Saya nggak nyangka ternyata ada yang baca FF saya,ngasih review pula #terharu

Terutama reviewnya "r3diavolo89" nunna,saran & kritiknya sangat membangun,sampe tu kritik kalo dikumpulin bisa buat membangun rumah wkwkwkw :D *makasih banyak, muaahh*

Sebetulnya saya sedikit "terpaksa" nulis FF ini karena dikomporin terus sama trias nunna,rae sama si chuz~~.

Tapi melihat akhir-akhir ini yang namanya FF yewon ngilang entah kemana,saya jadi terpanggil *halah* untuk ikutan nulis. Jadi buat yang baca mohon kritik dan saran yang membangun tentunya buat saya,saya ini author pemula jadi masih banyak ngaconya :D.

Udah ahh~~malah ngomong ngalor ngidul,yang nanya kapan dilanjut ini lanjutannya...

~~Happy reading~~

Yesung berjalan sendirian menuju apartemennya yang sangat sederhana, Disana dia tinggal berdua saja dengan Kim Ryeowook atau Wookie, dongsaeng satu-satunya. Ibunya meninggal dua tahun yang lalu, Ayahnya meninggal sejak Yesung masih kecil. Praktis sejak sang ibu meninggal, Yesunglah yang mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan Wookie tentunya. Yesung sempat bekerja di sebuah restoran, Walaupun gajinya kecil, tapi cukup untuk biaya makan dan sekolah Wookie. Sementara Yesung harus rela tidak melanjutkan kuliah setelah lulus SMU karena keterbatasan biaya.

Tapi sejak seminggu yang lalu, Yesung "terpaksa" berhenti dari pekerjaannya, karena sang pemilik restoran harus pindah dari korea, dan mau tidak mau harus menutup restorannya. Jadilah, sejak tidak punya pekerjaan , Yesung sibuk mencari lowongan kerja yang sesuai dengan tingkat pendidikannya yang hanya lulus SMU. Karena itulah, setiap hari setelah berkeliling mencari pekerjaan, Yesung selalu pergi ketaman sekedar melepas lelah. Dan tidak disangka, di sanalah Yesung bertemu Choi Siwon, namja nekat yang menyatakan cintanya bahkan merebut ciuman pertamanya hahhh~~~ Yesung sangat jengkel jika mengingat itu semua.

.

.

.

CKLEK

Yesung masuk ke apartemennya, dari arah dapur tampak wookie berjalan menghampirinya

"hyung, kau sudah pulang" sapa Wookie sambil mengamit lengan Yesung.

"ne, kau sudah makan?"

"belum, aku menunggu hyung pulang dulu, lalu kita makan bersama"

"hhh...kau ini, kan hyung sudah bilang, kau makanlah dulu tidak usah menunggu hyung pulang" omel Yesung sambil mencubit pipi Wookie gemas.

"aish~~hyung aku bukan anak kecil lagi, kenapa kau suka sekali mencubit pipiku sih" kesalnya sambil mengusap-usap pipinya yang memerah.

"haha~~arra arra, dongsaengku ini bukan anak kecil lagi, buktinya sekarang kau sudah punya namjachingu, benar kan?"

Sontak kata-kata Yesung tadi membuat pipinya lagi-lagi memerah, namun kali ini karena Wookie merasa malu.

"si...siapa yang punya namjachingu" elak Wookie

"hahaha~~ mengaku saja, lihatlah pipimu. Merah seperti tomat" goda Yesung.

Wookie berlari menuju dapur, tidak mau menjadi bahan ledekan hyungnya lagi. Yesung yang melihatnya hanya tersenyum. Wookie memang tidak tahu kalau Lee Sungmin, namjacingunya, sudah meminta izin terlebih dulu pada hyung manisnya itu. Yesung tentu saja merestuinya, karena Sungmin sudah dikenalnya sejak dulu. Ya paling tidak, Yesung yakin Sungmin akan mampu menjaga dan membahagiakan Wookie.

:

:

"hmm~~masakanmu selalu enak wookie" puji Yesung pada makanan olahan sang adik

Kini mereka berdua tengah makan malam, tentu dengan segala kesederhanaan-nya.

"tentu saja hyung, eomma kan yang mengajariku. Kau tahu kan betapa hebatnya keahlian eomma dalam memasak".

"ne kau benar,beruntungnya aku punya dongsaeng sepertimu"

"ahh~~aku baru ingat!" Teriak Wookie yang membuat Yesung sedikit berjingkat karena kaget.

"yaa! Kau mengagetkanku Wook-ah" protes Yesung.

Wookie tidak menggubris hyung-nya tersebut, dia berlari kecil menuju ruang tamu. Tak lama diapun kembali membawa sebuah amplop putih.

Wookie memberikan amplop tersebut kepada Yesung "hyung, ada surat untukmu" .

Yesung membaca bagian depan amplop itu. "CHOI CORPORATION" gumam Yesung.

Yesung membuka amplop tersebut dan membaca isinya, senyuman Yesung mengembang begitu dia selesai membaca surat itu.

Wookie yang melihat sang hyung tersenyum-senyum saat membaca surat pun bertanya.

"surat dari siapa hyung? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?"

"hyung diterima kerja Wookie!" pekik Yesung senang.

"jinja? Wah~~akhirnya hyung dapat pekerjaan lagi.

Namun tiba-tiba senyum Yesung menghilang, berganti dengan wajah bingung, matanya memandangi surat itu.

