"Kau bodoh." gadis itu berdiri dan mengambil laptopnya. "Aku tidak perlu masuk Host Club untuk mengamatinya. Aku hanya perlu ke sini setiap hari dan menjadi pelanggan tetap kalian."
Kyouya ikut berdiri dan mendekati gadis itu. Namun gadis itu sudah melangkah pergi. Namun saat gadis itu sudah sampai di depan pintu, ia berhenti dan menatap lurus ke arah Kyouya.
"…Kalau aku bergabung…"
Kyouya menatap gadis itu penasaran. Yuu lalu membuka pintu dan melangkah keluar.
"…Usahakan agar aku bisa membaca dengan tenang."
.
Snow Girl
Ouran Highschool Host Club Fanfiction
OHHC is owned by Bisco Hatori
.
Warning : OOC, Typo, GJ.
.
.
Chapter 2 : The Offering
.
.
Yuu menutup pintu di belakangnya perlahan, lalu sambil membawa laptop di tangan kanannya dan buku di tangan satunya ia berjalan ke arah kelas. Jam makan siang sudah hampir berakhir dan tentu saja ia tidak ingin terlambat, walaupun sebenarnya ia tidak terlalu menyukai pelajaran itu.
"Yuko-chan!" seorang gadis yang memakai gaun kuning berlari ke arah Yuu, sembari tersenyum lebar. Sedangkan Yuu hanya menatap gadis itu dengan tatapan datar.
"Kau dari mana saja? Aku mencarimu kemana-mana." ujar gadis itu sambil menggembungkan pipinya kesal. Yuu hanya menunjuk ke arah Ruang Musik.
"Ah, Host Club! Kamu makan siang di sana?" tanyanya antusias. Yuu hanya mengangguk.
"Kau curang! Harusnya kau mengajakku kesana! Aku kan ingin melihat Tamaki-sama~…" gadis berambut strawberry blonde sebahu dan bermata Ruby itu berputar-putar saat menyebut nama King of Host Club itu dengan wajah memerah. Yuu hanya memiringkan kepalanya dan tersenyum datar.
"Aku tidak tahu kalau ada Host Club disana."
"Ah, Sou ka. Seharusnya aku memberitahumu. Kau kan baru kembali dari Singapura!" ujar gadis itu. "Kurasa kamu mau mencari tempat sepi dan pergi ke sana, tapi kamu malah menemukan Host Club!" kata gadis itu lagi. Yuu hanya mengangguk, mengiyakan perkataan sang gadis.
"Kau sudah menemukan Favorite-mu?" tanyanya lagi. Yuu memiringkan kepalanya, tidak mengerti apa yang dimaksud gadis itu.
"Favorite? Nani sore?"
"Favorite itu adalah Host yang paling kamu senangi.." jelas gadis itu.
"Kyou…"
"Kyou?" tanya gadis itu tidak mengerti. "Ara~ Ootori Kyouya, Shadow King? Benar-benar tipemu, Yuko-chan!"
Yuu tidak bereaksi, namun gadis itu tahu bahwa sebenarnya Yuu malu-malu. Terlihat dari bahunya yang sedikit tersentak saat gadis itu menyebut nama pemuda itu, walaupun pipinya tidak mengeluarkan semburat merah sedikitpun.
"Sudahlah, Ichigo. Lebih baik kita ke kelas, karena jam makan siang akan berakhir." Yuu berjalan melewati Ichigo sambil menunduk. Ichigo mengikuti Yuu dengan antusias.
"Jangan malu-malu begitu, Yuko-chan! Aku tau kamu suka sama dia~~.."
"Urusai…."
.
.
Keesokan harinya, saat makan siang..
"Yuko-chan! Ayo kita ke Host Club!" Ichigo menghampiri meja Yuu dengan antusias, saat Yuu sedang merapikan buku-bukunya. Lalu ia mengambil salah satu buku kesukaannya, dan berdiri.
"Kau membawa buku?" tanya Ichigo sembari memperhatikan buku yang dipegang Yuu.
