I Don't Love Him (2/?)

Main Pair: WonKyu, ChangKyu

Casts: Siwon, Kyuhyun, Changmin

There is no one, but you

Kyuhyun terus meremas kedua tangannya dengan air mata yang terus mengalir dari kedua mata coklatnya. Semua ini membuatnya sangat takut. Kyuhyun tidak lagi mempedulikan member lain yang melihatnya dengan prihatin, yang paling penting baginya sekarang adalah Siwon. Bahkan ponselnya yang sejak tadi bergetar terus diabaikannya. Tanpa Kyuhyun periksa pun, dia sudah tahu siapa yang meneleponnya. Tidak! Kyuhyun tidak akan mengangkatnya. Tidak disaat Siwon terbaring tidak sadarkan diri sendirian didalam sana hanya bersama dokter dan perawat yang sedang memeriksa keadaannya.

"Kyu, Minumlah ini." Sungmin menyodorkan secangkir kopi sambil duduk disebelah Kyuhyun.

Kyuhyun memaksakan sebuah senyum sambil meraih cangkir kertas itu. Sudah hampir setengah jam dokter dan Leeteuk berdiskusi di dalam kamar Siwon. Yang Kyuhyun tidak mengerti mengapa dokter itu hanya mengajak Leeteuk masuk , bukan dia. Bukankah dia lebih berhak? Kyuhyun adalah kekasih Siwon.

Pemikiran itu hanya membuat hati Kyuhyun berdenyut saat menyadari, hanya dirinyalah yang beranggapan jika mereka masih sepasang kekasih. Sedangkan Siwon telah memutuskan hubungan mereka. Ya itu adalah sebuah risiko yang harus Kyuhyun terima ketika dirinya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menghilangkan pemikirannya itu.

Kyuhyun berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan menuju pintu kamar Siwon. Belum sempat Kyuhyun meraih kenopnya, pintu itu telah terbuka menampakkan wajah Leeteuk dan dokter Kim dengan raut wajah yang sulit Kyuhyun artikan. Kyuhyun langsung meraih lengan Leeteuk dan menyuruhnya duduk disebelah Sungmin.

"Bagaimana keadaannya?" Kyuhyun memandang wajah Leeteuk dengan cemas.

Setengah jam pemeriksaan untuk seseorang yang hanya pingsan karena stress itu terlalu lama. Kyuhyun telah memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang membuat dadanya terasa sesak. Kyuhyun akan gila jika tidak tahu apa yang akan terjadi pada Siwon.

Leeteuk menoleh kearah Kyuhyun dengan ekspresi datar lalu berkata, "Bisakah kau menelepon Kibum dan menyuruhnya kemari?"

"What?"

Sungmin yang sejak tadi hanya memperhatikan dua orang itu sedikit kaget dengan permintaan Leetuk.

"H—hyung, kau serius? Kibum?" Sungmin bertanya untuk meyakinkan bahwa pendengarannya tidak bermasalah.

"Ya, tentu saja. Aku akan memberitahumu segalanya, Kyu. Tapi kau harus menelepon Kibum dan membawanya kemari. Siwon ingin bertemu dengannya." Leeteuk meremas bahu Kyuhyun yang kini hanya menunduk.

"H—hyung, a—aku..."

"Kyu, itu semua terserah padamu. Aku yakin kau sangat mengkhawatirkan keadaan Siwon. Jadi aku mohon, lakukanlah apa yang aku minta. Semua yang terjadi akhir-akhir ini sudah cukup menyiksa Siwon. Jadi aku mohon, Kyu. Dia hanya meminta Kibum untuk datang. Hanya itu." Leeteuk berdiri dan mengacak rambut Kyuhyun lembut.

Kyuhyun mendongak, entah kenapa dia merasa jika Leeteuk telah mengetahui segalanya.

"So, Kyuhyun. Mind to tell us, what happen to Siwon? To both of you?"

"A—aku.. aku membuat kesalahan. Aku dan Changmin..." cerita itu pun mengalir dari mulut Kyuhyun dihadapan Leeteuk dan Sungmin yang tidak terlihat marah atau pun kaget tentang semua itu. Tidak ada pandangan menghakimi atau pandangan penuh kebencian yang Kyuhyun antisipasi akan didapatkannya saat rahasianya terbongkar.

"Kyu, kau baik-baik saja, sayang?" Changmin segera mendekati Kyuhyun saat pemuda itu melemparkan tasnya ke atas ranjang.

