You

Disclaimer :: Naruto Masashi Kishimoto

Pairing :: Sasuke U. X Sakura H.

Rated :: T

Warning :: AU, OOC, Typo's , EYD berantakan etc.

~ Don't Like Don't Read ~

Kreeekk~

Terdengar suara decitan yang memekikkan telinga, dengan refleks, aku menoleh ke sumber suara. Samar-samar ku lihat sosok jangkung yang sedang sibuk membuka pintu kayu -sumber decitan tadi-.

"Hn, Ohayou," sapanya. Kemudian dengan gaya cool ia medudukkan dirinya ke kursi sebelahku. Diambilnya sebuah buku dari dalam tasnya. Sreekk~ dengan pelahan ia mulai membaca barisan huruf-huruf yang tertata tapi di dalamnya.

Aku masih mengerjap-ngerjapkan mata, jari-jariku semakin kuat mengenggam pensil yang kubawa. Kutundukkan kepalaku, hingga poni-poniku jatuh menutupi dahi, kutarik otot bibirku membentuk sebuah lengkungan. Selalu seperti ini, jantungku akan berdetak kencang jika melihatnya.

"Ohayou moo, Sasuke-kun," lirihku pelan.

~~Y.O.U~~

Kriiiiiiinggg~

Suara bel berbunyi, menandakan waktu menimba ilmu sudah selesai. Banyak siswa berlari-lari riang menuju gerbang sekolah, ada juga yang masih asyik ngerumpi di dalam kelas. Halaman-halaman sekolah tampak teduh dipenuhi pohon bunga sakura yang mulai bersemi. Melindungi umat manusia dari sengatan matahari.

"Forehead," teriak orang dibelakangku. Aku menoleh dengan tersenyum, sahabat pirangku ini sedang berlari mengejarku. Manik aquamarine miliknya selalu berbinar terang.

"Hai forehead," katanya lagi sambil menepuk pundakku, ia mulai menyamakan langkahnya . Aku tersenyum tipis, melihat tingkahnya yang lucu.

"Berhentilah memanggilku forehead pig," ucapku padanya.

"Dan kau juga berhenti memanggilku pig," balasnya sengit, ia mengerucutkan bibirnya.

"Hehe," kekehku ringan, aku suka sekali menggodanya. Entahlah, aku suka sekali melihat wajah bak Barbie itu mengerucut kesal.

"Forehead nanti ke rumahku ya… Sasuke ikut tuh, nanti kan mau menjenguk Kiba yang sakit," Katanya ringan. Ctak~ sudut siku-siku muncul di dahiku.

"Pig,.. berhenti membahas sasuke," ucapku sambil mencubit lengannya.

"Hahaha, bilang saja kau malu, pokoknya jam 2 ke rumahku, jaaa~" ucapnya sambil berlari. Huhh~ dia meninggalkanku lagi, dasar aneh. Segera kulangkahkan kakiku menuju pintu gerbang sekolah. Sesekali aku tersenyum saat teman-temanku menyapa.

Aku menengadahkan tanganku hendak mengambil tissue di sakuku tapi…. Syuuttt, sebuah kelopak bunga Sakura jatuh tepat di telapak tanganku. Aku tersenyum. Kelopak bunga Sakura ini, yang terbang terombang-ambing oleh angin, dan jatuh tidak sengaja di telapak tangan kecilku. Lucu, ini sebuah kebetulan atau pertanda.

Bertemu Sasuke lagi? Oke, fine…

~To Be Continued~

A/N :: Percakapan drama saya kumat lagi. Saran dan kritikan sangat dibutuhkan :3.