DESCENDANT OF CINDERELLA
By Namyousoon
SiChul | HanChul | YunJae
Drama, Romance, MPREG, Sci-Fi, Slice of Life
T+ — M
Enjoy!
.
.
.
-Chapter 1-
"Heenim, butik Channel di London menginginkan desain musim semi terbarumu!" wanita paruh baya berseru dengan tangan memegang telpon, ia baru saja mendapat panggilan dari salah satu brand fashion terkenal.
"Yaish mereka! Kenapa baru meminta sekarang?!" Misuh pemuda cantik yang sedang mengukur lingkar pinggang pakaian di butiknya. "Jeon-ya, bilang pada mereka aku akan kirimkan desainnya setelah ini!"
"Baik, Heenim!"
.
.
.
Satu lagi hari sibuk bagi Choi Heechul—desainer kelas dunia dari Korea—beserta para pegawainya ketika berganti bulan. Itu dikarenakan Butik Petal miliknya selalu menyiapkan model-model baju terbaru setiap bulan. Padahal suami Heechul sudah memaksanya untuk cuti dulu beberapa hari karena Heenim sering pingsan bila kelelahan bekerja. Tapi pemuda cantik itu selalu keras kepala.
"Heenim, staff majalah CECI sudah datang untuk mengambil baju-baju yang akan disewakan untuk pemotretan!" wanita lain bernama Hara kini berseru dari lantai bawah. Kembali Heechul memisuh.
"Baru datang mereka! Sialan. Bukannya dari tadi." Kemudian ia segera menuruni tangga untuk menemui para staff majalah itu.
"Heenim, payet untuk hiasan gaun ini kurang!" seru wanita lain bernama Bora dari ruang fitting. Heechul menggeram pelan sebelum memberi perintah.
"Suruh Hani membeli payet sekarang juga!"
Pemuda cantik itu masih fokus memberi arahan pada staff CECI agar tidak ada kebingungan dan kesalahan kembali di pemotretan hanya karena stylist nya tidak mengerti mode desain yang dibuat Heechul.
Di tengah kesibukannya, alarm dari jam tangan mewah yang ia kenakan berbunyi.
"Astaga sudah jam segini..." ia mendengus kasar. Untungnya orang-orang dari CECI itu sudah pergi dari butiknya. Tinggal mengirimkan berkas-berkas musim seminya pada Channel.
"Aku ke sekolah dulu. Nanti kesini lagi untuk—"
"Biar aku saja yang menjemput Taemin-ah. Heenim kirimkan desainnya sekarang!" Jeon memangkas ucapan Heechul. "Mereka bilang sebelum berganti hari desainnya sudah harus dikirim."
"MWO?!" Heechul tentu memekik."Sekarang jam empat sore waktu Korea! Disana pasti jam sebelas malam apa mereka gila?! Bukannya minta dari pagi tadi. YAISH!"
"Kalau kita tidak mengirimkannya, kerja sama untuk tahun ini dibatalkan, Heenim!" penjelasan Jeon membuat Heechul mengacak-acak rambut indahnya. Masalahnya desain musim semi yang asli sudah tidak ada. Heechul menjualnya pada butik Hermes bulan lalu dan yang tersisa hanya scan nya di komputer. Semoga saja masih ada di komputer.
"Makanya aku saja yang menjemput—"
"Itu akan menambah masalahku, Jeon-ya. Suamiku menitahkan harus aku yang menjemput Taemin." potong Heechul sambil memakai jaket dan lalu menyambar kunci mobilnya. "Kau cari desain musim semiku tahun ini di komputer. Kalau ketemu langsung kirim, oke? Cari yang benar! Aku harus menjemput anakku segera. Dah!"
"Tapi Hee—"
"Aku serahkan padamu!"
=:=
Sekolah Dasar JangJeonDong adalah salah satu SD terbaik di kota Seoul. Tapi terbaik itu tak membuat Heechul senang karena... Hell, jauh lebih baik kalau sekolah anaknya itu dekat dengan butiknya di wilayah Garosu-gil.
"Umm—"
"Sttt...!" Heechul menarik lengan anak laki-laki cantik yang sedang menunggu di pintu aula sekolahnya. Mereka bergegas menaiki mobil dan langsung melaju.
"Umma lama! Aku hampir pulang sendiri!"
Heechul memutar bola matanya. "Memangnya kau tahu jalan pulang sendiri?"
"Diantar temanku. Aku punya banyak teman baik!"
Choi Taemin—12 tahun dan kelas 6 SD—yang merupakan anak kandung Choi Heechul dan Choi Siwon itu berkata dengan polosnya.
Heechul terus memacu mobilnya sambil tertawa. "Aku tahu kau banyak teman. Minta izin Appamu kalau ingin pulang bersama mereka."
"Tenang saja, Umma! di SMP nanti aku akan pulang sendiri."
