Hola! Hotaru-chan kembali lagi. Maaf kalau saya kelamaan ngupdate fic gaje ini. = ='
Terima kasih kepada readers dan senpai yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca dan mereview fic saya ini. Saya nggak nyangka kalau tanggapannya positif~ :') -nangis haru-
Sekarang review yang tidak bisa saya balas lewat PM, akan saya balas di sini!
Ria_NaMiKaZe. . .= Makasih reviewnya! Saya senang sekali! Ini sudah saya update yang chapter 2. R&R ya?! *puppy eyes no jutsu juga ~plaaak!~*
Naru-mania = Hahaha!!! Thank you for review! Summary-nya sadis ya? Maaf deh... ^^v Hohoho... Iya, Sakura lagi ketularan semangat masa mudanya Rock Lee dan Guy. Makanya dia semangat 45 gitu ngejar mobilnya Sasuke. Hehehe... Konflik? Hmm... Gimana ya? Belum tahu juga saya! -direbus- Tunggu saja ya?! Chap 3 maybe ada konfliknya. Hehehe... ^^a
Oke deh! Segitu aja balas reviewnya. Thanks to SasuSaku 'Lady-chan', Chiyo Amaya, Dark Mangetsu-Kasumi, Nisha Uchiha, Angga Uchiha Haruno, Hikari Uchiha Hatake, Naru-mania, Furu-pyon, Haruchi Nigiyama, Ria_NaMiKaZe. . . dan semua reader dan senpai yang sudah membaca tapi tidak mereview, saya ucapkan terima kasih!
Hohoho!!! Oke deh! Sekarang pertunjukkan -?- dimulai! Jeng-jeng-jeng!!!
~Pauper Become Princess~
Summary:
Haruno Sakura adalah gadis cerdas namun miskin yang mengenyam pendidikan di Konoha University. Suatu hari, tanpa sengaja ia bertemu dengan Uchiha Sasuke. Dan pertemuannya itu, menjadikan hidup Sakura berubah! My first fic. Don't like, don't read!
Author : Hotaru Ayuzawa.
Disclaimer : Naruto punya saya! Oom Kishimoto hanya meminjamnya untuk beberapa saat! –author digoreng Oom Kishimoto- Iya deh... Naruto milik Oom Masashi Kishimoto seorang. Puas?!
Main Pairing : SasuSaku.
Rated : T.
Genre : Romance/Angst.
Last chapter : "Eh! Maaf ya! Aku nggak sengaja" kata Sakura. "Hn...?! (baca : Kamu kan...?!)" kata orang itu (tahu kan siapa dia?!). 'Eh?! Kok kayaknya aku kenal ya suara itu?' batin Sakura. Dan betapa terkejutnya Sakura waktu dia mengetahui siapa orang yang ditabraknya. Ternyata.................................
"KAMU...?!!!"
-Chapter 2-
Sakura hanya memandang dingin pemuda itu, sebelum akhirnya, "Hn! (baca: kau lagi!)" gerutu Sasuke malas. Sakura menatapnya, "Kau belum meminta maaf padaku ayam!" ucapnya pelan tapi tajam. "Untuk?!" tanya Sasuke cuek.
Perkataannya benar-benar membuat Sakura geram. "Tentu saja untuk kejadian tadi pagi, baka!!!" seru Sakura. Ia langsung memberikan death glare mautnya pada Sasuke. Sasuke memutar bola matanya dengan tatapan bosan. Kemudian, dengan cuek ia melangkah santai keluar kafetaria dan diikuti oleh sekelompok fans girlnya yang centil.
Sakura's POV.
'Kurang ajar! Beraninya dia mengacuhkan aku. Tunggu saja pembalasanku ayam!!!' geramku dalam hati. Aku terus memaki-maki cowok itu, sampai akhirnya sebuah suara memanggilku.
"Saku...? Sakura~? Halo~?! Tenten sedang bicara pada Sakura! Tenten sedang bicara pada Sakura " kata Tenten sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Aku sedikit tersentak.
"Eh? Eh, kenapa Ten?" tanyaku sambil menggaruk-garuk kepalaku meskipun tidak terasa gatal.
"Kok bengong sih?!" tanya Tenten balik. "Eh? Hehehe..." aku cuma nyengir kuda. –author disepak Sakura-
"Oya! Eh Sakura! kamu kenal Sasuke dari mana, eh?" tanya Tenten penasaran. "Eh... Nggak enak bicara di sini. Mendingan kita duduk aja deh dulu." kataku.
