The Hidden Love

.

Super Junior Ffn

.

Author, Cho Hyunsung

.

WARNING!

GS, TYPO, OOC, dan gangguan penyakit lainnya.

.

Cerita ini hanyalah fiksi semata, kesamaan tempat dan tokoh memang disengaja, tapi kalau jalan cerita ini murni milik AUTHOR!

.

Tiga hari kemudian..

"Kyu.. Bahkan hari ini adalah hari ketiga aku masuk sekolah tanpa dirimu. Aku sedih melihat kau seperti ini terus tanpa ada sedikitpun perkembangan yang kau tunjukan pada kami semua. Apa kau benar-benar betah hidup seperti ini?"

"Ya, Lee Donghae! Jangan terus-terusan mengomeli Kyuhyun! Sebaiknya kau pergi saja ke sekolah sebelum kau terkena hukuman lagi."

"Baiklah, Eomma. Aku akan segera pergi ke sekolah. Bye, Kyu. Awas saja kalau aku pulang nanti kau belum juga sadarkan diri!"

SREKK..

"Kau akan tamat ditanganku!"

GLUKK..

Tiba-tiba saja, tenggorokan Kyuhyun terasa kering setelah melihat Donghae yang berpura-pura memotong lehernya dengan menggunakan telunjuk tangan kanannya sendiri.

"Cih, apa maunya anak ini? Dia pikir, aku mau apa hidup seperti ini terus. Benar-benar sangat membosankan!" omel Kyuhyun sambil menatap Donghae sengit.

MUACCHH..

"Aku pergi dulu, Eomma!"

Setelah mencium kening Eommanya, Donghae segera berlari keluar dari rumah sakit lalu berjalan menuju halte bus untuk menunggu bus yang nantinya akan mengantarkannya ke sekolah.

"Sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi.. apa ya?" monolog Kyuhyun sambil celingukan.

"Eomma, Donghae sudah pergi ke sekolah?"

"Ne, Donghwa. Kau pergi makan saja dulu. Setelah itu, tolong antarkan bingkisan ini ke alamat ini."

Donghwa, kakak kandung Donghae segera mengambil bingkisan yang diberikan Eommanya. Kemudian, ia membaca alamat yang diberikan Eommanya lewat secarik kertas.

"Perumahan Bukhan Pyeongchang, nomor tiga? Bukankah ini rumah Kyuhyun yang asli, Eomma?"

"Benar. Itu memang alamat rumah Kyuhyun yang sebenarnya."

"Untuk apa Eomma memberikan bingkisan ini?"

"Sudahlah, nanti kau juga akan tahu sendiri."

Sambil menggaruk tengkuknya bingung, akhirnya Donghwa menyetujui permintaan sang Eomma. Kyuhyun yang masih berada diruang rawat tersebut terlihat bingung dengan tujuan Eomma Donghae yang ingin memberikan bingkisan yang berupa makanan itu menuju rumahnya.

"Ada apa dengan Eomma Lee? Kenapa makanan ini akan dikirimkan ke rumahku? Akh, molla. Bukan urusanku!"

Kyuhyun sedikit merasa kesal saat ia kembali mengingat tempat tinggalnya yang dulu. Saat begitu membayangkannya saja, ingatan Kyuhyun sudah kembali berputar seperti film rusak.

"Apapun yang terjadi, aku belum siap kembali ke rumah itu lagi!"

….

Kyuhyun sedang berjalan menuju halte bus dimana Donghae masih berdiri disana untuk menunggu datangnya bus. Tepat Kyuhyun sampai ditempat itu, bus pun datang dan Donghae berserta beberapa orang lainnya segera memasuki bus tersebut.

"Hey, bocah! Mau sampai kapan kau berkeliaran seperti ini terus? Kau memang tidak berniat untuk kembali ke jasadmu lagi yaa?!" cerca Jungso sambil menatap Kyuhyun sinis.

Kyuhyun pun mengurungkan niatnya untuk menaiki bus yang telah membawa Donghae pergi dari halte bus. Keduanya saling melempar pandangan. Kyuhyun mengajak Jungso untuk duduk terlebih dahulu dikursi halte, namun Jungso menolaknya mentah-mentah.

"Kita bisa bicarakan ini ditaman kota." Titah Jungso semena-mena.

"Kenapa harus memilih tempat sejauh itu? Kenapa tidak disini saja?"

"Cerewet! Laksanakan saja apa yang aku katakan padamu!"

ZEPP..

Jungso pun menghilang. Kyuhyun berlagak ingin mencekik leher Si Jungso yang telah pergi meninggalkannya sendirian dikursi halte.

"Err.. dasar makhluk banyak maunya!" geram Kyuhyun sambil mengeratkan gigi-giginya.

….

"Perumahan Bukhan Pyeongchang, nomor tiga. Yang ini kan rumahnya?"

Donghwa terlihat sedang celingukan didepan sebuah rumah mewah untuk memastikan apakah benar rumah mewah itu benar milik orang tua Kyuhyun atau bukan.

"Ah, benar ini alamatnya. Waahh.. Daebak! Rumah Kyuhyun tampak seperti istana. Tapi, anak itu terlihat tidak betah tinggal dirumah sebagus ini. Apa benar, rumah sebagus ini bersuasana seperti dineraka seperti yang Kyuhyun katakan padaku dan juga Donghae selama ini?"

Donghwa mengendikan bahunya lalu ia memberanikan diri untuk bertanya pada seorang penjaga yang kebetulan lewat disekitaran pagar rumah Kyuhyun.

"Ahjusshi!"

"Ye? Ada yang bisa saya bantu?"

"Begini, apa benar rumah ini adalah rumah Cho Kyuhyun?"

"Ya benar. Tapi, kabar yang saya dengar Tuan Muda sedang dirawat dirumah sakit."

"Ah, kalau mengenai hal itu saya juga mengetahuinya. Saya datang kemari karna hanya ingin mengantarkan bingkisan dari Eomma saya untuk orang tua Kyuhyun. Apakah mereka sedang berada dirumah?"

"Kebetulan hanya ada Nyonya Cho dirumah. Mari masuk. Saya akan antarkan anda ke dalam."

"Ne, gomawo Ahjusshi."

….

DUGH..

DUGH..

Kyuhyun terlihat sibuk menyusuri jalan sambil menendangi batu-batu kecil yang ditemuinya dijalan. Masih ada beberapa meter lagi, jarak yang harus ditempuhnya agar ia bisa segera sampai ditaman kota.

"Makhluk itu lebih senang melihatku menderita rupanya!" sengit Kyuhyun saat melihat Jungso yang tengah duduk dikursi taman.

"Kenapa lama sekali? Aku hampir lumutan menunggumu disini."

Kyuhyun tidak menghiraukan protesan yang keluar dari mulut Jungso, ia lebih memilih untuk duduk disamping Jungso.

"Apa yang ingin kau katakan padaku?"

"Apa kau masih ingin kembali pada jasadmu sendiri?"

"Sepertinya begitu." Jawab Kyuhyun setengah melamun.

"Kenapa kau tampak ragu melakukan saran yang aku berikan padamu tempo hari itu?"

