Perjalanan Nista Series : Masa Depan Uchiha
By Shina-chanan23 and NanRika
Izuna,Madara,etc
Rated : K+ or T
Genre : niatnya sih comedy
Disclaimer : Masashi Kishimoto yang punya karakternya.
Warning : Warning : Typo (s) , Gaje , Garing , Tidak sesuai EYD, Terlalu Baku, OOC , dan lain sebagainya.
.
.
.
Dia membuka lebar-lebar kelopak mata Madara
Oh no… ._.
TTUK!
Ternyata tidak jadi pemirsa.. Izuna hanya menyentuh kening kakaknya yang keriputan itu.
"TIDAK BOLEH" protes Itachi.
"Kenapa?"
"Menyentuh kening seseorang dengan jari telunjuk dan tengah itu hanya milikku dan hanya untuk Saskay-chan"
"Yya,itu tidak ada di UUD 1945(?). "
"Ada.."
"Tidak.."
"Ada.."
"Stopp…" lerai Madara dan Sasuke.
"Ini belum selesai" ucap Izuna memperkeruh atau bisa juga memperjernih suasana (?).
"Hah?" Madara melongo/?
TTAK!
Izuna menendang kakaknya hingga sampai ke Segitiga Bermuda eh maksudnya sampai kantor hokage. *emangnya Sakura apa -_-*
Sasuke dan Itachi hanya bisa sweatdrop melihat pendiri klan Uchiha yang menganu/? Menurut mereka.
"Ngg… kami pamit ya." Pamit Itachi dan Sasuke,tidak lupa sungkem(?) sama Izuna.
"Iya.. Itachi,jangan lupa mengenalkanku kepada teman-temanmu yang nista itu" Izuna melambaikan tangannya saat melihat Itachi dan Sasuke mulai berjalan meninggalkannya sendirian.
OKE,SENDIRIAN.
'Lo,gue.. end' batin Izuna menunjuk foto Madara yang tengah tidur dengan iler dimana-mana.
KANTOR HOKAGE.
"SIAPA INI? HOKAGE-SAMA,ADA MAKHUK MENGERIKAN DISINI" jerit Shizune.
"APA?" Karena kaget mendengar teriakan Shizune,Tsunade tidak sengaja (padahal sengaja) menendang Madara kembali ke suatu tempat dekat Izuna lagi nongkrong.
TTUING!
"BAKA OTOUTO,KAU KIRA INI TIDAK SAKIT APA? AKAN KUAMBIL JANTUNGMU" teriak Madara yang terbang dengan baju compang-camping seperti pemulung . Ckckck.. calon pemulung masa lalu/?.
Back to Izuna.
"Hey,kau mendengar suara orang?" Tanya Izuna kepada orang disebelahnya.
"Tidak,aku hanya mendengar suara seperti ada orang terjatuh.." jawab orang yang belum diketahui spesiesnya.
"Ohh…" Izuna hanya mangut-mangut sendiri dan sedetik kemudian..
"ANIKI!" Izuna berteriak ketika menyadari ia telah menendang Anikinya.
"Hiks,aniki kembalilah.. maafkan otoutomu yang ganteng ini(?) hiks" lirih Izuna dengan narsisnya.
Tiba-tiba sebuah tangan muncul dipundak Izuna dan menepuknya pelan.
"HUAAAAAAAA.. ADA MONSTER DIBELAKANGKU.. KAA-SAN.." teriak Izuna seperti waria alias banci alias Ororojonggrang alias Orochimaru yang lagi keselek kulit durian/? ._.
"Ini,aku.. Madara" ucap Madara dengan muka datar horornya dan baju tinggal setengah/?.
"Ohh.. aniki" Izuna kembali memasang wajah (sok) stay cool.
"Apa kau tak apa-apa?" Izuna menanyakan dengan wajah masih (sok) stay cool.
"Hiks,otouto.. kau tega sekali menendangku.. hiks,apa kau tak tau bagaimana sakitnya? Jika aku tidak ingat kalau kau adalah adikku,aku akan mengambil jantungmu.." curhat Madara sambil mengelap ingusnya yang keluar-masuk atau disebut juga naik-turun terus ._. .
"APA KAU BILANG? INGIN KUTENDANG LAGI HUH?" Izuna sudah mempersiapkan kuda-kuda untuk menendang Madara
"Tidak,tidak.. betewe(?),dimana Itachi dan Sasuke?" Tanya Madara karena tidak melihat kakak beradik nista itu.
