Yey… Update….
Lyra udah Update Chap 2nya ni,, lama kah? Atau kecepetan ya?
Dan makasih untuk Review kalian semua membuat lyra semangat untuk melanjutkan Chapter selanjutnya, hehehehe
oke ini lyra kasih balasan Review kalian,
Nong : Hug Back,
Fadila : ini udah update ya
Claudie : Iya ini lanjutannya, hehehe iya makasih, emm emang di bikin alur cepet karena aku suka hahaha tapi makasih masukannya.
Zeeme : iya maaf ya atas typonya dan makasih pengertiannya, emm pasti pasti lyra kurangin koq untuk typonya, salam kenal juga zeeme
Lovelyuzka : hehehe sama lyra juga penasaran *Lohh? Sip ini udah di lanjut
Adellia Malfoy : hehehe ada sesuatu pokonya, yag begitulah Draco datang dan pergi sesuka hatinya bikin lyra nyesek *What the* hihihi
Guest : iya maaf deh hehehe nanti aku cek lagi tentang typonya, makasih udah sempetin review
Guest me : Your my way,, hehehehe
Luluk minam Cullen : masa lalunya ya,,, heheheh
Disclaimer | semua tokoh Harry Potter hanya milik Momy J.K Rowling
Harry Potter
Warning ; sangat Ooc, Au, dan banyak keanehan yang di buat oleh author, typo dan semua kekurangan hanya milik author.
Happy Reading
Chapter 2: Feel.
"Ehem… ada apa Miss Granger?" tanya Snape yang memergoki Hermione sedang melamun.
"Ti.. tidak Profesor." kata Hermione gugup.
"Bila kau tidak berminat untuk mengikuti pelajaran hari ini silahkan keluar dari ruangan ini sekarang." Snape mulai berkoar dengan meninggikan suaranya satu oktaf.
"Maafkan saya professor." kata Hermione tertunduk.
"Baiklah, jika kau terlihat melamun lagi di kelasku silahkan kau keluar dari sini." kata Snape tegas
Yah walau Hermione adalah mahasiswa adalan sekaligus asistennya, dia tidak segan-segan menindak perbuatannya yang tidak ia sukai di kelasnya. Dan untung saja Hermione adalah mahasiswa kesayangan Professor sangar yang satu itu jadi dia bebas dari hukuman, jika murid lain pasti akan langsung disuru menemuinya setelah pelajaran usai dan memberikan hukuman.
Snape Pov
Tidak seperti biasanya dia melamun seperti itu, ada apa dengannya ? dia begitu tidak fokus hari ini, Apa mungkin dia ada masalah ? Sudah tiga tahun ini dia selalu cemerlang dengan semua prestasinya itu. Aku selalu suka dengan semua ide dan pemikirannya yang sempurna bahkan yang terkadang tak terpikirkan olehku dapat dia pikirkan. Bodoh memang diam diam kau mengagumi anak didikku sendiri tapi selain orang itu hanya dia yang mampu menyamaiku, setidaknya itu dalam pemikiranku. Setelah orang itu pergi karena pemuda Potter itu dulu, aku tidak terlalu berharap dengan gadis ini saat ini dapat menerimaku. Aku cukup tahu diri untuk itu. Ahh apa yang aku pikirkan? Semuanya mulai melantur tidak jelas . aku tidak mau bergantung dan percaya terhadap orang lain lagi, cukup diriku, yah hanya diriku. Tidak ada orang lain, mereka hanya merepotkanku membuIatku tersiksa akan perasaan yang mereka berikan dan mereka tinggalkan dan lupakan begitu saja. Cukup sekali aku merasakan keterpurukan seperti itu, cukup sekali. Don't trust anybody ! or they gonna hurt you.
Normal Pov
Setelah semua mata kuliah selesai Hermione bergegas menuju cafe tempatnya bekerja, dan dalam hatinya mulai membulatkan tekat untuk melupakan masa lalunya dengan Draco. Memang cukup jauh jarak antara café tempatnya bekerja dengan lokasi kampusnya, sekitar setengah jam perjalanan bila di tempuh dengan bis. Sesampainya dicafe Draco sudah menunggunya untuk memberikan seragam dan menjelaskan tugas apa saja yang ia harus kerjakan. Tidak sulit menurut Hermione yang memang pada dasarnya cepat tanggap, yang sulit adalah dia harus bersama Draco selama 8 jam dalam sehari, 48 jam dalam seminggu dan 288 jam dalam sebulan karena ia akan di training secara langsung oleh Draco selama sebulan. Dan disinilah dia bekerja di bawah pengawasan Draco
"God… kenapa cobaan ini begitu berat." Hermione membatin. Baru beberapa jam lalu ia memutuskan untuk melupakan Draco tapi sekarang ia harus berhadapan dengan Draco setiap hari selama sebulan, entah apa rencana Tuhan padanya.