"Aku hanya merasa tidak yakin dengan diriku sendiri. Tujuanku ingin melakukan semua ini karna semata-mata aku menyayangi Donghae Hyung dan keluarganya. Jika tidak ada mereka, mungkin aku lebih memilih berpisah dengan jasadku selamanya." Jawab Kyuhyun sambil memandangi sepatu yang dikenakannya.

Jungso merasa iba mendengar jawaban Kyuhyun yang terdengar miris. Diumurnya yang sangat muda, Kyuhyun hanya ingin memikirkan kebahagiaan keluarga yang selama ini menerimanya dengan senang hati, tidak seperti keluarganya sendiri. Begitu gersang dan sunyi.

"Aku mengerti perasaanmu. Tapi.. bukankah kedua orang tuamu sudah menyesali perbuatan mereka selama ini padamu? Apa itu masih kurang?"

"Apa benar, orang yang merasa menyesal kemudian hanya datang menjenguk anaknya satu kali saja? Apakah itu bentuk penyesalan mereka terhadap perbuatan yang mereka lakukan padaku?"

Kedua mata Kyuhyun sudah mulai berlinangan air mata. Namun, namja itu masih saja menahannya di kedua pelupuk matanya. Ia tidak ingin menangis didepan siapapun sebelum semua orang tahu bahwa betapa rapuhnya dirinya selama ini.

"Aku tahu kau adalah anak yang baik. Kau tahu sendirikan, melepaskan kesenangan yang merupakan hobimu itu sendiri sangat sulit, bukan? Begitu juga dengan kedua orang tuamu. Kau hanya perlu sedikit lebih bersabar. Setelah kau kembali nanti, tidak hanya Donghae dan keluarganya saja yang harus kau bahagiakan. Bagaimanapun juga, kau harus membahagiakan kedua orang tuamu dan.. apa benar, diusiamu yang terbilang sangat muda ini tidak ingin mencari pasangan hidup?"

Kedua mata Kyuhyun terlihat tinggal segaris -_-

"Sebenarnya kau ini makhluk yang seperti apa?"

"Apa maksudmu bertanya seperti itu padaku?" tanya Jungso dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

"Tidak apa. Hanya penasaran saja. Kalau begitu, aku harus memulainya dari mana?"

"Apanya yang dari mana?"

"Ish! Mencari yeoja itu! Aku harus memulainya dari mana?! Lama berdekatan denganmu, urat-uratku bisa putus semua!"

"Kaunya saja yang terlalu emosian!"

"Bukan seperti itu maksudku. Tapi, kau sendirikan tahu kalau waktu ku itu tidak banyak?"

"Baiklah. Sebaiknya, kita hentikan saja perdebatan konyol ini."

"Hmm, baiklah kalau begitu.."

"Permisih, bisakah kau tolong tunjukan jalan menuju mini market yang berada disekitaran sini?"

"Dari sini kau bisa berjalan lurus, kemudian ada perempatan jalan kau bisa mengambil sisi kiri jalan. Disana, kau akan menemukan mini market yang buka selama duapuluhempat jam."

"Ye, gomawo." Yeoja itu membungkukan sedikit tubuhnya. Namun, Kyuhyun hanya tersenyum tipis sebagai balasannya.

Setelah yeoja itu pergi, Kyuhyun kembali menundukan wajahnya. Jungso pun sempat terperangah dengan respon datar Kyuhyun terhadap yeoja imut tadi yang sekarang sudah berlalu menjauhi tempat duduk mereka.

"Ada apa denganmu?"

"Sekarang, hal apa lagi yang ingin kau permasalahkan denganku, hah?!" geram Kyuhyun sambil melirik sinis Jungso.

"Bodoh! Yeoja itu bisa melihatmu, bukan? Apa kau tidak menyadarinya juga?"

"Oh! Kau benar! Aku akan segera pergi menyusulnya!"

Kyuhyun segera berlari menyusul yeoja itu sampai ke sebuah mini market yang tadi ditujukannya untuk yeoja tadi yang bertanya dengannya. Dia segera memasuki mini market tersebut dan mencari keberadaan yeoja itu. Kyuhyun tersenyum lebar saat ia kembali bertemu dengan yeoja imut itu lagi.

"Kau? Sedang apa disini?"

Yeoja itu terlihat terkejut saat melihat Kyuhyun yang berlari kearahnya. Sebelum menjawab pertanyaan yeoja itu, Kyuhyun terlebih dahulu mengatur kembali nafasnya yang terputus-putus akibat mengejar yeoja itu sambil berlari.

"Eung, aku pikir tadi kau tersesat, maka dari itu aku berlari untuk menyusulmu."

Yeoja itu tersenyum manis memperlihatkan gigi-gigi kelincinya yang tersusun rapi dan pada saat itu pula, Kyuhyun merasakan waktu terhenti dengan sendirinya, nyanyian ballad menyentuh hati segera mengaum lembut ditelinganya, bahkan ribuan kelopak bunga mawar jatuh menghujani dirinya.

"Kenapa wajahmu berubah jadi aneh seperti itu?"

ERROR..

Kaset ballad pun rusak. Kyuhyun Si penikmat khayalan pun kembali ke alam nyata.

"Ah? Aduh.. begini. Emm.. Ish.. Oh ya, aku Cho Kyuhyun. Kau?" gagap Kyuhyun salah tingkah.

"Lee Sungmin imnida. Senang bertemu denganmu Cho Kyuhyun."

Senyum itupun kembali membius Kyuhyun.

"Aku juga senang. Sangat senang malahan!"

"Ye?"

….

"Permisih Nyonya. Ada seorang namja yang datang kemari untuk mencari anda.."

"Namja?"

"Ye, Nyonya."

"Ya, biarkan dia masuk."

"Baik, Nyonya."

Tidak lama kemudian, Donghwa masuk kedalam ruang kerja Mrs. Cho yang terlihat elegan dan juga banyak dipenuhi beberapa kain serta beberapa jenis manekin.

"Annyeonghaseo.."

Mrs. Cho menolehkan kepalanya kebelakang dan pada saat itulah ia melihat Donghwa yang sedang membungkukan sedikit tubuhnya sembari tersenyum. Mrs. Cho segera menyudahi lilitan kain putih untuk sebuah gaun pernikahan ditubuh manekinnya. Ia segera membalas senyuman Donghwa yang masih berdiri diambang pintu ruang kerjanya.

"Maaf karna saya datang kemari dan mengganggu pekerjaan anda."

"Tidak apa. Saya hanya sedang iseng membuat satu buah gaun. Kita bisa bicara diluar saja. Mari.."

Donghwa terlihat mengekor dibelakang tubuh ramping Mrs. Cho yang berjalan menuju halaman belakang rumahnya. Disana, terdapat empat buah kursi besi dan satu buah meja besi yang sama-sama berwarna putih susu, tepat didepannya ada sebuah kolam renang yang cukup luas dengan beberapa ornament yang semakin menambah klasiknya rumah pasangan Mr dan Mrs. Cho ini.

"Maaf, sepertinya saya belum pernah bertemu denganmu. Apa kau mengenali saya sebelumnya?"

"Aniyeo. Saya Lee Donghwa kakak kandung Lee Donghae teman dekat Cho Kyuhyun, anak anda."

