Hai semua.

Lama gak ketemu. Author kanggeennnn….*ditendang pembaca*

Makasih ya, uda baca and nge-review.

Nih, chappie 2.


Disclaimer : Saint seiya bukan punya saya.


Deathmask dan Jin Poci.

Deathmask menemukan Pocinya si Jin Poci. Tanpa ba bi bu, dia pun langsung membukanya. Seperti yang pembaca ketahui (sok), keluarlah si Jin tercinta.

"siapa neh?", tanya Deathmask heran. (biasa lah)

"Aku adalah Jin" jawab Jin Poci

"Jin? Apa itu? Sejenis makanan ringankah?" tanya Deathmask lagi

"bukan" jawab Jin

"Sejenis kare kambing?"tanya Deathmask lagi

"bukan" jawab Jin lagi

"jadi apa dong?" tanya Deathmask gak sabaran

"Jin adalah makhluk yang paling keren sedunia." Jawab Jin (sok) keren

"masa? Kayaknya yang paling keren adalah AKU" Deathmask (sok) pede

"bukan. AKU" jin gak mau kalah

"AKU lah" Deathmask juga gak mau kalah

"Aku" Jin mulai emosi

"Aku" Deathmask juga emosi

"Author" (hei, siapa tuh?)

Loh? Kok jadi gini sih? Mana ceritanya?

Oke para pembaca. Kita loncat saja tulisan aneh diatas

Jin pun memulai motto paling kerennya.

"Nah, sehubungan kamu sudah membuka poci kesayanganku, aku akan mengabulkan satu permintaanmu"

"permintaan yah? Aku mau minta apa ya?"

Deathmask mulai berpikir.

"terserah. Cepat minta" kata Jin

" Bentar ya, aku mau mikir dulu" jawab Deathmask

"Kok pake mikir segala sih?" Jin sudah gak sabar

"iyalah. Habis Cuma boleh minta satu sih" jawab Deathmask

"cepat ya" kata jin kesal

Satu jam kemudian…. (masi mikir)

" apa ya?"

Tiga jam kemudian….(maaassiii mikir)

"mau minta apa ya?"

Lima jam kemudian…(belon siap mikir)

"kok aku gak tau mau minta apa?"

Sudah hampir sepuluh jam Deathmask berpikir. Dan masalahnya, Jin sudah hampir membusuk di sana.

"Woi, cepat dong. Mau atau gak sih?" Jin mengamuk

"Bentar lah" Deathmask malah minta kesabaran si Jin.

"Aku pamit nih" Jin sudah pasang pose mau keluar dari istana Cancer

Tiba-tiba, terlintas sesuatu di pikiran Deathmask.

"Bentar dulu, bro. Aku sudah tau mau minta apa." Kata Deathmask

"benarkah?" Jawab Jin dengan air mata berlinang

"iya" Deathmask tak kalah terharunya

"apa?" Jin sudah tak sabar

"bentar dulu" Deathmask semakin terharu

Gubraaak…

Jin melihat Deathmask tiba-tiba tersenyum sinis. Sepertinya memandang kepalanya yang mirip alien itu, kadang-kadang melihat badannya yang langsing, Yang paling parah kakinya yang memang kayak gurita.

Berhubung Jin uda gak sabar, dia mencoba memakai ilmu baca pikiran warisan keluarganya yang turun-temurun.

Hea… ilmu baca pikiran Jin. Para pembaca juga boleh mencobanya. Caranya, pelototi orang tersebut, miringkan kepala terus melamun, dan bilang "Aku mau makan kamu" *author gila*

Ternyata, yang dibacanya adalah berikut ini.

"kepalanya kok lain ya? Direbus kayaknya enak tuh. Atau dipajang aja ya?"

"badannya kayaknya cocok sama Dino-chan ku deh"

"kakinya booo… dipanggang aja ya. Aku yakin bakal enak, apalagi dimasak sama jengkol dan pete, di-semur pasti enak".

" HUAHAHAHAHHAHA…"

"OMG" teriak Jin dalam hati

"saya mau dibunuh" Teriak Jin dalam hati juga

" OH NOOOO" Teriak Jin dalam hati lagi

Terbaca pula yang berikut ini dari pikiran Deathmask

" pertama-tama Jin dipotong, lalu di masukkan ke dalam air mendidih. Lalu, diangkat dan dikeringkan. Kemudian diolesi sedikit mentega dan digoreng dengan minyak lampu, bawang putih, pete dan selesai, masukkan kedalam cerobong asap dan pindah kedalam oven. Setelah 1jam langsung campak keluar."

Taaarrraaa

Jadilah ongol-ongol Jin

"aku harus keluar dari sini" teriak Jin dalam hati

" BTW, lewat mana ya?" Teriak Jin panik dalam hati juga

Jin pun seketika melihat sebuah jendela yang agak terbuka di belakang Deathmask yang sedang senyum-senyum sendiri keasyikan mikirin ongol-ongol.

Tiiit… Tiiit… Tiiit…. Hape Deathmask berbunyi

"Halo, Non. Ada apa?"

"Sekarang ya?"

"Oke deh. Aku pergi sekarang"

"See you Kanon"

Dengan berat hati, Deathmask pun berkata kepada Jin.

"Jin, aku disuru temani dia main masak-masakan nih. Nanti aku balik lagi. Tunggu ya"

Deathmask pun pergi.

" HORE… Aku selamat dari panggangan." Teriak Jin di istana Cancer.

"Saatnya lari"

"HUAHAHHAHAHAA"

Dalam hitungan 0,000000001 detik, Jin pun langsung kabur.

Beberapa saat kemudian, Deathmask kembali,

"Jin, kemana sih?"

"padahal uda bela-belain bawa gergaji pun"


Sekian dan Terima Kasih. Bersambung ke chappie berikutnya.

Review please