Title: Chains of Love

Pairing: WonKyu (main), Qmi, ZhouRy, MinKyu

Warnings: Typos, gaje, YAOI.

Disclaimer: The casts are not mine.


"Siwon Hyung..."

"Ne?"

"Apa aku memang nggak berguna? Seperti apa yang dikatakan Changmin-ssi tadi?"

Siwon yang sedang membersihkan luka Kyuhyun di taman belakang langsung menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Kyuhyun dengan lembut dan membelai rambut hitam namja imut itu. Kalau mau jujur, Siwon sebenarnya juga mulai menyukai Kyuhyun.

"Kenapa kamu bicara seperti itu?"

"So-soalnya aku udah bikin masalah di hari pertama latihan..."

"Aniyo. Itu cuman kecelakaan. Bukan salahmu, Kyu..."

Kyuhyun menikmati sentuhan dan kebaikan Siwon. Tiba-tiba saja handphone Siwon berbunyi.

"Yeoboseyo? Changmin-ah!"

"Hyung, pergelangan kakiku patah dan siku kananku retak. Sekarang aku diantar Minho ke rumah sakit. Mian, aku nggak bisa ikut tanding basket minggu depan..."

"Mwo? Kakimu retak? Yah… terpaksa tanding basketnya harus ditunda… Karena kamu pemain utama…"

Kyuhyun tersentak, ia sungguh merasa takut dan bersalah. Disentuhnya lengan Siwon.

"Siwon Hyung, aku mau bicara..."

Siwon menyerahkan handphonenya pada Kyuhyun. Dengan gemetar, Kyuhyun berbicara pada Changmin.

"Ch-changmin-ssi, jeongmal mianhamnida..."

"Kamu lagi? Udah deh! Nggak usah minta maaf! Aku muak sama kamu! Kamu udah bikin aku kayak gini! Kamu tau? Aku benci banget sama kamu!"

Sambungan telepon diputus oleh Changmin. Kyuhyun menutup handphone Siwon dan menyerahkannya kembali pada pemiliknya. Siwon khawatir karena mata Kyuhyun berkaca-kaca. Dirangkulnya pundak Kyuhyun.

"Waeyo? Changmin masih marah?"

Kyuhyun mengangguk pelan. Ia berusaha untuk menahan airmatanya yang akan jatuh sedikit lagi. Tetapi ia gagal, bahunya mulai bergetar dan isakan pelan mulai terdengar. Kyuhyun bukanlah namja yang cengeng, tetapi entah kenapa perkataan Changmin yang tajam membuatnya sakit hati dan merasa bersalah. Siwon menarik Kyuhyun ke dalam pelukan hangatnya.

"Sudah... Jangan menangis. Begini, besok kamu minta maaf padanya. Kalau dia masih marah, biarkan aja... Kamu bantu dia terus. Lakukan semua hal yang nggak bisa dia lakukan untuknya. Jangan menyerah kalau dia menolak untuk membantumu. Changmin benci orang yang cengeng, jadi jangan nangis kalau dibentak. Teruslah tersenyum, arrasseo?"

Kyuhyun menangguk. Ia sungguh senang karena Siwon bisa mengerti perasaannya. Perasaan cintanya pada Siwon semakin besar. Tak lama kemudian, Siwon melepaskan pelukannya dan kembali mengobati luka Kyuhyun.

"Nah, selesai! Kajja, kita pulang! Kamu bisa jalan kan?"

"Ne, gomawo, Siwon Hyung!" Jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

"Senyum gitu kan bagus!"

Mereka berdua berjalan untuk mengambil barang-barang mereka yang masih ada di lapangan basket. Siwon melihat langkah Kyuhyun yang sedikit pincang.

"Sakit, Kyu?"

"Gwenchana... Sakit sedikit saja!"

Siwon menggandeng tangan Kyuhyun, ia takut jika Kyuhyun sampai terjatuh lagi. Tak lama kemudian, mereka sampai di lapangan basket. Para anggota sudah selesai berlatih, mereka sedang duduk dan berbincang-bincang.

Siwon yang masih menggandeng Kyuhyun menghampiri anggota klubnya. Lagi-lagi Henry harus melihat Zhou Mi yang sedang menatap Siwon dan Kyuhyun dengan pandangan terluka.

Siwon mengambilkan tas Kyuhyun, lalu tasnya sendiri. Zhou Mi memutuskan untuk bertanya pada Kyuhyun.

"Kyu? Gwenchana? Mian tadi aku bentak-bentak..."

