"Ya Kim Samuel."

Samuel yang awalnya mengobrol dengan Woojin, langsung menoleh. Pandangannya terkunci pada satu trainee asal Maroo yang berada di ambang pintu practice dance.

Samuel kembali menoleh pada Woojin dan mengusap sayang rambut maknae itu.

"Woojin-ah, aku pergi dulu."

"Hyuuunngggg..." rajuk Woojin sambil merengut.

Samuel tertawa sambil berdiri, "Akan kulanjutkan setelah aku bertemu Jihoon hyung."

Setelah itu, Samuel bergegas menghampiri Jihoon yang memasang wajah stoic. Tangannya langsung menarik lengan Jihoon untuk pergi mencari tempat yang lebih sepi.

Woojin masih merengut setelah Samuel tak lagi terlihat. Detik selanjutnya ia dikejutkan dengan kaleng dingin yang menempel di pipi kanannya.

"Ong hyung?"

Seungwoo memamerkan senyumnya saat Woojin mendongak dengan wajah lucu.

"Untukmu, maknae."

Woojin mengerjapkan matanya beberapa kali, "Untukku?"

"Tidak mau?"

"Eh terima kasih hyung, hehehe."

Seungwoo duduk disebelah Woojin, tempat yang sebelumnya diisi oleh Samuel. Trainee asal Fantagio itu membukakan minuman untuk Woojin sebelum menyerahkannya.

"Kau terlihat senang saat bersama Samuel tadi." ujar Seungwoo.

"Aku?" Woojin menunjuk dirinya sendiri. "Aku penasaran dengan yang dikatakan Samuel hyung, bukan senang."

Seungwoo mengangguk. "Memang dia bilang apa?" tanya Seungwoo, setelah itu ia meminum kola kaleng miliknya.

Woojin meminum kola miliknya sebelum menjawab, "Samuel hyung bilang, ada satu trainee yang menyukaiku."

"UHUK!"

Seungwoo merasa kola yang diminumnya meringsek masuk ke saluran pernapasan.

"Ong hyung?! Hyung baik-baik saja?" tanya Woojin khawatir, pasalnya Seungwoo kini memukul-mukul dadanya.

Sementara Woojin khawatir, separuh dari trainee kelas A itu tertawa memperhatikan interaksi Seungwoo dan Woojin. Lebih tepatnya menertawakan Seungwoo yang jatuh cinta pada maknae yang masih polos tentang hal percintaan.

.

.

.

Samuel menghentikan langkahnya, otomatis membuat langkah Jihoon juga terhenti.

"Kenapa berhenti?" tanya Jihoon sambil memandang Samuel.

Sudah lebih dari sepuluh detik Samuel mengacuhkan pertanyaan Jihoon. Jihoon mengikuti arah pandang Samuel, dan dirinya sedikit terkejut. Hanya sedikit.

Lima meter dihadapannya, ada Daehwi yang berdiri dan memandangnya dan Samuel. Lebih tepatnya memandang jemari Samuel yang melingkar di pergelangan Jihoon.

"Kau baru kembali dari toilet, Hwi hyung?"

Pertanyaan Samuel membuat Daehwi memandang mantan trainee seventeen. Daehwi menunjukkan senyum manisnya, setelah itu ia mengangguk.

"Aku ada urusan dengan Jihoon hyung. Jadi, pergilah duluan ke ruang latihan duluan." ujar Samuel sambil tersenyum.

"A-ah iya."

Jihoon memperhatikan Daehwi yang berjalan pelan melewatinya dan Samuel, sudut bibirnya terangkat. Terus seperti itu, bahkan setelah Daehwi menghilang dibalik tikungan. Jihoon merasa senang sekarang.

"Sepertinya hyung senang sekali, ya?" tanya Samuel.

Jihoon kini berbalik dan menghadap ke Samuel dengan senyum yang mengembang. "Of course, Sam."

.

.

.

"Kembali ke ruanganmu, sana." ujar Jihoon sambil mendorong pelan bahu Samuel.

"Hyung masuk ke kamar dulu, baru aku pergi."

Jihoon tertawa pelan. "Jinyoung saja tidak pernah menungguku masuk kamar."

Samuel mendecak, "Itu kan Jinyoung hyung. Kim Samuel itu beda dengan Bae Jinyoung."

Jihoon berjinjit untuk mengusap surai Samuel. "Aigo, iya-iya kau memang beda."

Samuel tertawa, membuat Jihoon juga ikut tertawa.

"Masuk sana, hyung."

Jihoon mengangguk, lalu membuka pintu kamar. "Aku masuk dulu ya."

Samuel mengangguk sambil tersenyum. Tangannya terangkat dan jemarinya sedikit bergerak, mengucapkan 'Bye' tanpa kata-kata. Jihoon juga melakukan hal demikian sebelum menutup pintu kamar.

.

.

.

"Ya Samuel." Samuel mendongak dan mendapati Daniel mengunyah sambil memandangnya.

"Kenapa, hyung?"

"Kau kelewatan satu moment penting tadi." ujar Daniel sambil menahan tawa.

"Ais! Bisakah tidak membicarakanku sekarang?" sungut Seungwoo yang berada disebelah Daniel.

"Seungwoo hyung tadi tersedak kola, Muel hyung." sahut Woojin.

"Ya Lee Woojin!"

Dan mereka semua tertawa, tak terkecuali Daehwi yang sedari tadi tak mengeluarkan suara sedikitpun.

Selagi mereka tertawa, Samuel diam-diam memberikan beberapa potong daging sapi miliknya pada Jihoon.

"Hyung butuh lebih banyak asupan gizi." jawab Samuel setelah ditanya apa alasannya.

"Heol. Kau yang lebih membutuhkan asupan gizi yang banyak, bocah." kata Jihoon.

"Tapi Jihoon hyung harus menerima asupan gizi, supaya tinggi."

"Kau mengejekku?!"

Selanjutnya Samuel tertawa karena lengan kanannya ditusuk pelan menggunakan sumpit Jihoon secara brutal, tidak sakit tetapi cukup geli bagi Samuel. Tusukkan itu terhenti setelah Samuel menyuapkan potongan kimchi ke mulut Jihoon.

Samuel tidak memperdulikan Daehwi yang dari tadi memperhatikan moment menyenangkan antara dirinya dan Jihoon.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebel sama CJEnt. Gak bisa voting buat para oppa!(laki-laki keren itu oppa, mau muda atau tua tetep aja oppa wkwk)

Apa ini?! Sorry kalau kecewa sama tulisanku, karena aku emg sering mengecewakan dan dikecewakan(whut)

Itu preview masternim yang Daehwi gandeng Jinyoung bikin asdfghjkl. Daehwi maunya apa?:"

Btw Jinyoung itu mukanya antagonis dan Jihoon mukanya mendukung untuk peran antagonis, menurutku. Sorry disini Jinyoung gaada, soalnya dia lagi dirumahku (gawoy!)

Ps: AKHIRNYA KETULIS JUGA ONG-UJIN UHUHU

Pss: Kenapa kalian nebaknya Jihoon yg ngadu ke Samuel?:"

Psss: Gasabar uhu nunggu eps 2 T.T

Pssss: Ada yg tau download dimana video countdown produce 101 s2, selain dailymotion? Yang berbaik hati, tolong kirimkan ke aku dong T.T

Psssss: Aku ngakak pas trainee YGK+ masuk, terus trainee MMO itu anjir rame sendiri mereka.

Aku besok un bahasa indo, tapi malah males belajar ekwkekwwkwkwk. Doain biar lancar unbk nya ya gaiss.

Maaf untuk typo, dan review?