~OHAYOU MINA~
.
.
.
.
Kali Ini Hyo ga mau bacot. Baiklah
Disclaimer : Mashashi Kishimoto(Masih belom tau pengarang nya 'little think called love'
Warning : Au, Typo(susahh dihindari), OOC(juga susah dihindari), Abal, EYD berantakan, alur kecepetan. Dll
Rated : T
Sumarry : Kalian semua pasti pernah memiliki seseorang yang kalian sukai secara diam-diam. Akupun begitu. Orang itulah yang mengajarkan padaku apa itu 'Hal kecil yang disebut cinta'.
Pair : NaruHina
Ok Lets read my second fic
Chapter 2
Hyoka Hinaru present
.
.
.
.
.
.
.
Be With You
…
Senyum diwajah gadis indigo itu tak bosan hinggap diwajah nya. Bukan hanya tersenyum, bahkan sesekali ia sempat tertawa kecil, membuat orang-orang disekitar nya merasa heran bahkan takut.
Gadis indigo yang saat ini masih mengenakan seragam SMP itu, sedang melangkah sendiri dengan membawa sebuah gelas plastik berisi jus tomat.
"Hi-hinata…."
Dari belakang terdengar teriakan cempreng seorang gadis. Itu membuat sosok yang dipanggil Hinata itu berbalik mencari tau si pemilik suara.
"A-ada apa Ino?"
Gadis berambut pirang pucat yang dikepang satu itu belum menjawab, dia masih berusaha mengatur nafas nya karena lelah berlari.
"Hosh, A-anu". Gadis berambut pirang yang dipanggil Ino itu mulai membuka suara namun masih mengatur nafas nya.
"Anu, Naruto-Senpai. Dia berkelahi dengan Kiba".
"Apa?" Hinata meyakinkan apa yang didengar nya.
"Naruto-Senpai berkelahi dengan Kiba".
"Di-dimana?"
"Di aula"
Kata-kata terakhir Ino membuat Hinata memutar arah nya dan mengambil langkah secepat yang ia bisa. Namun tetap berusaha melindungi jus tomat ditangan nya agar tetap utuh.
~Di Aula…
Hinata bergegas memasuki ruangan besar itu masih dengan memegang gelas plastik berisi jus tomat. Namun langkah nya melambat setelah mendapati bahwa ia sudah terlambat. Ruangan besar itu kini tengah kosong.
"Sepertinya kita terlambat". Ujar Ino yang baru memasuki aula dan berjalan mendekati Hinata.
Hinata melangkahkan perlahan ke tengah-tengah aula. Lnagkah nya terhenti setelah menemukan sebuah kancing yang dilumuri darah tergeletak di tengah ruangan besar tersebut.
Hinata berjongkok untuk mengambil kancing tersebut. 'Mu-mungkin ini milik Naruto-Senpai'. Batin Hinata.
"Hinata. Sudah hampir malam sebaiknya kita pulang saja". Ajak Ino.
"Ba-baiklah"
Hinata perlahan bangkit lalu kemudian berlari kecil untuk menyamakan langkah nya dengan Ino yang telah mendahuluinya melangkah.
***RnR Please***
Sesampainya dirumah Hinata bergegas menuju dapur untuk meletakkan jus tomat yang sedari tadi dibawa nya kedalam kulkas.
Sebelum nya Hinata telah menempelkan kertas yang bertuliskan 'Jangan diminum' pada gelas plastik berisi jus tomat tersebut.
"Hinata kau sedang apa?" Seorang wanita paruh baya bertanya padanya.
"E-eh, ibu. Tidak ada apa-apa. Aku kekamar dulu ya".
Setelah memberikan senyum terbaik nya. Hinata bergegas meninggalkan dapur untuk menuju kamar nya.
"Ada apa dengan anak itu?" Tanya wanita paruh baya yang Hinata panggil ibu itu entah pada siapa.
Wanita itu perlahan melangkahkan kaki nya ke arah kulkass lalu menarik gagang pintu kulkas tersebut.
"E-eh apa ini?"
Seseorang yang dipanggil ibu oleh Hinata itu mengambil gelas plastik berisi jus tomat yang bertuliskan 'Jangan diminum' tersebut.
"Jangan diminum? Kalau tidak boleh diminum kenapa dibeli?"