"Gwenchanayo, Zhou Mi Hyung."

"Kamu mau pulang?"

"Iya, Hyung."

"Biar aku antar ya? Kakimu sakit kan?"

"Gomawo, Zhou Mi Hyung. Tapi tadi Siwon Hyung sudah berjanji untuk mengantarku... Mian..."

"Oh begitu? Ya sudah, hati-hati di jalan ya..."

"Ne, annyeong semuanyaa..."

Siwon kembali menggandeng Kyuhyun dan membawanya keluar sekolah. Zhou Mi memegang dadanya yang terasa sakit.

'Damn! Kenapa selalu Siwon! Aku jauh lebih peduli padamu, Kyuhyun!' Rutuknya dalam hati.


"Siwon Hyung, gomawo. Ayo masuk ke dalam!"

"Aku pulang aja, Kyu. Nanti merepotkan."

"Aniyo! Hyung istirahat bentar di rumahku. Ya hyung? Pleaseeee?"

Siwon menelan ludah melihat Kyuhyun yang memohon padanya dengan pandangan memelas. Sungguh menggoda iman.

"Ya sudah, aku masuk bentar."

Kyuhyun tersenyum senang, ia dan Siwon masuk ke dalam rumah. Di dalam, Nari menyambut mereka berdua. Bukan hanya Nari, kelima putranya juga ikut menyambut mereka. Sangat terlihat di wajah mereka berlima jika mereka tidak menyukai Siwon yang menggandeng dongsaeng kesayangan mereka.

"Eomma~ aku pulangg!"

"Selamat datang, chagi... Wah, kamu bawa teman ya?"

"Ne... Ini sunbaeku di sekolah!"

"Annyeo..."

"Kamu siapa?"

"Kok nempel-nempel sama Kyu?"

"Kamu siapanya Kyu?"

"Jangan bilang kalo kamu namjachingunya Kyu?"

"Berani macam-macam dengan Kyu, hidupmu nggak akan tenang, bocah!"

Siwon yang baru akan memperkenalkan diri harus rela perkataannya dipotong oleh lima orang namja yang langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan aneh padanya.

"Kalian! Diam! Buatkan teh sana!"

"Ne... Eomma..."

Kelima namja itu langsung lari ke dapur.

"Mianhae, tolong jangan hiraukan mereka... Siapa namamu?"

"Ne... Annyeong haseyo, Choi Siwon imnida. Saya adalah ketua klub basket sekaligus sunbae dari Kyuhyun."

"Aigoo... Anak yang tampan dan sopan..."

"Gomawo, ahjumma. Saya datang untuk mengantarkan Kyuhyun pulang. Tadi waktu latihan basket dia terjatuh, kakinya terluka. Jadi, saya membantunya untuk berjalan sampai sini. Jeongmal mianhamnida, sebagai ketua, saya tidak bisa menjaga Kyuhyun hingga dia terluka seperti ini."

"Aniyo... Gwenchanayo. Ayo silahkan duduk!"

Siwon duduk di sofa ruang tamu dengan Kyuhyun di sebelahnya. Nari duduk di sofa yang lain dan berbincang-bincang dengan mereka.


Sementara itu di dapur...

"Ya! Kamu itu pabbo atau gimana sih, Hae?" Hankyung menjitak kepala Donghae.

"Iya! Masak kamu bikinin teh mahal produk pabrik appa buat namja itu?" Kata Kangin.

"Dia gak cocok dikasih minum itu!" Tambah Yunho.

"Kapan kamu pinter sih, Hae?" Ujar Yesung.

"Tenang, hyungdeul! Calm down... Aku nggak pabbo! Aku mau campur tehnya dengan ini!"

Mereka berlima tertawa setan saat melihat Donghae memegang toples garam dan bumbu penyedap masakan.


"Silahkan, ini teh berkualitas produk dari pabrik keluarga kami~"

Hankyung menghampiri mereka bertiga sambil membawa nampan dengan tiga cangkir teh. Ia menyerahkan cangkir teh normal pada Kyuhyun dan Nari, dan teh yang sudah dicampur garam plus bumbu pada Siwon. Hankyung membungkuk sopan sekilas sebelum kembali ke dapur.

"Silahkan diminum, Siwon-ssi! Semoga rasanya cocok!" Kata Nari.

"Ne. Gomawo, ahjumma."

Siwon meminum tehnya, namun baru saja teh itu masuk ke dalam mulutnya, ia sudah menyemburkan teh itu keluar.

