AFFAIR

© BluePrince14

Declaimer

The character isn't mine. But Kai is mine! *dibakar*

Cast

Oh Sehun/Kim Jongin/Wu Yifan

Warning!

Alternate Universe, Out of Characters, Shou-Ai.

DON'T LIKE DON'T READ!

.

.

―o0o―

.

.

Jongin melangkah keluar dari gedung dengan lemas, meski begitu ia tak berhenti mengulas senyum. Latihan menari memang melelahkan tapi ia menyukainya. Ia mengambil topi dari tasnya dan memakainya asal sebelum berjongkok untuk membenarkan ikatan sepatunya yang terlepas.

Cuaca akhir-akhir memang panas sekali. Tapi sekalipun sinar matahari tak menyengat seperti sekarang ini, ia pasti masih akan memakai topinya.

"Latihannya sudah selesai?"

Jongin mendongak, tak terlalu terkejut mendapati sosok tinggi berambut pirang berdiri di depannya yang masih dalam pakaian basket. Ia sudah sangat familiar dengan suara berat ini. "Ya," jawab Jongin pendek sambil berdiri. Ia tersenyum lebar. "Sudah selesai pertandingannya?" tanyanya sambil berjalan mendekat.

Sosok itu tampak tak senang. Alisnya naik sebelah. "Itukah yang diucapkan orang yang seharusnya merasa bersalah?" tanyanya.

Mendengarnya Jongin tertawa dan tanpa tendeng aling memeluk sosok yang hanya lebih tinggi beberapa senti darinya itu. "Maafkan aku, Kris-ge..."

Kris hanya mendesah dan balas membalas pelukan itu. Ia ingin marah, tapi selalu tak bisa jika berhadapan dengan Jongin. "Lain kali kau harus menonton pertandinganku, Kai," pintanya yang dengan cepat di angguki Jongin.

Jongin melepas pelukan mereka dan menatap Kris. "Bisa pulang bersama?" tanyanya. Ia memang berencana pulang sekarang, meski sekarang masih terbilang siang. "Aku ingin ice cream," lanjutnya lagi sambil nyengir tanpa ditanya.

"Maaf, Kai...," Kris nampak bersalah saat melihat raut kecewa di wajah Jongin saat mendengar jawabannya. "Aku tidak bisa pulang sekarang. Ada pengarahan dari pelatih setelah ini."

Jongin mengangguk saja tanda mengerti, ia mengulas senyum meski tak selebar sebelumnya. Ia sudah bisa menebak jawaban Kris jauh sebelum ia bertanya. "Aku bisa pulang sendiri," ujarnya sambil mengecup bibir Kris sekilas dan berbalik pegi. "Sampai bertemu besok."

.

.

―o0o―

.

.

"Ayo pergi."

Jongin tersenyum memandang sosok itu dari kejauhan sebelum mengangguk dan berjalan lebih dekat menuju orang yang tengah menunggunya. "Menunggu lama Sehunnie?" tanyanya begitu sampai tepat di depan pemuda berkulit pucat itu.

"Tidak juga," jawab Sehun mengulas senyum tipis yang terlhat menawan.

Untuk sedetik Jongin menatap Sehun. Ia tahu Sehun berbohong saat bilang tidak lama menunggu. Ini bahkan setengah jam lewat dari janji mereka yang seharusnya. Dan melihat wajah Sehun yang dihiasi peluh semakin membuatnya yakin jika Sehun mungkin sudah berdiri di sana sejak setengah jam lalu. Atau bahkan mungkin lebih lama dari itu.

Menunggunya.

"Maaf...," ujar Jongin sambil menunduk.

Sementara Sehun malah tertawa dan mengelus kepala Jongin yang ditutupi topi. "Untuk apa minta maaf? Kau tidak salah, Kai...,"

Ia menyodorkan helm ke arah Jongin yang langsung menerimanya."Langsung pulang?" tanya Sehun.

Jongin terdiam sebentar setelah memakai helmnya. Sebenarnya ia malu mengatakannya tapi... "Aku ingin ice cream..."

Sehun terkekeh. "Kalau begitu kita beli sekarang."

.

.

―o0o―

.

.

Jongin sampai di rumah. Tak henti-hentinya tesenyum mengingat acara jalan-jalannya bersama dengan Sehun seharian tadi. Di tangannya kini ia memegang foto dirinya dan Sehun yang mereka ambil tadi. Matanya tertuju pada foto di mana Sehun mencium pipinya.

Ia tersenyum sambil terus berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Ia tak menyangka akan sampai selarut ini. Memang tadi setelah berkunjung ke toko ice cream, ia dan Sehun malah melanjutkan jalan-jalan. Menonton film. Bermain di game center.

Rasanya sungguh menyenangkan…

Jongin bahkan lupa kapan ia tersenyum selebar tadi.

Tapi sayangnya rasa senangnya tak bertahan lama. Apalagi saat ia mendengar ucapan salah satu noonanya saat sebelum naik ke lantai atas;

"Darimana, Kai? Tadi Kris ke sini, ia mencarimu tapi kau belum pulang. Ia pergi setelah menitipkan ice cream yang sekarang ada di lemari es. Ia bilang kau sedang ingin ice cream."

Membuat Jongin benar-benar merasa bersalah.

"Apa yang aku lakukan?" gumam Jongin sambil menghempaskan tubuhnya di kasur setelah menganti pakaian dengan piyama setelah membersihkan diri. Ia semakin merasa bersalah saat melihat berapa banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Kris.

Ia terlalu sibuk dengan Sehun sehingga melupakan Kris seharian ini.

Jongin tahu, ia telah membuat suatu kesalahan besar dengan menerima Sehun, di saat ia sudah punya Kris. Tapi ia tak bisa mengelak dari perasaannya.

Seandainya Sehun mengucapkannya lebih cepat semuanya takkan begini. Jujur, Jongin sudah menyukai Sehun sejak mereka sekelas di kelas dua. Tapi ia harus rela melupakan perasaannya itu akibat ia merasa sikap Sehun yang selalu dingin dan dirinya yang canggung saat berada di sekitar Sehun. Ia bahkan sama sekali tak menyangka dan tak bisa percaya jika Sehun juga menyukainya sebelum ia melihat koleksi fotonya yang Sehun ambil secara diam-diam.

Tapi ceritanya lain. Ia menerima Kris dan tak bisa memungkiri ia juga menyukai Kris sekarang. Kris… orang yang telah menemaninya sejak dua bulan ini.

Semua masalah ini membuat kepalanya berdenyut. Terbebani oleh rasa bersalah.

Jongin tahu; Dia begitu egois...

Dan ia begitu membenci dirinya sendiri kini.

Kris dan Sehun.

―Pacar dan selingkuhannya.

Ia tak bisa memilih salah satu dari mereka berdua.

"Hhhh…," Jongin menghela nafas berat sebelum menutup matanya mencoba tidur. Setelah terlebih dahulu membaca dua pesan masuk berisi hal yang sama namun dari orang berbeda malam itu.

[Have a nice dream. Love you.]

.

.

.

.

Pertanyaannya; Bagaimana bisa ia bermimpi indah?

[ END ]

.

Masih berlajut tapi dikasih 'END' buat amannya haha

OhKai, Review fic abals bin tak jelas ini pwis? ^^