Kyuhyun tak bergeming menanggapi ucapan Changmin, Kyuhyun benar-benar sedang ingin sendiri sekarang. Kehadiran Changmin tidak dapat mengubah suasana hatinya bahkan semua perhatiannya hanya memperburuk keadaannya. Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua tanggannya ketika tubuhnya direngkuh kedalam sebuah pelukan. Hangat, tapi bukan pelukan ini yang dia harapkan. Bukan kehangatan ini yang dia inginkan. Changmin mengeratkan pelukannya saat merasakan tubuh Kyuhyun mulai bergetar. Kyuhyun tidak tahu jika Changmin tidak bisa tidur semalaman karena mengkhawatirkannya yang tidak mengangkat telpon dan membalas smsnya sama sekali. Tapi saat tadi pagi Changmin berpapasan dengan Donghae yang terlihat buru-buru keluar dari gedung SM, Changmin tahu pasti apa alasan Kyuhyun tidak memberinya kabar sedikit pun. Ya, Changmin sangat menyadari itu, dia tidak akan pernah menjadi nomor satu dalam hidup Kyuhyun. Changmin tak akan pernah bisa mengalahkan pria itu dalam hal merebut hati dan perhatian Kyuhyun.

"Kyu, Gwenchana?" Changmin berbisik ditelinga Kyuhyun yang tak juga memberinya respon.

"Chwang. Just leave me alone, please. I need to think about everything." Changmin terhenyak saat mendengar ucapan Kyuhyun.

"K—Kyu. You do know that you don't need to. Jangan mempersulit keadaan, Kyu. I love you. So much." Changmin mengguncang bahu Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan matanya yang terlihat membengkak.

Changmin berdiri dan menjauhi Kyuhyun yang memeluk kedua lututnya. Saat Changmin berbalik dan memandang kearahnya, Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya. Kyuhyun merasa begitu jahat terhadap Changmin. Sejuta kalipun Changmin mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun, pria manis itu tidak akan pernah bisa membalasnya dengan ucapan yang sama. Tidak akan pernah. Bahkan sejak pertama mereka memulai hubungan terlarang ini hingga sekarang pun tak pernah satu kali pun Kyuhyun membalas pernyataan cinta Changmin secara terang-terangan.

"I'm so sorry, Chwang."

"Don't say that, Babe. Itu menyakitkan." Changmin menggeleng sambil memberikan tatapan memohon pada Kyuhyun yang mulai menangis dalam diam.

"Ku mohon mengertilah, Chwang. Tinggalkan aku sendiri. Aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini. Dan kau juga. Untuk kita, Siwon dan yang lainnya. Terlalu banyak orang yang telah kita sakiti. Dan aku bahkan telah menyakitimu. Aku tidak pantas untukmu."

"Aku tidak memperdulikan semua itu, Kyu! Setelah semua yang kita lalui selama ini. Semua usaha yang telah aku lakukan selama ini, Kyu. Tidak bisakah kau membiarkan aku menang satu kali saja? Berikan aku kesempatan untuk memberikan kebahagiaan yang tidak bisa Siwon hyung berikan padamu selama ini."

"Changmin, ku mohon berhentilah!" Kyuhyun setengah berteriak sambil menutup kedua telinganya.

"Dengarkan aku, Kyu. Kau dan Siwon sudah putus. Bahkan Siwon hyung telah menemuiku secara pribadi untuk menyerahkanmu padaku. Dia ingin melihatmu bahagia bersamaku. Kita bisa memulai semuanya dari awal dengan hubungan yang sebenarnya, Kyu." Changmin meraih jemari Kyuhyun dan mencium setiap buku-buku jarinya dengan lembut.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak ingin percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dadanya terasa sesak mendengarkan penuturan Changmin tentang Siwon. Siwon tidak menginginkannya lagi. Air mata telah mendesak ingin keluar melalui pelupuk matanya. Siwon tidan menginginkanya lagi! Kenapa Kyuhyun begitu bodoh untuk cepat menyadari semua itu? Kenapa tak terpikirkan olehnya sedikitpun tentang semua itu saat Leeteuk mengatakan Siwon ingin bertemu Kibum? bukankah itu sudah cukup menjadi jawaban untuk Kyuhyun jika Siwon tidak membutuhkan kehadirannya lagi?