"Uhuk! Uhuk!"

"Siwon Hyung! Gwenchana?"

Kyuhyun menepuk-nepuk tengkuk Siwon. Nari juga ikut panik.

"Siwon-ssi! Ada apa?"

Karena curiga, Kyuhyun meraih cangkir teh Siwon dan mencium baunya. Setelah itu, teriakan Kyuhyun langsung membahana di seluruh penjuru rumah.

"HYUNGDEUL! AWAS KALIAN!"


"Mian, hyung. hyungku aneh semua. Mereka gak suka kalo aku deket-deket sama namja atau yeoja selain mereka."

"Aku mengerti, Kyu. Wajar saja mereka begitu kalau punya dongsaeng semanis kamu... Hahaha..."

Wajah Kyuhyun langsung memanas. Ia menundukkan kepalanya agar Siwon tidak melihat wajahnya yang memerah. Siwon yang melihat Kyuhyun malu-malu langsung mengacak rambut hitam namja manis itu.

"Aku pulang ya, Kyu! Sampai besok!"

"Ne, hati-hati di jalan, Siwon-hyung!"

Kyuhyun merasa senang sekali. Siwon sangat perhatian padanya, bahkan sepanjang perjalanan pulang tadi Siwon terus menggandeng tangannya dengan protektif.

Kyuhyun kembali masuk ke dalam rumah ketika Siwon sudah hilang dari pandangannya. Di dalam rumah, ia melihat kelima hyungnya yang sedang diberi ceramah oleh Nari. Melihat Kyuhyun masuk, kelima namja itu langsung berhambur memeluknya

"Kyu! Kakimu sakit ya? Kok pincang?"

"Kamu nggak diapa-apakan sama namja mesum itu kan?"

"Dia siapa, Kyu?"

"Kamu suka dia?"

"Jangan pacaran dengannya ya?"

"Hyungdeul keterlaluan! Aku suka dia! Memangnya kenapa kalo aku mau pacaran dengannya? Bukan urusan kalian!"

Kyuhyun melepaskan diri dari pelukan mereka berlima. Dengan langkah kaki yang terseok-seok ia berjalan menuju kamarnya dan mengunci diri.

"ANDWAEEEE! KYUUUUUU!" Teriak mereka berlima.


Ada yang berbeda pagi ini. Kyuhyun sarapan sendiri tanpa disuapi. Yunho yang dapat giliran menyuapi Kyuhyun hari ini tidak melaksanakan tugasnya karena Kyuhyun masih marah pada mereka berlima.

Tadi pagi saat mereka mau mencium Kyuhyun, Kyuhyun langsung menendang mereka berlima keluar dari kamarnya. Aura yang terpancar di sekitar Kyuhyun juga sangat menyeramkan.

Setelah menghabiskan sarapannya, Kyuhyun langsung keluar dari rumah. Ia hanya berpamitan pada Shindong dan Nari. Bahkan ia menolak untuk berangkat ke sekolah bersama kelima hyungnya.

Saat Kyuhyun berjalan di koridor, ia melihat Changmin yang tampak kesulitan berjalan dengan kruk dan legan kanan yang diperban. Kyuhyun langsung menghampirinya dan menyambar tas Changmin.

"Kembalikan tasku, sialan!"

"Annyeong, Changmin-ssi! Mianhae atas kejadian kemarin ya... Mulai hari ini aku akan membantumu!"

"Aku nggak butuh bantuanmu! Sini! Kembalikan tasku!"

"Ooh... Tidak bisa..."

Kyuhyun berlari ke kelasnya sambil menenteng tas Changmin. Untung saja lukanya sudah membaik sehingga ia bisa berlari. Segera diletakannya tas tersebut pada bangku Changmin.

Tak lama kemudian, Changmin sudah sampai ke kelas dengan nafas yang memburu. Sepertinya ia berusaha berjalan secepat mungkin.

Kyuhyun menepuk pundak Onew, namja yang menjadi teman sebangku Changmin.

"Onew-ssi! Tukar tempat duduk denganku ya?"

Mata Onew langsung berbinar, ia langsung setuju karena bertukar tempat duduk dengan Kyuhyun berarti ia akan duduk bersama Kim Kibum a.k.a Key, namjachingunya.

"Gomawo! Kyuhyun-ssi! Aku berhutang budi padamu!"

Onew membereskan barang-barangnya dan langsung berpindah ke tempat barunya.

"Ya! Kamu ngapain duduk di sebelahku! Pindah sana!"