"Dasar-dasar C#? Kau bercanda ya?" tanya gadis itu lagi. "Gadis muda itu seharusnya membaca buku novel romantis, bukan buku seperti ini! C#, aku tidak mengerti!"
"Kau tidak perlu mengerti apa yang kubaca," ujar Yuu datar. Ichigo menggembungkan pipinya kesal.
"Kau jahat, Yuko-chan!" ucap Ichigo. Yuu hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah teman masa kecilnya itu. Terkadang ia iri dengan Hisawa Ichigo, yang bisa tersenyum lebar sebanyak yang ia bisa, marah selagi ia kesal, begitu ekspresif dan begitu enerjik. Sejak kejadian setahun lalu, Yuu tidak bisa tersenyum lagi, atau lebih tepatnya, ia tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun lagi.
"Ayo. Kau bilang kau ingin bertemu Tamaki kan?" tanya Yuu, tidak memerdulikan gerutuan Ichigo. Sambil tersenyum tipis ia berkata, "Kemarin ia menyentuh daguku."
"Huuaa! Yuko-chan…" pekik Ichigo. "Aku iri sekali padamu. Ayo kita kesana sekarang!" ujar Ichigo sambil menarik lengan Yuu.
.
.
Di Ruang Musik…
Yuu membuka pintu ruangan itu dan masuk dengan Ichigo. Di depan pintu Haruhi sudah menyambut dengan senyum.
"Irashaimasen, Oujo-sama!" ujarnya. Senyumnya makin lebar saat melihat Yuu.
"Yuu-chan, konnichiwa!"
"Konichiwa.." Yuu tersenyum tipis. Mata Hazel Haruhi beralih ke Ichigo.
"Temanmu, Yuu-chan?"
"Namaku Hisawa Ichigo, Yoroshiku." Ichigo membungkukkan tubuhnya dan tersenyum manis.
"Fujioka Haruhi, Yoroshiku." Haruhi balas membungkukkan tubuhnya. Yuu lalu melewati Haruhi dan berbisik perlahan dengan nada datar.
"Tolong urus dia, dari tadi ia bergeliat seperti cacing karena ingin bertemu dengan Tamaki."
"Tentu saja." Haruhi lalu mendekati Ichigo. Sementara Yuu berlalu. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis saat melihat Kyouya, dan mendekati pemuda itu.
"Konichiwa." sapa gadis itu datar. Kyouya berbalik dan tersenyum tipis menatap Yuu. Senyuman dingin yang biasa diperlihatkannya ke gadis-gadis yang ada di situ.
"Konichiwa. Silahkan duduk."
Yuu duduk di tempat kesukaannya. Di seberang mejanya, Kyouya duduk sembari menuliskan sesuatu di buku catatannya. Yuu malah sibuk dengan bukunya. Sesekali Kyouya memperhatikan Yuu dari sudut matanya, heran dengan buku yang dipegang gadis itu.
"C#? Itu buku tentang musik?" suara berat Kyouya memecahkan keheningan. Yuu menarik matanya dari halaman yang dibacanya dan menatap Kyouya.
"Bukan."
"Lalu?"
"Ini buku tentang pemrograman, Visual Basic." jawabnya datar. "Sebenarnya percuma kujelaskan, kau tidak akan mengerti."
Kyouya tersenyum dan memperbaiki letak kacamatanya. Ia lalu mengambil buku yang dipegang oleh Yuu dan melihat sekilas isinya. Sedangkan Yuu hanya menatap datar Kyouya yang sedang membolak-balik halaman buku yang belum selesai dibacanya.
"Kau mau mengajariku?"
Yuu memiringkan kepalanya, heran dengan permintaan yang tiba-tiba itu. Kyouya mengangkat buku milik gadis itu dan tersenyum tipis.
"Aku tertarik dengan pemrograman. Maukah kau mengajariku?"
"Kau aneh." ucap gadis itu, sembari berdiri dan mengambil bukunya dari Kyouya. "Kau bukan otaku mesum yang tergila-gila dengan hal semacam ini, bukan?"