"Tapi..." "Ayolah!" ajakku seraya menarik tangan Tenten ke meja sahabat-sahabat kami (Tenten tampak kecewa). Terlihat mereka sedang mengobrol seru.
End Sakura's POV.
Normal POV.
"Huhm..." keluh Tenten pelan dan ia duduk di sebelah Hinata. Temari menatapnya heran. "Kau kenapa, Ten? Ramen favoritmu habis ya?" tanya Temari jahil.
Tenten menggeleng sambil menunjukkan mangkok ramennya. "Tidak. Aku dapat ramennya kok... Nih!" "Lantas?" tanya Ino.
"Itu lho~! Sakura nggak mau cerita kenapa dia bisa kenal dengan Sasuke~" lapor Tenten manyun. Ino, Temari dan Hinata membeku. Lalu...
"APA?! KOK BISA?!" teriak gadis-gadis itu minus Hinata kompak. Beberapa mahasiswa di dekat mereka menoleh dan menatap Ino serta Temari dengan pandangan ada-apa-sih-berisik-banget-deh-. Sayangnya, pandangan mereka diacuhkan oleh Ino dan Temari. Dasar!
Ino mendekatkan diri pada Sakura dan memasang tampang siap menginterogasi gadis bermata emerald tersebut. Sedangkan yang ditatap memasang tampang -menjauh-sedikit-Ino!-kau-terlihat-seperti-hendak-menciumku, yang (sekali lagi) diacuhkan oleh Ino.
Seusai menarik nafas pendek, Ino memberikan pertanyaan pertamanya pada Sakura. "Sakura~, bagaimana kau bisa kenal dengan Sasuke?" tanya Ino tanpa basa-basi. Sakura diam sejenak sebelum ia menceritakan bagaimana sampai ia bisa sampai mengenal manusia laknat berambut pantat ayam itu.
Setelah Sakura selesai bercerita, Ino langsung menyambarnya dengan pertanyaan kedua. "Apa kau tahu siapa Sasuke itu Sakura?" tanyanya yang langsung di jawab dengan gelengan kepala pink Sakura. Ino dan ketiga sahabatnya menghela nafas panjang.
"Haaa~ Sudah kuduga kau tak tahu dia, Sakura. Kalau kau tahu, pasti kau tidak akan berani berkata seperti itu padanya!" keluh Ino.
"Memangnya siapa dia?" tanya Sakura polos sambil menyeruput mie ramennya. Kali ini Temari yang berbicara padanya. "Haruno Sakura! Dengarkan baik-baik ya! Cowok yang bernama Sasuke itu adalah cucu pendiri universitas ini. Dia adalah Uchiha Sasuke!!!" jelas Temari tak sabar, yang langsung sukses membuat mata emerald Sakura membulat seperti bola ping-pong.
"Apa?! Uchiha Sasuke?! Nama marganya Uchiha?!" jerit Sakura pelan. -?- Keempat sahabatnya mengangguk kompak. "Oh tidak!" jerit Sakura tanpa suara.
Sebenarnya Sakura tidak takut pada Sasuke. Ia takut pada nama marga Sasuke, yaitu Uchiha! Terlebih lagi Sasuke itu cucu kandung dari pendiri universitas tempat Sakura menuntut ilmu.
Oh Kami-sama! Bagaimana kalau Sasuke mengadu pada kakeknya tentang dirinya?! Bagaimana jika kakeknya memutuskan untuk berhenti memberikan Sakura beasiswa? Apa yang akan ia lakukan untuk membayar semua ini? Yah, sekali lagi pada hari yang sama, Sakura merasa beasiswanya terancam gara-gara pemuda pantat ayam itu.
"Lalu, aku harus bagaimana?" tanya Sakura cemas setelah diam beberapa lama. kali ini, Hinata buka suara. "Kurasa, kau harus meminta maaf padanya, Sakura-chan..." nasehatnya lembut.
"Hah? Minta maaf padanya? Aku nggak mau!" kata tegas Sakura sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan. Tangannya disilangkan tanda ia tidak setuju dengan saran gadis indigo itu.
"Hinata benar Sakura. Minta maaflah pada Sasuke. Kau mau menunggu sampai dia mengadu pada kakeknya lalu beasiswamu dihentikan? Begitu?" tanya Tenten membela Hinata. "Tapi aku sudah lulus semua tes beasiswanya! Mereka tidak bisa begitu saja memutuskannya!" kilah Sakura.