"Baguslah. Kau tidak merepotkanku lagi kalau begitu. Dan jangan panggil aku Umma ditempat umum, mengerti? Aku bukan perempuan."
Taemin merengut kecewa tapi ia mengerti. "Ne, Heenim."
"Bagus. Aku harus segera kembali ke butik dan—"
"Tidak mau! Aku lapar. Mau makan dirumah Jae-Mma!"
Heechul mendengus kesal namun ia tetap menuruti permintaan anak kesayangannya.
=:=
Tak lama setelah Heechul menekan bel pada rumah minimalis berwarna krem, muncul sosok cantik yang membukakan pintu.
"Jae-Mma!" Taemin langsung memeluknya erat.
"Omo Taemin-ah. Kau baru pulang? Heechul-hyung juga?"
Jung Jaejoong namanya. Pemuda cantik lain yang merupakan kenalan dekat keluarga Choi. Ia cantik meski laki-laki sama seperti Heechul. Tak usah kaget karena sekarang ini sudah banyak lelaki yang lebih cantik ketimbang perempuan. Meski sama-sama cantik, mereka beda karakter. Heechul cantik dan tegas. Sikap perempuannya nyaris tidak terlihat kecuali jika menyangkut anaknya. Tapi Jaejoong memiliki sikap dan nurani seperti ibu. Meski pria cantik itu belum memiliki anak.
"Aku hanya ingin menitipkan Taemin dan harus segera kembali ke butikku. Masih banyak kerjaan." Ucap Heechul cepat. Ia memberikan tas pink bergambar Tinker Bell kepunyaan Taemin pada Jaejoong yang diterima dengan bingung.
"Kalau Hyung sibuk harusnya minta bantuanku saja untuk menjemput Taemin. Kau tahu aku kurang kerjaan dirumah."
"Dan membiarkan Siwon menceramahiku? Oh tidak, terimakasih. Aku pergi dulu." Ia mengacak-acak rambut anaknya dipelukan Jaejoong sebelum beranjak.
"Jae-Mma, aku mau makan makanan buatan Umma!"
"Arasho. Aku sudah masak enak. Makanlah sebelum Changmin-hyung kesini dan menghabiskan semua masakanku."
Mereka tergelak sembari memasuki rumah. Bisa dibilang Taemin lebih dekat dengan Jaejoong ketimbang Heechul. Karenanya bocah SD itu sudah biasa memanggil Jaejoong 'Umma' dan Jaejoongpun tak keberatan.
.
Di tengah perjalan ke butik, HP Heechul berdering.
"Oh, Jeon-ya? Sudah kau kiri—"
"Scannya tidak ada!"
"APA?!"
"Sungguh, Heenim. Scannan desain musim semimu tahun ini tidak ada di komputer."
Heechul langsung melihat jam di dasbor mobilnya. Jam setengah lima sore. tigapuluh menit lagi di London sana pasti sudah berganti hari dikarenakan perbedaan waktu 7 jam Korea-Inggris.
"Bora mendesain ulang desain musim semimu di macbooknya waktu itu, dia masih menyimpannya tapi belum di beri warna. Kau cepat kesini untuk memberinya warna. Kami tidak tahu warna ke tiga baju itu. Ppali Heenim-ah!"
"Iya iya! Ini aku di kecepatan penuh! Sudah, tutup telponnya!"
=:=
Tersisa beberapa menit lagi untuk mengirim fax desain musim semi pada Channel, dan untungnya tepat waktu. Jam lima tepat fax itu sudah terkirim. Heechul langsung membanting diri di sofa begitu juga keempat pegawainya.
"Ah.. mau mati rasanya."
Lelaki cantik itu tersenyum sambil mengacak-acak rambut Hani, pegawai termudanya yang barusan mengesah.
"Kerja bagus kalian semua! Yak, selesai untuk hari ini!" Heenim bertepuk tangan seraya berdiri. Bora ikut berdiri dan berujar. "Heenim, aku minta gaji lebih untuk bulan ini! Tiga brand ternama baru saja mengontrakmu kan? Gaji lebih, oke? Le-bih."
Bahkan ketiga pegawai lainnya juga meminta hal serupa.
"Yaish kurang ajar! Kerja dulu yang benar! Dan jangan panggil aku 'Heenim' saat jam kerja sudah habis."
"Baiklah, baiklah. Op-pa."
Heechul kontan berjengit geli. "Yha! Hani! Aku tidak sudi di amuk pacar bebekmu itu hanya karena kau menciumku."
Hani tertawa kencang. Tidak anggun sama sekali, pikir Heechul.
"Tenang~ Junsu-Oppa tidak akan cemburu. Dia malah bilang Oppa lebih cantik dariku."
"Hah, tentu saja." Heechul menyeringai. "Jangan-jangan dia memacarimu karena mukamu mirip denganku?"