"Kau b—bohongkan? Kau m—membohongiku kan?" Kyuhyun memukul dada Changmin dengan tangis yang pecah dan air mata telah membanjiri wajahnya.

Hati Changmin berdenyut sakit melihat Kyuhyun terlihat begitu terpukul. Jauh dilubuk hatinya Changmin merasa begitu bersalah dan egois terhadap Kyuhyum tapi keinginannya untuk memiliki Kyuhyun begitu besar dan telah mengalahkan segalanya. Sekali ini saja, biarkan dia menang dan memiliki Kyuhyun sepenuhnya. Changmin akan baik-baik saja walaupun Kyuhyun membalas perasaannya. Selama Kyuhyun tetap bersamanya, Changmin yakin semuanya akan baik-baik saja.

Yang dapat Changmin lakukan sekarang hanyalah merengkuh tubuh Kyuhyun ke dalam pelukannya. Dan berharap pelukannya ini akan cukup untuk mengurangi rasa sakit dan kesedihan yang dirasakan Kyuhyun sekarang.

Siwon tidak memerlukan waktu yang lama untuk memulihkan kesehatannya yang sempat turun drastis beberapa hari yang lalu. semua orang begitu heboh saat dia jatuh sakit dan pingsan dalam pelukan Kyuhyun. Para member secara bergantian menjaganya, tak pernah sekalipun Siwon mereka tinggalkan sendirian kecuali pada saat dia tertidur. Dari semua member yang paling sering menjaganya adalah Kibum yang kebetulan memang sedang tidak terlalu sibuk semenjak drama terakhirnya. Dan ada satu member yang tidak pernah muncul di rumah sakit selama dia dirawat.

Kyuhyun. tidak pernah sekalipun Siwon menemukan Kyuhyun datang untuk menjaganya. Ada disaat Siwon sangat berharap Kyuhyun yang datang dan menjaganya, menasehatinya agar bisa menjaga dirinya, menyuapinya saat jam makannya, menyanyikannya lagu saat dia kesulitan untuk tidur atau sekedar menggenggam tangannya saat dia merasa tidak nyaman.

Tapi ada pula saat Siwon berusaha keras untuk menepis perasaan itu, berusaha membuangnya jauh-jauh dan membuat dirinya menyadari kenyataan bahwa Kyuhyun memang bukanlah miliknya lagi dan itu adalah keinginannya sendiri. Siwon tidak memiliki hak lagi untuk berharap Kyuhyun datang dan menemaninya disini. Bahkan Siwon terlalu takut untuk bertanya pada member yang lain tentang apa yang sekarang sedang menyibukkan Kyuhyun. Siwon terlalu takut untuk menghadapi kenyataan jika memang Kyuhyun telah benar-benar menemukan kebahagiaannya tanpa dirinya. Siwon menghela nafasnya berusaha menguasai perasaannya agar tidak terlalu mempengaruhinya.

"Kau benar-benar mengagumkan, hyung. Aku tidak menyangka kau akan sekuat ini." Siwon menoleh saat mendengar ucapan Kibum yang membawanya kembali ke tempat dirinya kini berada. Dia dan Kibum sedang berada dikamarnya sementara yang lain, sedang menyiapkan makanan di dapur. Mereka sedang berada di apartemen Siwon untuk merayakan kepulangan Siwon dari rumah sakit.

Kibum yang masih sibuk mengembalikan semua perlengkapan Siwon yang ada di rumah sakit ke tempatnya semula, menghentikan kegiatannya. Setelah menghela nafasnya, Kibum berdiri dihadapan Siwon dan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.

"Apa yang sekarang ada didalam kepala cerdasmu itu? Huh? Aku benar-benar penasaran." Kibum bertanya dengan wajah jengkelnya.

"Apa maksudmu?" Siwon memasang wajah bingung dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur king size-nya, menghindari adanya kontak mata diantara mereka berdua.

"Seriously, hyung! Kau benar-benar buruk saat berakting di dunia nyata." Kibum duduk disebelah Siwon.

Siwon hanya diam saja menanggapi ucapan Kibum dan terus menatap ke langit-langit kamarnya.

"Aku sudah lama menahan diri dan berusaha menghindari pembicaraan ini. Tapi melihat keadaanmu seperti ini, kau perlu bicara dengan seseorang dan mengeluarkan semua perasaanmu itu. Tubuhmu bisa saja sudah kembali seperti semula tapi hatimu? Bagaimana dengan hatimu? Jangan kau terus menahan perasaanmu dengan berpura-pura jika kau baik-baik saja. Hell no! You're absolutely a mess."