"Oh? Senang bertemu denganmu. Hal apa yang membuatmu datang kemari?"

"Eomma saya menitipkan bingkisan ini untuk anda dan juga untuk Mr. Cho. Eomma saya sangat senang sekali saat mendengar anda datang ke rumah sakit untuk menjenguk Kyuhyun. Selama ini, kami hanya tahu tentang hubungan ketidak harmonisan anda dan juga Mr. Cho. Tapi setelah kami pikir-pikir, itu semua bukan urusan kami."

"Ah~ Tolong katakan pada Eommamu kalau saya sangat berterimakasih karna Eomma mu sudah mau bersusah payah memberikan bingkisan ini pada kami."

"Ya, saya akan menyampaikannya pada Eomma saya."

"Maaf Nyonya, ini minumannya."

"Ya, terimakasih."

Maid itupun segera pergi setelah memberikan dua cangkir teh untuk Eomma Kyuhyun dan juga untuk Donghwa. Eomma Kyuhyun segera meminumnya lalu kemudian mengambil posisi duduk senyaman mungkin agar ia bisa mengobrol lebih banyak dengan Donghwa.

"Saya sudah mendengar banyak mengenai kehidupan Kyuhyun selama satu tahun belakangan ini dari Donghae. Jujur saja, saya sangat sedih mendengarnya. Eomma mu, Donghae, dan juga kau sudah sangat banyak sekali membantu Kyuhyun dalam menjalani kehidupannya sendiri. Saya sebagai orang tuanya sendiri merasa cukup malu dengan ketidak harmonisan keluarga kami. Dari kehidupan kalian, saya bisa melihat dengan jelas, bahwa keharmonisan sebuah keluarga tidak bisa diukur hanya dengan materi saja."

Donghwa tersenyum dalam hati. Setidaknya pernyataan Eomma Kyuhyun adalah sebuah titik terang untuk kehidupan kelam yang selama ini menemani perjalanan seorang namja bernama Cho Kyuhyun itu.

"Saya mengerti Ahjumma. Kedua orang tua saya juga sudah tidak utuh lagi karna Appa saya sudah lama meninggal dunia. Eomma selalu mengajarkan pada kami untuk tidak menangis saat kami kehilangan Appa. Tapi saya dan Donghae tidak bisa melakukannya. Tapi ketika kami melihat Kyuhyun, kami semua bisa melihat betapa kuatnya seorang Kyuhyun yang ternyata diam-diam berjiwa rapuh."

Mrs. Cho segera menghapus air matanya, namun air matanya itu tetap saja turun tanpa bisa ia kendalikan. Ia begitu sedih mendengar betapa sakitnya kehidupan anaknya selama ini, sementara ia hanya sibuk dengan pekerjaannya tanpa sedikitpun memikirkan keadaan Kyuhyun yang terkadang merasa kesepian walaupun ia sudah biasa hidup dalam kesunyian.

"Saya merasa tidak pantas untuk datang kerumah sakit hanya untuk sekedar menjenguknya. Kyuhyun pasti tidak akan suka kalau tahu saya dan suami saya berada disana sekalipun hanya untuk menjenguknya. Kyuhyun sudah terlalu lama hidup dalam penjara yang selama ini kami buatkan untuknya. Lee Donghwa~ Apakah besok kau bisa membawa Eomma mu datang kemari? Banyak sekali hal yang ingin saya pelajari darinya."

"Ye, Ahjumma. Besok saya akan datang kemari bersama Eomma!"

….

Setelah membayar belanjaannya, Sungmin dan Kyuhyun segera keluar dari mini market tersebut. Sebenarnya, Kyuhyun ingin sekali menolong Sungmin untuk membawakan barang belanjaannya, namun Kyuhyun kembali teringat kalau dirinya hanyalah seorang roh yang terpisah dari jasadnya, sehingga ia tidak bisa menolong Sungmin seperti apa yang diinginkannya.

"Kenapa kau mengikutiku terus?"

"Ya? Ah, jujur saja aku tidak tahu harus berjalan kemana lagi."

"Memangnya kau tinggal dimana?"

"Seoul."

"Aku juga tahu kalau kau itu tinggal di Seoul. Maksudku kau tinggal di daerah mana?"

"Bukhan Pyeongchang." Jawab Kyuhyun singkat.

"Bukankah itu salah satu perumahan mewah yang ada diSeoul?"

"Bisa jadi." lagi-lagi jawaban Kyuhyun terdengar singkat dan cuek.

"Lalu, kenapa kau tidak kembali saja ke rumahmu?"

"Kenapa tadi kau bertanya soal letak mini market yang ada didaerah sini? Memangnya kau baru saja pindah ke Seoul?"

Kyuhyun segera mengalihkan pembicaraan Sungmin dengan bertanya balik pada yeoja berwajah imut itu.

"Ne, aku baru saja pindah dari Anyang kemari. Eommaku menikah lagi, makanya aku mumutuskan untuk pindah kemari karna jujur saja aku suka merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang baru dirumahku sendiri."

"Begitu?"

"Kau mau berkunjung kerumahku?"

"Apa boleh seperti itu?"

"Terserah kau saja. Itupun kalau kau juga mau."

"Tentu saja aku mau! Kajja!"

Kyuhyun segera menarik tangan Sungmin untuk berjalan lebih cepat menuju rumahnya. Namun, Sungmin malah menghempaskan tangannya dan seketika belanjaan yang baru dibelinya tadi jatuh membentur aspal.

"Oh? Maaf karna aku terlalu lancang memegang tanganmu. Sekali lagi, maafkan aku." Sesal Kyuhyun.

"Aniyeo, gwaenchana. Aku hanya terkejut saat tanganmu menyentuh tanganku. Tanganmu terasa sangat dingin sekali. Apa kau sakit? Wajahmu juga terlihat sangat pucat sekali."

"Tidak, aku baik-baik saja. Tanganku memang suka dingin seperti ini." bela Kyuhyun yang hampir saja putus asa kalau Sungmin segera mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.

"Oh, kalau begitu kajja. Kau bisa menggenggam tanganku, siapa tahu saja tanganmu itu bisa kembali hangat."

"Dengan senang hati."

Kyuhyun segera menyambut uluran tangan Sungmin, kemudian memasukannya kedalam saku mantel yang dikenakannya. Beberapa pasang mata yang memerhatikan tingkah laku Sungmin terlihat terperangah saat menyadari kalau yeoja itu berbicara sendiri dan juga seperti sedang bergandengan tangan dengan seseorang.

….

Sebuah rumah kayu bergaya klasik dan bercat coklat tua terlihat sangat nyaman untuk menjadi sebuah hunian. Sungmin menghentikan langkahnya tepat didepan pagar besi berwarna hitam setinggi dadanya. Ia segera membuka pintu pagar tersebut lalu menyuruh Kyuhyun untuk masuk kedalam perkarangan rumahnya.

Kyuhyun tampak terkesima dengan perkarangan rumah Sungmin yang ternyata begitu hijau dan rapi. Kyuhyun juga merasa takjub dengan rumah klasik yang berdiri dihadapannya saat ini.

"Ini rumahmu?"

"Iya, ini rumahku."