"Hah~, Sakura, Sakura... Kadang kau itu polos banget ya?! Mereka itu orang kaya! Jadi mereka bisa melakukan apa saja termasuk memutuskan beasiswamu!" seru Ino frustasi. "Aa...Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian! Ayo, sekarang temui Sasuke dan minta maaf padanya!" perintah Temari. "Uh... Baiklah..." Sakura mengangguk dengan pasrah.
Sakura sedang berjalan menuju Rose Garden pribadinya yang terletak di belakang universitas. Berdasarkan informasi dari Tenten (yang entah tahu dari mana) kalau Sasuke sering menghabiskan waktu istirahatnya di gazebo Rose Garden bersama teman-teman gengnya.
Sakura's POV
'Huh! Kalau ini bukan karena beasiswa, mana aku sudi minta maaf pada ayam itu! Grr...' keluhku dalam hati. Aku benci sekali pada Sasuke itu! Kenapa sih dia beruntung terus?! Seharusnya kan dia yang minta maaf padaku karena sudah menabrakku tadi pagi! Kenapa sekarang malah aku yang minta maaf padanya? Padahal aku tidak bersalah apapun padanya!!! Menyedihkan!
End Sakura's POV.
Sakura ternganga begitu ia sampai di Rose Garden pribadi milik keluarga Uchiha. Bagaimana tidak? Selama 2 tahun mengenyam pendidikan di Konoha University, belum sekalipun ia pernah mendengar ada tempat menakjubkan seperti ini di sini! Hebat sekali Tenten bisa tahu tempat ini!
Rose Garden pribadi itu berbentuk lingkaran dan dikelilingi oleh pohon-pohon cemara. Hamparan mawar aneka warna terlihat sangat mempesona. Di sekitar taman itu, beterbangan beraneka ragam kupu-kupu cantik yang siap bersimbiosis mutualisme dengan bunga-bunga di sana.
Dan di tengah-tengah taman tersebut, berdiri sebuah gazebo mewah dengan dua air mancur besar yang berdiri megah di kanan-kirinya. Dan di gazebo itulah terlihat Uchiha Sasuke bersama teman-temannya sedang minum teh seraya menikmati keindahan Rose Garden tersebut.
Sejenak Sakura ragu-ragu untuk mendekati pemuda tampan berambut ayam itu. Apa yang akan dikatakan Sasuke jika Sakura yang sepagian ini selalu menyuruh Sasuke untuk minta maafnya, malah balik minta maaf pada Sasuke?! Oh! Dia pasti akan ditertawakan habis-habisan oleh Sasuke. Mau ditaruh dimana harga dirinya?!
"Ayolah Sakura! Buang dulu gengsimu itu! Pikirkan dulu kuliahmu itu!" gumam Sakura pada dirinya sendiri. Baru selangkah ia berjalan, tiba-tiba ia berhenti lagi. Dan sesuatu yang lain dalam dirinya berbicara, "Jangan Sakura! Apa kau mau dijadikan bahan ledekan ayam itu nantinya? Terlebih lagi,di sana ada teman-teman Sasuke, otomatis mereka juga akan ikut menertawakanmu, Sakura!!!" Ah! Sakura benar-benar bingung mau mengikuti nasehat siapa!
Sementara itu, Sasuke...
Di dalam gazebo megah tersebut, Uchiha Sasuke sedang duduk di kursi utama dengan teman-temannya berada di kanan-kirinya. Tangannya memegang secangkir teh hijau beraroma mint yang menyegarkan. Sementara matanya memandang jauh ke hamparan mawar yang mengelilingi gazebo tersebut.
"Teme~ liburan ini, kita hang out bareng yuk?!" ajak Uzumaki Naruto, cowok imut yang merupakan putra semata wayang Namikaze Minato. Pemilik perusahaan penerbangan terbesar di Konoha, yaitu Konoha Air.
"Mau ke mana dobe?" tanya Sasuke malas-malasan. Naruto memanyunkan bibirnya, "Jangan bicara dengan tampang tidak bersemangat begitu dong! Nggak enak tahu lihatnya!" "Hn... (baca: terserahlah...)"
"Bagaimana kalau kita ke Hokkaido?" usul Sai, pemuda berkulit putih kelewat pucat dan merupakan cucu dari pemilik gallery lukisan terbesar di Jepang.
"Haa... Bosan, Sai! Bulan ini, kita sudah tiga kali berkunjung ke sana!" tolak Nara Shikamaru dengan tampang bosan. Cowok berambut nanas ini adalah putra semata wayang dari Nara Shikaku, salah satu pejabat tinggi Konoha.
