PROTECT U

.

.

.

By : Selubaby

HUNHAN Story

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Rate : T

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing. Ide, plot, alur murni dari otak saya sendiri. Sehun milik Luhan. Luhan milik Sehun. Hunhan saling memiliki :3

WARNING! YAOI yang kaga suka silahkan close,cerita pasaran,

.

"Aku akan selalu melindungimu, jadi jangan takut ada aku disini."


Seoul, 1999 – Panti asuhan Seoul

Seorang anak kecil berumur 5 tahun duduk termangu dibawah sebuah pohon. Anak itu hanya menatap teman – teman sebayanya yang sedang asik bermain tanpa ada niatan untuk bergabung. Sesaat kemudian anak itu menundukkan kepalanya, matanya menatap kosong tanah yang ada dibawah kaki kecilnya.

"Hei, Sehunnie," sapa seorang wanita paruh baya kepada anak kecil bernama Sehun itu. "Kau tidak mau bergabung bersama teman – temanmu hmm?," tanya wanita paruh baya itu yang dijawab dengan gelengan dari anak itu. Kim ahjumma –wanita paruh baya- menghela nafasnya melihat tanggapan dari Sehun. "Cha, masuklah sekarang sudah waktunya makan siang," ucap Kim ahjumma lagi dan kemudian mengusak rambut Sehun sayang. Tanpa banyak kata Sehun berdiri dan masuk kedalam rumah yang disebut panti asuhan itu. Kim ahjumma hanya menatap iba ke arah Sehun, kemudian menghela nafasnya berat.

"Anak – anak ayo masuk Jung ahjumma sudah menyiapkan makan siang untuk kalian." Panggil Kim ahjumman pada anak – anak yang masih sibuk bermain.

"Baiklah eomma." Dan anak – anak itu berlarian masuk kedalam panti asuhan yang sudah mereka anggap rumah itu. Kim ahjumma tersenyum melihat anak – anak yang tersenyum ceria. Ya semua anak terlihat ceria, kecuali Sehun.

Kim ahjumma teringat sewaktu dia dan sahabatnya – Jung ahjumma- menemukan Sehun. Kala itu sedang hujan lebat, tiba – tiba saja mereka mendengar suara tangisan bayi dari luar rumah. Karna penasaran mereka pun melihat apa yang terjadi dan alangkah terkejutnya mereka melihat seorang bayi yang sepertinya baru saja dilahirkan. Bayi itu masih merah dan dengan cepat mereka membawa bayi itu masuk kedalam rumah. Saat Kim ahjumma menggendong bayi itu sebuah benda terjatuh, Jung ahjumma yang melihat itu segera mengambil benda yang disebut liontin itu. Liontin yang berbentuk hati Jung ahjumma pun membuka liontin itu dan menemukan ukiran bertuliskan 'Sehun' tanpa marga apapun. Dan sejak itu mereka memutuskan untuk merawat Sehun.

Kim ahjumma menghela nafasnya saat mengingat kejadian itu, 'anak yang malang bahkan dia sudah ditinggalkan sejak dia lahir' batinnya iba. Kemudia, dia memutuskan untuk masuk dan bergabung bersama anak – anak panti.


Setelah makan siang, Sehun segera beranjak dari tempat duduknya menuju tempat favoritnya –dibawah pohon tadi-. Kim ahjumman dan Jung ahjumma memaklumi sikap Sehun itu. Mereka berdua pun membereskan meja makan dan mencuci piring – piring yang kotor.

TING TONG

Suara bel Kim ahjumma segera menghentikan aktifitasnya dan beranjak untuk membukakan pintu sedangkan Jung ahjumma tetap melanjutkan aktifitasnya mencuci piring. Kim ahjumma membukakan pintu dan menemukan pria dan wanita dewasa. Kim ahjumma tersenyum kepada mereka berdua dan mempersilahkan duduk di sofa yang ada.

"Perkenalkan saya Kim Sunmi pengurus panti asuhan ini." Kim ahjumma memulai perbincangan.