Waktu delapan jam terasa sangat lama bagi Hermione, karena Draco terus menyibukannya dengan menyuruh dan memerintahnya ini itu, seolah tak ada penyesalan dalam diri Draco karna telah meninggalkannya beberapa tahun yang lalu dan hal itu sangat cukup untuk membuatnya geram dan kesal.
"Granger antarkan pesanan ini di meja 13." kata Draco mulai memerintahnya lagi.
"Baik." Hermione hanya menghela nafas karena hal itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang yang sedang duduk di meja no 13 itu. "Professor Snape?" Hermione membatin
"Silahkan tuan." kata Hermione memberikan pesanan yang ia pesan
"Miss Granger?" Snape terkejut hanya sepersekian detik sebelum walahnya kembali datar.
"Ya professor." jawab Hermione tak kalah datar
"Terimakasih." kata Snape singkat.
"Kau mengenalnya Granger?" tanya Draco
"Dia seorang pengajar di kampusku." kata Hermione.
"Dia pelanggan tetap Café kita, setiap senja dia pasti kesini dan memesan secangkir kopi hitam tanpa gula." kata Draco.
"Oh." kata Hermione singkat dan berlalu menuju dapur.
"Granger…." Draco mengejar Hermione menuju dapur.
"Ada apa Dra.. Malfoy." kata Hermione.
"Mengapa kau terlihat begitu tertekan jika berdekatan denganku" kata Draco gusar
Hermione menaikan sebelah alisnya "Menurutmu begitu?" kata Hermione tersenyum meremehkan. Draco bertambah gusar dengan pernyataan Hermione tadi.
"Ada apa denganmu Granger?" kata Draco.
"Menurutmu Malfoy?" Hermione membalikan pertanyaannya.
"Hentikan membalas pertanyaanku dengan pertanyaan Granger." kata Draco mendesis karena mulai kesal terhadap sikap Hermione.
"Baiklah bos." kata Hermione. Draco yang kesal meninggalkan Hermione yang sedang mencuci piring. "Bodoh.. kau pikir mudah bersikap normal di depan orang yang telah membuatku tersiksa dan terpuruk bertahun-tahun yang lalu." Hermione membatin.
Hari demi hari Hermione lewati dengan sabar dan sangat gusar dengan keinginan sang Malfoy muda yang selalu memberikan pekerjaan lebih padanya, "Hell, ada apa dengannya? Apa tidak cukup baginya telah menyikasaku beberapa tahun yang lalu dengan kepergiannya, dan sekarang ia kembali di hidupku yang baru yang sudah sedemikian rupa telah aku tata dengan baik selama ini dengan mendelete semua tentangnya." Hermione mulai sangat gusar dan tidak tahan dengan semua ini, dan ia mulai berpikir untuk mengakhiri semuanya. Pergi dan tak kembali lagi ke cafe milik si Ferret sial itu. Tapi bukan Hermione namanya jika ia menyerah dengan mudah, dan mulai terpikir rencana untuk membuat sang Malfoy muda gusar. "Baiklah Malfoy bila ini yang kau inginkan, maka kau akan mendapatkannya" pikir Hermione .
"Granger, kenapa kau melamun di sana?" kata Draco yang memecah lamunan Hermione.
"Tidak" kata Hermione kemudian berlalu pergi.
"Tunggu Granger.." kata Draco. Hermione berbalik dan menaikan alisnya menggambarkan ada apa ferret.
"Errrr… aku ingin mengajakmu makan malam." Kata Draco.
"Dan kau tidak bisa menolakku Granger." katanya lagi. Hermione hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan bosnya ini.
