"Sehunnie" suara itu memanggilnya dengan panggilan manis yang Sehun rindukan,nadanya lembut. Sehun merindukan suara itu.
"bisakah kau terus berada di samping ku? Bukalah matamu.." Sehun terus diam mendengar apa yang akan hyungnya katakan lagi.
"aku...aku membutuhkanmu Sehun. Bangunlah"
"aku mencintaimu, bangunlah ..."
.
.
TBC
Duhh maaf ya kalo chapter ini ga seru :" trus aku mau rubah dari M ke T nanti kalo M aku bakal warning kok , hehe
Aku mau bales review kalian yahh~
Sayakanoicinoe: kamu penasaran apanya ih :"
Levy95: ini sudah next yaa~
MinnieWW: tenangg~ next bakal GS kokk~
Exolweareone: Chanyeol is mine~ jangan di jitak/?wkwk
HilmaExotic: astaga jug :" ini udah di next yaa~
Ryu Ri Jun: kita kayanya satu bendera yahh wkwk btw sudah di next yaa~
Rofa575: hmm mungkin di Chapter ini kamu sudah menemukan jawabannya
: sudahh lanjut yahh :D
Halona jill: hmm gimana ya? Kalo INCEST itukan hubungan sedarah ya setau aku :" tapi disini Chanyeol sama Sehun sama sekali ga punya hubungan darah.
Siensien: ini sudah di kanjut kukks~ semoga suka yah.
Bottomsehunnie: sabar yahh~ aku ngerti kok aku juga sering kaya gitu. Bikin greget-_- . ini sudah lanjut dan kita sama sama suka Chanhun yeayy wkwk.
Izzsweetcity: mereka hanya butuh waktu untuk menjelaskan segalanya :"
Thanks buat semua yang udah Review, Follow, dan Fav FF ini :D aku seneng bangettt ~
TARAA~ lagi-lagi aku mau mau Promote Grup LINE buat yang suka Sehun Uke ~ tulis di kolom review atau bisa PM aku yaa~
Btw ini repost karena ada kesalahan wkwk. Karena setahu aku songsaenim juga bisa berarti dokter. Maafkan kebodohanku/?.Namun di karenakan teman reader ku yang berbaik hati mengingatkan kata yang lebih spesifik maka aku ganti~ terima aciw cobat wkwk
Thanks yang sudah membaca~ harap tinggalkan jejak
RnR