"Indah sekali." Puji Kyuhyun sambil memerhatikan perkarangan rumah Sungmin.

"Gomawo. Silahkan masuk." Kata Sungmin setelah membuka pintu rumahnya. Tanpa disuruh dua kali, Kyuhyun pun segera memasuki rumah Sungmin sambil tersenyum-senyum sendiri.

"Kau bisa duduk disini dulu, aku akan membuatkan kau minuman. Kau mau minum apa?"

"Terserah kau saja."

"Baiklah. Tunggu sebentar."

Sungmin pun segera berlalu menuju dapur rumahnya untuk sekedar membuatkan Kyuhyun minuman.

"Ommona! Kau membuatku terkejut, bodoh!"

"Ya! Kenapa kau selalu saja mengataiku bodoh, hah?! Bagaimanapun juga kan aku lebih tua darimu!"

"Baiklah. Untuk apa kau datang kemari?"

"Setelah aku perhatikan, ternyata kau pintar juga mengambil hati seorang yeoja."

"Rupanya kau belum tahu siapa Cho Kyuhyun yang sebenarnya~" jawab Kyuhyun bangga.

"Hah, dia mulai lagi."

"Apa kau bilang?"

"Aniyeo hanya saja kau harus sedikit lebih berhati-hati lagi. Bagaimana pun juga, kau harus bisa membuat yeoja itu menangis hanya karna dirimu saja."

"Tapi, bagaimana kalau dia sampai tahu siapa aku yang sebenarnya?"

"Kalau begitu, kau harus segera cari cara agar dia bisa menerimamu apa adanya."

"Terdengar semakin menyulitkan."

"Hah~ jangan cepat putus asa seperti itu, Kyu. Kau harus buktikan perkataanmu itu kalau kau ingin kembali ke jasadmu lagi untuk membahagiakan Donghae berserta keluarganya."

"Baiklah. Aku akan mencobanya. Tapi.."

"Tapi apa lagi?"

"Sungmin sedang membuatkanku minuman. Apa aku bisa meminumnya?"

"Sebenarnya dari dulu juga bisa. Tapi kaunya saja yang terlalu takut untuk mencobanya."

"Err.. lagi-lagi kau menipuku!"

"Apa yang kau katakan itu tidak benar! Lagi pula selama ini kau tidak pernah menanyakan hal ini terlebih dahulu padaku."

"Tenggorokan dan perutku terasa sangat hampa sekali. Maka dari itu aku berpikir kalau aku tidak bisa makan dan minum. Lagi pula aku juga tidak merasakan lapar dan haus."

"Terang saja begitu. Kau kan bukan manusia asli. Jadi bukan sesuatu hal yang aneh lagi kalau kau merasakan hal yang seperti itu."

"Begitu ya~ Oh! Sungmin datang, cepat pergi!"

Jungso pun menghilang begitu saja setelah memberikan senyuman terbaiknya pada Kyuhyun yang malah membalasnya dengan tersenyum sinis. Sungmin datang keruang tamu sambil membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa kue kering yang ditatanya diatas piring.

"Aku tidak tahu pasti apa kesukaanmu. Karna aku menyukai Latte, maka dari itu aku membuatkannya satu untukmu."

"Ya, aku juga menyukai latte."

"Oh syukurlah."

"Gomawo."

"Cheon~"

Kyuhyun mengambil gelas mug yang diberikan oleh Sungmin padanya, kemudian ia meneguk cairan berwarna kecoklatan itu dengan perlahan. Manik mata Kyuhyun kembali menatap wajah Sungmin yang manis.

Rambut kecoklatannya yang panjang sebahu, gigi-giginya yang tersusun rapi dan seperti gigi kelinci, kulitnya yang putih mulus, matanya yang imut, pipinya yang chubby, bibirnya yang menggoda iman...

"Baiklah, sekarang apa lagi? Apakah aku akan jatuh cinta dengannya? Emm… aku rasa akan seperti itu jadinya!" cerca Kyuhyun dalam hati.

"Emm, kau tinggal sendirian dirumah ini?"

"Ya, aku tinggal sendirian. Kalau kau sendiri bagaimana?"

"Ah, bagaimana mengatakannya ya?" gumam Kyuhyun yang sayangnya terdengar sampai ke telinga Sungmin.

"Apa kau ada masalah dengan keluargamu? Aku rasa kita seumuran. Jadi, aku pasti bisa memahami perasaanmu."

"Benarkah seperti itu?"

Kyuhyun tampak ragu untuk menceritakan kisah kehidupannya yang terlalu berbelit dan sangat membebani hidupnya selama ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ini satu-satunya jalan agar Sungmin mau menerima kehadirannya dirumahnya ini.

"Aku memang tinggal dikawasan perumahan Bukhan Pyeongchang, tapi setahun yang lalu aku pindah ke Kui-dong untuk memisahkan diri dari orang tuaku yang tinggal di Bukhan Pyeongchang. Keluargaku sedikit tidak harmonis, karna kedua orang tuaku yang sibuk bekerja sehingga mereka tidak mempunyai banyak waktu untukku. Maka dari itu, aku memutuskan untuk hidup sendiri."

"Ya, terkadang sikap orang tua juga bisa membuat anak-anaknya menjadi anak yang pembangkang. Seharusnya para orang tua juga bisa lebih menyadari itu semua."

Kyuhyun kembali meminum latte buatan Sungmin. Cairan berwarna kecoklatan itupun masuk kedalam kerongkongannya lalu bermuara didalam perutnya. Manis dan rasa pahit khas coffe bercampur menjadi satu didalam mulutnya, rasa itu hampir sama dengan jalan hidupnya yang sekarang. Namun, Kyuhyun berharap kehidupnya akan segera berubah rasa menjadi bubble milk tea yang dulu biasa diminumnya bersama Donghae setiap pulang sekolah.

….

"Eomma~"

"Kau sudah pulang sekolah, Hae?"

"Ne. Dimana Donghwa Hyung? Apa dia masih sibuk mengantarkan barang?"

Eomma Donghae terlihat menggelengkan kepalanya sembari tersenyum pada putra bungsunya itu. Ia mengelus lembut rambut Donghae yang sedikit basah karna terkena air hujan. Runtuhan air langit pun menjadi saksi sebuah kehangatan yang selalu tercipta di keluarga Lee itu.

Donghae akhirnya membaringkan kepalanya diatas pangkuan sang Eomma yang sedang duduk disofa yang tepat berhadapan dengan tempat tidur beroda yang ditiduri oleh Kyuhyun.

"Lalu, Hyung pergi kemana Eomma?"

"Eomma menyuruhnya pergi ke Bukhan Pyeongchang."

"Untuk apa Hyung pergi kesana?"

"Dia pergi untuk menemui orang tua Kyuhyun dan mengantarkan bingkisan makanan yang sengaja Eomma buatkan untuk mereka."

Donghae segera bangkit dari pangkuan Eommanya. Ia menatap lekat kedua mata Eommanya.

"Kenapa Eomma melakukan hal seperti itu?"