Saat ini Hermione sedang duduk berhadapan dengan Draco di café yang sudah bertuliskan tutup di pintu depannya dan semua karyawan lain telah pulang. Menghela napas, lagi lagi Hermione melakukannya seolah semua beban di seluruh dunia berada di pundaknya yang sekarang sedang duduk tanpa suara di hadapan bos sekaligus mantan kekasihnya ini. Draco hanya menyeringai santai di depannya. Ala Malfoy sekaliku pikir.
"well," Harmione memecah keheningan di antara mereka, Draco hanya menaikan sebelah alisnya atas perkataan Hermione tadi. Menghela nafas lagi, entah sudah berapa kali Hermione melalukannya bahkan dia mulai berpikir ini akan menjadi kebiasaan barunya mulai sekarang dan entah sampai kapan.
"Apa mau mu Malfoy?" kata Hermione akhirnya.
"Tidak ada." kata Draco singkat.
"Bila tidak ada aku akan pulang Malfoy, ini sudah melewat jam kerjaku, dan apa kau bilang? Makan malam? Bahkan ini sudah lewat waktu makan malam Malfoy." kata Hermione mulai frustasi akan kelakuan seorang Malfoy muda di hadapannya.
"Baiklah Granger." kata Draco bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Hermione duduk dan mulai berlutut di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan?" Hermione tidak bisa menutupi rasa terkejutnya melihat yang Draco lakukan.
"Hermione…" kata Draco mencoba menarik napas dan menormalkan nada bicaranya, dia diam beberapa saat, cukup lama bila kau tanya padaku.
"Maafkan aku atas semua yang ku lakukan pada mu di masa itu" kata Draco lagi akhirnya. Hermione membulatkan matanya atas pernyataan Draco tadi dan berusaha setenang mungkin untuk menjawab pernyataan Draco tadi.
"Lupakan." kata Hermione dingin.
"Tidak bisakah kau memaafkan aku?" tanya Draco mulai putus asa
"Menurutmu?" kata Hermione dingin
"Aku tahu, bahkan aku tidak berharap semudah itu kau memaafkanku, tapi saat itu aku masih sangat muda untuk menolak keinginan kedua orang tuaku untuk tetap bersamamu." Kata Draco
"Apa yang terjadi?" kata Hermione yang rahangnya mulai mengeras menahan emosi.
"Aku benar-benar tidak bisa mengatakannya saat ini Hermione, aku mohon pahamilah" kata Draco mulai frustasi dengan sikap Hermione,
"Dan?" kata Hermione lagi.
"Waktunya sangat mendadak untuk memberitahukanmu semuanya saat itu, ponsel mu tidak aktif dan saat aku kerumahmu kau tidak ada." Kata Draco
"Baik, sekarang coba kau pikir apa yang aku lakukan setelah kau menghilang dari hidupku?" kata Hermione
"Aku sudah tau semunya-" kata Draco menunduk
"Tahu apa kau?" kata Hermione bangkit dan meninggalkan Draco yang masih berlutut di kafe dengan cahaya remang malam itu. Hermione berlari sekencang mungkin dan tak perduli akan arah, yang ada di pikirannya saat itu pergi menjauh, menjauh dari ini semua, menjauh dari semua tekanan yang menyiksa dan memporak porandakan hatinya yang telah ia rangkai satu persatu setelah masa-masa kelam dalam hidupnya. Malam yang cukup sepi saat itu, sudah sangat jarang orang berlalu lalang, dan siapa juga yang mau beraktifitas di tengah malam seperti ini. Dan saat ia merasa sudah sangat lelah untuk berlari dia berhenti, memperhatikan sekeliling dan Hermione menyadari satu hal, ia berada di tempat yang tidak asing, bahkan ia sangat mengenal tempat ini, tempat yang sangat indah dan ramai di siang hari, terdapat papan nama yang menunjukan nama tempat daerah tersebut Windsor Great Park.
Hermione Pov
Apa ini? Kenapa aku berlari ke sini, tempat ini hanya membuatku sesak, tempat ini hanya membuat ku terpuruk, tidak, tidak akan aku biarkan dengan mudah ia masuk lagi dalam hidupku tidak akan.