Wanita yang Hinata panggil ibu tersebut meletakkan kembali jus tomat yang tadi dimaukkan Hinata kedalam kulkas.
~Kembali pada Hinata…
Dikamarnya, gadis bersurai indigo pendek itu tengah menatapi sebuah benda berbentuk bundar kecil berwarna putih. Terdapat dua buah lubang yang terlihat seperti mata pada benda bundar itu. Ya itu adalah kancing seragam yang diyakini nya adalah milik Naruto.
Gadis bernama Hinata itu menuju meja belajar nya dan mengambil sebuah spidol yang tertata rapi pada sebuah gelas yang digunakan nya sebagai tempat untuk meletakkan berbagai alat tulis seperti pensil, bolpon, spidol dan sebagainya.
Hinata menggoreskan ujung spidol yang dipegang nya itu membentuk garis melengkung ke permukaan kancing dibawah dua lubang yang terlihat seperti mata itu.
Jadilah kini kancing yang dipegang Hinata itu nampak seperti siluet wajah yang sedang tersenyum.
"Tuan kancing. Sampaikan salam ku pada Naruto-Senpai ya". Hinata tersenyum manis seolah membalas senyuman yang dari benda bulat itu.
Perlahan ia meletakan kancing yang tersenyum itu kedalam sebuah kotak kecil yang letak nya berada disamping foto ayah nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, sudah saat nya Hinata menuju peraduan mimpinya diatas benda empuk yang disebut kasur. Saat hendak membaringgkan tubuh nya, Hinata melepas kacamata besar milik nya lalu meletakkan kacamata tersebut pada sebuah meja kecil disamping kasur nya.
Perlahan ia merebahkan tubuhnya dikasur lalu meraih lengan seorang pemuda disamping nya untuk dipeluk.
Pemuda berambut pirang dan bermata shapire itu duduk diatas kasur tepat nya disamping Hinata.
Pemuda itu tersenyum lembut pada Hinata yang kini terlelap sambil memeluk erat lengan nya.
Setidaknya itu lah yang diinginkan Hinata. Tertidur lelap sambil memeluk sang pujaan hatinya. Naruto.
Namun sayang, kejadian itu hanyalah sebuah khayalan. Khayalan milik Hinata. Setidak nya saat ia terbangun nanti. Ia akan kembali sendirian. Tertidur sendirian, bukan lengan Naruto yang dipeluk nya. Melainkan sebuah guling.
***RnR Please***
~Skip Time…
"Hei coba liat ini". Suara itu milik seorang gadis berambut pirang yang dikuncir empat pada teman-temannya.
Gadis itu menunjukan sebbuah buku yang pada sampul nya bertuliskan '9 Cara jitu mendapatkan pria yang kita sukai'.
"Hei, dimana kau dapat buku itu?" Kali ini gadis bercepol dua membuka suara untuk bertanya.
"Disana. Di rak yang paling ujung" Gadis berkepang empat tadi menunjuk sebuah rang yang letak nya berada di sudut ruangan tempat ia dan teman-teman nya biasa berkumpul. Yaitu disebuah toko buku yang terdapat kafe didalam nya.
"Coba kuliat". Kali ini gadis berambut pirang pucat yang dikuncir satu yang membuka suara nya seraya merebut buku yang dipegang gadis berkepang empat tadi.
"Hmmmm… buku ini bagus juga, bagaimana kalau kita coba mempraktekkan nya?"
"Benar juga, siapa tau kalu aku mempraktekkan nya Neji-Senpai akan tertarik padaku".
Kali ini gadis bercepol dua yanng kita ketahui bernama Tenten itu tersenyum manja entah pada siapa sambil memegangi kedua pipinya yang memerah.
'Bletak'
"Aw, kau kenapa Ino? Dasar pengganggu". Tenten memegangi kepalanya yang baru saja sukses mendapat jitakkan dari seseorang yang dipanggil Ino tersebut.
"Mimpi". Jawab Ino santai tanpa mempedulikan Tenten yang kesakitan.
Tingkah teman-teman nya itu membuat Hinata terkikik pelan sambil menutup mulut nya dengan sebuah buku yang smpul nya vertulisskan 'Cara meraih peringkat pertama disekolah'.