"Shireo! Aku kan mau bantuin kamu, Changmin-ssi~"

"Aishhh... Kalo kamu gak mau pindah, aku aja yang pindah!"

"Memangnya ada yang mau duduk denganmu? Mereka kan takut duduk sama kamu!"

Changmin kalah telak. Dengan terpaksa ia duduk bersama Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.


Sekarang adalah jam istirahat makan siang. Selama pelajaran tadi, Kyuhyun selalu mencatatkan pelajaran untuk Changmin. Changmin terus menolak, tetapi Kyuhyun terus mengotot untuk membantunya.

Changmin berjalan bersama Kyuhyun ke kantin. Saat mereka berjalan, Kyuhyun melihat tali sepatu Changmin yang lepas.

"Changmin-ssi! Tali sepatumu lepas tuh!"

"Biarin!"

Kyuhyun berlutut dan mengikat tali sepatu Changmin. Mereka berdua sukses menjadi pusat perhatian.

"Ya! Kamu ngapain?"

"Aku nggak mau Changmin-ssi jatuh lagi. Nanti aku bisa sedih!"

Changmin langsung tersipu malu mendengar ucapan Kyuhyun. Tetapi ia langsung membuang pikirannya jauh-jauh.

Di kantin, Siwon dan anggota klub basket sudah menunggu mereka. Setelah membeli makan siang, Kyuhyun dan Changmin duduk satu meja dengan mereka.

Kyuhyun ingin duduk dengan Siwon, tetapi kursi sebelah Siwon sudah ditempati oleh Sungmin. Jadi, ia duduk satu baris dengan Henry dan Zhou Mi.

Kyuhyun duduk di sebelah kanan Zhou Mi, Changmin duduk di sebelah Kyuhyun. Sementara Henry ada di sebelah kiri Zhou Mi.

Mereka mulai makan, tetapi Kyuhyun menghentikan aktivitasnya saat melihat Changmin kesulitan makan dengan tangan kirinya. Dengan sigap, direbutnya sumpit Changmin. Ia memutuskan untuk menyuapi Changmin.

"Sini! Buka mulutmu, aaa~"

"Ya! Apa-apaan kamu! Aku bisa makan sendiri!"

"Bisa, tapi kamu selesai makannya bisa berjam-jam! Sudahlah, jangan malu-malu!"

Setelah mereka cukup lama berdebat, akhirnya Kyuhyun menang lagi. Dengan pasrah, Changmin disuapi oleh Kyuhyun. Sebenarnya Changmin cukup senang karena disuapi oleh namja manis seperti Kyuhyun.

Zhou Mi dan Siwon yang diam-diam memendam perasaan pada Kyuhyun terlihat terganggu saat Kyuhyun menyuapi Changmin. Siwon masih bisa mengontrol perasaannya, tetapi tidak dengan Zhou Mi. Zhou Mi menyuruh Kyuhyun duduk di tempatnya, sementara ia duduk di tempat Kyuhyun. Direbutnya sumpit dari tangan Kyuhyun.

"Nah, aku sudah selesai makan. Jadi aku aja yang suapin kamu, Min. Biarin Kyuhyun makan ya~"

Zhou Mi berbicara dengan nada ramah namun seram. Changmin sedikit kecewa, tetapi saat melihat seringaian seram di wajah namja berambut merah itu, ia hanya mengangguk dengan pasrah.

Saat itulah, Siwon tahu bahwa Zhou Mi akan menjadi rivalnya.


Siwon dan Zhou Mi masih berada di ruang khusus klub basket padahal saat ini sudah hampir jam tujuh malam. Sebagai ketua dan wakil ketua klub, Mereka masih harus mengurus dokumen-dokumen untuk pendaftaran lomba basket dengan sekolah lain minggu depan.

"Siwon-ah, aku pulang dulu. Sudah selesai kan?"

"Ne, Mi! Pulanglah dulu!"

Zhou Mi meraih tasnya dan berdiri, tetapi Siwon menahan tangannya. Siwon menatap mata Zhou Mi dengan serius. Zhou Mi merinding karena dipandangi seperti itu.

"Waeyo?"

"Apa kamu menyukai Kyuhyun?"

"Ha? Kenapa bertanya seperti itu? Sudahlah, aku mau pulang!"

Zhou Mi berusaha melepaskan tangannya dari Siwon, tetapi Siwon malah menahan kedua tangannya dan menatapnya semakin dalam. Zhou Mi jadi parno sendiri. Bagaimana kalau Siwon ternyata mencintainya? *Ge-er amat lu, Mi*

"Jawab aku, Mi!"