Normal Pov
Hermione yang masih terengah-engah setelah berlari cukup jauh dari Café Draco mulai berhenti dan memenangkan degup jantungnya yang seolah akan meloncat keluar karena berlari dengan kecepatan seperti itu. dia mulai mengatur napasnya dan…
"Hei siapa yang tengah malam seperti ini duduk di taman selain dirinya yang memang terpaksa melakukan itu karena perbuatan seseorang di masa lalulnya." Hermione membatin. Dia mulai menajamkan penglihatannya, baju serba hitamnya rambut hitam panjang menjuntai sebahu dan klimis seolah tidak pernah di cuci selama bertahun-tahun.
"Oh tidak… Profesor?" Hermione mulai berjalan menghamprinya.
"Profesor?" Hermione menyapanya.
"Ah.. Miss Granger?" kata Snape yang kanget tapi langsung bisa menguasai dirinya, wajahnya kembali datar.
"Apa yang anda lakukan tangah malam seperti ini di sini?" tanya Hermione ragu.
"Aku sedang duduk" jawab Snape santai
"Duduk ?" Hermione menaikan sebelah alisnya bingung, "Mengapa anda duduk di tempat seperti ini Prof?" tanya Hermione lagi
"Aku rasa itu bukan urusanmu Miss" jawab Snape dingin.
"Maaf" kata Hermione tertunduk.
"Dan apa yang kau lakukan dengan tubuh penuh peluh sendirian di tempat ini Miss? Aku pikir kau gadis baik, tapi ternyata…." kata Snape sinis sengaja tidak melanjutkan perkataannya. Wajah Hermione mulai mengeras karena menahan amarah atas perkataan Snape tadi
"Aku tidak seperti yang anda pikirkan professor." kata Hermione ketus.
"Lalu?" kata Snape dingin.
"Lupakan.." Hermione yang kesal berniat pergi meninggalkan Snape, tetapi ada satu gerakan yang membuat Hermione berbalik, yah Snape menahan tangan Hermione.
"Apa mau anda Professor?" kata Hermione kaget.
"Tidak baik wanita muda seperti mu berjalan sendirian di tengah malam, biar saya antar." kata Snape bangkit dari kursi yang sejak tadi jadi singahsana sesaatnya. Tatapan Hermione melunak mendengar apa yang Snape katakan. Akhirnya Snape mengantar Hermione dengan mobilnya menuju ke rumah Hermione.
"Jadi apa yang kau lakukan malam-malam begini miss?" kata Snape membuka pembicaraan.
"Saya pulang kerja dan tadi ada dua preman mabuk yang mengejar saya." Kata Hermione bohong.
"Oh.." Snape hanya berguman.
"Dan anda Professor?" kata Hermione lagi.
"Ah… Severus saja, lagi pula ini bukan kampus kan, seperti yang tadi aku bilang, hanya duduk." kata severus mulai menghangat terhadap Hermione. Hermione agak heran dengan sikap Severus yang mulai berbeda terhadapnya sejak dia menawarkan mengantar Hermione pulang.
"So.. kau sudah lama bekerja di café itu Miss Granger?" kata Severus lagi.
"Hermione saya kalau bagitu, yah, tidak saya baru beberapa bulan ini bekerja di sana." kata Hermione tersenyum.
"Pulang selarut ini? Setiap hari?" kata Severus lagi.
"Hari sabtu saya libur" kata Hermione. Selebih perjalanan menuju rumah Hermione mereka hanya terdiam tanpa suara, seakan asik dengan keheranan dan pemikiran masing-masing hingga mereka tiba di depan rumah Hermione yang sederhana.
"Err.. Terimakasih Professor." kata Hermione gugup.
"Severus, panggil aku Severus bila sedang berada di luar lingkungan universitas." katanya tersenyum tipis, sangat tipis hingga Hermione tak menyadarinya.
"Baik lah Sev.. Severus." Kata Hermione ragu, dan akhirnya tersenyum.
"Kalau begitu saya masuk dulu Sev.." kata Hermione lagi.
"Baiklah, selamat malam Hermione." Kata Severus. Entah mengapa saat Severus menyebut nama Hermione ada sebuah desiran yang aneh di hati Hermione.
"Selamat malam Sev.." kata Hermione yang kemudian masuk kedalam rumah.