Pandangan Tenten, Ino dan Temari beralih tertuju pada Hinata. Mereka bertiga kompak memiringkan kepala karena heran. Tidak biasanya Hinata serius belajar. sedari tadi dia tak ikut membahas perkataan mereka, karena setau mereka selain Bahasa inggris Hinata itu lemah dan malas untuk mengikuti mata pelajaran lain.
"Hei kau serius. Tumben sekali". Ujar Tenten yang masih heran.
"I-iya, kalau tidak meraih peringkat pertama aku tak bisa bertemu ayah. Aku sangat merindukan nya".
"Pasti sulit untuk mu. Apa mungkin kau bisa?"
"te-tentu. Aku pasti bisa. Aku akan berusaha". Lirih Hinata
"Jadi, kau tidak ingin mempraktekan buku ini pada Naruto-Senpai?" Kata Ino sambil menunjukan sebuah buku yang sampul nya bertuliskan '9 Cara jitu mendapatkan pria yang kita sukai'.
"Ti-tidak, aku ingin fokus untuk mendapatkan peringkat pertama disekolah". Jawab Hinata.
"Hei, jangan berusaha terlalu keras. Nanti rambutmu bisa jadi putih". Kali ini Temari yang berkomentar.
"I-iya. Emmm, kalian sudah mengerjakan PR mate-matika dari Kakashi-Sensei?" Hinata menutup bukunya.
"Eh, kalau itu sih belum". Jawab Ino plus cengiran nya.
"Aku juga belum. Susah, aku ngga ngerti". Sahut Temari.
"Ya, aku juga engga ngerti. Emang kenapa Hinata?" Tanya Tenten.
"A-ano, aku juga kurang mengerti. Bagaimana kalau malam ini kita kerjakan bersama-sama dirumahku?"
"Wah, aku setuju. Kalau bersama-sama kan jadi tidak terlalu susah". Sahut Temari
"Baiklah, malam ini kita kerumah Hinata". Ino, Temari dan Tenten dengan kompak nya menyerukan kata-kata yang sama. Membuat Hinata tersenyum menatapi para sahabat nya yang begitu kompak.
***RnR Please***
~Dirumah Hinata…
Ke empat sahabat itu duduk dihadapan sebuah meja yang sama dengan beberapa buku yang berserakan diatas meja depan mereka. Seperti siang tadi di toko buku. Ino, Tenten dan temari begitu kompak nya dengan serius membaca sebuah buku. Namun bukan buku pelajaran. Melainkan sebuah buku yang sampul depan nya bertuliskan '9 Cara jitu mendapatkan pria yang kita sukai'.
Nampak nya Cuma Hinata yang serius mengerjakan soal-soal mate-matika yang diberikan Kakashi-Sensei itu.
"Ini, Metode pertama. Berasal dari Yunani kuno. Tulis inisial nama dari laki-laki yang kita sukai di udara dan mengikuti susunan bintang di angkassa".
Tanpa Ba-bi-bu Ino, Temari dan Tenten bergegas menuju jendela rumah Hinata dan membukanya lebar-lebar untuk menuliskan inisial laki-laki idaman mereka masing-masin dilangit yang kebetulan saat itu dipenuhi oleh bintang.
"Hinata, kau tidak ikut?" Ujar Temari yang masih sibuk menggerak-gerakkan telunjuknya ke udara.
"Ti-tidak. Emm… se-sepertinya itu tidak masuk akal".
"Kan tidak ada salahnya mencoba". Sahut Tenten yang juga sibuk melakukan hal yang sama seperti Ino dan Temari.
Hinata tak menjawab lagi, ia hanya tersenyum kearah teman-teman nya lalu kembali mengarahkan pandangan nya pada tugas mate-matika yang sedari tadi dikerjakan nya sendirian. Ya sendirian, kalian tau kan apa yang dilakukan Ino, Temari dan Tenten. Sepertinya percuma saja ia mengajak teman-teman nya kerumah untuk mengerjakan PR.
"Aaah, Jendelaa nya kurang besar. Aku jadi tidak leluasa". Keluh Ino.
"Hinata. Kami pulang dulu ya. Diluar pasti lebih leluasa menuliskan nya"
Hinata menjawab dengan anggukan pelan disertai senyuman manis milik nya.
"Ja Hinata".
Ino, Tenten dan Temari bergegas meninggalkan Hinata seusai membereskan buku-buku mereka yang tadi berserakan diatas meja.
