A/N: Incest, Lime/Smut, OOC, AU, cousin(?) etc
Warning: jika tidak suka, jangan baca. Saya sudah peringatkan loh.
.
.
.
Kedatangan sepupu jauh itu agak membuat Naruto kesal, ia tidak bisa bebas saat berada dirumah, dan Kushina sekarang sedang hamil muda. Wanita merah berumur 36 tahun itu malah senang dengan kedatangan sepupu jauh Naruto. 'Mampus, kau tidak bisa menikmati tubuh kaachan.' Yah itulah yang dikatakan oleh Kushina.
Naruko Uzumaki, sepupu jauh Naruto yang sangat mirip dengan pemuda tersebut, kau tidak akan bisa membedakannya. Dia seperti kembaran Naruto, namun berbeda ayah dan ibu. Well, tidak bisa dipungkiri juga sih.
"Kau! Kenapa kau kemari?"
"Hee, apa kau tidak rindu denganku, Niichan? Apa sepupumu yang imut ini tidak diterima di rumah ini? Aku jadi sedih,"
Kushina pun memukul kepala Naruto. "Jangan didengarkan, dia agak gila sekarang."
"Kau jahat kaachan."
"Silahkah masuk, Naruko-chan."
Naruko pun masuk kedalam rumah. Sementara Naruto langsung masuk ke ruang tamu, dan duduk di atas sofa. Ia menatap nyalang Naurko yang memasang wajah sombongnya. "Heh, dasar wanita berdada besar."
"Lalu kau yang suka dengan dada besar itu apaan hah?"
"Naruko, Naruto jangan bertengkar!" Kushina berujar memperingati kedua orang itu, wanita berambut merah itu kemudian keluar dari ruang tamu tersebut. "Kaachan akan istirahat di atas, kalian jangan bertengkar seperti tadi oke?"
Keduanya mengangguk paham, kemudian Kushina meninggalkan mereka sendirian di ruang tamu. Naruko tersenyum menatap Naruto yang tengah duduk sambil beberapa kali mengganti channel televisi, gadis yang berumur 19 tahun itu mendekati kakak sepupunya, kemudian ia duduk disamping Naruto yang masih fokus dengan televisinya.
Dalam diam, Naruko menggerakkan tangan putihnya menuju ke boxer Naruto, wajah cantik gadis itu kemudian mendekati telinga Naruto. "Hey Niichan, apa kau tidak ingin memasukkan bendamu ini ke dalam vaginaku? Aku ingin sekali memasukkannya loh." Dengan suara menggoda, Naruko membisikkan kata-kata tersebut tepat ditelinga Naruto, tidak lupa juga ia mengusap gundukan boxer yang mulai berdiri tersebut.
"Jangan menggodaku Naruko. Aku akan langsung memperkosa dirimu jika kau menggodaku."
"Itu yang kuinginkan Niichan..."
Naruko langsung memasukkan tangan putihnya ke dalam boxer yang dipakai Naruto, gadis itu menggenggam penis Naruto, ia meremasnnya sedikit membuat sang empunya meringis saat merasakaan remasan Naruko.
Gadis pirang itu sekali lagi mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto. "Penismu sepertinya butuh buaian Niichan, dengan senang hati akan kuberikan..." desah Naruko yang kemudian menurunkan boxer milik Naruto. Gadis itu menatap malu dengan apa yang dilihatnya, ia sedang melihat sebuah benda panjang nan gemuk disana. "Huu, terakhir kali aku melihatnya, saat itu masih agak kecil dari ini... sekarang..." Naruko langsung melahap penis besar Naruto.
Naruto dengan refleknya memegang rambut pirang Naruko. "O-oi, ka-kalau Kaachan tau, bisa mati kita berdua..."
Naruko menarik bibirnya dari penis Naruto, tangan putihnya masih memegang penis Naruto. "Siapa yang peduli." Gadis itu kemudian berdiri tepat di atas penis Naruto. "Sudah lama aku tidak dimasuki bendamu ini, Niichan..." Naruko menjilati bibirnya, ia menatap sepupunya dengan tatapan menggoda miliknya. "Waktunya menu uta—"
"Begitu ya, jadi kau main dibelakang ternyata." NaruNaru itu terkejut, mereka langsung menatap pintu masuk ruang tamu. "Naruto, hukumanmu ditambah menjadi 3 bulan."
Wajah Naruto langsung pucat pasi saat mendengar deklarasi Kushina. "Ka-kaachan, aku bisa menjelaskannya. Ja-jangan memu—"
"Ya ya, simpan argumenmu itu."
.
..
.
"Ahhnn, Niichan... yahh, aku ingin lebihhh..." Naruto terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
"Diam, kau akan terus dihukum. Gara-gara kau, aku tidak bisa menikmati Ramen selama tiga bulan ini." Kedua tangan besar Naruto, meremas dua buah dada Naruko, ia kemudian mendekatkan mulutnya di ujung dada Naruko. "Sepertinya aku ingin kau hamil Naruk-chan." Ia kemudian melahap puting susu Naruko serta menghisapnya kuat-kuat.
"Ahhh, Niichan! Buat aku hamil, yaahhh..."
"Astaga, kelakuan kalian sungguh...Oi, bocah, kau mau memberi apa pada anakmu nantinya!?" ujar Kushina yang dari tadi berdiri di pintu masuk kamar Naruko.
"Kaachan, kan aku sudah ada pekerjaan. Jadi aku tidak perlu khawatir nantinya."
Kushina memutar bola matanya malas, ia kemudian mendekati kedua insan itu, kemudian menangkup kedua pipi Naruto. "Dasar mesum." Wanita berambut merah itu langsung mencium bibir Naruto dengan agresif. "Kau lelakiku yang hebat sayang..."
Naruto menyeringai menatap Kushina, ia kemudian melanjutkan acaranya bersama Naruko, ditambah dengan Kushina yang ikut ke dalam acara tersebut. "Hukumanku sudah hilang sepertinya..."
.
..
...
Naruto by Masashi Kishimoto