Di dalam rumah Hermione mulai merasa aneh dengan perasannya sendiri, dia memang selalu mengagumi semua kemampuan dan otak cemerlang milik Severus, tapi dengan sikap dingin dari Severus yang selalu ia tunjukan membuat Hermione berfikir sangat tidak mungkin untuk terjadi kejadian seperti tadi. "hua aku pusing dengan semua yang terjadi" kata Hermione menjerit. Dan ia mulai memikirkan semuanya lagi tentang Draco, tentang Severus hingga akhirnya ia jatuh dalam tidurnya malam itu.
Di sisi lain waktu menunjukan pukul 2 dini hari, Draco yang sekarang sudah duduk di kamarnya mulai berpikir, kenapa Hermione melarikan diri darinya. Kenapa dia bisa sedingin itu padanya. Hermione yang sekarang sangat berbeda dengan Hermione yang dulu. Hermione yang selalu dengan sabar ada di dekatnya, Hermione yang selalu memaafkan saat dia berbuat salah dan Hermione yang selalu memberikan motivasi apapun untuknya. Dia memang sadar perbuatannya sangat amat keterlaluan, pergi meninggalkannya tanpa kabar apapun yang ia berikan, saat itu sebenarnya bisa saja ia mengirim email, surat atau apapun juga yang menunjukan keberadaannya bukan menghilang seperti di telan bumi. Akan tetapi rasa bersalahnya sangat besar sehingga ia tidak punya keberanian untuk melakukan itu. "Arrrggggg" Draco berteriak Frustasi dan menjambak-jambak rambutnya yang sudah sangat berantakan. Ia mulai merutuki dirinya sendiri karena tindakan pengecutnya di masa lampau bahkan dia tidak tau kalau Harry sahabatnya bersahabat juga denga Hermione. "Aaaarrrrgggggg" lagi lagi Draco berteriak sehingga membuat semua pelayan di rumahnya terbangun dan berkumpul di depan kamarnya, ragu untuk mengetuk pintu kamar sang Malfoy muda.
Draco Pov
Bodoh… bodoh kau Draco, apa yang kau harapkan dari semua perbuatanmu di masa lalu heh? Apa? Pemberian maaf? Dan dia bersedia menerimamu kembali? Jangan mimpi Draco, jangan pernah mimpi. Bahkan untuk menatapmu saja dia enggan dan merasa terbebani, mungkin dia bekerja di tempatmu pun sangat amat dengan perhitungan yang matang karena dia memang butuh pekerjaan untuk menyambung hidup dan biaya kuliahnya. Jangan terlalu berpikir muluk-muluk akan hal yang tidak akan bisa kau dapatkan kembali, kau hanya seonggok masa lalu yang telah ia pendam dalam hatinya yang paling dalam bahka ia telah menguncinya rapat aku rasa. Jadi jangan pernah berharap. Tidak… tidak mungkin. Aku tahu Hermione aku kenal dia, dia akan memaafkan aku dan dia bisa mencoba menerimaku kembali seperti dulu, kami akan menjalani hari hari kami seperti dulu, dan aku akan meyakinkan ayahku agar bisa merestui hubungan kami nantinya. Yah itulah yang akan terjadi. Kau bercanda Draco kau pikir dia masih mencintai mu heh? Apa yang kau lihat dari sorot matanya? Hanya ada rasa terluka dan kebencian, tidak ada lagi rasa cinta untuk mu.
End Pov
Dua sisi dari hati Draco sedang beradu argument, ahh lebih tepatnya sedang tidak sejalan, di sisi lain Draco sadar betul hal itu tidak mungkin tadi di sisi lain pula Draco menginginkan Hermione kembali. "aaaarrrrrggggghhhhh…. Hentikan… cukup…." Draco mulai berteriak teriak lagi di kamarnya. Membuat para pelayan yang berdiri di depan pintu kamar sang Malfoy muda bergidik dan mulai berfikir bahwa tuannya mulai gila dengan semua tekanan dan beban yang di berikan atas nama Malfoy yang ia sandang di belakang namanya.
TBC….
Chapter ini selesai, gimana? Gimana ?
Chapter ini masih sama panjang atau pendeknya ? sama Capter yang lalu karena lyra berusaha konsisten *hah?* iya makasih sekali lagi buat Ripiu kalian, sangat memotivasi Lyra biar cepet" Update, hehehe masih Lyra tunggu Review kalian untuk menambah semnagat Lyra buat Update…
Silahkan tinggalkan jejak-jejak manis kalian all
Happy Lucky
Lyra