"Jadi? Jawaban apa yang kau harapkan keluar dari mulutku, Kibum? Jawaban, jika aku baik-baik saja. Jika aku bisa memaklumi kenapa aku dikhianati. Jika aku telah merelakannya bahagia bersama orang lain. Jawaban jika aku merasa sangat bodoh telah membiarkannya pergi. Jika aku sekarang mungkin menyesal telah merelakan pria lain untuk mengisi hari-harinya. Jika itu yang kau harapkan maka, ya aku baik-baik saja dan aku memang benar-benar baik-baik saja. Terima kasih banyak." Siwon menatap sarkastik kearah Kibum yang terlihat begitu frustasi dengan nafas terengah-engah dengan wajah yang sedikit memerah menahan emosinya. Siwon tidak marah atau kesal. Hanya saja, perasaannya begitu tidak karuan seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

"Hyung, Semua orang tahu perasaanmu sedikitpun tak berubah dan kau tidak baik-baik saja. You still love him. Setidaknya, bagi perasaanmu. Ya, memang itu tidak akan mengurangi rasa sakit dan kekecewaanmu tapi setidaknya kau tidak akan merasa sendirian. It's okay not to be okay, hyung. Because we are always be here for you." Kibum menatap simpati kearah Siwon dan menepuk bahunya pelan dan beranjak dari sebelah Siwon untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Siwon berdiri di jendela kaca besar yang menghadap ke arah hamparan kota Seoul, menerawang seolah ingin menemukan keberadaan seseorang di keramaian kota itu disiang hari. Jika saja Siwon bisa memutar waktu kembali, dia tidak akan menghancurkan hubungan mereka. Ahh, memang hubungan mereka sudah hancur sejak pengkhianatan yang dilakukan Kyuhyun. Jadi, percuma. Percuma mempertahankannya. Siwon menyerah, meskipun itu menyakitkan.

"Ya, kau benar. It's okay not to be okay."

"Siwon mengalami dehidrasi berat, kekurangan asupan dan stress berat, Kyu. Menurut dokter yang menanganinya tingkat stress Siwon hampir mendekati depresi tapi beruntung penurunan kesehatannya itu mampu mengalihkan perhatiannya, jadi Siwon tidak sampai ke tahap mengerikan itu. Siwon sekarang sedang ditangani oleh tim medis terbaik disini, dia mendapatkan asupan energi melalui cairan infusnya, karena sekarang Siwon masih dibawah pengaruh obat penenang yang diberikan dokter agar dia istirahat dan kemungkinan dia baru akan bangun besok pagi. Sebaiknya kau pulang, Kyu. Dan satu hal lagi, Kyu. Bisakah kau memenuhi permintaanku? Kau tidak usah menemui Siwon dulu untuk saat ini. Biar aku dan yang lain saja menjaganya selama dia dirawat. Dan setelah mendengarkan pengakuanmu tadi, aku yakin semua yang terjadi pasti ada hubungannya denganmu. Aku hanya tidak ingin keadaan Siwon memburuk karena bertemu denganmu. Dia sangat mencintaimu dan kita semua mengetahui bagaimana dia mengorbankan dan membiarkan dirinya tersakiti hanya untuk menjagamu. Aku mohon, Kyu. Jangan temui Siwon untuk sementara waktu. Setidaknya untuk selama Siwon dirawat, selain itu akan ada Kibum yang menjaganya nanti, karena dia memang sedang tidak terlalu sibuk. Maafkan aku, Kyuhyun. Ini demi kebaikan kalian. Kau dan Siwon."

Penjelasan panjang lebar Leeteuk tiga hari yang lalu kembali membuat kepala dan hati Kyuhyun berdenyut disaat yang bersamaan. Saat itu Leeteuk sama sekali tidak memberikan Kyuhyun waktu untuk sekedar menyela apalagi mengatakan tidak untuk permintaannya yang menurut Kyuhyun sangat tidak masuk akal. Kyuhyun sangat ingin menjaga Siwon selama dia dirawat apalagi semua itu terjadi karena dirinya. Siwon jatuh sakit karena dirinya, bukankah itu berarti dia bertanggung jawab untuk menjaga Siwon sampai pria itu kembali sehat.