"Eh... Itu..."

"Kalau nggak mau jawab ya sudah. Berarti kamu nggak suka sama Kyuhyun. Aku bisa jadian dengannya."

"GAK BOLEH!"

"Waeyo?"

"Eh? Bukan begitu..."

"Aku tahu, Mi. Kamu juga suka sama dia kan? Sekarang kita bersaing secara sehat okay? Kita sama-sama berusaha untuk mendapatkan cinta Kyuhyun!"


Zhou Mi melangkahkan kaki panjangnya keluar sekolah. Ia merasa bahwa ia melupakan sesuatu yang sangat penting. Namja tinggi itu berhenti berjalan untuk berpikir sejenak. Sedetik kemudian ia teringat.

"Shit! Henry!"

Zhou Mi teringat bahwa ia sudah berjanji untuk pulang bersama Henry tadi siang. Sekarang sudah jam tujuh malam, sekolah sudah bubar dari jam tiga tadi.

Zhou Mi masuk kembali ke dalam gedung sekolah. Ia langsung berlari menuju ruang kelas Henry.

'Mungkin Henry sudah pulang!' Batin Zhou Mi.

Ternyata dugaannya salah, Henry masih duduk di bangkunya sambil mengutak-atik handphonenya.

"Eh? Mimi-ge? Lama banget sih?"

"Dui bu qi, Henliiii! Aku lupa kalau tadi ada tugas ngurus dokumen!"

"Mimi-ge jelek! Aku sampe nunggu berjam-jam gara-gara gege!"

"Mian, mian, mian! Kenapa kamu nggak pulang aja duluan? Daripada capek nunggu aku..."

"Andwae! Aku percaya kalo Mimi-ge pasti nepatin janji! Soalnya aku su... Oops!"

"Soalnya apa?"

"Bukan apa-apa! Ayo pulang! Traktir aku ya, Mimi-ge!"

"Arrasseo! Sebagai permintaan maaf, aku traktir km sampai puas!"


"Henliii..."

"Ne, gege?"

"Kalau begini aku bisa bangkrut, nak..."

Henry mengajak Zhou Mi untuk menraktirnya di sebuah coffee shop yang terkenal mahal dan mewah. Tanpa sungkan, Henry memesan dua gelas minuman, tiga piring cake, dan semangkuk besar ice cream sebagai dessert. Sementara Zhou Mi sendiri hanya minum kopi.

"Biarin! Kan tadi Mimi-ge bilang mau traktir aku sampai puas!"

"Aishhh..."

Henry dan Zhou Mi sangat dekat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Jika sedang memiliki masalah, mereka akan curhat satu sama lain. Sayangnya, Zhou Mi hanya menganggap Henry sebagai dongsaengnya, tidak lebih. Dan di cofee shop ini Zhou Mi dengan bodohnya bercerita tentang perasaannya pada Kyuhyun tanpa mengetahui bahwa hati Henry menjadi semakin hancur. Henry hanya menanggapi dengan tersenyum manis. Dengan mati-matian ditahannya airmatanya agar tidak jatuh menetes.

Setelah menyelesaikan makannya, Henry dan Zhou Mi membayar makanan mereka dan pulang.

"Uangkuuuu..."

Zhou Mi stress karena di dompetnya hanya tersisa seribu won. Henry tetawa melihat penderitaan namja yang dicintainya itu.

"Gomawo, Mimi-ge... Aku sayang deh sama gege! Hahaha!"

Henry memeluk tubuh Zhou Mi. Zhou Mi balas memeluk Henry.

"Dongsaengku ini imut sekaliiii!"

Henry melepaskan pelukannya, ia menatap Zhou Mi dengan nanar. Zhou Mi kaget karena Henry terlihat sangat terluka.

"Henli... Kamu kenapa?"

"Mimi-ge... Aku pulang dulu ya? Eomma pasti panik soalnya aku pulang malam..."

Setelah itu, Henry langsung berlari pulang ke rumahnya, meninggalkan Zhou Mi yang terbengong-bengong. Ia tidak tahu bahwa Henry sedang berlari sambil menangis.


"Kyu! Kamu masih marah sama kita?" Tanya Kangin.

"Ne!"

"Aigoooo, jangan gitu dong, chagi~" kata Yesung.

"Apaan sih? Ganggu orang main game aja!"

"Hmmm... Kalau ada ini masih marah gak yaa?"