"Eomma ingin kedua orang tua Kyuhyun kembali datang kemari untuk menjenguk Kyuhyun. Kasihan dia. Dia pasti sangat sedih setelah tahu kalau kedua orang tuanya hanya datang satu kali untuk menjenguknya. Eomma tidak ingin melihat Kyuhyun mabuk sambil menangis lagi. Entah mengapa, hal seperti itu membuat hati Eomma terasa sangat sakit sekali."

Donghae menghapus air mata Eommanya dengan kedua ibu jari tangannya. Walaupun Kyuhyun bukanlah bagian dari keluarga Lee, tapi Donghae tahu bahwa Kyuhyun sangat berharga bagi mereka semua. Sedikit banyak, Donghae juga belajar tentang arti kehidupan bersama Kyuhyun.

"Aku mengerti, maka dari itu Eomma jangan menangis lagi. Aku, Hyung, dan juga Kyuhyun sangat tidak suka saat melihat Eomma menangis. Kami benci itu.."

Keduanya pun saling berpelukan, saling bertukar kehangatan. Walaupun orang tua Donghae tidak selengkap dulu, tapi ia masih mempunyai seorang Eomma yang sangat baik padanya, Hyungnya, dan juga pada temannya.

"Gomawo Eomma."

Dua kata itulah yang selalu terbesit dalam hatinya.

….

Hari sudah semakin sore dan sudah banyak hal yang Kyuhyun dan Sungmin bicarakan hari ini. Sedikit banyak, mereka sudah saling mengetahui bagaimana kehidupan mereka satu sama lain.

"Emm, Sungmin.. Ada hal yang ingin aku katakan padamu. Tapi.. aku takut sekali kalau kau akan marah padaku lalu menjauhiku begitu saja."

"Ye? Kenapa aku harus melakukan hal sejahat itu padamu?"

"Entahlah. Aku hanya merasakan kalau kau akan berbuat hal seperti itu."

"Aniyeo. Aku tidak akan berbuat seperti itu. Kau bisa katakan apapun yang ingin kau katakan padaku."

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan. Ia menatap manik mata Sungmin yang diam-diam membuat hatinya sedikit merasa lebih tenang.

"Emm, aku.. aku bukan manusia seperti yang kau pikirkan."

"Ye?"

Sungmin tampak terkejut setelah mendengar kalimat yang diucapkan Kyuhyun secara cepat itu. Walaupun Kyuhyun sangat cepat mengatakannya, tapi Sungmin bisa mendengarnya dengan sangat jelas.

"Apa maksudmu, Kyu? Aku sama sekali tidak mengerti."

Kyuhyun sibuk mengurut tengkuknya. Sebenarnya, ia tidak ingin mengatakan hal ini pada Sungmin. Tapi Kyuhyun takut kalau nantinya Sungmin mengetahuinya sendiri, ia akan lebih marah lagi pada Kyuhyun dan ia tidak akan bisa membawa Sungmin menuju jasadnya yang sedang terbaring tidak berdaya dirumah sakit itu.

"Beberapa hari yang lalu, aku sedang bermain bola bersama teman-temanku. Waktu itu, aku menjadi seorang keeper…."

Sungmin mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Kyuhyun sampai pada akhirnya ia mengetahui kalau Kyuhyun sedang coma dirumah sakit dan Kyuhyun yang saat ini berbicara dengan dirinya itu adalah roh dari namja yang terbaring dirumah sakit saat ini.

"Ommo~ aku sangat tidak mempercayai apa yang baru saja kau katakan padaku. Tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat sakit sekali…"

BRUGH..

"Ya, Lee Sungmin! Kenapa kau pingsan seperti ini?! Ah, Wae?~ Nan eotteokhae?!" panik Kyuhyun.

Kyuhyun sibuk menepuk-nepuk pipi chubby Sungmin dengan telapak tangannya. Namun, yeoja itu tidak sama sekali terganggu dengan perbuatannya itu. Sungmin masih saja pingsan dan hal itu membuat Kyuhyun sangat bingung sekali harus berbuat seperti apa lagi dengan keadaan Sungmin yang pingsan seperti itu.

Lama berpikir, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menggendong tubuh Sungmin menuju kamar yeoja itu. Saat sampai didepan pintu kamar yang bertuliskan nama Sungmin, Kyuhyun pun membuka pintunya dengan menggunakan kaki kanannya, kemudian ia menendangnya sampai pintu itu benar-benar terbuka lebar.

Saat pintu kamar itu terbuka, betapa terkejutnya Kyuhyun saat melihat suasana kamar yang serba berwarna pink itu. Nuansa kamar ini benar-benar jauh berbeda dari berbagai sudut rumah bergaya klasik ini. Kamar ini terlalu cerah, girly, dan terlihat sangat manis sekali.

Tidak ingin berlama-lama terbengong didepan pintu kamar, akhirnya Kyuhyun memasuki kamar itu juga. Ia menidurkan Sungmin diatas tempat tidur. Setelah itu, ia menyelimuti setengah tubuh Sungmin dengan menggunakan selimut tebal bermotif kelinci dengan warna putih yang bercampur dengan warna pink susu itu.

Kyuhyun duduk sembentar dikursi belajar Sungmin. Ia ingin lebih leluasa untuk memerhatikan Sungmin, yeoja satu-satunya yang bisa menyadari kehadirannya. Mungkin karna ada perasaan aneh yang menjalari tubuhnya, Kyuhyun memberanikan diri untuk membelai pipi chubby Sungmin dengan tangan kanannya. Ia juga menyingkirkan rambut Sungmin yang menutupi wajah yeoja berwajah imut itu.

"Apa benar, cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada?" gumamnya tanpa sadar.

"Ah, tidak mungkin aku menyukainya yang belum ada seharian ini berkenalan dengan ku. Kepalaku pasti benar-benar keras bertabrakan dengan tiang gawang sampai-sampai pikiranku bisa sekonyol ini."

Kyuhyun segera menjauhkan tangannya dari bagian wajah Sungmin. Namun, kedua matanya masih saja menatap kearah Sungmin yang masih tertidur.

Mulai dari matanya yang indah walaupun sedang tertutup itu, hidungnya yang kecil namun mancung itu juga tidak luput dari perhatiannya. Bibirnya shape M-nya yang terlalu menggoda iman. Leher jenjangnya yang berwarna seputih susu. Dadanya yang menggembung lumayan besar dan menantang. Oh~ perutnya yang rata. Emm.. setelah itu Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk tubuh Sungmin yang sangat membuatnya tergiur itu, karna setengah tubuh Sungmin tertutupi dengan selimut tebal.

Kyuhyun pun mendesah kecewa. Apapun itu, ia tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada. Ia pun kembali ke kedua mata indah Sungmin, hidung, kemudian berhenti dibibir ranum yeoja imut itu.

GLUKK..

DAGH.. DUGH..

DAGH.. DUGH..

Jantung Kyuhyun berdegup begitu kencang sampai-sampai ia sendiri bisa mendengarnya. Perlahan, Kyuhyun menutup kedua matanya sambil memegangi jantungnya, Kyuhyun memajukan sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan tubuhnya kearah Sungmin.

Walaupun kedua matanya terpejam, tapi Kyuhyun sangat tahu dan hapal betul dimana letak bibir Sungmin. Kemudian.. lalu.. setelah itu.. Emm..