Kyuhyun sama sekali tidak bisa tidur nyenyak selama Siwon dirawat dan jika sudah begitu dia akan pergi diam-diam ke rumah sakit saat malam hari untuk sekedar memandangi wajah damai Siwon yang tertidur melalui kaca tembus pandang yang ada dibagian tengah atas pintu ruang rawat Siwon. Atau jika tidak ada seorang pun di sana, Kyuhyun akan nekat masuk dan duduk disamping ranjang Siwon. Memandangi wajah Siwon dan menggenggam tangan Siwon. Kyuhyun akan menghabiskan waktu setidaknya satu jam disana.

Setelah itu dia akan kembali ke dorm mengunci dirinya disana hingga pagi menjelang. Kyuhyun tidak akan bisa tidur, dia akan bergelung dibawah selimutnya sambil menangis, meratapi betapa bodohnya dia.

Jika sudah begitu, kenangan-kenangannya bersama Siwon akan melintasi pikirannya seperti tampilan film dokumenter yang akan menambah rasa sesak didadanya. Kenangan-kenangan manis itu hanya akan membuat bibir Kyuhyun membentuk senyuman pahit dan membuatnya sadar betapa banyak hal yang belum sempat dia lakukan untuk Siwon. Sangat banyak.

Bahkan saat Changmin mengetuk pintu kamarnya dipagi hari dan berusaha membujuknya untuk keluar tidak pernah Kyuhyun hiraukan, entahlah. Kyuhyun terlalu terlambat untuk Kyuhyun menyadari bahwa arti seorang Changmin untuk hidupnya memang tidak akan pernah lebih dari seorang sahabat. Semua adalah kesalahan Kyuhyun yang telah mengotori persahabatan mereka dengan menjadikan Changmin pelampiasan rasa kecewanya terhadap Siwon.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Tiga hari belakangan air matanya seolah terkuras habis sampai-sampai sekarang dia hanya bisa menghela nafas dan meremas dadanya pelan. Dengan rasa penyesalan dan patah hati pun Kyuhyun mulai mengenalnya dengan baik. Tentu saja perasaan itu tidak akan hilang atau berkurang, hanya saja Kyuhyun sudah mulai terbiasa merasakannya. Seperti saat ini, saat dia harus berusaha berdamai dengan perasaannya dan mempersiapkan dirinya bertemu dengan Siwon.

"Ne, Hyung." Kyuhyun menempelkan ponselnya dan terdengarlah suara Donghae dispeaker ponselnya.

"Kyu, jika schedule-mu sudah selesai, kau langsung ke apartemen Siwon saja. Ajak Changmin jangan lupa."

"Changmin? Oh, b—baiklah hyung." Kyuhyun sedikit tergagap tidak menyangka Donghae menyuruhnya mengajak Changmin.

"Sampai bertemu nanti, maknae." Donghae langsung memutuskan telepon mereka tanpa menunggu jawaban Kyuhyun.

Kyuhyun tidak bisa tidak tersenyum. Inilah yang sedikit menguntungkan Kyuhyun, sikap para member terhadapnya tidak berubah sedikitpun. Tidak ada satupun di antar mereka yang mengungkit atau berusaha mendapatkan informasi yang lain tentang masalah Kyuhyun dan Siwon, bagaimana mereka putus atau kenapa Kyuhyun memutuskan untuk berselingkuh dengan Changmin. Kyuhyun berterima kasih untuk itu sekaligus hal itu hanya menambah rasa bersalah dan penyesalannya. Kyuhyun benar-benar telah mengecewakan banyak orang.

"Apa kau yakin? Aku bisa membatalkan semuanya sebelum dia datang." Leeteuk benar-benar harus memastikan kesiapan Siwon.

"Hei. Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian bersikap seolah aku dan Kyuhyun begitu terlarang untuk bertemu? Kami tidak akan saling membunuh, okay?" Siwon menepuk bahu Leeteuk sebelum tersenyum kearah mereka yang memandangnya dengan wajah cemas.

Tentu saja mereka cemas. Sangat cemas. Siwon berdiri dan kembali ke kamarnya. Sementara member Super Junior yang lain hanya bisa memandang ke arah Leeteuk dan memberikan pandangan "bagaimana ini, hyung?".

"This is bad. And they are totally helpless idiot!" Henry mengumpat sambil mengacak rambutnya.