"Mungkin? Ahahaha...!"
Mereka semua tergelak dan bercengkrama lama sebelum akhirnya satu persatu meninggalkan butik untuk pulang. Heechul sebagai pendiri butik tinggal disana paling terakhir.
"Sudah jam enam rupanya." Ia bergegas merapihkan barang-barangnya namun tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya.
"Sudah selesai, Sayang?"
Heechul langsung balik badan dan memukul pelan pelaku yang memeluknya dari belakang.
"Yha, Choi Siwon! Kau mengagetkanku!"
"Hehehe... Aku kan ingin memberi surprise untukmu."
Suami Heechul—Choi Siwon—langsung mendaratkan ciuman lembut di bibir merah si cantik itu.
"Kau kesini naik mobil? Lalu mobilku?" Heechul bertanya setelah selesai berpagutan. Siwon menggeleng sambil menyelipkan beberapa helai rambut Heechul ke belakang telinga. "Tidak. Aku naik busway. Mobil kutitipkan kantor."
"Oh. Kau naik bus? Tumben?"
"Kenapa?"
"Tidak cocok dengan imejmu." Heechul mengecup kilat bibir Siwon sebelum melepas pelukan mereka untuk memakai jaket. "Ayo pulang. Kau yang menyetir kalau begitu."
Siwon lantas menggandeng mesra tangan suami cantiknya seraya berjalan keluar dari butik.
.
"Sudah makan, Sayang?" tanya Siwon saat mobil mulai melaju. Pemuda cantik disana menyahut dengan nada letih. "Baru makan siang. Aku sibuk sekali hari ini."
"Yha! Kau harus makan yang teratur! Taemin bagaimana? Kau yang menjemputnya kan?"
Heechul mengesah pelan. "Iya aku yang menjemput Taemin tadi. Dia nyaris pulang dengan teman katanya."
"Mwo!?"
Siwon terkenal sebagai suami yang kelewat pengertian dan sangat protektif, terlebih terhadap anak sematawayangnya.
"Siapa yang akan pulang dengan Taemin? Laki-laki? Perempuan?"
"Entah. Dia tidak banyak cerita. Kau tanyakan saja nanti. Dia ada dirumah Yunho."
"Oh. Kalau dia disana pasti sudah makan dengan baik."
"Kau benar. Karena ada Jaejoong yang bisa masak apapun, kan?" nada Heechul terdengar sewot sekarang. Siwon tersenyum-mengerti. "Bukan begitu, kalau dia sudah makan disana, kita bisa makan malam berdua saja di tempat romantis sekarang. Aku tidak pernah peduli jika kau tidak bisa masak. Aku mencintaimu apa adanya." Siwon mengelus pipi lembut Heechul dan sukses membuat pemuda cantik itu ikut tersenyum. "Kalau begitu sekarang kita ke resto—"
Triiiiiing~~~ Triiiiiing~~~
"Ya?" Siwon memberi isyarat 'sabar, Sayang' pada Heechul saat HPnya berdering tiba-tiba.
"Appa! Aku di rumah Jae-Mma sekarang! Jemput, Pa! Changmin-hyung resek nih!"
"Kenapa?"
"APPA JEMPUUUUUUUUUUUUT!"
"Iya-iya. Sebentar, Sayang. Appa sedang dengan Umma."
"Akh.. Appa! Changmin-hyung resek lagi. Aaaahh..!"
"Bilang padanya kalau dia masih resek akan Appa potong kakinya. Tunggu disana, nanti Appa jemput, oke? Dah, love you."
Telpon terputus. Heechul langsung tertawa sambil melirik suaminya. "Anakmu diapakan?"
"Yah.. kadang aku lupa kalau kita punya anak." Siwon ikut tertawa.
"Bohong. Kau lebih sering ingat anakmu ketimbang aku."
"Tidak, Chullie. Aku lebih sering ingat Tuhan."
Heechul tertawa lebih keras. Tentu saja, suaminya itu selalu ingat dengan Tuhannya.
"Kita jemput Taemin sekarang lalu makan malam di rumah. Delivery restoran yang enak saja, oke?"
Sudah dibilang, Choi Siwon benar-benar suami yang pengertian. Heechul mengangguk setuju seraya meraih HPnya dan menelpon restoran yang biasa ia kunjungi untuk pesan-antar makanan kerumahnya.
-End of Chapter 1-
A/N : Changmin bukan anaknya YunJae ya. Di chapter depan akan di jelaskan siapa Changmin. Kalo nonton A Style for You pasti tahu kenapa Namyu bikin Bora, Hani, Hara sebagai pegawainya Heechul. Terus Jeon HuiGyong itu sebenernya stylistnya Heechul di ASFU. Makasih sudah baca cerita ini. Nantikan chapter 2 ya!