Wookie yang melihat perubahan wajah Yesung-pun mengernyit heran.

"hyung kau kenapa?"

"hyung agak bingung"

Bingung?, bingung kenapa hyung?"

"apa orang yang diterima kerja sebagai office boy juga mendapat surat pemberitahuan?"

Wookie memutar bola matanya ke atas, sedikit berpikir mungkin.

"ah, tentu saja hyung. Orang diterima kerja pasti ada surat pemberitahuan-nya"

Yesung menatap Wookie "benarkah... "

"sudahlah hyung,yang penting sekarang kau punya pekerjaan"

Yesung tersenyum menatap dongsaengnya "kau benar"

"oh ya, kau bekerja dimana hyung?" tanya Wookie sambil kembali menyuapkan nasi ke mulutnya.

"CHOI CORP, besok hyung mulai bekerja"

:

:

Di sebuah ruangan kantor yang terlihat mewah, dua orang namja sedang duduk di sebuah sofa berwarna coklat tua.

"kau yakin kan dia sudah menerima suratnya?" tanya namja gagah dengan dimple menawan-nya.

"kau sudah menanyakan-nya lebih dari sepuluh kali Siwon..." namja satunya terlihat kesal menjawab pertanyaan sahabat sekaligus bos-nya ini.

"benarkah?, kau rajin sekali menghitung berapa kali aku bertanya Lee Donghae" kemudian Siwon tertawa.

Donghae memandang Siwon yang masih tertawa, baru kali ini dia melihat sahabat yang sudah dia kenal sedari kecil seperti ini. Tergila-gila pada seseorang yang bahkan Siwon tidak tau namanya, sampai-sampai dia yang harus kerja keras mencari tahu nama namja yang digilai Siwon itu. Entah apa yang membuat sahabatnya itu begitu terpesona dengan Yesung.

"Siwon-ah, kenapa kau tidak berhenti saja"

"berhenti dari apa?"

"ayolah Siwon, kau paham benar apa yang kumaksud" Donghae menatap miris sahabatnya.

"kau sendiri yang bilang kan, kalau dia menamparmu. Bahkan dia juga bilang sangat membencimu"

Siwon berdiri dari sofa, lalu berjalan menuju jendela kaca disamping tempat dia duduk. Memandangi langit cerah yang berbanding terbalik dengan keadaan hatinya kini.

"aku tidak bisa hae-ah, aku yakin suatu saat Yesung akan menjadi milikku. Bagaimanapun caranya, aku harus bisa menaklukkannya" ada nada optimis ketika Siwon mengatakannya, dan Donghae tahu Siwon bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Dia akan berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan.

.

.

.

Yesung kini berada tepat di depan gedung CHOI CORP, matanya memandang takjub bangunan megah di hadapannya. Sesekali matanya menatap para pegawai yang lalu lalang di depannya, mereka semua memakai setelan rapi dan mahal pastinya. Berbeda sekali dengannya yang hanya memakai kemeja putih yang dia pakai saat hari kelulusan SMU-nya dulu.

Dengan langkah pasti, Yesung masuk menuju gedung CHOI CORP, dan sepertinya Y esung sedikit bingung dengan siapa dia harus bertanya menyangkut pekerjaannya.

"Kim Yesung!"

Yesung baru saja akan berjalan mendekati meja resepsionis, ketika seorang namja berpakaian rapi memanggil namanya. Yesung menoleh ke arah suara yang memanggilnya, terlihat seorang namja tengah tersenyum padanya menampakkan dimple yang membuatnya tampak manis.

"kau pasti Kim Yesung kan?" tanya orang itu.

Yesung hanya menatap orang itu dengan pandangan bingung, agak terkejut sebetulnya, dari mana orang ini tahu namanya.

Seperti mengerti, namja itu segera memperkenalkan diri.

"namaku Park Jungsoo, tapi kau bisa memanggilku Leeteuk"

"mulai sekarang kau adalah bawahanku"

Yesung yang menyadari bahwa namja dihadapannya ini adalah atasannya, segera membungkuk-kan badannya memberi hormat.

"ahh mianhamnida, saya benar-benar tidak tahu kalau anda atasan saya" Yesung meminta maaf, dengan masih membungkuk-kan badannya.

Leeteuk hanya tersenyum "ne cheonma kajja, kita ke ruanganku aku akan memberi tahu tugasmu disini"

Yesung mengangguk lalu berjalan mengikuti Leeteuk menuju ruang kerjanya. Dalam hati Yesung sebetulnya agak heran, dia bekerja sebagai office boy, tapi atasannya sendiri yang menyambutnya di depan pintu.

"sepertinya bekerja disini akan menyenangkan"

TBC

akhirnya kelar juga chap duanya ,gimana..tetep ancur kan kkkkk~~~

saya sudah berusaha semampu saya lho bikin ni FF,saya bela2in begadang ngetik nih

jadi intinya mohon kritik,saran,pujian juga boleh..review gitu maksudnya

Biar nanti di FF saya berikutnya saya bisa lebih baik

Oya,yang nanya jenis kelamin saya,saya namja

BIG THANKS buat

Kim Sung Hee-PrincessSagitt1

Dhirayewon-Ranimaharsi

24

lee minji elf- mitha3424

ajib4ff-fairy_siwoonie

Jwsunshine-Cloudhy3424

CheftyClouds-r3diavolo89

Guest-Dindataurusz-ukeyesung xD

Sehunaaa-S Y

Thanks for your support guys *cipok atu atu*

~Gomawo~