"Henry.." Zhoumi menatap kearah Henry seolah mengingatkan tentang betapa sensitifnya topik ini.

"What? Apakah menurut kalian aku salah? Mereka terlalu rumit. Oh ya Tuhan! Ini gila."

"Kyuhyun benar-benar bodoh memilih berselingkuh." Sungmin bergumam sebelum menghela nafs panjang.

"Dan Siwon pun tidak kalah bodohnya untuk memilih tidak mempertahankan hubungan mereka." Gumam Eunhyuk sambil menggelengkan kepala.

"Aku mungkin akan melakukan hal yang sama jika aku jadi Siwon hyung." Ryeowook menimpali. Lalu melanjutkan, " Kyuhyun yang bodoh karena tidak mensyukuri apa yang telah dia dapat. Siwon hyung sangat mencintainya dan apa yang dia lakukan? Dia bahkan sangat lamban menyadari bahwa Siwon sangat berarti dalam hidupnya. Aku kecewa padanya." Ryeowook beranjak kembali ke dapur meninggalkan member lain yang tercengang karena ucapannya.

Mereka hanya bisa menghela nafas. Entah untuk keberapa kali mereka menghela nafas untuk hari ini. Keadaan ini sedikit banyak benar-benar menjengkelkan. Ucapan Ryeowook memang tidak sepenuhnya salah. Untuk beberapa hari ini memang mereka menahan diri untuk membahas ini secara terbuka. Mereka hanya tidak ingin memperkeruh keadaan selain itu keadaan Siwon yang sepenuhnya pulih membuat perhatian mereka seolah teralih.

Bukannya mereka tidak mengetahui betapa sering Kyuhyun mengendap-endap di malam hari untuk ke rumah sakit dan melihat keadaan Siwon. Mereka semua mengetahuinya. Bukan mereka tidak mengetahui betapa kacaunya Kyuhyun selama tiga hari ini dan bagaimana Kyuhyun mengabaikan Changmin yang selalu menyempatkan diri memeriksa keadaan Kyuhyun yang terus mengurung diri di kamar. Itu benar-benar menjelaskan jika Siwon adalah segalanya untuk Kyuhyun. Tapi Kyuhyun hanya terlalu bodoh dan lamban untuk menyadari betapa dia mencintai Siwon. Dan Kyuhyun terlalu bodoh karena memilih berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

"Ahh.. Molla.. Molla." Leeteuk mengangkat tangannya seolah menyerah.

Kyuhyun hanya bisa duduk diam disana, tidak dapat melepaskan pandangannya dari wajah Siwon. Dia terlihat sehat, wajahnya sangat tampan seperti biasanya. Ingin rasanya Kyuhyun melemparkan dirinya kedalam pelukan Siwon. Kyuhyun sangat merindukan pria itu. Ya Tuhan! Apa yang harus dia lakukan? Kyuhyun ingin Siwon. Kyuhyun ingin memeluk Siwon, menyentuh wajahnya, mencium wajahnya, menggenggam tangannya dan apapun itu. Apapun yang akan membuat Siwon tetap berada disisinya. Kyuhyun begitu membenci kenyataan jika dia dan Siwon tidak memiliki memiliki hubungan lagi. Kyuhyun membenci dirinya sendiri dan semua perasaan itu sangat menyesakkan dada Kyuhyun. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya menahan air mata yang mulai menumpuk di kelopak matanya. Dia tidak boleh menangis sekarang. Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali.

"Kyu, Changmin tidak datang?" Kyuhyun terhenyak saat Ryeowook menanyakan itu, Kyuhyun melihat Siwon terdiam dengan raut waah yang sulit diartikan.

"Eoh.. Dia mungkin akan datang sebentar lagi." Kyuhyun meremas tangannya yang sedikit basah.

"Oh. Bukankah kalian seharusnya datang bersama? Kalian seharusnya..." Ucapan Ryeowook tertahan saat Sungmin menyentuh pundaknya dan menggelengkan kepalanya kearah pria mungil itu. Ucapan Ryeowook membuat ruangan semakin terasa canggung dan memiliki atmosfer yang aneh.