"INGUS? SAMPAH? TELENAN? KAU MENANYAKAN MEREKA TAPI TIDAK MENANYAKAN DIRIKU?" ucap Izuna berapi-api.
"Hiks,hiks… Kau sungguh jahat,aniki" Karena merasa tercampakkan,Izuna mulai berlari dengan sangat pelan,selangkah demi selangkah.. dengan air mata bercucuran dimana mana.
*Slowmotion mode on*
"Izuna…" Madara mulai mengejar Izuna dengan nistanya.
"Madara.. hiks" Izuna berlari semakin jauh.
"Izuna.."
"Madara.. hiks hiks"
"Izuna…"
"Senpai.." Tiba-tiba suara lain menghancurkan slow mode nista ini *author : akhirnya*.
"Hah?" heran Uchiha Brother tempoe doeloe ini bersamaan.
"Deidara senpai.." sahut seseorang bertopeng bermotif lollipop serta berwarna jeruk mandarin(?).
"Apa?" jawab seorang banci blonde tapi author sendiri tidak yakin akan gendernya jadi author mengatakan dia banci.
"Hei,hei kalian yang disana" Izuna melambaikan tangannya sambil memanggil makhluk gaje disana.
"Kami?" sepasang makhluk hidup menunjuk diri mereka sendiri.
"Tidak,bukan kalian tapi disebelah kiri dan kanan kalian" ucap Madara sweatdrop.
"Hei,sebelahnya Tobi.. salam kenal ya.." ucap Tobi sambil mengulurkan tangannya kepada sebelahnya yang ternyata adalah angin yang baru saja lewat.
"T-Tobi,bukankah mereka pendiri klan Uchiha?" Ucap Deidara sedikit merinding.
"Eh.. iya,senpai. Ternyata senpai pintar ya" ucap Tobi polos. Dia belum menyadari apa yang dimaksud Deidara.
"Tobi,bukankah pendiri klan Uchiha telah mati?"
"Ya,mereka memang sudah mati,senpai. Kenapa senpai menanyakan hal konyol seperti itu? Mau Tobi kasih lollipop ya?" Ternyata Tobi masih polos pemirsa.
"Jadi,mereka itu siapa? Apakah.. m-mereka itu h-han..t-tu?"
"Hei,cepat kesini" Izuna mulai kesal karena orang yang dipanggil tidak kesana.
"Tobi,jika kuhitung sampai tiga.. kita lari"
"Oke,senpai"
"1…" Deidara dan Tobi siap-siap mengambil ancang-ancang
"2.." Mereka memajukan kaki kanan mereka.
"3… HUAAAAAAA" Akhirnya mereka lari bersama,tapi.. Deidara pergi entah kemana dan Tobi malah mendekati Madara-Izuna.
"Hai,Madara-sama & Izuna-sama." Tobi menyapa mereka berdua.
"Hai,Obito" sapa Madara.
"Hah? Kau mengenalnya,aniki?" selidik Izuna dengan menyipitkan matanya.
"Tentu saja,dia kan muridku…" ucap Madara menepuk pundak Tobi alias Obito dan membanggakan murid autisnya itu.
'Pantas saja aniki dan dia sama.. sama-sama autis'batin Izuna.
"Pantas kalian mirip."ucap Izuna dengan agak ilfeel dikit.
"Iya dong,Izuna-sama.. Kita itu sama-sama AUTIS DAN JUGA…." Ucapan Tobi terputus karena melihat mata sang guru yang melotot tajam kearahnya.
"Tampan.." Ucap Tobi pundung. Bagaimana tidak? Dia dilarang mengatakan nista dan penyuka lollipop dan begitulah nasib Tobi si Anak Baik nan Autis.
"Hei,kau kenapa?" ucap Izuna khawatir yang membuat Madara cemburu eh gak salah tuh?.
"Tidak apa-apa,Izuna-sama" ucap Tobi masih tetap pundung. Bener-bener guru tak bertanggung jawab.
"Hey,kenapa kau memakai jubah yang sama dengan Itachi?" Tanya Izuna kepada Tobi.
"Ah? Ini senpai?" tunjuk Tobi kepada jubah berawan merahnya.
"Enggak,tapi ini" Izuna menendang kakaknya kembali.
"Itu yang kemaksud.." Ucap Izuna bangga karena habis membuat kakaknya menjauh 100 meter.
