Aku mendesah pelan.
Bibi penjaga toko didepanku masih menatapku dengan tatapan curiga. Memangnya apa sih salahnya membeli itu? Umurku sudah di atas tujuh belas, aku sudah dewasa.
"Bisakah bibi memberikan barangnya padaku sekarang? Nanti keburu ada orang yang mengenaliku—"
Yah, aku memang keluar dari dorm BTS tanpa sepengetahuan member yang lain dan manager hyung, kalau mereka sampai tahu apa yang aku beli bisa-bisa Kim Taehyung yang tampan ini berakhir digantung di Namsan Tower.
Bibi penjaga toko menatapku sinis. "Mau beli berapa?"
"Satu kotak tentu saja, memangnya boleh cuma beli satu?" tanyaku heran.
"Tentu saja tidak," jawabnya ketus, aku mendengus sebal.
Setelah selesai melakukan transaksi menegangkan—karena bibi itu benar-benar menyeramkan—aku kembali ke dorm, bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Siang itu kebetulan di dorm akan dilakukan pengambilan gambar acara memasak atau apa dengan Jin hyung main role-nya.
.
.
.
.
.
.
"APA-APAAN INI?" teriak Rapmon hyung keesokan paginya, sepertinya ia shock karena melihat sesuatu hal melalui ponsel yang tengah dipegangnya.
"Kenapa hyung?" tanyaku sambil mengunyah roti yang aku ambil dari meja makan.
"Lihat ini—" ia menyodorkan ponselnya padaku, aku membaca header berita yang tengah ia baca.
DITEMUKAN KONDOM DI DORM BTS.
APA?
Aku nyaris menyemburkan roti yang tengah aku kunyah. Dalam gambar di berita itu ada foto Jin hyung dalam acara kemarin dan dibelakangnya ada sesuatu yang dilingkari merah. Ya Tuhan, itu kan yang baru saja aku beli kemarin. Sepertinya aku benar-benar akan digantung di Namsan Tower, atau ditenggelamkan di Sungai Han.
"Siapa yang berani-beraninya menyimpan benda seperti itu di dorm?" Rapmon hyung tampak frustasi. Aku menelan ludah gugup.
"Semuanya, ayo berkumpul disini sebentar! Ada yang ingin aku bicarakan!" teriaknya dengan suara menggelegarnya. Semua member segera mendekat, Hoseok hyung yang baru bangun tampak bingung.
Jungkook menatapku dengan tatapan bertanya, aku hanya nyengir tak jelas, sungguh tamat riwayatku kalau sampai ketahuan benda itu milikku dan apa alasan aku membelinya.
"Jadi, siapa yang mau mengaku?" Rapmon hyung bertanya setelah menunjukkan berita menghebohkan itu pada semua member. Semuanya tampak kebingungan, kecuali Jimin yang menatapku sambil tersenyum aneh.
Berani bicara macam-macam mati kau Park Jimin!
"Kalau tidak ada yang mengaku semuanya kena hukuman!" ancam Rapmon hyung, aku menelan ludahku lagi.
"Aku tahu itu milik siapa!" suara Jimin menginterupsi. Aku semakin mengkerut, berusaha memberi kode pada Jimin untuk menutup mulutnya tapi sepertinya mustahil.
"Itu milik Taehyung—"
Semua member kini menatapku. Terima kasih pada Park idiot Jimin.
"Kau—untuk apa kau membeli itu?" tanya Suga hyung sambil menatapku aneh.
Aku hendak menjawab, tapi mulut besar Jimin mendahuluiku. "Dia membeli itu karena takut kelepasan dan tidak bisa mengontrol hormonnya kemudian melakukan seks dengan orang yang disukainya—begitu sih yang dia bilang," katanya tanpa dosa. Dasar sial, padahal dia yang menasehatiku macam-macam dan menyarankan untuk membeli benda itu.
"Orang yang disukai? Memangnya siapa yang disukai Tae hyung?" tanya Jungkook, seperti ada nada sedih dalam suaranya.
"Yeoja yang mana lagi?" tanya Hoseok hyung malas.
Mana lagi apanya sih? Selama ini aku tidak pernah menyukai yeoja manapun, aku dekat dengan mereka semata karena pertemanan. Dasar Hoseok hyung sialan.
"Aku—"
"Bukan yeoja tapi namja," Park idiot Jimin menginterupsiku lagi, ingin rasanya aku menendang bokongnya saat itu juga.