CHUP~

Kyuhyun mendaratkan bibirnya tepat diatas bibir Sungmin. Ia hanya mendiamkan bibirnya disana untuk menyesap sedikit demi sedikit rasa manis yang menguar dari bibir ranum Sungmin yang berwarna merah muda itu.

Kalau lebih diperhatikan, Kyuhyun seperti seorang pangeran yang membangunkan Sungmin, sang putri tidur lewat sebuah ciuman yang hangat. Sebelum Kyuhyun lebih tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, ia pun segera menjauhkan bibirnya dari bibir Sungmin.

Wajah Kyuhyun terlihat memerah, Kyuhyun dapat melihatnya sendiri dari pantulan cermin yang ada dikamar Sungmin. Tidak ingin melakukan hal yang lebih parah lagi pada tubuh Sungmin, Kyuhyun pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar Sungmin dan mulai membersihkan rumah Sungmin yang sebenarnya sudah sangat bersih itu.

Kyuhyun hanya ingin mengalihkan pikirannya dari Sungmin. Setidaknya sebelum Sungmin sadar, Kyuhyun tidak akan pernah memasuki kamar itu lagi. Ia pun kembali keruang tamu untuk mengambil dua gelas mug yang tadi ia dan Sungmin pergunakan untuk meminum segelas latte.

Setelah itu, Kyuhyun pergi kedapur untuk mencucinya. Selesai mencuci mug, Kyuhyun menata barang belanjaan Sungmin yang tidak sempat Sungmin masukan kedalam kulkas ataupun lemari penyimpanan.

Kyuhyun menaruh semua barang belanjaan Sungmin sambil menerka-nerka tempat apa yang cocok dengan beberapa item belanjaan yang Sungmin beli. Hanya butuh waktu sepuluh menit saja untuk Kyuhyun melakukan semuanya itu.

Setelah itu, ia tidak tahu harus berbuat apalagi. Kyuhyun kembali berpikir hal apa saja yang bisa ia lakukan tanpa harus membuat rumah Sungmin berantakan karna ulahnya. Akhirnya, Kyuhyun meutuskan untuk menyapu rumah Sungmin kemudian melap debu yang menempel disela-sela tv dan meja.

"Ommo~ Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan bersih-bersih rumah lagi." Kata Kyuhyun sambil mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa milik Sungmin. Ia merebahkan tubuhnya disana sambil memanjangkan kaki jenjangnya.

"Rumahku apa kabar ya?"

"Ah, bagimana kalau aku pergi untuk melihatnya sebelum Sungmin bangun. Baiklah, aku akan segera pergi."

"Ya, Lee Sungmin! Aku pergi dulu. Setelah itu, aku akan datang lagi kemari. Kau jangan kabur dariku ya~!"

BLAM..

….

"Eungh.."

Setelah sekian lama pingsan, akhirnya Sungmin pun terbangun dari tidurnya. Ia melenguh saat merasakan pusing dikepalanya. Sambil memegangi kepalanya, Sungmin memerhatikan semua sudut kamarnya. Ia tidak menemukan satupun keanehan yang ada dikamarnya.

"Ah, apa tadi aku hanya bermimpi saja ya?"

Sungmin menengokan kepalanya kesamping kiri dan saat itulah, ia melihat kursi belajarnya tidak berada ditempat semula. Tempat duduk itu malah mengarah kearahnya, seperti baru saja ada seseorang yang mempergunakannya. Bulu kuduk Sungmin pun mulai meremang.

"Ommo! Apa benar namja itu benar-benar hantu?! Ya, Eomma!"

….

CKLEK..

BLAM..

KLIK..

Seketika lampu ruangan pun menyala setelah Kyuhyun menekan saklarnya. Rumahnya masih tampak rapi seperti sebelum ia meninggalkannya pergi ke sekolah beberapa hari yang lalu, namun rumahnya itu terlihat sangat berdebu.

"Hah~ aku harus membersihkannya sekarang juga lalu segera kembali ke rumah Sungmin."

Tanpa ingin berlama-lama lagi, Kyuhyun segera mengambil sapu untuk membersihkan lantai rumahnya. Ia juga melap seluruh ruangan yang ada dengan sehelai kain. Kemudian, ia menyalakan pengharum ruangan agar rumahnya itu tetap wangi walaupun ia sedang tidak berada dirumah.

"Ah, punggungku sakit sekali!" erang Kyuhyun sambil memegangi punggungnya.

Kyuhyun kembali mengistirahatkan tubuhnya diatas sofa. Tapi detik berikutnya, ia kembali teringat sesuatu sehingga ia pun segera bangun lalu berjalan menuju kamar pribadinya.

CKLEK..

Kyuhyun berjalan menuju lemari bajunya, kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak yang lumayan besar dari dalam lemarinya lalu menaruh kotak itu diatas tempat tidurnya. Kyuhyun membersihkan sedikit debu yang menempel dipermukaan kotak tersebut dengan menggunakan sehelai kain, kemudian ia membuka kotak tersebut lalu melihat-lihat isi kotak itu.

Didalam kotak itu ada ribuan kenangan dari kedua orang tuanya, namun bukan hal seperti itu yang Kyuhyun cari. Ia hanya sedang mencari sebuah kotak kecil berwarna biru tua. Diantara tumpukan-tumpukan album fotonya itu, akhirnya Kyuhyun menemukan barang yang sejak tadi dicarinya.

"Ternyata masih ada didalam sini. Aku harus membawanya."

….

Sungmin terlihat sedang mengendap-ngendap sendiri didalam rumahnya. Ia baru saja selesai mandi dan ingin sekali membuat makan malam untuk dirinya yang selama seharian ini belum ada memakan sebutir pun nasi.

"Ah, aku tadi pasti sedang bermimpi. Buktinya, namja itu tidak ada disini."

"Kenapa kau mengendap-ngendap seperti seorang pencuri didalam rumahmu sendiri?"

"OMMO!"

"Ya! Kenapa kau melahan berteriak, hah? Kau ingin merusak pendengaranku ya?!" omel Kyuhyun.

"NEO! Siapa kau sebenarnya dan untuk apa kau datang kemari? Kau ingin menggangguku?"

"Naega? Aku tidak sama sekali ingin mengganggumu."

"Lalu, untuk apa kau datang kemari? Kau bukan manusia kan?!"

Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengunyah cookies dari dalam toples milik Sungmin.

"Ya! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku, hah?"

"Apa kau bisa tenang sedikit? Setidaknya kau duduk saja dulu. Jangan hanya mengomel saja seperti itu."

Sungmin menghela nafasnya kemudian duduk jauh dari Kyuhyun yang hanya tersenyum licik melihatnya. Dengan santai, Kyuhyun tetap memakan cookies milik Sungmin dan sama sekali tidak memerdulikan wajah pucat Sungmin yang duduk jauh darinya.

Suasana ruang tamu Sungmin pun berubah menjadi mencekam, setidaknya itulah yang dirasakan oleh Sungmin.

"Aku memang bukan manusia, tapi aku juga bukan hantu…"

"Ya! Aku sama sekali tidak mengerti apa maumu dan bisakah sekarang kau pergi saja dari rumahku?"