"Hmm... Bagaimana kalau kita liburan di pulau milik keluargaku saja?" usul Neji. Cowok Hyuuga yang juga merupakan kakak sepupu Hinata ini, adalah putra semata wayang dari Hyuuga Hisashi, kembaran Hyuuga Hiashi (ayah Hinata) dan pemilik dari Hyuuga Rastaurant. Restoran Jepang terkenal yang merupakan usaha turun-temurun dari kakek Neji.
"Wah!!! Oke tuh! Gimana teme? Kita ke pulau milik keluarga Hyuuga saja ya?" bujuk Naruto. "Hn... Terserahlah!" jawab Sasuke malas. Langsung saja, sorakan gembira Naruto menggema di seluruh gazebo.
Sasuke's POV.
'Hn, dasar dobe! Kenapa sih dia nggak bisa bersikap biasa-biasa saja? Apa betul dia itu anak keluarga terpandang?!' keluhku dalam hati melihat sikap Naruto yang kekanak-kanakan itu.
Aku belum memperkenalkan diri kan...? (Author: Nggak perlu! Semuanya juga sudah tahu siapa kamu! –author ditendang Sasuke ke Mars-) Namaku Uchiha Sasuke. Biasa dipanggil Sasuke atau khusus Naruto, Teme. Aku putra bungsu dari Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto. Dan aku juga adik dari Uchiha Itachi. Baka anikiku itu sangat terkenal di kalangan wanita. Dia (walaupun enggan mengatakannya) tampan, cerdas, baik hati, ramah dan berasal dari keluarga Uchiha yang terpandang. Apalagi sekarang ia berprofesi menjadi model majalah pria-pria seksi yang terkenal di seluruh dunia, Sexy Man Magazine.
Hn.. Hari ini melelahkan sekali. Bayangkan, pagi-pagi sudah ada cewek gila yang mengajakku berseteru. Huh! Sombong sekali dia! Dia pikir, dia siapa?! Berani-beraninya dia menyuruh seorang Uchiha untuk minta maaf. Cih! Tidak akan kulakukan!
End Sasuke's POV.
Normal POV.
Sasuke yang sedang mengaduk-aduk tehnya dengan sendok gula, tiba-tiba melihat Sakura yang sedari tadi masih sibuk menghadapi perseteruan dua pikirannya yang berbeda.
'Itu kan? Ya, tidak salah lagi! Itu cewek pink sialan yang selalu cari gara-gara padaku hari ini! Mau ngapain dia ke sini?' tanya Sasuke dalam hati. Sasuke pun memutuskan untuk menegurnya. (Tumben. Biasanya dia kan cuek!)
Sasuke beranjak dari kursinya. Keempat sahabatnya menatapnya keheranan. "Lho? Sudah mau pergi Sasuke? Tumben! Biasanya kamu betah banget lama-lama di sini kerena di sini nggak ada fans girlmu itu." tanya Neji. "Ada urusan." jawab Sasuke pendek. Ckckck... Dasar, manusia irit kata!
Sasuke melangkah menuju gerbang Rose Garden yang berbentuk setengah lingkaran dan dirambati oleh mawar-mawar merah yang cantik. Sakura yang (masih) berkutat dengan pikirannya itu pun tidak menyadari kedatangan Sasuke.
"Ngapain kamu di sini?!" tegur Sasuke (agak) galak. Sakura tersentak dan terkejut melihat orang yang dicarinya berada tepat di depan hidungnya.
"Eh? A, a, ano..." gagap Sakura. 'Duuh! Aku belum nyusun kalimat yang bagus lagi buat ngomong sama dia! Aku kelamaan mikir sih tadi!' sesal Sakura dalam hati. Nyadar juga dia! Dasar!
"Apa?!" tanya Sasuke lagi. "Aku... Aku..."
~To be Continue~
~Pojok Author~
Aduh! Apaan lagi ini?! Parah banget chapter 2-nya! –nyesel di pojokan-
Maafkan saya readers dan senpai semua!!! Saya harus merombak ulang chap 2 ini dikarenakan yang sebelumnya itu betul-betul mengerikan!!! Readers: Bodo! Itu derita loe! –Author nangis di kuburan (?)-
Maaf sekali semuanya! Maaf kalau fic ini kurang atau malah betul-betul tidak memuaskan readers dan senpai semua!!! Maafkan saya~ *nunduk dalam-dalam*
Tolong berikan saran dan kritikan tentang chapter 2 ini ya?! Saya sangat membutuhkannya untuk kelanjutan chapter berikutnya.
NB : Seperti yang sudah saya katakan di chapter 1, saya menerima flame. Tapi flamenya jangan yang jahat-jahat, ya!
Salam Hangat,
Hotaru Ayuzawa