"Aku bukan otaku dan aku tidak mesum." jawab Kyouya tersinggung. Yuu tersenyum tipis dan menatap datar Onyx dingin dan kelam itu. Namun ia mengalihkan pandangannya sebelum ia tenggelam di dalamnya dan memperbaiki kacamatanya.
"Tentu saja. Kau terlihat seperti penasihat keuangan klub ini, bukan otaku."
"Dan kau terlihat seperti cowok cantik."
"Terima kasih atas pujiannya." ujar Yuu dingin. "Aku tahu kau memujiku agar aku bergabung dengan Host Club."
"Kau benar-benar bisa tahu semuanya, eh?" Kyouya terkekeh pelan. Ia lalu berdiri dan menatap gadis setinggi 170 cm itu.
"Aku tidak mau berdebat, aku hanya ingin makan karena aku sudah lapar." Yuu pun kembali duduk di bangkunya. Kyouya pun juga duduk di bangkunya dan tersenyum tipis.
"As You Wish, Oujo-sama."
.
.
Setelah makan…
Yuu mengelap bibirnya dengan tisu dan menatap Kyouya yang sedang asyik memperhatikan Haruhi yang melayani pelanggan yang lain. Mata Emerald gadis itu menyipit, namun ia tidak mengatakan apapun. Yang ia lakukan hanya membuka bukunya kembali dan membaca isinya.
"Yuu-kun!"
Yuu menoleh ke asal suara dan mendapati bahwa sekelompok gadis sudah mengerubunginya dan Kyouya. Ia hanya menatap gadis-gadis itu dengan tatapan datar dan bergumam pelan.
"Ya?"
"Kyaa! Yuu-kun menjawab panggilanku!"
"Keren!"
Yuu memperbaiki letak kacamatanya dan menoleh ke arah Kyouya. Namun pemuda itu hanya tertawa kecil.
"Lebih baik kau melayani mereka dulu." ujarnya lalu pergi.
"Melayani?"
Setelah Kyouya pergi, Yuu langsung dikelilingi oleh gadis-gadis yang menatapnya antusias.
"Nee, Yuu-kun.. Bisakah kau tersenyum untuk kami?" tanya salah satu gadis.
"Senyum?" tanya Yuu. Ia mengalihkan pandangannya ke arah buku yang dipegangnya sedari tadi dan tersenyum samar.
"Maafkan aku, tapi aku hanya tersenyum untuk orang yang aku sukai.."
"Kyaaa!"
"Kawaii…"
Ichigo yang sedang asyik mengobrol dengan Tamaki menoleh ke asal suara dan menyadari bahwa Yuu sedang dikelilingi oleh sebagian besar gadis yang ada di situ. Ia tertawa kecil.
"Nee, Tamaki-sama, ternyata Yuko-chan popular di sini ya?" tanya Ichigo antusias.
"Tentu saja, karena ia sangat tampan.." jawab Tamaki. Seakan menyadari sesuatu, ia menatap Ichigo dengan tatapan horror.
"Chan? K..kamu tau dia perempuan?" tuduh Tamaki. Ichigo langsung tersenyum lebar.
"Tentu saja, dia kan temanku sedari kecil." jawabnya. "Dia sangat tomboy, makanya dia selalu memakai pakaian seperti laki-laki."
Haruhi yang kebetulan lewat di dekat mereka langsung berhenti dan menatap mereka heran. Tak hanya Haruhi, semua anggota Host Club langsung berkumpul di sekeliling Ichigo dan menatap gadis itu penasaran. Mereka semua tertarik mendengar cerita gadis itu.
"Tomboy?" tanya Haruhi. "Jadi tak hanya wajahnya…"
"Kau kan teman dekatnya.." Kyouya memperbaiki letak kacamatanya, "Kau bisa membujuknya untuk bergabung dengan Host Club?"
"Eh? Bergabung?" tanya Ichigo heran. "Jadi Host?"
"Tentu saja untuk menjadi Host." ujar Kaoru.