"APA?!" teriak member lain serempak.
"Atau tepatnya adalah—Jeon Jungkook," lanjut Jimin dengan senyum menyebalkannya. Member lain tampak frustasi saking terkejutnya, tapi yang paling terkejut adalah Jungkook tentu saja.
"K-kau menyukaiku hyung?" tanya Jungkook padaku dengan ekspresi terkejut dan malu-malu. Sungguh manis.
Wajahku tak kalah meronanya dengan wajahnya. Aku mengangguk. "N-ne Jungkookie."
"Tapi—memangnya bisa sesama namja melakukan seks? Bagaimana caranya?" tanyanya polos.
Aku terkejut setengah mati. Member yang lain menatapku tajam, memastikan aku tidak menjawab yang aneh-aneh.
"Tentu saja tidak, Kookie-ah, tadi Jimin hanya bercanda," jawabku sambil tertawa kikuk.
Member lain mendesah lega.
Jimin kemudian menyeret Jungkook—yang sepertinya masih penasaran akan banyak hal—keluar dari ruang tengah, agar member lain dapat menginterogasiku.
"Jadi—kau menyukai Jungkook?" tanya Jin hyung. Ekspresinya paling bersahabat di antara yang lain.
"Ya.."
"Sejak kapan?" tanya Hoseok hyung tajam.
"Sudah lama sih—"
"Karena itu kau meremas bokongnya tempo hari?" kali ini Rapmon hyung menginterogasi.
Aku mendesah pelan. "Ya, begitulah—"
"Dan kau bahkan berniat melakukan seks dengannya! Astaga Taehyung dia masih dibawah umur!" teriak Rapmon hyung mengagetkanku.
"Aku tidak pernah berniat seperti itu!" balasku setengah berteriak, "aku hanya takut kelepasan, hormon remajaku sedang meledak, kau tahu itu kan?" cicitku sambil menunduk.
Rapmon hyung memijat pelipisnya, sepertinya ia frustasi berat.
"Aku kecewa sebenarnya—" kata Hoseok hyung tiba-tiba.
HAH?
Apa maksudnya?
"Sebenarnya aku menyukaimu lho, Tae—"
EH?
"Jangan bercanda hyung itu tidak lucu!"
Hoseok hyung menunjukkan wajah sok sedih jeleknya. "Aku tidak bercanda tahu, aku benar-benar menyukaimu, berharap suatu saat kau mendesah dibawahku.."
HAH?
"DALAM MIMPIMU!" teriakku frustasi. Dia benar-benar sudah gila! Apa-apaan dia menginginkanku sebagai bottom, jelas-jelas Kim Taehyung hanya untuk Jeon Jungkook begitu pula sebaliknya.
"Dalam mimpi juga tidak apa-apa sih—" canda Hoseok hyung sambil nyengir.
Benar-benar menyebalkan orang itu. Kim Taehyung yang notabene seorang seme sejati masa harus menajdi uke-nya? Yang benar saja!
Dengan geram aku meninggalkannya dan beranjak menuju kamar Jungkook.
"Kookie, kau tidak marah padaku kan?" tanyaku takut-takut.
Jungkook mengerjapkan matanya bingung. "Marah kenapa hyung?"
"Er—karena aku menyukaimu," jawabku sambil menggaruk tengkukku.
"Tentu saja tidak, karena aku juga menyukaimu," katanya sambil tersenyum cerah, menunjukkan gigi kelincinya yang imut. Sungguh menggemaskan!
"Ehm—tadi kan kau tanya apa sesama namja bisa melakukan seks, kalau aku bilang bisa bagaimana?" kataku sambil menyeringai jahat.
"Bagaimana caranya hyung?"
"Kalau kutunjukkan sekarang kau mau?" tanyaku sambil berdebar-debar.
Jungkook mengangguk antusias. Aku bersorak dalam hati.
Ketika aku mendekatkan tubuhku pada tubuhnya, hampir saja—sedikit lagi, tiba-tiba..
"KIM TAEHYUNG! JANGAN MACAM-MACAM!" teriak semua member dari luar kamar.
Argh, siaaal!
.
.
.
.
.
.
Hahahaha apa ini apaa? XD
ff gaje ini tercipta gara-gara liat artikel ditemuin kondom di dormnya BTS hahaha dan saya langsung berasumsi itu punya Tae (maap Tae maap)
Mind to review? :))