Tobi hanya bisa cengo sendiri.
"WOW! IZUNA-SAMA.. AJARI AKU TEKNIK MENENDANG GURU SEPERTI ITU!"
"TENTU SAJA,KITA AKAN MENENDANGNYA SETIAP HARI" Teriak Izuna dengan semangat masa mudanya *pinjam bentar ya,gai*
"AYO,KITA MULAI" Ajak Izuna mulai menyiapkan kuda-kuda.
Krukkkk..
"Suara apa itu? Apakah ada kyuubi yang menyerang?" ucap Izuna waspada.
"Anu… senpai,itu perut Tobi " ucap Tobi bertambah pundung.
"APA?" Izuna juga menendang Tobi hingga sampai ke Markas Akatsuki.
Ternyata Izuna adalah TSUNADE KE-3 '-' Pemirsa … keren sekali. Pantas saja Izuna memiliki kunciran rambut. Ckckck,ternyata selama ini..
*author ditusuk Izuna*
"Eh… ada apa?" ucap Izuna sudah sadar dari kesurupan(?)
"Mana aniki dan Tobi? Apakah… aku menendang mereka lagi? Oh tidak" jerit Izuna histeris sambil mencubit pipinya sendiri *fangirls : HUAAAAA! IZUNA!* (Kenapa author tidak memiliki fans,hiks?)
"BAKA ANIKI BERADA 100 METER DARI SINI" terdengarlah suara aneh dari tas Izuna *sejak kapan dia punya tas?*
"HAH?" Izuna membuka tas barunya itu dan menemukan sebuah alat berbentuk persegi panjang,menyala,dan bisa berbicara. Itu namanya alat pelacak kali yah/?.
Izuna terus berjalan kedepan hingga menemukan anikinya tengah pingsan dan terpaksa harus menyeretnya hingga ia menemukan Tobi.
"TOBI ALIAS OBITO ADA DI SEBUAH GUA. BELOK KANAN DAN LURUS SAJA HINGGA ADA INSTRUKSI SELANJUTNYA"
Izuna mengikuti instruksi dan mendapat sebuah gua yang lumutan..
'Apakah ini tempatnya?' batin Izuna heran.
Keadaan gua itu cukup mengenaskan.. Lumut menempel di dinding gua,banyak tanah yang lubang,ada darah yang tertumpah,majalah bo-piippp- edisi 1000 tahun yang lalu(?),kertas yang sudah tidak berbentuk,kayu-kayu dan juga bunga sudah tidak utuh,dan ikan mati serta foto Sasuke yang sudah rusak.
Benar-benar mengenaskan,dan jangan lupa.. Izuna melihat sebuah lollipop rasa jeruk mandarin didepan kakinya.
Tobi..
"TOBII…. IZUNA ADA DISINI" teriak Izuna gaje yang membuat Konan ngamuk sesaat karena tidur canteksnya terganggu.
"SIAPA SIH? MENGGANGU AM-" ucapan menganu Konan berhenti karena melihat kembaran Itachi eh Sasuke…
'Wah,tampan bingits.. melebihi pierching bulukan itu'batin Konan terpesona.
"Bisa numpang? Sekalian mau cari yang namanya Tobi." Izuna menunjuk wajah anikinya yang tidak utuh lagi dan juga pakaiannya yang tambah robek.
"Iya,silahkan" ucap Konan tanpa sadarnya karena terpesona. Mungkin ia akan mendapat amukan dari seorang Banci Blonde dan juga MAYAT HIDUP nantinya.
Akhirnya Izuna dipersilahkan masuk.
"IZUNA-SAMA,LAMA TIDAK BERTEMU!" ucap Itachi saat melihat Izuna dan Madara.
"WOY,PENDIRI KLAN GUE DATANG NIH.. AYO KESINI"teriak Itachi membuat telinga Madara hampir budek.
Madara mulai sadar dari pingsannya,bro.
"DIMANA AKU? APAKAH AKU SUDAH MATI? KENAPA AKU BERTEMU DENGAN ORANG KERIPUTAN?" ucap Madara kebingungan .
"Kita di Markas Akatsuki,baka" Izuna menjitak kakaknya.
"TIDAK PERLU MEMAKAI MENJITAK SEGALA!" omel Madara seperti ibu-ibu dipasar ikan.
"MADARA-SAMA!" Kagum semua member akatsuki minus Konan dan Itachi.