"Ja" Balas Hinata seraya melambai-lambaikan tangan nya.
Kini Hinata sendiri. Suasana menjadi hening. Ia mencoba untuk fokus pada soal matematika dihadapann nya. Tapi kenapa kali ini begitu susah. Nampak nya ia mulai tergoda dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman nya barusan. Dipikir-pikir lagi, Tenten memang benar. Tidak ada salah nya kan mencoba? Toh hal spele seperti ini tak akan membbuat nilai nya anjlok juga.
Perlahan ia bangkit dari tempat duduk nya dan melangkahkan kekinya menuju jendela yang massih terbuka.
Diangkatnya tangan nya dan melakukan hal yang sama seperti teman-teman nya tadi. Menulis inisial nama laki-laki yang disukai nya. Dan sudah pasti, huruf yang terbentuk dari tulisan telunjuk nya itu adalah huruf 'N'.
Hinata tersenyum, senyum yang manis seperti biasa. Hal ini memang konyol baginya. Ia tau hal itu konyol namun ia tetap melakukan nya. Ternyata cinta telah membuat nya bertingkah konyol. Namun ia suka perasaan itu. Walaupun membuatnya nampak konyol.
"Tuan kancing, apa mungkin perasaan ku akan terbalas?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Yeeeeeeeeeey, Chapter 2 Udah update…
Taapi kaya nya chapter 2 nya agak pendek ya. Bener ga?
Dibandingkan yang chapter 1, Hyo nulis nya ampe 11 halaman. Tapi yang ini Cuma 9 halaman. Ah, biarlah yang penting update sebelum ulum. Dan semoga hasil nya gak mengecewakan.
Dan sekarang saat nya kita membalas review!
Eemmm…
Buat Hinata, Eh Hinata?
Kamu ikut nge-review juga ya Hinata-chan? Waaah makasih (peluk-peluk Hinata)
Hinata : "Ke-kenapa aku yang dipeluk padahal itu kan bukan aku"
Kamu kaya SBY aja deh Hinata, pake kata lanjutkan gitu. Xixixi*ditendang*
Buat Mitsu-tsuki : Hai, salam kenal juga. benarkah! :D waaah terimakasih banyak. Ini udah lanjut.
Buat Hosi no Nimarmine : emmm, deskripsi seperti apa ya? *Digiles truk* baik lah akan ini udaa lanjut*badan Hyo gepeng*
Buat airashii-chan desu : Salam kenal juga. \(^o^)/ ya nih dah apdet.
Buat Gyurin Kim : Sama, Hyo juga sukaaaa banget. Pertama nonton langsung jatuh cinta ama pi-shone (apaan sih). Eemmm, soal yang dikelas itu? Sepertinya Hyo ceroboh deh, ada adegan yang kepotong disitu, Hyo juga gatau kenapa. Yaah beginilah kalo jadi Author males ngedit ulang cerita. Gommen, gommen (ngebungkuk2 1000x). Entar rencana nya ada yang Hyo ubah ko, tunggu aja ya. Xixixixi*plak*
Buat Kiriko mahaera : yeeeey, kamu dating lagi di fic Hyo (peluk2*ditendang*). Eh, suka sama ka' Thop nya ya? Kalo Hyo suka semua nya. Sama paman nya Nam juga Hyo suka. Xixixixi*plak*
Em, buat pemeran ka' Thop nya nanti adalah *tiiiiiiiiittttt*(sensor). Karena menurut Hyo lebih cocok. Gatau deh menurut kiriko-chan gimana. Yosh ni dah apdet, makasih pujian nya. Review lagi? *plak*
Buat Ramdhan-Kun : Yeeeey, benarkah bagus? *plak* mkasih dah review ya. Ni dah lanjut.
Yeeeey, selesai sudah. Kayanya abis inii Hyo bakal lama update deh, soal nya Hyo mau focus buat ulum. Doain Hyo ya mina moga aja Hyo bias naik ke kelas duabelas AMIN.
Tapi kalo Ga ada yang review, Hyo ga mau ah update lagi. Karena kalo ga ada yang review berarti fic ini ga ada yang suka kan? Dan itu bikin Hyo patah semangat buat lanjutin nya.
Okelahkalonegeto.
. . .
.
.
.
.
.
.
RnR Please…
