Chapter 2
"Aku pulang.." kata sasuke yang telah kembali dari kantornya. Berharap di sambut oleh istrinya yang cantik, namun malah tidak ada jawaban darinya. Sasuke pun mencari – cari hinata lalu terdengar bunyi 'Syuuuurr' dari kamar mandi.
Seringai nakal muncul di wajah Sasuke, "hime kau didalam?" tanya sasuke. Tidak ada jawaban dari pertanyaannya. Sreeekk , sasuke membuka pintu kamar mandi dan terlihat sesosok siluet tubuh indah seorang wanita dari kaca buram tempat khusus bershower . pikiran nakal mulai merasuki sasuke. Dibukanya jas dan kemeja yang dia kenakan.
"Hime.." panggil sasuke setelah membuka kaca buram tersebut dan mendapati istrinya yang kaget dengan kedatangannya. Sasuke tersenyum melihat wajah istrinya yang kaget dan merona merah itu.
"S-ss-sasuke- kun, kau sudah pulang?" tanya Hinata gugup. Bagaimana tidak gugup, dia tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya.
Sasuke masuk perlahan mendekati istrinya, "boleh aku mandi?"
Hinata langsung menunduk melihat tatapan suaminya itu, "baiklah, aku akan keluar." Baru mau membuka pintu buram, sasuke langsung menutupnya lagi dan menguncinya. "Kau punya hutang padaku."
Wajah hinata semakin merah dan sasuke suka melihanya. Tanpa menunggu lama, sasuke langsung menarik tubuh hinata dan melumat bibir istrinya tersebut penuh gairah, bukan lelaki jika tangannya hanya diam di satu tempat. Tangan kanan sasuke memegang erat tubuh hinata agar hinata tidak menjauh, dan satunya lagi memijat payudara hinata yang putih dan besar itu.
Mmmhh .. mmhh.. hinata bereaksi pada sentuhan sasuke, mulut mereka beradu semakin lama semakin dalam. Sasuke menindih tubuh mulus hinata di tembok yang masih basah. Percampuran udara lembab disekelilingnya, tubuh hinata yang masih basah juga respond hinata terhadap sentuhannya membuat hasrat sasuke semakin menjadi- jadi. Tanpa melepaskan ciumannya, sasuke membuka kaus dan celananya sehingga kini mereka sama – sama telanjang bulat. Beristirahat sebentar, sasuke menghidupkan shower yang telah dimatikannya tadi untuk membasahi dirinya.
Mereka berdua sama – sama basah, "hime, aku baru saja akan memulainya sekarang." Sasuke mencium leher dan tengkuk hinata tanpa ketinggalan meremas – remas payudara besar hinata. Dan hinata terus mengeluarkan erangan – erangan yang sexy karena 'milik' mereka berdua saling bergesekan karena gerakan yang mereka buat. Hinata memberanikan diri menyentuh milik sasuke dan memijitnya sontak membuat sasuke mengerang "eeerrggghh, kau suka memberikan kejutan rupanya."
Tak mau kalah, sasuke memasukan jarinya kedalam liang hinata, 1 jari, 2 jari dan menimbulkan desahan dari hinata dan 3 jari yang membuat hinata mengerang dan menggeilat. Sasuke melanjutakannya dengan gerakan in out, "ssasuke, akuu keluaaarrrhh."
Cairan panas keluar dari lubang senggama hinata dan membuat sasuke menyeringai. Suara mereka berpacu dengan suara air yang keluar dai shower yang menyala. "Hime, aku akan memasukkannya." Tanpa menunggu jawaban dari hinata, batang kejantanan sasuke langsung 'memporak porandakan' liang kenikmatan hinata. "ssaaakiit" ucap hinata. "tenanglah, lihat aku, ini akan lebih baik nantinya." Sasuke melumat bibir hinata dan terus melakukan gerakan pada bagian bawah tubuhnya.
" sassukkeeehh.. lebiih.. cepaaatthh' pinta hinata dan sasuke langsung melakukan apa yang diinginkan hinata.
"hinata.. akuuu.. "
"akuu juga ..." kata hinata sambil ngosngosan, "keluarkan didalam." Dan merka semua mengeluarkan cairan kenikmatan mereka bersama – sama. Tanpa mengeluarka 'miliknya' sasuke masih menindih hinata di tembok dan menempelkan keningnya di kening hinata, "terimaksih, hime. Kita akan lebih sering seperti ini nantinya." Hinata hanya mengangguk malu.
"kau harus mandi sekarang," kata sasuke menyeringai "aku akan memandikanmu (lagi)." Mereka mulai saling memandikan, sasuke menggosok tubuh hinata dan hinata menggosok tubuh sasuke. Tanpa menghilangkan kesempatan, sasuke menggosok payudara hinata dengan lebut dan sesekali mencubitnya.
"hari yang melelahkan ya, hime" goda sasuke pada Hinata. Setelah 'pekerjaan' mereka tadi, mereka berbaring di ranjang, "kau tidak ingin makan malam, sasuke kun?"
"Tidak, aku sudah makan tadi." Seringai sasuke. "tidurlah, hime." Mereka tertidur tanpa mengenakan pakaian sehelaipun, hanya ditutupi oleh selimut. Hinata memeluk kepala sasuke yang tertidur pulas di dadanya dan ia pun tertidur dengan rasa bahagia.