"Saya Oh Seunghwa dan ini istrinya Oh Yumi, kami kesini ingin mengadopsi seorang anak laki – laki."

"Baiklah, kalau begitu ikuti saya." Ucap Sunmi seraya tersenyum dan berdiri diikuti oleh Tuan dan Nyonya Oh. Sunmi mengajak pasangan suami-istri itu ke halaman belakang. Tuan Oh dan Nyonya Oh melihat banyak anak – anak yang bermain. Sementara Tuan Oh dan Sunmi berbincang, Yumi memutuskan untuk mengelilingi halaman, kadang ia tersenyum melihat anak – anak itu tertawa lepas, tak sengaja matanya melihat seorang anak yang measingkan diri dari anak lainnya. Anak itu terlihat kesepian. Yumi memutuskan mendatangi anak itu.

"Hey nak, apa yang kau lakukan disini?," Sehun mendongak menatap wanita yang asing dimatanya. Yumi yang merasa ucapannya tak ditanggapi pun bertanya kembali, "Kenapa tak bergabung dengan teman – temanmu?." Sehun hanya menggeleng dan kembali menundukkan kepalanya. Sehun bahkan tak akrab dengan mereka semua.

"Siapa namamu nak?,"

"Sehun," jawab Sehun dengan suara lirih. Percayalah ini pertama kalinya dia bicara selama berada dipanti ini.

"Apa kau mau ikut aku pulang kerumah Sehun?," mendengar itu Sehun lantas mendongak menatap wanita itu.

"Rumah?."

"Iya rumah tempat dimana ada appa dan eomma." Balas Yumi dengan senyum menenangkan.

"Benarkah?," ada binar bahagia dimata Sehun saat mendengarnya. Yumi menganggukkan kepalanya,"apa kau mau?." Sehun pun menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu ikuti aku." Yumi pun menggandeng tangan Sehun dan menghampiri Tuan Oh dan Sunmi yang terlihat bermain dengan anak – anak panti.

"Yeobo," panggil Yumi pada suaminya. Tuan Oh pun menolehkan kepalanya dan mendapati istrinya sedang menggandeng seorang anak laki – laki. Sunmi pun turut menolehkan kepalanya dan terkejut mendapati Sehun digandeng oleh wanita itu.

"Kita adopsi dia ya," pinta Yumi saat telah berada dihadapan suaminya.

"Baiklah." Seunghwa tersenyum dan mensejajarkan dirinya dengan tinggi Sehun, "jadi siapa namamu jagoan?"

"S..Sehun," takut – takut Sehun melirik pada pria paruh baya didepannya.

"Mulai sekarang namamu adalah Oh Sehun, mengerti?." Sehun menganggukkan kepalanya dan menatap pria yang tersenyum itu, tak lama dirinya pun turut tersenyum. Senyum yang pertama kali diperlihatkannya. Dia bahagia, akhirnya dia mendapat sebuah keluarga. Sunmi yang melihat mereka pun turut tersenyum. 'Semoga kau bahagia Sehun'.

.


Seoul, 2001 – Rumah keluarga Oh

Tak terasa sudah 2 tahun Sehun tinggal di keluarga Oh, dia sudah tidak secanggung pertama kali bertemu. Dan lagi nyonya Oh sedang berbadan dua dan sudah memasuki bulan kesembilan. Masih teringat dibenak Sehun wajah bahagia orang tuanya saat mendapat kabar itu, Sehun pun turut senang karna sebentar lagi akan mendapat seorang adik.

"Eomma." Sehun menghampiri Yumi yang sedang duduk di sofa. Yumi pun tersenyum pada Sehun yang sudah duduk disebelahnya.

"Ingin menemui adikmu hm?," tanya Yumi yang dibalas dengan anggukan oleh Sehun, matanya menatap keperut eommanya yang membuncit. Yumi pun menuntun tangan anak angkat –yang sudah dianggap seperti anak sendiri-nya keperutnya.