Sementara Kyuhyun hanya menunduk, dari ekor matanya Kyuhyun melihat tangan Siwon digenggam erat oleh tangan yang sangat dikenali oleh Kyuhyun. Jemari Kibum mengenggam tangan Siwon yang terlihat kaku. Kyuhyun menahan nafasnya. Perasaan itu datang lagi, hati Kyuhyun seolah ditusuk oleh ribuan tombak tepat di jantungnya. Kyuhyun membenci ini, melihat tangan Siwon digenggam oleh Kibum hanya memperparah penyesalan Kyuhyun. Jika dia tidak melakukan hal bodoh itu, seharusnya dirinyalah yang kini berada disamping Siwon dan menggenggam tangannya. Tapi kenyataannya bukan dirinya yang ada disana. Ingin rasanya Kyuhyun berlari dari ruangan itu dan menangis sejadi-jadinya. Kyuhyun benar-benar ingin menangis sekarang.

Suasana canggung itu berubah semakin canggung saat Changmin datang dan tidak pernah beranjak dari samping Kyuhyun. Bahkan kejahilan dan keceriaan member Super Junior seolah memudar karenanya. Mereka benar-benar bingung harus berbuat apa pada keadaan itu. Ryeowook dan Henry yang memang tidak menyukai Changmin hanya bisa terus memutar mata mereka melihat itu semua. Saat mereka makan pun tidak ada yang berani bersuara kecuali Siwon yang memang habis-habisan berusaha membuka percakapan tapi tidak berhasil. Siwon dan Changmin sempat bercakap dan saling menanyakan kabar dna terhenti saat melihat member Super Junior terus memandangi mereka secara bergantian setiap mereka saling menimpali percakapan. Benar-benar canggung dan terlihat sangat tidak nyaman. Kyuhyun hanya bisa membeku ditempatnya. Kyuhyun semakin tersiksa saat Changmin terus menempel padanya.

Mata Siwon dan Kyuhyun cukup sering bertemu pandang tapi Kyuhyun harus menelan kecewa saat setiap pandangan mereka bertemu Siwon akan langsung mengalihkan pandangannya. Kyuhyun benar-benar harus menahan dirin dan air matanya yang terus mendesak keluar setiap Ryeowook dan Henry mengeluarkan celetukan sarkastiknya yang secara tidak langsung ditujukan kepadanya. Kyuhyun sama sekali tidak menyalahkan mereka. Karena Kyuhyun merasa dia memang pantas mendapatkannya.

Siwon mengedarkan pandangannya, saat mereka duduk diruang TV apartemennya. Siwon sedikit beruntung karena dia memilih pulang ke apartemen milik orang tuanya bukan ke apartemen yang dia miliki bersama Kyuhyun. Setidaknya Siwon tidak harus melihat setiap sudut apartemennya yang dipenuhi oleh kenangannya bersama Kyuhyun. Siwon benar-benar terus menahan dirinya untuk tidak memeluk Kyuhyun sejak pertama pria manis itu masuk ke dalan apartemennya. Kyuhyun terlihat lebih kurus dan pucat. Bahkan wajah dan matanya terlihat sembab. Siwon sangat merindukan Kyuhyun. Wajah Kyuhyun. senyuman Kyuhyun. tawa Kyuhyun. suara Kyuhyun. hangat nafas Kyuhyun. sentuhan Kyuhyun. jemari dan genggaman hangat Kyuhyun. Siwon merindukannya. Sangat.

Siwon terus menahan dirinya untuk tidak memandang wajah Kyuhyun sepuas hatinya. Siwon takut jika dia memandang wajah Kyuhyun, Siwon tidak akan bisa menyadari lagi jika Kyuhyun bukan miliknya lagi. Ahh, tentu saja Siwon akan segera menyadarinya, ada pria lain disamping Kyuhyun. Lihatlah pria itu, memandang Kyuhyun dengan penuh cinta dan senantiasa terus berada disamping Kyuhyun. Siwon sangat membenci dirinya sendiri, kenapa bukan dia yang berada disamping Kyuhyun sekarang?

Pandangan Siwon beralih kearah tangannya yang digenggam seseorang. Siwon menoleh dan menemukan Kibum tersenyum menguatkan seolah pria itu tahu apa yang sedang berputar di pikiran Siwon sekarang. Siwon beruntung ada Kibum yang sekarang menemaninya. Bukan! Kibum bukanlah seperti yang kalian pikirkan. Tentu Siwon dan Kibum bisa membedakan yang mana cinta dan yang mana persahabatan. Dan mereka memiliki persahabatan dan kasih sayang untuk satu sama lain. Mereka tidak memiliki cinta itu.

WonKyu with Love..