"Jangan memotong pembicaraan orang seenaknya!"

"Tapi.."

"Atau kau mau aku mencekik lehermu sekarang juga."

"ANDWAE!"

"Kalau begitu segera tutup mulutmu dan dengarkan aku."

Sungmin mengangguk pasrah sambil mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kyuhyun.

"Aku adalah roh yang terpisah dengan jasadnya sendiri. Banyak hal yang tidak bisa aku lakukan setelah aku menjadi roh seperti ini. Dengan kau yang bisa melihat dan bahkan berbicara denganku membuatku begitu merasa senang. Setidaknya aku tidak sendirian lagi."

"Cepat katakan apa maumu!"

"Emm, aku ingin tinggal disini bersamamu. Aku akan melindungimu, mungkin juga menjagamu, menghabiskan makananmu, dan yang paling terpenting aku akan mengajarkanmu beberapa pelajaran yang selama ini menyulitkanmu."

"Bagaimana bisa kau melakukannya? Sedangkan hanya aku satu-satunya orang yang bisa melihatmu."

"Itulah salah satu keuntungan yang bisa kau dapatkan dariku. Aku tahu kau tidak pintar dalam pelajaran matematika dan beberapa pelajaran lainnya. Kau hanya menonjol pada pelajaran olahraga saja."

"Dari mana kau tahu itu semua?"

"Tempelan yang ada dikamarmu memperjelas semuanya."

"Yang mana?"

"Senin sampai kamis adalah neraka, jum'at adalah surga karna jam olahraga yang panjang, sabtu dan minggu adalah hari santai. Saat itu aku akan memakan es krim dan meminum bubble milk tea yang banyak! Apa itu semua masih kurang jelas juga?"

"Aish, kau ini kenapa berani sekali membacanya."

"Aniyeo. Tulisan mu itu terlalu besar dan mencolok sehingga aku tidak sengaja membacanya." bela Kyuhyun.

"Hah, terserahmulah. Aku mau membuat makanan dulu."

"Aku bantu ya~"

"Tidak usah. Namja sepertimu pasti hanya akan membuat dapurku terbakar."

"Ck, kenapa dia bisa tahu kelemahanku?" gumam Kyuhyun.

"Aku benarkan?" ejek Sungmin.

"Terserahlah. Aku hanya akan menontonmu saja."

Sungmin mengendikan bahunya lalu berjalan menuju dapur rumahnya dengan Kyuhyun yang membuntut dibelakangnya. Kyuhyun hanya duduk diam diatas meja minni bar Sungmin. Sementara yeoja itu sedang mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat kimbab, makanan simple yang bisa mengenyangkan perut Sungmin yang mulai berdemo minta diisi makanan.

Beberapa menit kemudian..

"Wah~ kelihatnya enak.."

"Tentu saja enak. Ini punyamu."

"Gomawo."

Kyuhyun tersenyum lebar saat menerima sepiring kimbab yang Sungmin berikan padanya. Sungmin mengambilkan sumpit untuk Kyuhyun, namun namja itu malah menyuapkan kimbab kedalam mulutnya dengan menggunakan tangannya sendiri.

"Kau bisa makan seperti itu tanpa mencuci tanganmu terlebih dahulu?"

"Tanganku bersih kok. Jadi kau tenang saja."

"Kenapa tidak memakai sumpit? Dasar jorok!" ejek Sungmin yang membuat kedua mata Kyuhyun membulat sempurna.

Kyuhyun mengambil sumpit dari tangan Sungmin lalu melemparkannya kesembarang arah sehingga menimbulkan suara benturan antara sumpit besi tersebut dengan lantai. Sungmin ingin memarahi Kyuhyun yang berbuat dengan seenak jidatnya dirumahnya itu, namun Kyuhyun segera menyelanya lebih dulu.

"Coba saja. Setelah itu, kau akan berterimakasih padaku."

"Tidak mau. Dasar jorok."

"Kau bahkan merasa jijik dengan tanganmu sendiri? Aku benar-benar tidak tahu kau ini orang yang seperti apa.."

Dengan santainya, Kyuhyun kembali melanjutkan suapan kimbabnya masih dengan menggunakan tangannya. Sungmin hanya diam memerhatikan Kyuhyun sambil memikirkan perkataan namja yang sedang makan dengan lahap dihadapannya saat ini.

"Kenapa kau tidak memakannya?"

"Aku sudah kenyang."

Sungmin meninggalkan ruang makan tersebut untuk segera beralih menuju kamarnya. Namun dengan cepat, Kyuhyun menarik tangannya kemudian menyuruh Sungmin untuk duduk dikursi yang tadi Kyuhyun duduki.

"Buka mulutmu."

"Tidak mau!"

"Buka mulutmu!"

"Tidak akan!"

"Aku mohon. Buka mulutmu.."

Sungmin terdiam dihadapan Kyuhyun yang masih menyodorkan sepiring kimbab dihadapannya. Yeoja itu terdiam dan tampak ragu untuk memakan langsung kimbab itu dengan menggunakan tangannya sendiri.

"Makan." Titah Kyuhyun.

Perlahan, Sungmin pun mulai mengambil satu potong kimbab lalu mengarahkannya kedepan mulutnya sendiri. Kyuhyun begitu sangat memerhatikannya. Sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya, Kyuhyun menyuruh Sungmin untuk membuka mulutnya dan segera memasukan potongan kimbab itu kedalam mulutnya.

Sungmin hanya pasrah saja. Sambil menutup kedua matanya, Sungmin memasukan potongan kimbab itu kedalam mulutnya dengan menggunakan tangannya sendiri. Kyuhyun tersenyum puas saat melihat Sungmin yang dengan nurut melakukan hal apa yang diperintahkannya.

Sungmin kembali membuka matanya sambil mengunyah perlahan kimbabnya. Ia menatap Kyuhyun yang masih saja tersenyum kearahnya.

"Apa yang kau rasakan? Apa kau mual?"

Sungmin menganggukan kepalanya.

"Apa kau ingin muntah?"

Sungmin kembali menganggukan kepalanya. Kyuhyun pun segera mencari cara agar Sungmin tidak mual dan bahkan memuntahkan kimbabnya. Tiba-tiba saja, Kyuhyun mendekatkan bibirnya dan langsung menindih bibir Sungmin begitu saja. Sungmin pun terlihat terkejut dengan perbuatan Kyuhyun yang terlalu cepat sehingga ia tidak bisa menghindarinya.

Kyuhyun menekan-nekan bagian tengah bibir Sungmin yang mengatup rapat dengan menggunakan lidahnya. Kyuhyun yang tidak ingin Sungmin menghindarinya jadi lebih memilih untuk menekan tengkuk yeoja itu sehingga membuat Sungmin terpaksa untuk membuka mulutnya dan saat itulah Kyuhyun memasukan lidahnya kedalam bagian mulut Sungmin yang masih dipenuhi kimbab.

Lidah Kyuhyun berubah menjadi skop yang lembut. Ia mengambil alih seluruh kimbab yang ada didalam mulut Sungmin dan memindahkannya kedalam mulutnya sendiri. Setelah merasa mulutnya penuh dengan kimbab, Kyuhyun segera melepaskan bibirnya dari bibir Sungmin.