"Memangnya ia disini untuk menjadi Maid?" sambung Hikaru.
Mendengar celetukan Hikaru, semuanya langsung membayangkan jika Yuu memakai seragam maid berwarna putih dengan celemek berwarna pink, di kepalanya terpasang topi maid berwarna putih.
"Irashaimasen, Gotsujin-sama!" ucapnya dengan senyum dan wajah yang bersemu merah.
"Tidak! Dia sama sekali tidak cocok dengan image seperti itu." tolak Ichigo. "Dia tidak bisa menampilkan ekspresi seperti yang kalian bayangkan!"
"Eh? Kenapa?"
"Soalnya setahun lalu—" Ichigo langsung menutup mulutnya, membuat semua yang ada di situ penasaran.
"Setahun lalu?" tanya Kyouya. Ichigo langsung tersenyum manis menatap semuanya.
"Soalnya dia cool sekali seperti Mori-kun. Aku tidak bisa membayangkan ia memakai baju pelayan. Kecuali tahun lalu saat ada lomba cosplay." ujar Ichigo sembari memaksakan senyumnya.
"Takashi memang sangat cool dan jarang menunjukkan emosi." celetuk Honey. "Tapi ia senang menemaniku makan kue!"
"Eh, kau harus menyikat gigimu sehabis makan, Honey-kun!" ujar Ichigo mengingatkan. "Kalau tidak gigimu akan sakit…"
"Aku pernah mengalaminya… Dan aku tidak ingin mengulanginya lagi…" ujar Honey sambil menunjukkan ekspresi sedih.
"Itu sebabnya kau harus berhati-hati, Honey-kun!" jawab Ichigo.
Huah! Hampir saja aku keceplosan! Batin Ichigo sambil menghela nafasnya. Yuu mendekati mereka sembari memperbaiki kacamatanya.
"Tamaki."
"Ah, Yuu…"
"Sebelum kau mendekat, lebih baik kau hilangkan tampang mesummu itu." ujar Yuu dingin sebelum Tamaki sempat mendekat. Membuat pemuda yang dijuluki 'King of Host' itu kembali pundung di pojokan.
"Wah, kata-katanya tajam sekali." komentar Haruhi sembari memandangi gadis bermata Emerald itu. Iris cerah itu lalu beralih ke arah Onyx yang juga tertutup kacamata.
"Kyou, lebih baik kau mengurus pelangganmu itu."
"Biar aku saja yang mengurusnya."
Tamaki yang sudah sembuh dari pundungnya pun menghampiri gadis-gadis yang tadinya mengelilingi Yuu. Kyouya menghela nafas melihat tingkah Tamaki.
"Kenapa ia harus selalu meng-cover pekerjaanmu?" tanya Kyouya.
"Itu pekerjaan dia sendiri. Hal seperti ini bukan urusanku." jawab Yuu dingin. Ia lalu menggandeng tangan Ichigo yang sedari tadi terpaku melihat adegan drama(?) di depannya.
"Yuko-chan, kita mau kemana?" tanya Ichigo panik.
"Jam makan siang akan berakhir. Kau tidak ingin terlambat pada pelajaran selanjutnya kan?" ujar Yuu sembari membuka pintu ruangan musik itu. Terdengar suara berdebam pelan sembari Yuu menutup pintu.
"Gadis yang aneh." komentar Kaoru.
"Kalau aku bilang sih kombinasi yang pas antara Mori-senpai dan Kyouya-senpai." tambah Hikaru.
"Kombinasi eh.." Kacamata Kyouya berkilat. "Kalau begitu aku harus berusaha lebih keras untuk merekrutnya…"
TBC
Hedeh… -_- Maafkan Amel kalo hasilnya jelek ya… Amel lagi gak dalam mood 100% untuk menulis fic, dan malah memaksakan diri untuk melanjutkan ini.. Tapi semoga hasilnya gak bikin kecewa ya.
uUnique : Wah, makasih udah ngereview… Maaf yah kalo telat… :D
Mind to Review?