"Apa kau merasakannya Hunnie?." Sehun menganggukkan kepalanya. Tangannya merasakan pergerakan diperut ibunya, tak lama ia pun tersenyum.

"Cepatlah lahir, hyung ingin segera melihatmu," Sehun berucap dengan binar bahagia dimatanya. Yumi tersenyum mendengar ucapan putranya, tangannya terangkat mengusap surai putranya. Tiba – tiba saja Yumi merasakan nyeri hebat di perutnya kontan saja dia mengerang kesakita, Sehun yang melihat ibunya kesakitan menjadi panik. Cepat – cepat dia menghubungi ayahnya dengan telpon rumah. Setelahnya Sehun menghampiri ibunya yang masih kesakitan, dengan spontan tangan Sehun mengelus perut ibunya berharap ibunya sedikit tenang. Tak lama tergera pintu dibuka paksa, terlihat Seunghwa berlari tergesa – gesa menghampiri Sehun dan Yumi dengan sigap dia membopong tubuh Yumi. Sehun berlari mengikuti ayahnya menuju mobil.


Sekarang Sehun dan ayahnya berada di rumah sakit tepatnya didepan ruang bersalin. Seunghwa tidak bisa diam, sedari tadi dia mondar-mandir didepan pintu ruang bersalin. Sedangkan Sehun duduk diam kursi yang disediakan. Beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan bayi, tak lama pintu pun terbuka sontak Sehun dan ayahnya segera berhambur menghampiri seorang dokter yang baru keluar.

"Selamat tuan Oh anak anda seorang laki – laki dan nyonya Oh melahirkan dengan selamat," ucap dokter Jung. "Anak anda sedang dibersihkan sekarang dan sekarang anda boleh menemui istri anda, saya permisi." Setelah mengatakan itu dokter Jung berlalu dengan tergesa. Sepertinya dia punya urusan penting. Sehun dan ayahnya pun memasuki ruangan dan melihat Yumi terbaring lemas diranjang. Seunghwa segera menghampiri istrinya itu dan mengecup keningnya lembut. Tak lama pintu terbuka dan menampakkan seorang suster yang menggendong bayi. Suster itu berjalan menghampiri tuan Oh.

"Ini bayi anda tuan." Suster itu tersenyum sembari memberikan bayi mungil itu ke dekapan tuan Oh, setelahnya dia pun meninggalkan ruangan. Sehun menarik – narik kemeja ayahnya, ia ingin melihat adiknya. Seunghwa berjongkok mensejajarka diri dengan Sehun.

"Nah Sehun sekarang kau memiliki seorang adik, jaga dia dengan baik ne?."

"Tentu appa aku akan menjaganya." Sehun tersenyun dengan kedua matanya yang juga ikut melengkungkan senyum. Sehun menatap bayi mungil didekapan ayahnya, bisa ia lihat mata indah adiknya yang menatapnya seolah – olah sedang mengenali dirinya.

"Siapa namanya appa?."

"Oh Luhan, namanya Oh Luhan."

"Selamat datang Luhannie, aku Oh Sehun hyungmu." Sehun tersenyum setelah mengatakan itu. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi lembut Luhan, dia elus pipi yang merah itu. Tanpa disangka tangan Luhan terangkat menggenggam jemari hyungnya dan setelahnya dia tertawa khas anak bayi. Sehun pun ikut tertawa bersama adiknya.

'Aku berjanji akan melindungimu Luhan dan selalu membuat tertawa seperti ini," tekad Sehun dalam hatinya, entah mengapa melihat Luhan tertawa membuatnya merasa damai.


.

.

TBC

A/N : Wah gak nyangka bakal banyak yang berminat ama ff saya /lap ingus/*iyuuh. Gimana dengan chapter pertama ini? Apa aneh?. Karna ini ff pertama yang saya buat chapter saya mohon kritik dan saran dari kalian agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Dan terimakasih buat yang udah follow/fav/reviewnya :** /ketjup atu2/. Salam XOXO :*

.

.

Gimme review?