"Ehem.. kita absen dulu" ucap Pein dengan (sok) berwibawa.
" Konan"
"Hadir.."
"Kakuzu"
"Hadir"
"Itachi"
"Hadir,mas bro"
"Kisame.."
"Hadir hewan langka (?)"
"Hidan"
"Demi Jashin-sama.. Aku selalu ada untukmu"
"Zetsu"
"Hadir"
"Tobi"
"Hadir,senpai"
"Sasori"
"Hmm.. gue hadir"
"Deidara.."
"Hadir,un"
"Kita kekurangan satu orang,ayo.. bantu cari semuanya" Pein mulai membongkar meja,bawah tempat tidur,lemari,dll.
"WOY! YANG BELUM DIABSEN ITU ELU" ucap Semua member Akatsuki minus Pein memakai toa.
"Amasa?" Pein gak mau kalah.
"Iya,pierching karatan.." Ucap Konan sweatdrop.
"Teganya dirimu,yayang Konan tercuyungkoh" sedih Pein agar mendapat perhatian Konan.
"SIAPA BILANG AKU SAYANGMU? ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI" teriak Konan.
"Kasian banget ya.."ucap Madara turut prihatin.
"Oh,iya.. Madara-sama,Izuna-sama.. bagaimana kalian bisa ada disini?" Tanya Pein.
"Jadi,gini.." Izuna mulai menjelaskan..
-FLASHBACK-
"Aniki~" ucap seorang adik yang rambutnya campuran dari "pantat ayam" & "ekor kuda", Uchiha Izuna
"Apa, otouto?" balas Madara
"Hihihi ..."
Izuna tertawa kecil sambil memasang muka tampang horror. Madara langsung sweatdrop dan ilfeel melihat Izuna.
"O-Otou ... to?" tanya Madara terbata-bata
"Hei aniki, tau kita ini dimana ...?"
GLEK!
"T-Tidak ..."
PLAKKK!
Izuna menampar pipi Madara.
"YANG BENAR SAJA, ANIKI! KITA TERJEBAK DI MASA DEPAN! INI GARA-GARA ANIKI! ARGGGHHH! KAU MEMBUATKU MARAH BESAR!" seru Izuna sambil teriak-teriak kece yang berhasil membuat semua orang sweatdrop melihat Izuna.
"Tenang, oi! Aku gak sengaja! Sumpah demi dada Uzumaki Mito!"
Krik ...
Krik ...
Krik ...
"ITU ISTRINYA HASHIRAMA SENJU, BAKA! CUCUNYA ADA DISINI! ANIKI MAU DICINCANG SAMA CUCUNYA?!"
Panjang umur.
Karena, tiba-tiba muncul cucu dari Hashirama Senju yaitu Tsunade Senju yang selaku Hokage ke-5
BRUKK!
Madara kena babak belur oleh Tsunade. Super sekali, pemirsa *ala Mario Teguh*
"Aniki memang baka, yah .." ucap Izuna pelan sambil berjalan dengan Madara
"Otouto memang ingusan, yah ..." Madara ikut-ikutan.
"AKU SUDAH DEWASA! AKU BUKAN BOCAH INGUSAN! MAU AKU AMATERASU DAN KUTENDANG,HAH?!" ancam Izuna menyiapkan kuda-kuda.
Tiba-tiba, muncul seorang Aniki-Otouto yang mirip dengan Madara-Izuna. Mereka adalah Itachi-Sasuke.
"Aniki, liat tuh! Ada 2 orang kurang waras ..." ucap Sasuke menarik baju Itachi sambil menunjuk Madara-Izuna.
"Dia memang kura— ... tunggu dulu! Mereka kan ..."
"Huh?" heran Sasuke.
"MEREKA KAN KAKEK BUYUT KITA, SAS! MEREKA MADARA SAMA IZUNA!"
"Ah, masa? Bukannya mereka telah mati? Tapi, dari tampangnya memang mirip Madara sama Izuna, tapi bisa jadi sih iya ..." Sasuke mulai linglung
"Oh,no.. mungkin mereka adalah hantunya.." jerit Sasuke histeris.
"ANIKI,LIAT ITU.." Sasuke bertambah histeris dan menunjuk sesuatu di belakang Itachi.
TBC
Apakah yang diliat oleh Sasuke sampai OOC begitu? Makasih yang udah review pertama kali ^_^.