"Ya! Apa yang kau lakukan, bodoh?!"

Sungmin memukuli lengan Kyuhyun yang mengaduh kesakitan sambil masih mengunyah kimbab yang tadi diambilnya dari dalam mulut Sungmin.

"Tidak baik memuntahkan makanan." Jawab Kyuhyun enteng.

"Tapi, kau tidak bisa melakukan hal seperti itu padaku!"

"Sungmin.. aku mohon padamu untuk tidak salah paham."

"Bagaimana aku tidak marah padamu? Ciuman pertamaku hanya akan aku berikan pada namja yang aku cintai dan aku tidak mencintaimu! Tapi kau malah megambil ciuman pertamaku dariku!"

Kyuhyun terdiam sejenak. Setidaknya ia merasakan hal yang sama dengan Sungmin. Yang tadi itu juga merupakan ciuman pertamanya. Tapi ia sama sekali tidak berpikir bahwa ciuman pertama Sungmin sangatlah berharga bagi yeoja imut itu.

Kyuhyun segera mencari cara agar ia bisa menenangkan Sungmin yang sudah terlanjur emosi dengan perbuatannya.

"Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku sama sekali tidak tahu kalau itu adalah ciuman pertamamu."

"Hantu sialan! Pergi kau!"

"Sungmin~ bukan seperti ini menyelesaikan masalah. Aku akan bertanggung jawab karna telah menciummu."

"Tidak! Aku tidak mau berdekat-dekatan lagi dengan hantu mesum sepertimu!"

"Tapi aku bukan hantu. Aku adalah roh yang terpisah dengan jasadnya sendiri."

"Terserah apa katamu. Aku tidak peduli lagi!"

Sungmin menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Kemudian ia ingin segera pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun, dengan cepat Kyuhyun menariknya kedalam pelukannya. Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin yang masih saja meronta-ronta. Tapi tidak lama kemudian, Kyuhyun hanya mendengar suara isakannya saja. Yeoja itu tidak lagi meronta-ronta dalam pelukannya.

Kyuhyun membelai lembut rambut sebahu Sungmin. Ia ingin menyalurkan ketenangan pada yeoja itu. Ia mengaku salah. Tapi ia tidak bisa menyesali perbuatannya itu. Bagaimanapun juga, Kyuhyun memang orang pertama yang mencuri ciuman pertama Sungmin saat yeoja itu pingsan tadi siang.

"Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya akan melindungimu. Tolong, kau beri kepercayaan itu padaku."

"Bodoh! Kau sangat bodoh! Kita baru saja bertemu, tapi kau sudah melakukan hal sebodoh itu."

"Aku mengaku salah. Tapi aku sangat khawatir sekali kalau kau tadi sampai membuang kimbabnya."

"Kenapa kau tidak biarkan aku melakukannya saja? Memangnya apa pedulimu?!"

"Kau tahu aku begini karna apa? Karna aku tahu bagaimana sulitnya mencari uang untuk makan. Selama setahun aku hidup dengan uang hasil keringatku sendiri dan kau malah seenaknya membuang-buang makananmu. Walaupun bukan aku yang membelikannya untukmu, tapi setidaknya kau bisa jauh lebih menghargainya."

Kyuhyun melepaskan pelukannya bersama Sungmin kemudian ia berjalan keluar dari rumah Sungmin.

"Jika kau butuh bantuanku, aku ada diluar."

BLAM..

Sungmin duduk tersandar dikursi yang tadi didudukinya. Ia kembali memikirkan perkataan Kyuhyun barusan. Memang selama ini ia mendapatkan uang hasil dari kiriman kedua orang tuanya. Ia tidak pernah bersusah payah untuk mencari uang. Saat ia menelepon untuk meminta uang, maka setelah itu rekeningnya sudah dipenuhi dengan uang.

"Apa aku sudah keterlaluan?" monolog Sungmin sambil menatap telapak tangannya yang tadi dipergunakannya untuk menyuapkan satu gulung kimbab kedalam mulutnya.

….

Udara diluar sangatlah dingin. Kepulan asap keluar dari dua gelas mug yang dibawa Sungmin. Isi dari kedua gelas mug itu adalah latte. Ia mencari keberadaan Kyuhyun yang ternyata sedang duduk dibangku taman perkarangan rumahnya.

Mungkin karna Kyuhyun adalah roh, sehingga udara sedingin ini tidak membuatnya merasa kedinginan sedikit pun. Sungmin tersenyum sambil berjalan mendekat kearah Kyuhyun.

"Sedang apa kau disini?"

Kyuhyun mendongakan kepalanya saat mendengar suara Sungmin. Kyuhyun menatap canggung Sungmin yang tersenyum kearahnya sambil menyodorkan mug yang berisi latte hangat padanya. Kemudian, yeoja itu duduk disampingnya.

"Gomawo." Kata Kyuhyun sambil tersenyum tipis.

"Seharusnya, aku yang berterimakasih padamu."

"Waeyo?"

"Karna kau sudah mengajarkanku bagaimana caranya menghargai segala yang aku miliki."

Kyuhyun kembali tersenyum salah tingkah dan tidak sadar meneguk latte panas itu dengan cepat.

"Uhhuukkk… Kyaaa! FANASHHHH!"

"Hahahaha~ kau ini lucu sekali! Makanya hati-hati. Dasar bodoh!"

Sungmin pun tertawa lepas setelah melihat kebodohan yang tidak sengaja Kyuhyun lakukan. Namja itu terus saja menjulurkan lidahnya sambil mengipasinya dengan telapak tangannya, sedangkan Sungmin masih tertawa nista melihat perbuatan konyol yang dilakukan oleh Kyuhyun.

….

TBC..

Apa saya kelamaan update?

Kalau iya, maaf deh hehehe ^o^v

Walaupun udah lewat beberapa hari, tapi tetep..

SELAMAT ULANG TAHUN CHO KYUHYUN YANG GANTENG. SEMOGA SEHAT SELALU, TAMBAH GANTENG, DAN SELALU MENJADI MAGNAE YANG JAHIL DAN KOCAK.

AMINNN…

Oke reader. Kembali lagi ke ff ajaib ini..

Saya akan memberikan readerdeul kecupan basah karna telah berhasil menebak siapa yeoja yang bakalan ngembaliin roh Kyuhyun kejasadnya sendiri. #idih..

Seketika, author pun dibakar dan ceritapun tamat begitu saja. #halah

Oke lanjut..

Ada reader yang bilang kalau cerita ini agak sepersi sama DraKor 49 days. Mungkin kalau tentang roh yang pisah sama jasadnya itu memang beneran sama. Tapi jalan ceritanya bedakan? Jujur aja, saya enggak pernah nonton DraKor 49 days itu dari awal sampai akhir. Jadi saya bener-bener enggak tau jalan cerita yang sebenarnya itu gimana.

Oke readerdeul, mohon reviewnya dan beri komentar kalian tentang Ff gaje ini ya~

Oh iya~ saya pengen kepo dikit. Apa diantara readerdeul ada yang mengirimkan kado buat Uri Cho Kyuhyun waktu ultahnya kemarin?

Sekian and See you~

#Bow..