Kyuhyun menoleh ke arah Hankyung yang sedang membawa kardus berisi PSP edisi terbaru, limited edition. Mata Kyuhyun langsung berbinar. PSP itu kan mahal sekali, sudah lama Kyuhyun ingin membelinya, tetapi ia tidak punya uang cukup.

"PSP! Limited edition... Huwaaa! Hyungdeul! Saranghaeee!"

Kyuhyun memeluk kelima hyungnya dan mencium mereka. Senang sekali bisa mendapatkan PSP baru.

'Untung ada PSP!' Batin mereka berlima.


"Annyeong, Henry!"

Kyuhyun menyapa Henry yang kebetulan dilihatnya di koridor. Merasa dipanggil, Henry menoleh. Mata Kyuhyun terbelalak saat melihat wajah Henry yang kacau. Kedua mata namja chubby itu bengkak, sepertinya habis menangis.

"Matamu kenapa?"

"Aniyo... Hehehe... Aku ke kelasku dulu ya! Annyeong~"

Henry berlari menuju kelasnya. Sebisa mungkin ia ingin menghindari Kyuhyun. Bukannya ia membenci Kyuhyun, tetapi ia selalu teringat pada Zhou Mi saat melihat Kyuhyun. Hal itu akan membuat hatinya semakin terluka.

"Kenapa dia?" Gumam Kyuhyun.

"Halo, Kui Xian!"

Tiba-tiba saja Zhou Mi muncul dan merangkul pundak Kyuhyun.

"Zhou Mi Hyung? Namaku bukan Kui Xian..."

"Arrasseo! Itu nama panggilanku buat kamu. Kui Xian~ manis kan? Mulai sekarang aku panggil kamu pakai nama itu."

"Ne! Hehe..."

Zhou Mi membelai rambut Kyuhyun sambil terus tersenyum. Kyuhyun balas tersenyum.

'Aku pasti bisa mendapatkan cintamu, Kui Xian!' Seru Zhou Mi dari dalam hati.


TBC


A/N

Aku sudah kena tegur mengenai rules yang bilang kalau Real Person Fic itu nggak diijinkan di Screenplays. Yang terbesit di pikiranku pas baca teguran dari salah satu reviewer adalah "kenapa kok ini baru dipermasalahkan sekarang? Padhal Screenplays udah jadi tempat Real Person Fic selama bertahun-tahun."

Jujur aja, aku ngerasa nggak rela kalau harus pindah dari screenplays. Aku udah merasa nyaman di sini, yah meskipun aku juga belum lama disini. Mungkin aku terkesan egois, tp yang ada dipikiranku selama ini banyak yang udah melanggar rule itu, tapi toh juga gak terjadi apa-apa. Kenapa harus dipermasalahkan? Mungkin bagi orang lain melanggar peraturan itu nggak baik, tapi aku bukan tipe orang yang peduli sama peraturan. Itu kekurangan aku jadi mian kalo aku terdengar egois. Aku bener-bener gak rela ninggalin screenplays. Banyak banget author berbakat dan fic yang bagus disini.

Perkataan satu senior yang aku hormati di ffn bikin aku jadi semakin nggak rela untuk ninggalin fandom ini. Dipikir-pikir perkataan dia benar juga, 'screenplays itu hidup karena kita', author fandom kpop. *mian eonnie, saya pake kata-katanya*. Coba kalo kita semua pindah dr sini, bakal jadi apa screenplays? Ya mungkin kita memang salah soalnya udah langgar rule, tapi yah… mau bgaimana lagi… mian aku egois. Lagi galau.

Sekarang aku mau minta pendapat dari readers sekalian, apa sebaiknya aku lanjutin fic ini atau nggak? Tolong dijawab lewat reviews kalian ya… Aku mau lihat pendapat kalian semua… Gomawo. ^^

Buat Himawari Ichinomiya, Bubble Kyu, Lady hee hee, ifabummie, Kyra, WiiyWiyan, LittleLiappe, Cassie Disandi, maknaelovers, Han Soon Hee, Minkyushippers, Jang Ha Yeon, forniakyu, Mayu Rockbell, camoparra, Kyuhyunniewife, Lalalu, MiilenChangmin, nekoikoi, makasih ya udah review chapter satunya, mian aku ga bisa balas satu per satu soalnya bentar lg udah hrs off. Review lagi yaa ^^

Buat ardhan winchester, gomawo udah kasih permberitahuan ttg guidelinesnya

Review pleaseee ^^ Reviews sangat dibutuhkan hehehe